Come Back My Love

Come Back My Love
103. Lebih dari Itu


__ADS_3

      Keenan seperti sedang menonton drama romantis dari pintu ruangan Alex, hatinya terasa berdesir, terasa perih. Perasaan yang tidak Keenan mengerti. Ruby dan pria itu tampak begitu romantis dan juga serasi.


     "Kalung ini akan aku perbaiki setelah aku keluar dari rumah sakit. Karena mata Kalung nya sedikit rusak."


     "Jangan memaksakan diri kak. Itu bukan masalah yang besar. Kau harus pulih dulu. Jangan memikirkan hal lain." Ujar Ruby sambil mengupas buah untuk Alex.


    "Aku ingin kita terus seperti ini By. Andai aku bisa berharap lebih." Ucap Alex sambil memandang dalam wajah Ruby.


Ruby langsung memasukkan potongan buah apel ke mulut Alex, Ruby mencoba mengalihkan pembicaraan mereka yang sudah mulai serius.


     "Kau harus banyak makan buah biar cepat sehat. Ucap Ruby. Dan Ruby hendak beranjak dari duduknya karena mulai canggung. Dia mengerti apa yang di maksud Alex. Tapi belum melangkah tangan Ruby ditahan oleh Alex dan Ruby kembali terduduk di sisi ranjang.


    "Maaf By aku tidak bermaksud mengatakan hal ini. Tapi jujur saja aku sangat bahagia bila terus begini dengan mu. Jangan marah dan jangan menjauhi ku lagi ya" Suara Alex terdengar begitu lembut dan Alex mendekatkan wajah nya ke wajah Ruby. Ruby tampak takut tapi tidak menghindar. Alex menyatukan dahinya ke dahi Ruby. Nafas kedua saling berhembus. Sambil memejamkan matanya dan berkata. 


    "Aku berjanji akan hidup lebih baik dan terus sehat asal kau terus berada di sampingku."


     Ruby tersenyum simpul, sebenarnya Alex adalah pria yang sangat baik, penuh perhatian dan siapapun wanita dekat dengannya akan jatuh hati padanya. Tapi Ruby sudah berusaha membuka hati dan sempat berfikir menerima cinta Alex namun dia tidak mampu. Hatinya tetap menganggap Alex sebagai kakak nya dan tidak lebih. Dia tidak ingin lebih menyakiti Alex lebih dalam dengan menerima cintanya dengan terpaksa. Begini lebih baik.


    "Jangan terus berjanji. Buktikan lah. Aku akan selalu bersama kakak dan juga ayah sampai kapan pun. Hanya kalian yang aku punya. Walau kau begitu menyebalkan tapi aku juga tidak sanggup berjauhan dengan mu kak." Ucapan Ruby membuat Alex terkekeh. 


   Alex memberi sedikit jarak tapi tidak menjauh, mata nya menatap lamat mata indah Ruby. Andai dia bisa memiliki gadis ini dia berjanji akan membahagiakannya. Tapi sayang nya itu hanya khayalannya saja. 


    "Jangan menatapku seperti itu kak. Kau terlihat menyeramkan." Canda Ruby. 


    "Iya aku terkadang berfikir kenapa kau menolak cintaku padahal tidak ada cinta terbaik selain cintaku padamu. Aku juga tidak jelek. Kenapa kau tidak bisa menerima ku" Alex mencubit pelan hidung Ruby. 


    "Kenapa terdengar menggelikan ya kak." Sahut Ruby dan keduanya pun tertawa. 


    Di depan pintu Keenan semakin tidak karuan. Hati Keenan semakin bergemuruh melihat kemesraan keduanya dan dia memutuskan untuk masuk kedalam. 


  Keenan pun masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu. Ruby dan Alex langsung menoleh kearah pintu dan betapa terkejutnya Ruby setelah melihat wajah datar Keenan. Dia sedikit memberi jarak pada Alex. 


    "Keenan,,,!!!" Ucap Ruby pelan dan Alex dapat mendengarnya. Alex menatap Ruby dan dia seperti mengenal nama ini. 


     "Ada apa pak Keenan? Apa ada pekerjaan yang mendesak? " Tanya Ruby canggung. 

__ADS_1


    "Tidak, Maaf aku mengejutkan kalian. Aku kesini hanya ingin menemui orang yang sudah menyelamatkan adikku." Ucapnya datar. 


    "Ohh iya pak aku belum memperkenalkan Alex padamu. Ini Alex kakak ku dan kak ini Pak Keenan, dia atasanku dikantor." 


    Alis Keenan berkerut, dia tidak yakin pria itu kakak Ruby. Karena tidak ada kemiripan sama sekali. Ruby paling bisa menyembunyikan hubungannya. 


     "Oh Kakak mu. Dunia sempit sekali ya, sangat kebetulan kakak mu yang menyelamatkan adik ku." 


     Tatapan Alex tampak sinis pada Keenan, dari cara bicara Keenan Alex dapat menyimpulkan bagaimana tempramen pria ini. 


    Suasana semakin mencekam suhu ruangan itu terasa berubah semakin dingin. Ruby pun berinisiatif untuk mencari makanan diluar. 


     "Aku keluar sebentar untuk mencari makan ringan untuk kita. Kalian bisa ngobrol dengan tenang." Ujar Ruby kikuk. 


    "Tidak perlu repot-repot Ruby. Aku hanya sebentar saja disini. Ingin melihat kondisi kakak mu."


    "Tidak apa-apa pak. Aku yakin bapak juga belum makan siang kan? Ini sudah mulai sore jadi biar aku mencari makanan untuk mu."


     "Kau tau aku belum makan?" Keenan membesarkan matanya sambil tersenyum bangga. 


     "Aku permisi dulu pak. Kak aku keluar sebentar ya."


     "Hati-hati By." Teriak Alex dan Ruby sekejap menoleh dan tersenyum pada Alex. Melihat itu Keenan merasa semakin jengah. 


     Alex dan Keenan saling tatap satu sama lain, tanpa ada kata. Keenan mencoba membuka percakapan. 


     "Hm,,, aku kesini untuk berterima kasih padamu sudah menolong dan menyelamatkan adikku. Aku berhutang budi padamu. Jika kau tidak datang entah apa jadinya adikku. Terimakasih banyak Alex." Ucap Keenan tulus namun masih terdengar datar. 


     "Jangan berlebihan, aku melakukannya karena kemanusian. Aku pasti akan membantu siapa pun yang ada dihadapanku." Jawab ketus. 


     "Kau dan Ruby tidak seperti kakak dan adik. Tidak ada kemiripan sama sekali." Tanya Keenan ingin tahu. 


     "Seperti yang ku bayangkan, dan fikirkan, aku dan Ruby bukanlah saudara kandung. Aku hanya kakak angkatnya. Tapi jangan tanya kasih sayang ku terhadapnya bagaimana. Bahkan lebih dari itu." Alex berusaha pamer. Dia tau bos Ruby punya niat lain pada adiknya itu. 


     "Sudah aku duga, dari tatapan mu sudah terlihat begitu jelas. Kau menyukainya?"

__ADS_1


     "Menurutmu?" Tanya Alex balik. 


     "Apa Ruby menyadari perasaan mu?" Tanya Keenan lagi semakin penasaran. 


      "Kau begitu penasaran pada ku dan juga Ruby."


      "Apa salah? Ruby juga orang ku. Wajar aku bertanya." Sahut Keenan ketus. 


     "Dia menyadarinya. Tapi dia tidak menjawab dan tidak menolak juga." Ujar Alex angkuh. 


    "Tapi aku melihat Ruby hanya menganggap mu sebagai kakak nya saja." Senyuman Keenan tampak menyela. 


     "Dan bukan berarti dia tidak memiliki perasaan padaku." Jawab Alex. 


      Keenan menatap lamat wajah Alex, pria ini punya tempramen yang sama buruknya dengan dirinya. Suasana semakin memanas dan terasa mencekam. Mereka berbicara santai namun sangat mendominasi. 


      "Aku harap jangan menekan Ruby saat bekerja, aku melihat sepertinya dia takut padamu." Ucap Alex. 


      "Itu hanya perasaan mu saja. Aku bertingkah layaknya seorang bos dan juga sekretarisnya. Tidak lebih."


      Tak lama Ruby pun kembali dengan membawa makanan dan juga teh dan Coffee. Ruby memberikan makanan dan juga teh pada Keenan. Dan Coffee tersebut untuk dirinya. Sementara Alex hanya di sugukan buah-buahan karena dalam masa perawatan. 


     Alex melihat Ruby begitu telaten melayani Keenan seperti sudah terbiasa. Begitupun dengan Keenan, dia memotong roti untuk Ruby makan. Alex jelas tidak senang. Mereka hanya atasan dan bawahan tapi sudah seperti sepasang kekasih. 


    'Kenapa kau menyembunyikannya dariku By?' Batin Alex sambil menatap Ruby. 


     Keenan dan Ruby pun selesai makan, Keenan membersihkan dirinya dan ingin bergegas pergi dari ruangan itu. 


     "Aku harus kembali, aku pamit dulu. Terima kasih makanannya dan Alex semoga cepat sembuh." Keenan sedikit tersenyum. Dia datang ke ruangan Alex hanya modus saja. Dia hanya ingin bertemu Ruby dan makan bersama nya. Keenan meletakkan sesuatu di meja tempat dia dan Ruby duduk. Dan Keenan langsung beranjak pergi. 


    Ruby membereskan bekas makanan dirinya dan juga Keenan. Dan dia melihat sebuah kartu berwarna hitam. Ruby pun mengambilnya. Dia kenal kartu ini. Ini milik Keenan. Secara bersamaan ponsel Ruby berbunyi tanda ada pesan masuk. 


     "Gunakan kartu ini untuk membayar semua biaya perobatan kakak mu. Tadinya aku ingin memberikan secara langsung, namun melihat tempramen kakak mu aku mengurungkan niatku. Dia pasti akan menolak. Bagaimana pun dia sudah menyelamatkan nyawa adikku. Jangan menolak atau pun mengembalikan kartu ini padaku. Gunakan sesukamu. Jangan membuatku marah lagi. Kalau tidak bersiap-siap saja, aku akan menghukummu." Isi dari pesan Keenan. 


      Wajah Ruby memerah dan senyum simpulnya pun terlihat. Alex menyaksikan itu. Dia tau pasti Ruby menerima pesan dari Keenan. 

__ADS_1


__ADS_2