Come Back My Love

Come Back My Love
39. Maafkan Aku


__ADS_3

Leon masih di luar. Terduduk di depan pintu.


Dia benar-benar merasa gila, menyaksikan gadis yang di cintai nya sedang bercinta dengan laki-laki lain. Mendengar suara percintaan yang begitu menyakitkan hati dan telinga nya. Dia terus menangis. Memukul dinding dengan tangan nya sendiri. Kenapa dia harus bernasib seperti ini. Kenapa ini bisa terjadi. Dia meratapi penderitaan nya.


Sementara di dalam ruangan Keenan semakin merasa tubuh nya tidak karuan. Jantung terus berdegup kencang. Kepalanya sangat sakit. Tubuhnya terasa seperti tercambuk-cambuk. Keenan mencoba bertahan, membersihkan sisa-sisa percintaannya dengan Clarissa. Mengenakan kembali pakaian Clarissa tanpa ada yang tertinggal. Gadis itu belum juga sadarkan diri. Sementara Keenan masih berusahan menahan sakit luar biasa dari dosis minuman yang di minumnya tadi. Dia tidak mengerti mengapa tubuh nya jadi seperti ini. Kepalanya semakin sakit.


"Aaarrghhhh,,,, " Keenan berteriak kesakitan. Tapi tidak satu pun ada yang mendengarnya. Leon sudah pergi meninggalkan tempat itu.


**


Di Masion keluarga Kiel.


Anderson sudah sampai di Mansion dengan beberapa anak buah nya untuk mencari keberadaan Keenan.


"Tuan muda hilang bersama teman nya bernama Clarissa Tuan. " Ucap Toto dengan gemetar.


"Apa? Dengan gadis itu? Kenapa bisa? Jangan-jangan semua karena ulah nya." Tuding Anderson.


"Saya tidak tau tuan. Karena Teddy juga sedang mencari keberadaan putri nya."


"Aku sangat yakin ini pasti rencana nya dengan para mafia gadungan dari kampung ini. Aku tidak mau tau, jika Keenan bersama gadis itu segera pisahkan. Dan berikan pelajaran buat keluarga itu. Agar dia sadar sedang menghadapi siapa." Ujar Anderson pada anak buah nya yang berbadan besar.


"Segera mencari dari sekarang. Aku tidak mau tau. Jika putra luka sedikit saja segera habisi yang orang berani menyentuhnya."


"Baik Tuan,,!! Jawab semua anak buah nya secara serentak.


Toto hanya bisa terdiam karena tidak tau harus berkata apa-apa. Lagi-lagi majikannya salah paham terhadap Teddy dan juga Clarissa. Dia berdoa dalam hati semoga keluarga itu tidak mendapatkan hal-hal yang buruk.


**


Di kediaman Teddy.


"Anak itu benar-benar membuat susah saja. Hidup kita terlalu fakus terhadap nya. Sehingga lupa untuk mencapai tujuan hidup." Ucap Clara pada suami nya.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan. Putri kita di culik dan kau sanggup mengatakan hal itu? Dimana hati dan perasaan mu Clara." Teddy marah dan kecewa pada sang istri.


"Biarkan saja dia hilang, lebih baik tidak kembali daripada harus membuat hidup kita susah."


"Claraa,,,!!! Bentak Teddy sambil mengangkat tangannya yang hendak menampar Clara.


Clara sontak kaget. Lagi-lagi suami nya berani menggunakan kekerasan untuk membela Clarissa.


" Kau mau menamparku lagi demi anak itu?Ayo tampar, tampar aku,,, " Clara menangis.


"Kau benar-benar tidak punya perasaan. Apa salah Clarissa pada mu sehingga kebencian mu begitu dalam padanya. Padahal dia sangat menyayangimu, menghormati mu dan selalu tunduk pada mu. Tidak bisa kah sedikit saja kau bersikap baik pada nya. Dia sudah menemani hidup kita selama ini, dia menderita hidup kekurangan dengan kita selama ini. "


"Kembalikan dia pada keluarga nya yang kaya raya itu. Bahkan mereka saja tidak menerima nya." Jelas Clara membuat hati Teddy semakin sakit.


"Paling tidak berikan dia sedikit cinta dari mu. Dia putri yang sangat baik. Tidak bisa kah kau melihat itu? Teddy merasa sedih, hati nya terasa teriris.


"Tidak, hati ku terkunci untuk nya." Jawab Clara tegas dan langsung meninggalkan suami nya di ruang tamu.


Airmata nya mulai menetes. Teddy lalu mendekati sebuah lemari. Mengambil sesuatu dari atas lemari yang dia sisipkan dengan aman. Sebuah kotak perhiasan. Tidak begitu besar. Teddy membuka kotak itu dan mengambil sebuah kalung bermata Ruby merah di dalamnya. Dia memegang erat kalung itu. Kalung yang Clarissa bawa saat datang kerumah ini. Di balik mata kalung itu terdapat bacaan "Ruby Hill". Airmata Teddy semakin berlinang menatap kalung itu.


**


Di suatu tempat. Seseorang sedang berbicara dengan anak buah nya.


"Bodoh kalian semua, menghadapi dua anak ingusan itu saja kalian tidak sanggup. Kenapa bisa dia menembak kalian semua." Ucap Tuan mereka marah besar.


"Dia merampasnya dari tangan ku Tuan. Lalu menembak kami semua. Aku tidak akan berani melawan karena dia menembah dengan brutal. Anak itu begitu berani.


" Dia benar-benar keturunan Kiel. Keberaniannya tidak di ragukan lagi. Tapi seharusnya kalian menangkap nya walau tidak mencelakainya.


"Maaf Tuan kami gagal." Ucap anak buah nya kembali.


"Pokok nya aku tidak mau tau kalian harus kembali menculik anak laki-laki itu dan pastikan gadis itu jg ikut mati tersiksa. Sekarang kembali ke tempat itu. Jika mereka tidak ada di tempat itu cari di kediaman mereka masing-masing. Dan habisi orang yang berusaha menggagalkan urusan ku." Perintahnya.

__ADS_1


"Baik Tuan...!!! Jawab para penjahat dan langsung bergegas pergi.


**


Pagi nya di Gedung tua.


Clarissa menggeliat, tubuhnya kaku dan terasa ingin patah. Kepala nya juga masih sakit dan sempoyongan. Dia mencoba duduk tapi langsung terkejut melihat Keenan yang sedang menahan sakit. Dia tegeletak sambil memeluk dirinya sendir. Manahan sakit di perut dan dada nya.


"Keenan,,,!!! " Ucap Clarissa sambil mendekati Keenan.


"Clarissa,,, kau baik-baik saja kan? Tanya Keenan sambil menahan sakit. Clarissa menganggukkan kepala nya. Keenan langsung tersenyum lega. Clarissa kembali sadar dan tidak merasa sakit seperti dirinya.


" Apa yang sakit? Tanya Clarissa.


"Sepertinya karena dosis minuman itu terlalu tinggi membuat jantung dan dada ku sakit. Kepalaku juga begitu sakit.


Clarissa memegang kening dan Pipi Keenan. Membelainya lembut. Tatapan mereka kembali bertemu dan mereka saling bertatapan. Terbayang kejadian tadi malam membuat pipi Clarissa merona merah. Airmatanya kembali menetes. Keenan dengan sigap menghapus air mata Clarissa.


"Jangan menangis lagi. Maafkan aku. Ampuni aku karena sudah berani mengambil segala nya dari mu. Maaf karena aku sudah,,,,!!!


Clarissa menutup mulut Keenan dengan jari nya.


"Aahh,,, " Keenan kembali mengerang kesakitan sambil memegang dada nya.


"Keenan,,, apa yang terjadi? Mana yang sakit? Clarissa panik. Melihat sekeliling nya. Bagaimana cara membawa nya berobat.


" Bertahanlah, aku akan berusaha mencari bantuan. Clarissa pelan-pelan berdiri tetapi tangan Keenan menahannya.


"Tetap disini. Jangan pergi tanpa menungguku. Aku tidak apa-apa. Sebentar lagi dosisnya juga hilang. Tolong jangan tinggalkan aku." Wajah Keenan memancarkan kesedihan begitu dalam. Di umur nya yang masih terlalu muda, dia sudah menodai seorang gadis polos yang ada di hadapannya. Membuatnya semakin berdosa. Airmatanya menetes menatap Clarissa.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku. Aku berjanji akan bertanggung jawab atas kejadian tadi malam. Aku mohon ampuni aku. Aku takut kehilangan mu." Keenan menangis sambil menggenggam tangan Clarissa erat. Clarissa sedikit bergetar dan jantungnya berdegup kencang.


Keenan lagi-lagi mengungkapkan perasaan nya pada Clarissa. Tapi Clarissa masih ragu. Dia berfikir Keenan mengucapkan itu karena terpaksa. Mungkin karena Keenan sudah menodainya. Clarissa langsung membuang tatapannya dari Keenan. Dia mencoba mengalihkan pikirannya agar dia tidak banyak berharap. Melihat hal itu Keenan merasa sedih. Merasa apakah Clarissa merasakan hal yang sama atau malah sebaliknya.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan? " Tanya Keenan memegang lengan Clarissa.


__ADS_2