Come Back My Love

Come Back My Love
84. Tidak di Anggap


__ADS_3

"Aku di cafe biasa dekat Apartement." Ucap Sean pada Ruby yang masih berada di Taxi.


"Baiklah,,,10 menit lagi aku akan tiba. Pesanlah makanan lebih dulu. Aku takut kau kelaparan jika menunggu ku." Ujar Ruby sambil bergurau.


"Aku akan menunggu mu, aku rela kelaparan demi dirimu putri cantik." Sean juga membalasnya dengan gurauan dan membuat Ruby tertawa.


"Sudah ya,,, sampai ketemu." Ruby mengakhiri panggilan. Wajahnya kembali bersedih, tatapannya datar mengarah ke jalanan yang ramai. Pikirannya melayang kesana kemari. Hati nya juga sangat kacau saat ini. Tidak lama akhirnya Ruby tiba di Cafe dan Ruby langsung menghampiri sahabatnya itu. Dari kejauhan Sean sudah melihat Ruby, wajah Ruby tampak pucat dan Sean merasa jika sahabatnya sedang tidak baik-baik saja. Dia langsung berdiri menyambut sahabatnya itu.


Ruby berlari setelah melihat Sean dan langsung memeluk sahabatnya itu. Tanpa sadar airmatanya pun mengalir. Sean juga memeluknya dengan erat. Sudah hampir sepekan mereka tidak bertemu.


"Kau menangis cantik? Ada apa dengan mu?" Tanya Sean khawatir.


"Tidak,,, aku hanya merindukanmu. Sudah lama sekali rasanya kita tidak bertemu." Jawab Ruby dan melerai pelukannya.


"Aku juga merindukanmu sayang. Duduklah,,, sepertinya kau berhutang cerita banyak padaku." Sean menyipit tandanya dia begitu penasaran dengan cerita sahabatnya itu.


Ruby pun tertawa tetapi airmatanya masih membasahi pipinya.


"Apa kabar mu?" Tanya Sean.


"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja." Jawab Ruby sambil membersihkan wajahnya.


"Tidak, kau bohong, kau tampak kacau hari ini sayang. Katakan padaku. Apa yang terjadi dan kenapa bisa kau di mutasi menjadi sekretaris pribadinya Pak CEO?"


"Kau sudah tau?" Ruby terkejut karena berita mutasinya sudah tersebar.


"Siapa lagi yang tidak tau, semua sudah tau. Karena ini cukup mengundang perhatian semua karyawan mengingat CEO kita tidak pernah mau sekretaris pribadi wanita. Dan kali ini kau malah di rekrut menjadi sekretaris nya. Itu berita mengejutkan By.


" Selama ini dia tidak memiliki sekretaris?" Tanya Ruby heran.


"Pernah sekali, tapi tidak bertahan lama karena tidak tahan dengan CEO kita yang dingin itu. Makanya aku ingin bertanya banyak padamu. Apa CEO kita itu menyiksa mu? Apa aturannya terlalu banyak? Atau kau begitu tertekan dengannya?" Sean melimpahkan banyak pertanyaan yang membuat Ruby pusing. Sejenak dia diam dan mengingat perbuatan Keenan.


'Apa dia juga memperlakukan sekretarisnya yang dulu sama seperti dia memperlakukan aku?' Batin Ruby, hatinya kembali sakit. Dia merasa menjadi wanita yang sangat bodoh.


"Ruby,,,!!!" Sean menyadarkan Ruby yang sedang asyik melamun.


"Eehh,,,, iya Sean aku juga." Ceplosnya tanpa sadar.


"Kenapa dengan dirimu? Kau juga apa?" Tanya Sean heran.

__ADS_1


"Ohh tidak, maksudku aku juga belum tau seperti apa Pak Keenan." Bohong Ruby. Dia tidak sanggup bercerita apa ynag sudah terjadi padanya dan juga Keenan.


"Syukurlah. Jika kau tidak sanggup katakan saja padanya. Aku khawatir dia memperlakukanmu dengan buruk."


"Tenang ya, aku pasti bisa jaga diri. Percaya padaku." Ucapan Ruby meyakinkan Sean.


"Aku betul-betul mengkhawatirkan mu. Apalagi kita tidak bertemu beberapa hari. Kau juga tampak pucat sekarang. Apa kau sedang tidak sehat?"


"Aku lupa memakai makeup, makanya terlihat pucat. Aku sehat Sean. Oh iya bagaimana dengan Departement kita. Aku sangat merindukan kalian." Wajah manja Ruby terpancar.


"Semenjak kau pergi semua merasa kesepian. Apalagi Rain, dia terus menanyakan kabarmu. Sepertinya dia jatuh hati padamu sayang." Gurau Sean membuat Ruby sedikit malu.


"Itu tidak mungkin, kau selalu suka berfikir dan bicara berlebihan bestie."


"Aku serius Ruby. Kau benar-benar gadis yang sanggup meluluhkan singa yang dingin dan kaku seperti Rain. Pantas saja CEO kita merekrutmu sebagai sekretaris pribadinya. Mungkin dia menyukaimu." Canda Sean.


Raut wajah Ruby langsung berubah drastis. Dia benar-benar trauma mendengar nama pria itu. Dia tidak menyukainya. Apalagi membayangkan dirinya yang sudah bercinta dengannya dan membayangkan Keenan bercinta dengan wanita lain. Jantungnya terasa tercekat. Hatinya terasa perih. Ruby refleks memukul-mukul dadanya. Melihat hal itu Sean menjadi khawatir.


"Ruby kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" Tanya Sean.


"Ohh tidak, aku hanya sedikit masuk angin. Ayo kita pesan makanannya." Ruby mencoba mengalihkan.


"Baiklah sayang kali ini aku yang traktir ya." Ucap Ruby dengan senyuman manisnya.


" Kau serius? "Mata Sean tampak berbinar.


" Iya, apa pernah aku berbohong padamu?"


"Kau tau saja aku sedang seret sayang. Terima kasih ya. Kau memang yang terbaik."


"Terima kasih kembali." Jawab Ruby dengan manis. Dan makanan mereka pun datang. Mereka melahap semua makanan dibarengi dengan canda tawa. Beban fikiran Ruby sedikit teralihkan. Dia beruntung memiliki sahabat seperti Sean. Semoga persahabatan mereka tidak pernah berubah kelak.


***


Keenan tiba di New York dan langsung bergegas ke kediaman keluarga Kiel. Keenan sudah menyiapkan mental untuk menghadapi keluarganya terutama Anderson. Sesampainya dirumah. Keenan langsung masuk ke ruang kerja sang Ayah. Didalam ruangan itu sudah Anderson sedang duduk sambil menyelesaikan berkas-berkas yang sengaja dia bawa ke rumah. Karena beberapa hari ini mood nya sangat buruk. Jadi dia lebih banyak bekerja dirumah. Keenan pun masuk keruangan tersebut. Betapa terkejutnya Anderson melihat putra nya sudah berdiri tegap di hadapannya.


"Akhirnya kau kembali tuan muda Kiel. Apakah urusan mu disana lancar?" Sindir Anderson.


"Aku tidak akan pulang jika tidak demi Mama dan kakek."

__ADS_1


Anderson tersenyum menyeringai mendengar hal itu. Dia benar-benar merasa tidak di hargai dan di anggap sama sekali oleh Keenan.


"Kau benar-benar tidak menganggapku sebagai ayah mu? Sampai kau sanggup membangun perusahaan mu sendiri tanpa sepengetahuan Orang tua mu. Maksud mu apa? Apa kau ingin bersaing dengan perusahaan keluarga mu sendiri? Atau sudah berapa banyak uang yang kau ambil dari perusahaan untuk membesarkan perusahaan mu." Ucap Anderson menyela sontak memancing emosi Keenan yang selama ini dia pendam.


"Aku membangun perusahaan ku dengan jerih payahku sendiri, tanpa mencubit 1 sen pun dari K-Group. Papa boleh cek semua pembukuan atau laporan keuangan perusahaan dan juga rekening ya aku gunakan. Aku membangunnya sejak lama dari uang saku, tabungan serta gaji yang aku terima selama ini.


Perusahaan ku juga tidak ada sangkut pautnya dengan K-Group. Papa tenang saja. Jalur kita berbeda."


"Kau sangat sombong Keenan. Kau masih hidup dengan pundi-pundi keluarga Kiel. Jangan merasa hebat sementara kau masih berdiri di atas kaki K-Group. Jika kau melepaskan K-Group aku tidak yakin kau bisa menjalankan perusahaan mu dengan baik. Bahkan menjalani kehidupan layak seperti sekarang."


"Itu lebih baik bagiku daripada harus berurusan dengan mu pa." Ucapan Keenan tak kalah tajam.


Satu tamparan melayang ke pipi Keenan. Tapi pria itu tampak santai dan tidak gentar.


"Anderson apa yang kau lakukan." Suara Sandra terdengar kuat di ruangan itu.


Hal itu membuat Anderson terkejut. Dia tidak menyangka suara Sandra begitu kuat dengan memanggil namanya tanpa embel-embel suami.


"Ma,,, " Ucap Keenan khawatir melihat Ibu nya tersulut emosi.


"Apa yang kau lakukan? Keenan sudah dewasa, tidak perlu mengajarinya dengan kekerasan." Tukas Sandra berdiri di samping Keenan.


"Jangan terus membelanya. Dia akan menjadi anak yang besar kepala. Dia sama sekali tidak menghargaiku sebagai ayahnya."


"Papa tidak bertanya kenapa aku seperti ini? Papa selalu berfikir sesuai fikiran papa sendiri tanpa bertanya kenapa aku melakukannya" Balas Keenan.


Anderson terdiam tapi wajahnya tampak emosi.


"Hati anak mana yang tidak sakit jika apa yang dia kerjakan itu tidak pernah di hargai dan selalu salah di mata mu. Dan satu hal yang lebih parahnya lagi, Papa bisa dengan mudahnya memberikan saham cuma-cuma pada orang lain yang kau bilang sahabat tanpa berdiskusi padaku dan juga kakek terlebih dahulu. Kau mengatakan sendiri aku lah yang akan menghandle semua tentang perusahaan dan sekarang kau malah memberikannya saham 15℅ tanpa memberitahuku. Papa lebih tidak menganggapku sama sekali. Samuel itu siapa hingga dengan mudahnya kau memberikan saham itu padanya sementara papa belum tau apa tujuan nya dekat dengan mu."


Anderson terkejut dan tidak berkutik sama sekali karena yang dia katakan benar adanya. Dia akan memberikan saham itu pada Samuel.


"Aku memang berniat memberikannya tetapi itu belum terjadi sampai kau dan putrinya menikah." Ujar Anderson membuat Sandra terkejut.


"Menikah? Kau tidak ada berdiakusi dengan ku sebelumnya? Keenan juga putra ku kenapa kau memutuskan hal sepihak?" Sandra kembali tersulut emosi.


Keenan pun ikut tertawa remeh mendengar omongan Anderson?


"Aku tidak akan menikah dengan gadis pilihan kalian. Aku akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri. Jangan campuri masalah pribadiku." Sela Keenan.

__ADS_1


"Apa kau ingin menikah dengan wanita dengan 1 anak itu? Atau memang itu adalah anak mu?


__ADS_2