Come Back My Love

Come Back My Love
36. Tidak Akan Pergi Tanpa Mu


__ADS_3

"Kenapa kau mau menyelamatkan ku? Bukankah aku,,,!!!


" Ssstt,,,,jangan bertanya kenapa" Potong Keenan mengalihkan. Dia tidak mampu mengatakan apa alasannya.


Clarissa menarik nafas dalam-dalam.


"Lebih baik kau pergi dari sini." Ucap Clarisaa. Keenan langsung mengernyitkan keningnya. "Apa maksud mu? Aku akan keluar bersama dengan mu." Jawab Keenan ketus.


"Tidak mungkin, kita tidak akan mungkin bisa lepas dari mereka. Pergilah Keenan. Katakan pada mereka kalau kau tidak mengerti apa-apa. Katakan bahwa kau tidak terlibat." Clarissa keceplosan.


"Terlibat? Terlibat apa?" Keenan merasa curiga, ada hal yang Clarissa sembunyikan.


"Tidak ada, lupakan saja. Itu tidak penting, yang penting kau harus keluar dulu dari tempat ini. Tinggalkan aku disini sendiri. Itu akan lebih baik. Aku tidak ingin mereka menyakiti mu." Clarissa menatap dalam mata Keenan.


"Aku tidak segila itu Clarissa. Aku tidak akan pergi dari sini tanpa mu." Keenan membalas tatapan itu.


"Apa yang kau sembunyikan? Katakan padaku. Aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu." Keenan memegang lengan Clarissa.


Clarissa jadi salah tingkah.


"Tidak ada yang aku sembunyikan. Aku hanya ingin kau pergi dari sini. Aku tidak,,,,!!!


" Katakan padaku sekarang, jika kau masih terus menyembunyikannya, aku akan mengatakan pada mereka agar membunuh ku dan membebaskan mu. " Potong Keenan. Clarissa membelalakkan matanya.


"Apa kau sudah tidak waras?"


"Iya aku tidak waras dan aku tidak perduli, aku akan mengatakannya pada mereka." Keenan hendak bangun. Tapi Clarissa menahan tangan Keenan.


"Keenan jangan. " Clarissa menarik tangan Keenan.


"Sekarang katakan apa maksud ucapan mu tadi." Keenan kembali duduk..


Clarissa diam sejenak.


"Mereka,,, mereka menangkapku karena ingin melenyapkan ku." Clarissa mulai menangis.


"Apa?" Keenan terkejut bukan main.


"Kenapa mereka ingin melenyapkan mu?" Keenan semakin khawatir.


"Kau ingat saat aku tidak masuk sekolah selama seminggu?" Keenan mengangguk.


"Aku sakit setelah melihat mereka membunuh seseorang di dalam hutan. Mereka menembak seorang pria dengan sadis. Itu membuat ku syok. Mereka menyadari kalau aku melihat kejadian itu. Mereka terus mengejar ku. Mencari keberadaan ku. Setelah itu aku sering terkena serangan panik setiap ada orang yang mendekatiku terutama laki-laki. Saat berangkat sekolah selalu ada yang mengintai dan terus mengikuti ku dengan ayah tetapi tidak pernah ada kesempatan menculik ku. Dan tadi adalah kesempatan baik buat mereka untuk menangkap ku dan mereka mengatakan akan membunuhku." Tangis Clarissa pecah. Keenan seketika terpaku mendengar perkataan Clarissa. Clarissa benar-benar dalam bahaya, itu membuat Keenan merinding, melihat Clarissa menangis tersedu membuat Keenan tidak tega dan langsung menarik Clarissa kedalam pelukannya. Keenan juga syok, ternyata Clarissa mengalami hal seburuk ini. Mata Keenan berkaca-kaca. Dia mengeratkan pelukannya. Dia berjanji tidak akan meninggalkan Clarissa sendiri disini.


"Kenapa kau bisa pergi ke hutan? Untuk apa sendirian ke hutan?" Tanyanya lembut.

__ADS_1


"Saat pulang sekolah, aku melihat mu dan Jesika sedang jalan pulang bersama, aku tidak bisa melewati kalian, sementara aku harus cepat pulang. Jadi terpaksa aku mencari jalan pintas dan itu cuma dari hutan." Clarissa menjelaskan sambil terisak.


Keenan menatap Clarissa dan terciptalah sebuah senyuman manis. Dia paham kenapa Clarissa melakukan itu.


"Apa kau sedang cemburu sehingga tidak bisa melewatiku dan Jesika?" Tanya Keenan serius sambil memeluk Clarissa.


"Bermimpilah." Tangis Clarissa semakin pecah.


"Tenangkan dirimu. Aku tidak ada hubungan apapun dengan Jesika."


"Aku tidak perduli sekalipun kalian punya hubungan." Jawabnya ketus sambil menangis. Keenan tersenyum. Dia mengerti perasaan gadis ini walau selalu menyangkalnya.


"Aku berjanji tidak akan meninggalkan mu disini. Kita akan keluar dari sini bersama-sama. Percaya padaku ya." Keenan meyakinkan Clarissa.


"Tidak Keenan, jangan bodoh. Bisa saja mereka juga menyakiti mu bahkan membunuhmu jika kau terus berada disini." Clarissa semakin terisak. Keenan memejamkan matanya. Bulir bening keluar begitu saja dari mata Keenan. Dia sebenarnya sangat takut. Tapi dia juga tidak bisa meninggakan Clarissa sendiri di tempat ini. Bisa saja mereka berbuat yang tidak-tidak sebelum membunuh Clarissa. Membayangkan hal itu membuat hati Keenan nyeri. Dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tidak perduli itu. Bahkan dengan nyawaku." Keenan terus menutup matanya, kepalanya sedikit mendongak agar air mata nya tidak terus jatuh.


Clarissa mendongak dan melihat Keenan.


'Apa dia juga menangis?' Batin Clarissa.


Clarissa menyeka air mata Keenan dengan lembut.


"Apa kau takut?" Tanya Clarissa lembut. Keenan langsung membuka mata nya yang sudah basah. Menatap Clarissa dalam sambil menggeleng.


Setelah beberapa waktu berciuman hingga Clarissa hampir kehabisan nafas. Clarissa menolak Keenan tubuh Keenan dengan kuat hingga ciuman itu terlepas. Clarissa langsung refleks menampar Keenan. Keenan terkejut dan langsung memegang pipi nya.


"Kau gila ya. Kenapa kau lakukan itu." Clarissa marah.


"Maaf Cla,,,aku hanya tidak ingin mendengar ucapan konyol mu lagi. Intinya aku tidak akan keluar dari sini tanpa mu. Jangan lagi menyangkal kata-kata ku dan jangan paksa aku pergi dari tempat ini." Ucap Keenan dengan tegas. Keenan langsung memberi jarak dengan Clarissa yang sepertinya merasa tidak nyaman. Keenan bangkit dan melihat situasi dari jendela. Tidak bisa keluar dari jendela itu karena ditutupi besi. Keenan langsung memukul kuat dinding dengan tangannya.


"Keenan,,, " Teriak Clarissa dan langsung bangkit hendak menghampiri Keenan.


"Aahhh,,,!!! Jerit Clarissa. Kepala Clarissa tiba-tiba sakit. Dan Clarissa terjatuh.


"Clarissa,,," Keenan langsung menoleh ke arah Clarissa dan sudah melihat Clarissa terduduk dilantai. Keenan langsung menghampirinya.


"Kau baik-baik saja? Kau ingin kemana? Kalau butuh sesuatu katakan padaku." Keenan begitu khawatir. Clarissa menarik tangan Keenan dan melihat tangan Keenan sudah memerah.


"Apa yang kau lakukan. Kenapa menyakiti diri sendiri?" Ucap Clarissa lembut sambil mengelus tangan Keenan yang terluka.


"Jika kau takut pergilah. Tidak ada yang memaksa mu bertahan disini." Clarissa menghembus luka Keenan.


"Sudah aku katakan padamu aku tidak akan pergi dari sini tanpa mu dengan atau tanpa nyawa sekalipun. Kau mengerti?" Suara Keenan sedikit membentak Clarissa. Clarissa tidak berani mengatakan apapun lagi. Pria ini benar-benar keras kepala. Suara pintu terdengar terbuka. Para penjahat masuk.

__ADS_1


"Kenapa berteriak?" Ucap si penjahat dan langsung membesarkan mata nya melihat Keenan dan Clarissa sudah lepas dari ikatan mereka.


"Kalian ingin kabur dari sini?" Teriak Penjahat.


"Bagaimana mau kabur, kalian mengurung kami tanpa sedikit pun cela disini. Untuk apa mengikat kami lagi." Teriak Keenan.


"Pelankan suara mu atau ku tembak kepala mu sekarang juga." Ancam Si penjahat.


"Jangan,,, jangan sentuh dia." Clarissa merentangkan tangannya dan menangis memohon.


"Wah kau begitu menyukainya ya. Ingin melindunginya terus menerus? Berkhayal saja. Kami tinggal menunggu instruksi untuk melenyapkan mu gadis manis. Tapi sebelum itu kita harus bersenang-senang dulu." Penjahat itu melihat Kaki jenjang Clarissa yang memakai rok di atas lutut. Dia melihat dengan penuh nafsu. Keenan melihat itu langsung naik darah.


"Sialan,,, berani nya kau. " Keenan bangkit tapi Clarissa menahannya.


"Jangan Keenan. Tahan, jangan gegabah." Bisik Clarissa.


"Kalian begitu romantis ya, tapi itu tidak akan berlangsung lama." Penjahat itu tersenyum licik. Tidak berapa lama 1 penjahat masuk lagi membawa seseorang.


"Bos ternyata ada penyusup. Dia kami temukan di belakang gedung ini." Ucap Penjahat sambil menodongkan pistol ke kepala orang yang di bawa nya.


"Leon." Ucap Keenan dan Clarissa bersamaan. Mereka begitu terkejut.


"Kurung dia disini juga. Kita tinggu pesan dari bos besar mau diapakan kedua pria bodoh ini. Ikat mereka kembali." Para penjahat berbadan besar menarik Keenan, Clarissa dan Leon. Mereka bertiga kembali diikat. Mereka menjauhkan jarak Keenan dan Leon dengan Clarissa. Clarissa duduk sendiri di ujung dekat kasur 3 kaki yang tidak terlalu bersih.


"Ambil minuman tadi." Ucap Penjahat menyuruh anak buah nya mengambil minum yang sudah di siapkan untuk Clarissa.


"Baik bos." Jawab anak buahnya dan kembali dengan membawa minuman.


"Cantik,sekarang minum ini. Kau pasti hauskan? Setelah minum ini kau akan lebih bertenaga dan bergairah." Bisik penjahat itu.


"Kita akan membuat pertunjukan disini." Ucapnya merayu sambil memegang bahu Clarissa.


"Sialan, jangan sentuh dia. Bajingan kau." Keenan marah besar.


"Wah pangerannya marah ya. Kita lihat saja setelah ini apa kau masih bisa bicara dan ingin dengan gadis ini atau malah jijik." Ancam Penjahat itu.


"Kalau kau berani aku akan menghabisimu." Teriak Keenan.


Penjahat itu langsung melepas 1 tembakan ke arah Keenan tapi melesat ke samping Keenan. Keenan menutup mata nya. Dia mengira akan tertembak.


"Aahh,,, Keenan. " Teriak Clarissa menangis.


"Jangan lakukan itu. Aku akan mengikuti kemauan mu. Tapi jangan sakiti mereka. Biar aku saja." Clarissa memohon.


"Clarissa,,,!!! Mata Keenan melotot mendengar perkataan Clarissa.

__ADS_1


Clarissa menangis menatap Keenan sambil menggelengkan kepala.


__ADS_2