Come Back My Love

Come Back My Love
83. Seakan terulang Kembali


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah di New York Amerika Serikat. Seorang paruh baya sedang duduk santai dengan minuman anggur merahnya di balkon rumah berlantai 3.


"Kapan kau kembali sayang? Kenapa lama sekali, apa kau sudah menemukan tempat yang bagus untuk cabang butik terbaru mu? Ayah sudah tidak sabar menunggu mu kembali.


"Tenang lah ayah, aku akan kembali jika sudah menemukan tempat yang cocok. Kenapa tiba-tiba ayah mendesakku untuk pulang? Apa terjadi sesuatu?" Suara seorang gadis terdengar manja di dalam telepon.


"Tidak nak, ayah hanya merindukanmu. Dan ayah sudah tidak sabar untuk mengatur perjodohan mu. Ayah ingin kau segera menikah"


"Huhh,,,, ayah, kenapa masih sibuk menanti perjodohan itu. Itu sudah berlalu lama. Aku juga tidak yakin masih menyukainya." Celetuk gadis itu seolah tidak perduli.


"Kenapa kau bicara seperti itu. Kau tau dia pewaris tunggal dan dengar-dengar dia memiliki perusahaan baru di California. Apa kau tidak berniat mengejarnya? Kau akan bahagia tujuh turunan nak."


"Jadi maksud ayah aku harus mengejarnya sampai California? Begitu? Disini juga banyak yang seperti itu ayah." Jawabnya semakin malas.


"Ayah tidak mau tau, kau harus segera kembali. Atau jika kau bisa membangun cabang di California saja. Agar bisa dekat dengannya. Kau tidak bisa menolaknya. Karena kau berada di posisi ini sekarang juga karena orang tua pria itu yang hingga sampai saat ini tidak berhenti membiayai hidup mu." Ucapnya sedikit tegas.


"Baiklah ayah, aku muak jika ayah membahas ini lagi padaku. Aku akan menghubungi ayah jika sudah menemukan tempat yang cocok dan aku akan berusaha agar bisa dekat dengan nya. Ayah puas?" Sindir gadis itu pada ayahnya.


"Bukan begitu maksud ayah. Setelah kau bertemu dengan nya ayah yakin kau pasti akan jatuh hati padanya."


"Aku harus bekerja kembali ayah. Nanti aku hubungi kembali. Salam buat istri mu." Gadis itu langsung mengakhiri panggilannya tanpa mendengar jawaban dari sang ayah.


Pria paruh baya itu menghelakan nafas dengan kasar. Dia memiliki putri yang begitu keras kepala. Dia memain-mainkan ponselnya dan bergelut dengan fikirannya sendiri. Dia harus bekerja keras bagaimana pun cara nya putrinya harus mau di jodohkan dengan pria pilihannya.


Lamunan Pria itu tiba-tiba teralihkan ketika sebuah tangan sedang memeluknya dari belakang.


"Kenapa melamun disini. Ini cukup dingin dan bisa membuat mu masuk angin." Ucap wanita yang tampak lebih muda darinya.


"Sayang,,, kau mengagetkanku saja. Kemarilah." Pria itu menarik tangan istrinya itu dan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Apa kau baru menghubungi putri mu?" Tanya nya lembut.


"Putri kita." Timpal pria itu. Dan di sambut dengan senyuman miris oleh wanita itu.


"Aku menganggapnya putriku tapi tidak dengan sebaliknya. Kau tau sendiri hingga saat ini dia belum menerima ku sebagai ibunya." Ucapan wanita itu sontak mendapat tatapan yang begitu ketat oleh suaminya.


"Jangan katakan seperti itu. Sekarang dan seterusnya kau adalah ibunya. Aku yakin lambat laun dia akan menerima mu." Pria itu menggenggam erat tanga istrinya.


"Sudah hampir 8 tahun tapi keadaan belum memihak padaku. Kau tau itu. Selembut dan sebaik apapun aku pada putrimu dia tetap tidak menatapku." Ucapnya miris.


Pria itu langsung menarik istrinya dalam pelukannya.


"Maafkan aku, aku selalu gagal menjadi suami yang baik untuk mu." Pria itu mengelus lembut punggung sang istri.


"Ini bukan salah mu. Mungkin aku kurang usaha." Jawabannya terdengar menyakitkan.


'Aku seolah merasakan hal yang dulu pernah aku lakukan pada anak itu. Benar-benar menyakitkan.' batin wanita itu dengan hati yang penuh dengan kesedihan.


***


Dia pun mencoba bangkit dari tidurnya yang terasa remuk redam dan pandangannya teralihkan pada sesuatu yang ada di nakas. Sebuah kertas dan sebuah Black Card milik Keenan. Kartu yang hanya bisa di miliki orang-orang khusus terutama keluarga Kiel.


"Ambil dan simpan kartu ini. Gunakan sesuka mu. Kau bisa membeli apa saja yang kau mau." Tulis Keenan di sebuah kertas.


Airmata Ruby lolos begitu saja. Mengalir tanpa henti. Dia merasa sangat hancur. Dia merasa sangat rendah dan tidak punya harga diri.


"Aku sudah seperti pelacur baginya. Meninggalkanku begitu saja setelah bercinta dan membayarku dengan limit tanpa batas. Ruby,,,,, kau benar-benar tidak waras. Bodoh,,,,Kenapa kau harus jatuh di lubang yang sama?" Ruby memukul-mukul kuat dadany yang terasa sangat nyeri." Bak luka yang sengaja di siram dengan air cuka. Ruby menangis sejadi-jadinya. Betapa murahannya dia di mata Keenan. Orang yang selama ini  merenggut segalanya.


"Aku membenci mu seluas hatiku Keenan. Aku akan mengikuti jalan yang kau berikan, aku akan terima semua hingga suatu saat aku bisa membalas mu dan juga keluargamu." Teriak Ruby dengan tangisan yang menyayat hati. Tangisannya jelas tidak terdengar karena ruangan itu kedap suara.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu Ruby menangis, gadis ini pun mulai bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ruby terlihat sulit berjalan. Keenan benan-benar tega membuatnya seperti ini.


Setelah selesai membersihkan diri Ruby keluar dari ruang rahasia itu tetapi tidak menemukan Keenan juga, dan dia keluar dari ruangan Keenan. Ternyata Jonas sedang duduk di meja kerja sekretaris yang akan di tempati Ruby. Ruby tadinya ingin berjalan begitu saja tanpa memperdulikan Jonas. Tapi pria memanggilnya.


"Tunggu sebentar Nona Snow, besok pagi anda sudah bisa mulai bekerja di tempat ini. Dan untuk sementara waktu aku yang akan membimbing mu belajar mengenai tugas dan tanggung jawabmu sebagai sekretaris Pak Keenan sampai menunggu beliau kembali.


Ruby tidak menjawab. Wajahnya tampak datar dan lumayan pucat.


"Aku akan mengantar mu Nona." Tawar Jonas pada Ruby.


"Tidak perlu pak Jonas aku bisa pulang sendiri." Jawabnya datar dan mulai melangkah pergi.


"Anda tidak bertanya kemana pak Keenan pergi?" Tanya Jonas yang juga begitu penasaran pada Ruby.


"Tidak perlu, dan aku bahkan tidak mau tau." Jawabnya ketus dan segera berjalan meninggalkan Jonas.


"Kasihan dia. " Ucap Jonas pada Ruby yang sudah tidak terlihat lagi. Gadis itu tanpak pucat dan tak berdaya. Dia sudah menerka bahwa bos nya sudah melakukan hal yang membuat gadis itu tampak murung.


***


1 jam sebelumnya saat Keenan masih bersama Ruby di ruang rahasia.


Ponsel Keenan terus berdering. Orang tua nya secara bergantian menghubunginya. Mau tidak mau Keenan mengangkat panggilan tersebut.


"Jika hari ini kau tidak pulang juga, kau akan melihat mayat Papa, Mama dan juga kakek mu dirumah ini." Ucap pria dengan suara besar dan langsung mengakhiri panggilan tersebut. Dan setelah mematikan panggilan itu Keenan membaca pesan masuk yang dikirim oleh ibunya.


"Papamu sudah mengetahui tentang perusahaan mu dan juga seorang wanita dengan anak laki-laki. Mama harap kau tidak mengecewakan siapapun nak." Tulis Sandra di dalam pesan.


Keenan meletakkan ponselnya dan menghusap kasar wajah nya. Dia baru saja bangun dari tidurnya setelah pergulatan panas bersama Ruby. Keenan menatap sayu wajah gadis bertubuh polos yang ada di sebelahnya. Dia mendekati gadis itu. Memperbaiki selimutnya hingga leher dan membelai pelan rambut Ruby yang begitu lembut.

__ADS_1


Dia menatap wajah gadis itu. Penuh perasaan. Dia begitu tenang saat bersama gadis ini. Keenan masih membelai rambut Ruby dan mendekatkan wajahnya ke dahi Ruby. Dia mengecupnya pelan dan dalam. Dia benar-benar gila. Wanita ini sudah di gagahinya tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Maafkan aku, aku bersalah padamu. Maaf sudah memaksamu. Padahal aku benar-benar ingin membuktikan bahwa aku bisa sembuh hanya karena sentuhanmu. Ternyata benar, kau bukan orang sembarangan. siapa dirimu sebenarnya Ruby?"


__ADS_2