Come Back My Love

Come Back My Love
142. Seperti Orang Bodoh


__ADS_3

Pagi harinya Jonas sudah menunggu Keenan di depan Apartement. Keenan meminta Jonas untuk mengantarnya ke catatan sipil.


Keenan pun keluar, panampilannya cukup rapi dengan stelan Jas berwarna hitam namun wajah Keenan tampak sangat pucat dan hal itu membuat Jonas khawatir.


"Bos anda baik-baik saja? Wajah anda sangat pucat. Apa kita ke Rumah Sakit dulu?" Ajak Jonas yang terlihat begitu khawatir.


"Aku baik-baik saja. Kita berangkat sekarang." Keenan hendak masuk ke dalam mobil. Namun Jonas menghentikannya.


"Bos, apa anda yakin akan menikah dengan Inez? Bagaimana dengan Nona Snow? Sampai saat ini Nona Snow tidak pulang ke Apartement."


"Kau sudah melacak keberadaannya?" Tanya Keenan tampak suram.


"Terakhir Nona Snow ke Pemakaman namun setelah itu nomor nya tidak aktif dan posisi nya tidak bisa dilacak lagi."


"Pemakaman?" Keenan mengerutkan keningnya. Kembali berfikir tentang makam anak yang meninggal 8 tahun lalu. Keenan lupa menanyakan pada Ruby siapa anak itu saat mereka masih bersama.


"Bos fikirkan baik-baik sebelum anda menikahi Inez. Bagaimana nasib Nona snow jika anda menikahi Inez." Jonas membuat Keenan meragu. Namun dia harus menyelamatkan Noah. Keenan tidak ingin Noah pergi darinya.


"Kau tidak berhak mengatakan hal itu padaku. Ini hidupku, segala keputusan berada di tanganku. Sebagai asisten yang baik kau cukup mendampingiku." Ujar Keenan ketus.


"Tapi Bos,,,!!! "


Tatapan Keenan semakin tajam. Membuat Jonas tidak berani berkutik lagi.


Keenan langsung masuk ke dalam mobil.


Di perjalanan tidak ada pembicaraan apapun antara Keenan dan Jonas. Keenan sedang berperang dengan fikirannya sendiri.


Hatinya terasa berat menjalani semua ini karena hatinya sudah terpaut mati pada Ruby. Belum lagi mimpinya tadi malam cukup menyita fikirannya.


Keenan terus memikirkan Ruby. Entah bagaimana nasibnya sekarang dan Keenan merasa sangat jahat karena membuat keputusan bodoh seperti ini. Menghancurkan perasaan Ruby. Tapi begitupun Keenan juga merasa hancur.


'Ruby maafkan aku.' Batin Keenan sambil menyandarkan tubuhnya dengan mata tertutup. Fikirannya tidak bisa berpaling dari Ruby. Dadanya mulai terasa sesak dan kepalanya semakin sakit.


Inez sudah berada di depan gedung catatan sipil. Dia berjalan mondar mandir sambil menunggu kedatangan Keenan. Inez takut Keenan membatakal pernikahan mereka. Inez yang sudah berpakaian sangat cantik itu merasa gelisah. Sementara Keenan belum juga tiba.


Tidak berselang lama Keenan pun akhirnya sampai. Keenan sempat memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Namun dia menahannya.


Jonas menghampiri Keenan dan mengikuti Keenan dari belakang.


Mereka berjalan mendekati Inez yang sudah menunggu.


"Maaf aku terlambat." Ucap Keenan pelan.


"Tidak, aku juga baru tiba." Bohongnya padahal Inez sudah menunggu Keenan satu jam yang lalu.


Jonas menatap Inez dengan tatapan datar. Jonas benar-benar tidak ingin bos nya menikah dengan Inez. Namun Noah juga dalam bahaya.

__ADS_1


"Wajah mu pucat sekali, apa kau sedang sakit?" Tanya Inez lembut pada Keenan.


"Tidak, aku hanya kurang tidur." Jawab Keenan dengan nada malas.


Inez merasa tidak enak karena dia tau Keenan pasti melakukannya dengan terpaksa. Namun ini adalah kesempatan baik agar Keenan menjadi miliknya selamanya walau dengan cara seperti ini. Noah juga membutuhkan Keenan.


"Kita masuk sekarang." Ajak Inez. Dan Keenan hanya mengangguk. 


Jonas tetap diam di tempatnya. Tidak mengikuti Keenan dan Inez.


Tiba-tiba ponsel Jonas berdering. Jonas menatap benda pipih itu dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Pak Josh... " Ucapnya dan langsung mengangkat panggilannya.


"Dimana kau sekarang? Apa Keenan bersama mu?" Teriak Josh dari dalam ponsel hingga membuat Jonas menjauhkan ponselnya dari telinganya. Suara Josh benar-benar mengganggu pendengarannya.


"Iya pak, pak Keenan sedang mendaftarkan pernikahannya dengan Inez." Ceplos Jonas.


"Jadi benar dia akan menikahi Inez? Brengsek, sekarang kau buka berita terkini dan tunjukkan pada Keenan. Bagaimana pun caranya kau harus cegah Keenan agar tidak menikahi Inez. Kau paham? 10 menit lagi aku akan tiba disana."


"Ba baik pak." Jawab Jonas dan panggilan itu pun terputus.


Jonas langsung membuka berita terkini dan betapa terkejutnya dia setelah membaca pemberitaan pagi ini.


"Sebuah Vidio Panas  9 Tahun Lalu Seorang CEO yang Di duga Adalah Keenan Emery Kiel bersama Seorang Wanita. 


Jonas sontak membesarkan matanya dan mulutnya tampak terbuka saat melihat vidio panas yang beredar tanpa sensor di laman pemberitaan terupdate pagi ini yang tak lain adalah bos nya.


Sesampainya di dalam, Jonas melihat Keenan dan Inez sudah duduk di depan pelayanan pencatatan sipil di bagian Koordinator Pernikahan dan hendak menandatangani berkas-berkas. Namun ketika Keenan hendak menandatanganinya Jonas berteriak memanggil bos nya itu.


"Bos,,,!!! " Teriak Jonas hingga semua mata tertuju padanya. Begitu pun dengan Keenan dan Inez.


Keenan langsung berdiri dan melihat Jonas berlari menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan. Kau fikir ini hutan? Kenapa berteriak seperti itu." Ucap Keenan kesal dan dia merasa malu karena semua tatapan orang mengarah ke mereka.


"Bos lihat berita pagi ini." Ucap Jonas ngos-ngosan.


"Berita apa?" Keenan langsung merampas ponsel Jonas. Dia membaca artikel itu dan membuka Vidio yang sama sekali belum di sensor. Keenan membesarkan matanya dan seketika langsung memegang dadanya.


"Ini vidio ku? Vidio 9 tahun yang lalu. Dan wanita ini, wanita ini Ruby?" Dada Keenan semakin sakit. Pandangannya semakin berkunang-kunang.


Inez langsung merampas ponsel Keenan itu dan langsung membaca artikelnya. Inez juga tak kalah terkejut melihat berita itu. Seketika airmatanya mengalir. Vidio Keenan bersama Ruby di 9 tahun yang lalu.


"Apa maksud semua ini? Kenapa ada vidio itu dan kenapa Ruby, wanita itu benar-benar Ruby? " Keenan mulai menangis sambil memegang dadanya.


"Keenan jangan percaya pada berita itu. Aku yakin itu tidak benar, vidio seperti itu bisa saja di buat-buat oleh pihak tidak bertanggung jawab. Mungkin mereka tidak ingin kita menikah. Keenan kita harus tanda tangani akte pernikahan kita. Noah membutuhkan kita. Jangan mengambil hati semua pemberitaan Keen." Paksa Inez.

__ADS_1


Tatapan Keenan tampak kosong. Dia benar-benar shock, fikirannya sudah melayang kemana-mana.


"Keenan,,!!! " Teriak seorang pria dari kejauhan. Pria itu berlari menghampiri Keenan dan memukul keras wajah Keenan hingga membuat pria itu terhuyung ke lantai. Orang yang melihat langsung berbisik-bisik. Petugas keamanan pun mulai berdatangan.


"Pak Josh,,,!!! " Sahut Jonas.


Josh menarik kerah Keenan dan hendak memukulnya lagi. Keenan tidak menghindar sama sekali. Dia seakan mengingat sesuatu.


"Kau benar-benar bajingan Keenan, bisa-bisanya kau mengatur pernikahan dengan wanita lain sementara Ruby kau abaikan. Dimana hati dan perasaanmu Keenan, kenapa kau begitu tega. Setelah melihat Vidio ini apa kau akan tetap menikahi Inez? Apa kau akan mengabaikan wanita yang sudah kau rusak hidupnya sejak lama? Rasanya aku ingin memecahkan kepala mu Keenan." Ucap Josh geram.


"Josh hentikan. Kau tidak perlu membuang tenaga untuk sahabatmu yang bodoh ini" Cegah Lucy.


"Apa ini kah balasan mu pada Ruby, No,,, pada Clarissa maksud ku. Dia menderita selama 9 tahun ini karena mu, dia pergi sejauh mungkin untuk melupakan perasaannya padamu dan setelah bertemu kau mendekatinya kembali karena terobsesi pada tubuh dan sentuhannya dan setelah Clarissa kembali padamu dengan menerima segala masa lalu.


"Clarissa,,,!! " Ucap Keenan sambil menangis.


"Apakah Ruby itu Clarissa ku? Apa dia Clarissa yang selalu ada di mimpiku. Mimpi itu, mimpi itu benar-benar nyata? Apa Ruby itu benar Clarissa? Tanya Keenan berteriak pada Lucy dan Josh. Dia tampak frustasi.


" Ya Ruby itu Clarissa, gadis yang kau hancurkan di 9 tahun lalu dan hingga saat ini. Wanita yang selalu kau permainkan perasaannya dan menganggapnya rendahan. Kau benar-benar jahat Keenan. Silahkan lanjutkan pernikahanmu. Kau tidak layak untuk Clarissa ku." Teriak Lucy marah pada Keenan.


"Aku tidak menghancurkannya. Aku tidak pernah menghancurkannya. Aku selalu menjaga cintanya. Dia selalu berada di hatiku walau aku tidak bisa melihatnya. Kenapa kalian tega membiarkan aku terlihat bodoh dengan semua rahasia ini? Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Kenapa semua mempermainkanku." Teriak Keenan dengan mata memerah penuh amarah.


"Josh jawab aku, kenapa kau tidak memberitahuku?" Tanya Keenan penuh amarah.


"Ruby melarangku. Dia sengaja tidak ingin memberitahumu, dia berharap kau bisa menerimanya tanpa embel-embel masa lalu. Namun nyatanya kau menyakitinya lagi dan lagi. Sekarang kau sudah tau kan, sekarang pergilah lanjutkan pernikahanmu. Paling tidak sebagai sahabat aku sudah memgingatkanmu. Dan aku ingin memberitahumu bahwa Ruby menghilang sampai saat ini tidak tau dimana keberadaannya."


Keenan mendongak menatap Josh dengan deraian airmata.


"Aku harus mencarinya. Aku harus mencarinya kemanapun." Keenan berusaha bangkit sambil memegang dadanya dan kepalanya.


"Keenan,,, " Panggil Inez namun Keenan tidak menoleh sedikitpun.


Josh dan Lucy mengejar Keenan yang berjalan sempoyongan.


Di halaman depan Keenan sudah terkapar dan terjatuh di depan gedung.


"Keenan...!!! " Teriak Josh berlari mendekati Keenan. Josh pun membawanya ke rumah sakit.


Di dalam ruangan. Tangis Inez pecah. Dia terduduk dikursi ditempatnya semula. Jonas merasa iba. Dia langsung menghampiri Inez menarik tangan Inez, menggiringnya ke depan tempat pelayanan pernikahan.


"Maaf atas ketidaknyamanannya pak. Bisakah kita lanjut prosesnya?"


"Tapi pak mempelai prianya sudah pergi." Ujar pria itu.


"Aku yang akan menjadi mempelai Pria nya." Ujar Jonas tegas.


Inez terlonjak kaget dan mengangkat pandangannya. Mendengar ucapan pria yang sama sekali tidak di harapkannya. Namun sekarang dia seperti tidak memiliki muka. Dia terlaLu malu. 

__ADS_1


"Jonas" Rintih Inez.


Jonas tidak menjawab dia semakin mempererat genggamannya pada Inez. Dan Inez terus memandang Jonas. Tatapan penuh dengan penderitaan. Pengurusan pun selesai. Inez dan Jonas pun telah resmi menjadi sepasang suami istri secara Negara.


__ADS_2