
"Saya berbincang dengan nona snow sesuai dengan yang bos perintahkan. Tetapi dia memaksa agar saya bersikap santai padanya, dia mengancam tidak mau diperiksa saat di rumah sakit kemarin bos. Mau tidak mau saya mengikuti nya." Ujar Jonas dengan jujur.
'Sialan gadis itu selalu menolak bicara santai dengan ku, tapi dengan Jonas dia malah memaksa agar Jonas bersikap santai padanya. Ternyata dia sengaja membuat ku seperti ini, aku tidak akan segan-segan menghukum mu nona. Lihat saja nanti.' Batin Keenan menggeram.
Jonas sempat melirik Keenan dari kaca. Wajahnya terlihat ketat. Entah apa yang sedang di fikirkan bos nya itu.
***
Di Hotel tempat Alex menginap.
Alex baru selesai mandi, tiba-tiba dia mengingat Ruby, dia lupa memberitahu Ruby bahwa dia sedang di New York, Alex langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Ruby. Panggilan itu langsung tersambung.
"By,,, apa aku mengganggu mu?"
"Tidak kak, kebetulan aku sedang di rumah." Jawab Ruby lembut.
"Kau tidak bekerja hari ini? Apa kau sedang sakit? Suara mu juga terdengar lemah." Tanya Alex khawatir.
"Kakak aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit flu dan bos ku memberiku izin untuk istirahat dirumah." Jawab Ruby manja.
"Kau serius tidak apa-apa. Aku mengkhawatirkan mu by." Suara Alex terdengar panik.
"Aku sudah dewasa kakak, jangan mengkhawatirkan aku seperti anak kecil." Rajuk Ruby.
"Maaf by, aku hanya panik, aku sedang di New York. Salah satu teman ku menikah dan aku di undang ke acara pernikahannya. Aku lupa memberitahu mu by. Dan sekarang kau malah sedang sakit. Aku jadi tidak bisa menemanimu."
"Tidak masalah kak, aku juga sudah lebih baik. Aku sudah pergi ke Rumah Sakit untuk berobat. Tenanglah,,, adikmu yang cantik ini baik-baik saja. Lalu dengan siapa kakak disana? Apa ayah juga ikut?" Tanya Ruby.
"Tidak by, ayah di rumah dan di temani beberapa anak didik nya. Apa kau ingin menitip sesuatu. Biar aku beli disini untuk mu."
"Tidak kak, aku hanya ingin kakak cepat pulang, aku ingin bertemu. Aku merindukanmu." Suara Ruby terdengar berbisik dan dia juga tertawa mengucapkannya.
Jantung Alex kembali berdetak. Dia berusaha mengalihkan perasaannya tapi dia selalu gagal. Ruby selalu berhasil membuat hatinya berbunga.
"Kau rindu ribut dengan ku bukan?" Tanya Alex sambil tertawa.
"Benar sekali kak, aku rindu ocehan mu. Cepatlah kembali jika urusan mu selesai."
"Baiklah adikku yang bawel, aku akan segera kembali membawa mu banyak oleh-oleh. Sudah dulu ya, kau harus banyak istirahat. Agar cepat pulih."
"Siap kakak ku yang bawel. Hati-hati disana, jaga dirimu kak. Byee....!!! "
__ADS_1
"Byee By...!!!" Alex tersenyum senang. Dia juga sangat merindukan adiknya itu. Dia langsung meletakkan ponselnya di nakas dan mencari dompet nya.
"Dimana dompet ku ya. Dari tadi malam sepertinya aku tidak ada mengeluarkan dompet." Alex bermonolog sambil mencari-cari keberadaan dompetnya. Dia sudah kesana kemari mencari, hingga membuat kamarnya berantakan tapi dompet nya tidak ketemu.
Alex kembali mengingat-ingat dimana terakhir kali dia mengeluarkan dompetnya.
Tiba-tiba matanya terbuka lebar karena mengingat sesuatu.
"Pasti jatuh saat bertemu dengan gadis aneh kemarin. Astaga,,,, kenapa aku begitu ceroboh." Ujar Alex geram.
"Aku harus kembali ketempat itu, mungkin masih ada disana." Alex langsung mengambil jacket nya dan segera bergegas keluar kamar.
Saat di jalan Alex menerima pesan singkat dari nomor tidak di kenal.
"Hai tuan Alex, aku orang yang menemukan dompet mu. Bisa kita bertemu saat makan siang nanti?"
Alex langsung membalas pesan itu.
"Aku sedang dalam perjalanan. Bisa kita ketemu sekarang?" Balas Alex.
"Baiklah, aku menunggu mu di Cafe Mawar dekat bar kemarin.
Sesampainya di Cafe Mawar. Alex berusaha mencari-cari dimana orang yang menemukan dompetnya. Dia kembali mengambil ponselnya dan membaca pesan dari orang tadi.
"Private Room No. 2"
Alex langsung menuju ruangan itu, dan membuka pintu tersebut.
Dia melihat seorang gadis yang sangat cantik dan juga anggun dengan dress pinknya yang begiti indah. Alex sempat terpana. Tapi saat beradu tatap dengan gadis iti raut wajah Alex langsung berubah. Jelas dia sangat mengingat siapa gadis itu.
"Kau,,,!!! " Alex sudah berada di hadapan Kenny. Gadis dihadapannya benar-benar sangat cantik. Beda sekali dengan penampilannya tadi malam.
"Hai Tuan Alex, masih ingat dengan ku? Kita bertemu lagi. Perkenalkan aku Kenny" Ujar Kenny sambil mengulurkan tangannya. Alex tetap menyambut tangan yang begitu putih dan jalus itu. Tapi sedikitpun dia tidak terpukau melihat Keeny. Yang ada dia merasa sangat kesal. Kenapa malah gadis ini yang menemukan Dompetnya.
"Silahkan duduk." Ujar Kenny memepersilahkan. Dan Alex juga menurut. Kenny juga sudah memesan makanan untuk mereka.
"Aku buru-buru, bisa kembalikan dompet ku sekarang juga? Ucap Alex datar.
" Kenapa terburu-buru tuan. Kau baru saja tiba." Kenny tersenyum kikuk.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Alex blak-blakan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin makan bersama mu. Dan aku ingin kau membalas kebaikan ku karena sudah menemukan Dompet mu." Jawab Kenny.
"Baiklah aku yang akan bayar semua makanan yang sudah kau pesan ini." Ucap Alex yang terdengar datar.
"Aku sudah membayarnya." Jawab Kenny cepat.
"Aku akan menggantinya. Ini ambil ya." Alex memberikannya secara paksa.
"Kau menyebalkan sekali Tuan. Tidak bisakah berbicara santai padaku. Aku sudah membuang waktu ku untuk bertemu dengan mu. Bisakah menghargaiku sedikit saja?" Kenny tampak bersedih, wajah nya langsung murung dan hal itu membuat Keenan tidak enak hati.
"Baiklah, aku akan makan." Ucap Alex dan membuat Kenny kembali sumringah.
"Kau asli New York?" Tanya Kenny.
"Tidak aku hanya pendatang, aku baru saja menghadiri acara pernikahan salah satu teman ku. Aku dari California.
" Ooh,,, begitu, kau masih bekerja?" tanya Ruby serius.
"Tidak,,,!!! " Jawab Alex singkat.
"Mau bekerja dengan ku Tuan?" Tanya Kenny menawarkan.
"Aku tidak bisa, Aku harus kembali ke California secepatnya.
" Kalau begitu kau tidak bisa mengambil dompet mu. " Jawab Kenny kesal.
"Kau mengancamku nona."
"Tidak, aku hanya memberikan penawaran. Aku akan menggaji dengan harga fantastis Tuan. Kau hanya bekerja menemaniku kemana pun aku pergi. Apa kau belum mengenalku juga?" Tanya Kenny. Dan Alex hanya menggeleng.
Kenny terlihat kesal. Pria ini benar-benar cuek. Tapi dia sudah menyukainya di pandangan pertama mereka.
"Aku memintamu untuk bekerja dengan ku. Hanya sebagai bodyguard. Apa kau bersedia?
" TIDAK... " Jawab Alex dengan tegas.
Kenny tampak murung. Dia kecewa mendengar jawaban Alex. Dia pun menyerah dan langsung mengembalikan dompet Alex tanpa satupun yang tertinggal.
"Ini dompet mu. Terimakasih atas waktunya." Ucapnya lesu, Kenny tampak begitu kecewa. Kenny pun langsung bangkit dan bergegas meninggalkan Alex. Alex sempat iba melihat wajah sedih Kenny tapi lagi-lagi dia mengabaikannya. Dia mengambil dompet ya lalu membuka nya. Dia melihat kartu nama beserta foto yang ada di kartu itu.
"Kenny Kiel. Aku seperti tidak asing melihat gadis ini. Bukankah dia seorang artis??? " Alex bermonolog, matanya tampak membesar. Dia tidak menyangka gadis tadi seorang artis.
__ADS_1