
Di Apartement Josh.
Dua orang lelaki tampan sedang duduk dengan menyilangkan sebelah kaki nya, duduk dengan kedua tangan di lipat atas dada dan saling berhadapan tanpa sepatah kata pun. Josh memegang dan memijat pelan batang hidung nya. Dia sedikit kualahan menghadapi sifat sahabatnya yang terlalu random.
"Kau datang hanya untuk berdiam diri menatap ku seperti itu Dude?" Tanya Josh tenang.
Keenan menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.
"Ibu ku memaksa ku untuk menikah." Ucap Keenan tak berdaya.
"Apa? Menikah? " Mata Josh hampir keluar di karenakan terkejut.
"Iya, sementara kau tau sendiri kondisi ku sekarang ini bagaimana." Keenan memegang kepala nya tampak gelisah.
"Tenang lah, tidak perlu khawatir seperti itu. Aku sudah meresep obat untuk mu, ini merupakan hasil penelitian ku beberapa bulan belakangan ini dan sudah di uji khasiatnya, aku akan memberikannya pada mu. Agar kau tidak lagi alergi terhadap wanita dan dapat berereksi kembali.
Keenan mengerutkan kening nya. Merasa belum yakin terhadap ucapan sahabatnya itu.
"Tenang saja, obat ini sangat aman, tapi sebelum nya aku harus cek kesehatan mu terlebih dahulu dengan mengambil sample darah dan mungkin hasil nya akan keluar di 3 hari ini dan apabila hasil nya baik, kau bisa konsumsi obat itu segera."
"Jika gagal bagaimana? Tanya Keenan pesimis. " Aku takut berharap banyak dan jika ini gagal aku tidak akan mau mencoba nya lagi." Ancam Keenan.
"Percaya padaku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan mu." Jawab Josh yang masih terlihat tenang.
"Ibu ku mengira Sella adalah wanita yang tepat untuk menjadi istri ku, karena mengira hanya Sella wanita yang aman bagi kesehatan ku, padahal mama tidak tau kejadian setelah Sella menyentuhku. Hanya saja aku menyembunyikan nya agar dia tidak khawatir. Tapi malah ini menjadi boomerang bagi ku. Mau tidak mau harus menikahi wanita itu." Keenan menghusap kasar wajah nya.
Josh tersenyum sarkas.
"Apa kau benar-benar tidak memiliki perasaan padanya? Bukannya dia sangat cantik, wanita karir yang sukses dan dia tidak kalah cantik dari Cla,,,, " Ucapan Josh tiba-tiba terhenti karena pria itu sadar bahwa dia sudah keceplosan dalam berbicara.
__ADS_1
"Dari siapa maksud mu?" Tanya Keenan penasaran.
"Tidak aku hanya salah bicara. Lupakan saja, ayo ke ruangan ku sekarang. Kita harus melakukan pemeriksaan." Josh bangkit dari duduk nya, dan mulai beranjak, Josh begitu salah tingkah dan dengan cepat mencari pengalihan agar Keenan tidak kembali bertanya.
Tapi Josh salah Keenan malah semakin curiga dan penasaran. Keenan melihat punggung Josh yang semakin menjauh, dia pun segera mengejar nya.
"Josh katakan apa maksud ucapan mu tadi, kenapa tiba-tiba kau berhenti bicara? Tanya Keenan dan mencoba melihat apakah Josh menyembunyikan sesuatu. Tapi pada saat Keenan menarik Josh dan menatap mata nya, mata itu tampak tenang dan seperti tidak ada hal yang di sembunyikannya.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku Josh?" Tanya nya semakin curiga.
"Apa mataku terlihat berbohong Dude?" Josh menatapnya serius, berusaha menyembunyikan kecanggungannya.
"Cepat naik, aku akan memeriksa mu, jangan membuang waktu ku." Ujar Josh sambil menyiapakan peralatannya.
'Hampir saja' Batin Josh sambil tersenyum lega, akhirnya Keenan mempercayai nya.
Josh sudah berjanji pada ibu Keenan untuk merahasiakan masa lalu Keenan apalagi yang berkaitan dengan Clarissa. Walau Josh tidak yakin bahwa lambat laun Keenan akan mengingatnya. Tapi paling tidak bukan dia orang yang berusaha merusak segalanya. Josh yakin ini yang terbaik untuk Keenan.
Setelah selesai mengambil sample darah Keenan, Josh membereskan semua peralatannya.
"Kalau aku lihat perkembangan kesehatan nu cukup pesat kali ini. Dan aku yakin hasil pemeriksaan mu juga akan baik-baik saja.
" Kau tidak perlu memberiku pengharapan palsu. Aku tidak butuh. Yang aku butuhkan itu bukti. Jika tidak terbukti juga siap-siap aku melemparkan mu ke laut terdalam Amerika."
Tubuh Josh seketika bergetar tetapi dia menyembunyikannya dari Keenan. Walau Josh tau itu hanya ancaman semata tapi dia juga takut apa yang dikatakan Keenan itu benar. Semoga saja penelitian nya kali ini membuahkan hasil.
"Kau belum menjawabku tadi. Apa kau benar-benar tidak menyukai Sella?"
"Sama sekali tidak, tidak ada debaran sedikitpun saat aku dan Sella jalan atau pun makan berdua. Aku hanya menganggap nya teman jalan, teman bisnis dan itu tidak lebih."
__ADS_1
Jawabnya santai.
"Baiklah, aku yakin pada mu. Oh iya ini obat untuk pereda Alergi mu jika kambuh, dosis nya lumayan tinggi, gunakan di saat urgent saja. Aku tau besok kau ada acara perusahaan, pasti akan berhadapan dengan banyak wanita. Apalagi acara nya begitu bebas di Klub malam lagi. Aku harap kau bisa menjaga diri mu." Ucap Josh sambil memukul pelan bahu Keenan.
"Hhm,,, " Jawab Keenan cuek.
"Bahkan mengucapkan terima kasih saja kau sulit, bagaimana mengucapkan yang lain." Sindir Josh.
"Aku membayar mu mahal Josh, apa itu tidak cukup?" Ucap Keenan ketus.
Josh sangat maklum dan sudah terbiasa mendengar perkataan sadis yang keluar dari mulut Keenan tapi dia tau Keenan adalah sahabatnya yang paling baik. Walau sering membuat kesal. Josh tersenyum tulus.
"Apa kau tidak berniat mengundang ku ke acara mu?" Tanya Josh menggoda Keenan.
"Tidak, kau terlalu sibuk bukan?" Keenan melirik tajam sahabatnya itu.
"Jika itu acara mu aku akan mengusahakannya sobat." Tawa Josh semakin membuat Keenan kesal.
"Jadi aku tidak perlu mengundang mu, kau datang saja tanpa harus berbasa-basi." Keenan merapikan pakaiannya dan hendak beranjak.
"Jangan terlalu serius menanggapinya. Jika sempat aku akan mampir." Ujar Josh.
"Baiklah, aku harus kembali ke apartement, masih ada yang harus aku persiapkan." Jelas Keenan dan langsung pergi meninggalkan Josh.
"Hati-hati di jalan. Hubungi aku jika kau sudah di apartement." Teriak Josh.
"Bermimpi lah. Kau bukan pacar ku." Canda Keenan yang menoleh sebentar.
Josh pun tertawa geli. Melihat sahabat nya sudah lebih baik suatu kebahagiaan untuk nya. Dia tau Keenan sangat menderita selama ini. Jalas itu yang membuat nya ingin membantu menyembuhkan sahabatnya itu. Bagaimana pun juga keluarga Keenan juga sudah sangat berjasa sudah membantu membiayai pendidikan nya selama ini.
__ADS_1
Keenan anak yang baik, dari dulu hingga saat ini. Keenan selalu menerima Josh di saat banyak teman yang menjauhi nya. Keenan tulus menerima nya tanpa alasan. Walau perkataannya selalu pedas tetapi Josh tidak pernah mengambil hati. Karena dia tau Keenan adalah pria yang tulus. Semoga Keenan segera mendapatkan kebahagiaan yang dia impikan selama ini. Bisa menikah dengan wanita yang dia cintai dengan tulus begitu pun sebaliknya.
Jika masa lalu yang dia lupakan saat ini adalah hal yang terbaik buat kesehatannya. Josh juga akan mendukung untuk membiarkan Keenan melupakan hal itu selama nya. Walau Josh tidak begitu yakin.