
"Cla bangun lah. Aku janji akan menyelamatkan mu dari tempat ini, aku mohon jangan pergi. Tetaplah di sisiku selamanya." Ucap Keenan lirih.
Keenan berfikir keras bagaimana cara nya dia dan Clarissa keluar dari ruangan ini. Dia mengambil ponsel di saku nya tetapi tidak ada sinyal ditempat itu. Berusaha mencari sesuatu tetapi tidak ada celah di ruangan itu. Jendela nya juga di tutup dengan besi. Keenan terus mengepalkan tangannya. Dia berjanji akan membalas para penjahat yang sudah berani menyakitinya dan juga Clarissa.
"Di sekolah Teddy, Dodo dan juga Toto sibuk mencari Keenan dan Clarissa. Berjalan menyisiri sekitar sekolah.
"Kemana pergi nya mereka ya. Beberapa hari belakangan ini saya perhatikan Tuan Muda dan Nona Clarissa tidak begitu akur. Tapi kenapa sekarang malah sama-sama tidak kelihatan ya. Teddy hanya diam, terlalu banyak yang hal yang ada di pikirannya. Dia begitu khawatir terjadi sesuatu pada Clarissa. Terlebih sering ada orang mencurigakan yang terus mengawasi mereka. Saat berjalan Dodo menemukan Tas Clarissa yang terletak di jalan. Teddy dan Toto berlari menghampiri Dodo.
"Bukankah ini tas nya Nona Clarissa." Ucap Dodo.
"Iya ini tas nya Clarissa. Kenapa bisa ada disini. " Teddy semakin panik.
"Apa mereka di culik" Ucap Teddy.
"Bagaimana mungkin Pak. Disini desa yang aman." Timpal Toto merasa tidak yakin.
"Betul sekali Pak, desa ini sangat aman." Tambah Dodo.
"Tapi tidak menutup kemungkinan mereka di culik. Kalau tidak kenapa tas putri saya ada disini. Karena beberapa hari ini juga saat pergi dan pulang sekolah kami seperti di awasi oleh beberapa orang. Itu hal yang membuat ku berfikir jauh seperti ini.
" Tapi kenapa para penjahat itu melakukannya. Atas dasar dan motif apa mereka menculik Keenan dan Clarissa. " Ucap Toto
Teddy hanya diam, tapi di dalam hati nya panik setengah mati.
'Apa mereka sudah menangkap Clarissa?' Teddy bertanya dalam hati.
"Apa Pak Toto sudah mencoba menghubungi ponsel Keenan? " Tanya Teddy.
"Sudah pak tapi tidak terhubung. Ucap Toto.
" Kamana lagi kita harus mencari mereka. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada mereka." Ucap Teedy.
"Semoga mereka baik-baik saja y Pak. Kita harus terus mencari mereka hingga ketemu." Dodo mencoba menenangkan kedua nya.
"Jika lebih dari 24 jam mereka tidak juga di temukan baru kita melapor pada yang berwajib. Aku juga bingung bagaimana cara nya nanti memberikan informasi ke Tuan besar. Karena temprament Tuan Anderson sangat mendominasi. Jadi banyak orang yang tidak berani menghadapi nya. Bagaimana ini." Rengek Toto ketakutan.
Teddy semakin bersedih. Dia bingung apa yang harus dilakukan nya agar putri nya kembali.
"Aku akan mencari mereka, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Putri ku. Ucap Teddy panik.
" Tenanglah. Kita akan mencari mereka bersama-sama. Timpal Dodo.
__ADS_1
**
Di gedung tempat para penjahat menyekap Keenan dan Clarissa.
"Clarissa,, , " Panggil Keenan memukul lembut pipi Clarissa.
"Bagaimana kita mau pergi dari sini jika kau belum juga bangun. Bangun lah Clarissa,," Pelukan Keenan begitu nyaman dan enggan rasa nya lepas dari pelukan itu. Perlahan dia mulai membuka mata nya. Terdengar leguhan dari bibir tipis Clarissa hingga membuat Keenan terpaku. Jantungnya berdegup kencang. Bisa-bisa nya Clarissa begitu menggiurkan. Ingin rasanya Keenan melahap habis bibir tipis itu. Tapi pikiran kotor itu langsung ia tepis.
"Clarissa,,, kau sudah bangun? Bagaimana dengan kepala mu? Apa masih sakit?
Clarissa hanya menganggukan kepalanya. Posisi mereka sangat dekat. Clarissa bisa mentap Keenan dengan intens yang sedang memeluk dan membelai rambut Clarissa, terhirup wangi segar mint dari mulut Keenan yang begitu mendamba. Jantung kedua nya berdegup begitu kencang. Clarissa selalu kalah oleh pesona Keenan. Pria ini selalu membuat Clarissa lupa segala nya. Lama mereka saling tatap seketika terdengar sesuatu dari luar hingga membuat kedua nya tersadar dari pikiran mereka masing-masing.
Mata mereka sama-sama mengarah ke sumber suara.
"Mereka masih ada di depan." Ucap Keenan.
Clarissa tidak menjawab, dia hanya menunjukkan raut wajah takut nya. Tubuh nya kembali bergetar. Keenan menyadari hal itu karena hingga sekarang Keenan tidak melepaskan pelukannya.
"Tidak apa-apa, jangan takut. Aku bersama mu. " Keenan menenangkan Clarissa. Gadis itu kembali menatapnya. Tubuh nya perlahan kembali normal. Pelukan Keenan benar-benar membuat nya begitu tenang. Mata Clarissa mulai berkaca-kaca. Dia merasa bersalah. Jika saja Keenan tidak membantu nya pasti Keenan tidak akan terlibat sejauh ini.
Keenan menatap mata Clarissa yang hampir mengeluarkan air mata. Keenan langsung menyekanya lembut.
"Menangis?
"Maaf,,, " Ucap Clarissa pelan.
"Maaf untuk apa?"
"Karena menyelamatkan aku kau ikut terlibat." Jelas Clarissa lembut, suara nya nyaris tak terdengar.
"Aku akan lebih menyesal jika tidak menyelamatkan mu. Seharusnya aku yang minta maaf pada mu."
Clarissa menggeleng.
"Maafkan aku yang sudah gagal menyelamatkan mu."
Clarissa langsung menutup mulut Keenan dengan tangan nya dan menggeleng kepala nya.
"Apa kau terluka?" Tanya Clarissa.
Keenan sedikit tertawa. " Dalam keadaan seperti ini kau masih sempat menanyakan keadaanku. Sebegitu pentingnya kah aku?"
__ADS_1
Clarissa langsung bersemu. Keenanmenyadari itu langsung tersenyum.
"Kau lihat sendiri, aku tidak apa-apa."
Keenan perlahan membangkitkan Clarissa dan kembali melihat bekas luka Clarissa. Saat Keenan memegang luka di kepala nya. Clarissa sedikit meringis.
"Masih begitu sakit? Keenan khawatir.
Clarissa hanya mengangguk.
" Selepas kita bebas dari sini. Aku akan menemanimu untuk cek apakah luka nya parah. Aku takut pukulan itu membuat luka di dalam."
Clarissa hanya menatapnya tanpa menjawab.
'Apa mungkin kita akan bebas dari tempat ini Keenan? Aku malah tidak yakin. Jelas mereka ingin melenyapkan ku. Kenapa kau malah terlibat. Aku tidak ingin kau terluka. Kenapa kau menyelamatkan ku? Sebenarnya apa arti nya aku di mata mu?' batin Clarissa sambil meneteskan Air mata.
Keenan terus memeluk Clarissa. Dia tidak menyadari Keenan menangis. Enggan rasa nya dia melepaskan gadis itu. Ingin rasanya dia menghentikan waktu agar hari ini tidak berlalu begitu saja.
"Bagaimana cara nya kita keluar dari sini. " Tanya Clarissa.
"Aku juga tidak tau. Tidak ada celah sedikit pun. Ponselku juga tidak ada sinyal. Tidak bisa menghubungi siapapun."
"Bisa bantu aku duduk? " Pinta Clarissa yang sengaja minta duduk agar tidak berlama-lama duduk dekat seperti ini karena jantung nya tidak bisa berkompromi.
"Tapi kepala mu masih sakit. Seperti ini saja hingga membuat mu nyaman."
"Aku sudah tidak apa-apa." Jawab Clarissa.
"Tapi tubuh mu sedikit panas. Sepertinya kau demam di karenakan luka itu. Jika memang sakit katakan padaku. Jangan merasa sungkan.
" Baiklah, tapi bantu aku duduk ya. Posisi seperti ini terasa aneh." Ucap Clarissa. Keenan langsung menatap Clarissa. Perlahan dia melepaskan pelukan nya dan membantu Clarissa duduk.
"Sshh,,, " Clarissa mengernyitkan dahinya.
"Apa sakit?"
"Tidak." Jawab Clarissa duduk dan bersandar di dinding.
Keenan masih terus menatap Clarissa. Banyak pikiran-pikiran yang melayang di otak nya. Baik itu pikiran yang baik maupun pikiran yang buruk. Dia mencoba mengalihkan dengan berdiri dan melihat sekitar itu apa ada hal yang bisa membuatnya dan Clarissa keluar dari sini.
"Kenapa kau mau menyelamatkan ku? Bukankah aku,,,!!!
__ADS_1
" Ssstt,,,,jangan bertanya kenapa" Potong Keenan mengalihkan Dia tidak mampu mengatakan apa alasannya.