
Di kediaman Kiel. Newton Kiel sedang kedatangan tamu dari salah satu orang suruhan nya dari bagian Mafia yang sudah di utusnya untuk mencari Ramon yang sudah berbulan tidak di temukan. Kali ini Team Mafia datang membawa informasi bahwa Ramon berhasil kabur dari para penjahat yang sudah menculik dan mendekam nya ditempat tersembunyi.
"Apa informasi kalian ini akurat? Tanya Tuan Newton kepada Mateo yang merupakan kepala Mafia yang bekerja dengan keluarga Kiel. Dia yang sangat berperan penting dalam keamanan keluarga serta Perusahaan keluarga Kiel.
"Betul Tuan saat ini anak buah saya sedang dalam pencarian. Begitupun mereka yang menyekap Tuan Ramon. Para penjahat itu sudah berpencar untuk mencari keberadaan Tuan Ramon. Ini sangat berbahaya. Karena saya khawatir mereka mengetahui lokasi Mansion Tuan muda. " Ucap Mateo. Tersirat kekhawatiran di wajah Tuan Newton. Apalagi saat ini anak dan menantunya sedang berada di Mansion.
"Apa kau sudah mengirim anak buah mu untuk berjaga di sekeliling Mansion."
"Sudah Tuan, untuk saat ini Mansion sudah di awasi oleh anak buah saya yang kompeten.
Saya hanya khawatir mereka mencari hingga ke arah Mansion di Desa N.
" Saya tidak mau tau, pastikan semua keamanan di Mansion. Jangan sampai mereka mengetahui dimana Keenan berada. "Ucap Tuan Newton sambil mengambil ponsel nya untuk mengirim pesan pada Putra nya agar mereka lebih berhati-hati.
" Baiklah kau bisa pergi, sampaikan segala perkembangan terkini. Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku." Ucap Newton kepada Mateo, Mateo menunduk patuh dan undur diri untuk melanjutkan tugasnya. Wajah Newton Kiel tampak tegang, ada rasa takut dan juga marah tersirat jelas di wajah tua nya. Tetapi tidak mengurangi kegagahannya walau umur nya sudah tak muda lagi. Dia ingin menuntaskan segala masalah yang ada tetapi terlalu rumit. Sejenak dia menatap foto dua sejoli yang terpampang jelas dan besar di ruang kerjanya. Yang tak lain adalah fotonya bersama istrinya tercinta, yang sudah beberapa tahun lalu meninggalkannya. Banyak penyesalan yang terpendam di hatinya karena semasa hidup dia mengabaikan istri nya selama bertahun-tahun karena sibuk bekerja, hingga pada saat mengetahui istrinya sakit keras dan waktu tidak bisa diputar kembali untuk menebus waktu yang tersia-siakan. Hingga akhirnya sang istri meninggal dunia dan mereka harus terpisah.
"Belum puas rasanya aku mencintaimu, memberimu kebahagiaan. Kau sudah pergi begitu saja meninggalkan aku dan juga putramu. Aku seperti kehilangan separuh hidupku. Aku lelah, sangat lelah. Kepergianmu menyisakan kebencian dan dendam. Bagaimana aku menghadapinya? Biasanya kau selalu membelai rambutku dan menggenggam tangan erat tangan ku untuk menenangkan ku. Memberikan seluruh hidupmu mendampingiku. Tapi kau terlalu cepat lelah, tidak sanggup menghadapiku hingga pada akhirnya meninggalkan ku. Andai saat ini kau disini bersamaku. Pasti aku tidak akan merasa serapuh ini. Bantu aku menyelesaikan segalanya. Putra mu, menantu serta cucu mu menanggung segala nya. Semua karena aku. " Newton menunduk dan tanpa sadar meneteskan bulir bening dari matanya yang terlihat begitu rapuh. Seorang Newton Kiel yang selalu tampak tegas, berwibawa, tangguh dan kuat tidak terkalahkan terlihat begitu rapuh. Hidup yang sebelumnya tak pernah ada tangisan semenjak istrinya pergi dia sudah tidak tau seberapa banyak air matanya jatuh.
"Bantu aku menyelesaikan semuanya. Bantu aku untuk melindungi keluarga kita, perusahaan yang sejak dulu kita bangun dari nol. Dan bantu aku mengembalikan keadaan seperti semula. Aku tidak ingin Putra dan cucu kita menjadi korban kebencian. " Newton tetap berdiri tegak di depan foto nya dan sang istri dengan memasukkan tangannya kedalam saku celana. Senyuman sang istri yang begitu lembut tampak begitu bahagia, tapi semasa hidup bersama nya, Tuan besar Newton merasa sering mengabaikan senyuman itu. Dan sekarang dia malah ingin terus melihat senyuman manis itu tapi hanya melalui foto. Hal itu sering membuat hatinya teriris.
"Kepergian mu sudah cukup menghukum ku, tidak ada nya dirimu menjadi luka terdalam dihidupku. Cukup sayang, Aku tidak ingin mereka juga terluka." Newton menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar. Di menghapus air matanya yang lolos begitu saja di pipi nya yang sudah berkerut.
__ADS_1
**
Seminggu pun berlalu, hari semakin dekat untuk kembali ke Negara X, membuat Sandra sedikit uring-uringan. Tidak ingin berpisah dengan Putra kesayangannya tetapi Putri nya juga membutuhkan nya disana yang saat ini di titipkan bersama sang adik. Sandra merenungi semuanya dibalkon Kamarnya. Tak berapa lama Keenan datang dan memeluk sang Mama dari belakang.
"Mama sedang memikirkan apa? " Tanya Keenan lembut. Sandra hanya tersenyum dan memegang pipi lembut Keenan.
"Tetaplah disini lebih lama, aku juga akan sangat senang jika kalian disini menemaniku." Ucapan Keenan terdengar lirih.
"Sayang, mama bukannya tidak mau di sini berlama-lama, tapi papa mu juga harus bekerja dan mama tidak bisa tidak mendampinginya. Adik mu juga bersama bibimu, mama tidak tega mengabaikannya lama-lama." Sandra membelai lembut tangan Putranya.
"Tapi mama juga mengabaikanku. Mama meninggalkan ku sendiri disini. Apa mama pikir aku juga tidak butuh mama? " Tanya Keenan bersedih.
"Heii Keenan Emery Kiel, kau putra ku yang tangguh, kuat, dan tidak terkalahkan. Bagaimana bisa kau merasa seperti itu sayang. Mama tidak mengabaikan mu. Mama selalu ada untuk mu. Sabarlah nak. Semua akan berlalu dan kita akan bersama-sama kembali seperti dulu. Belajar dengan giat, jadilah juara dan terunggul, mama yakin kau bisa dan kelak menjadi pewaris Kiel yang hebat. Melindungi seluruh keluarga, perusahaan dan mengalahkan pesaing serta musuh yang ada di muka bumi. Mama tidak sabar melihat itu semua. " Mata Sandra mulai berkaca-kaca. Dan dia membalikkan badannya dan berhadapan dengan Putra nya yang juga bersedih.
"Jika aku gagal bagaimana ma? Apa mama akan kecewa padaku? "
"Kau tetap Putra ku yang terbaik. Bagaimana pun dirimu. Kau tetap menjadi pelipur lara mama selamanya. "
"Mama selalu berfikir berlebihan. Tanpa mama mengatakan itu aku juga sudah bertekad akan mengambil alih semua nya, membantu kakek dan juga papa menyelesaikan segala masalah yang sampai saat ini sebenarnya aku juga tidak mengerti. Tapi aku tau semua demi kebaikan ku. Kalian tidak mungkin menjerumuskanku kan?"
"Bagus, kau memang Putra ku yang terbaik." Sandra kembali memeluk Putra nya.
__ADS_1
"Besok setelah mama dan papa kembali, kau harus jaga dirimu baik-baik ya. Tidak boleh sakit ataupun terluka. " Sandra menangis.
"Siap bos, mama tenang saja, aku akan menjaga diri baik-baik. Aku anak mama yang kuat bukan? " Mereka sama-sama tertawa.
Tidak berselang lama Andersonn pun datang menghampiri mereka.
"Kalian tidak mengajakku ikut serta dalam kegalauan kalian? Menangis dan berpelukan bersama-sama. Beraninya kau membuat istriku menangis. Aku saja tidak pernah membuatnya bersedih" Ucap Anderson kesal dan juga bersedih.
"Kemarilah sayang. " Sandra mengulurkan tangannya dan disambut lembut oleh Anderson.
"Kau merebut istriku. Berlama-lama memeluknya membuatku panas saja." Keenan hanya tersenyum dan langsung memeluk sang ayah. Dia dan sang ayah hanya sekedar berdebat saat duduk bersama tetapi dibalik itu mereka sangat hangat dan penuh cinta.
"Aku akan merindukan kalian, merindukan masakan dan kelembutan mama, merindukan kebawelan papa. Hah,,, waktu terlalu cepat berlalu." Menghela kan nafas.
"Kami akan sering mengunjungi mu. Dasar anak manja." Ucap Anderson sambil menarik telinga putranya.
"Bukannya sudah memiliki kekasih?seharusnya jangan manja seperti ini." Ejek Anderson.
"Siapa yang punya kekasih pa? Jangan mengarang. " Ucap Keenan salah tingkah.
"Ma, percaya padaku." Ucap Keenan mencari pembelaan.
__ADS_1
"Mama percaya padamu sayang. " Sandra tersenyum lembut dan perasaannya sedikit lega dan bahagia melihat suami dan Putra tersenyum bahagia, apalagi jika mereka berkumpul lengkap dengan Keeny putri keduanya dan juga ayah mertua nya yang sudah di anggap seperti ayahnya sendiri. Pasti akan lebih membahagiakan.