Come Back My Love

Come Back My Love
12. Bukan Urusanmu


__ADS_3

Sudah pukul 5 sore, Clarissa ragu untuk menghampiri Keenan, tapi jika dia tak datang pasti pekerjaan Ayah nya jadi taruhannya. Pria itu benar-benar kejam. Clarissa pun memberanikan dirinya.


"Ayah aku harus masuk kedalam sebentar, ada yang harus aku kerjakan."


"Untuk apa kedalam, ada urusan apa nak? Jawab Teddy kaget.


" Kebetulan aku kenal dengan anak yang tinggal di Mansion ini, dia teman satu kelas ku ayah."


"Kau tidak mencari masalah dengan anak itu kan? " Teddy Khawatir karena dia tau tempramen anak majikannya itu.


"Sebenarnya tadi sewaktu dikelas, aku tidak sengaja melukainya ayah, tepatnya kaki nya terluka karena aku, jadi tadi siang aku sudah membantu mengobati lukanya dan sekarang aku harus membantunya lagi untuk mengganti perban yah."


"Tapi dia tidak bicara kasar padamu kan sayang?"


"Tidak ayah, aku harus kesana, aku takut dia malah murka jika aku tidak jadi datang. " Clarissa tersenyum menenangkan sang ayah.


"Baiklah, ayah antar sampai depan pintu masuk ya. "


Clarissa menjawab dengan anggukan. Mereka pun beranjak menuju pintu masuk Mansion.


"Terima kasih ayah, Cla masuk dulu ya." Clarissa pun meninggalkan sang ayah di depan pintu Mansion.


"Hati-hati nak. " Jeritnya.


Clarissa melihat kebelakang sambil tersenyum pada ayahnya dengan mata yang masih sangat sembab, sangat terlihat baru menangis.


Di ruang tamu, Marry menyambut Clarissa dengan baik.


"Ingin bertemu dengan tuan muda nona?" Tanya Marry dan diangguki oleh Clarissa.


"Mari ikut saya." Ajak Marry. Mereka pun tiba di halaman belakang dekat kolam berenang, disitu Keenan sudah menunggu sambil duduk menyilangkan kakinya menatap datar ke arah depan. Pria ini sangat tampan saat tidak berbicara, tidak ada sedikitpum kekurangan di wajah serta penampilannya. Sangat sempurna. Beda jika dia sudah berbicara. Semua orang akan menggigil mendengarnya. Clarissa sedikit canggung karena ini pertama kalinya, dia menghampiri laki-laki yang belum lama dikenalnya itu. Clarissa sangat terpaksa melakukan ini.


"Kau telat 5 menit Nona." Ucapnya datar.


"Bibi Mar, tolong ambil kotak P3K dan berikan pada gadis ini. " Perintahnya pada Marry.

__ADS_1


"Baik Tuan." Segera Marry mengambil kotak P3K tersebut dan kembali secepatnya.


"Ini Nona." Marry menyerahkan kotak P3K tersebut pada Clarissa. Clarissa membuka kotak P3K dan langsung berjongkok di depan Keenan dan perlahan membuka perban di kaki Keenan. Keenan sedikit meringia tapi sakit nya sudah mulai berkurang. Clarissa membersihkan luka nya dengan alkohol, Clarissa tidak berbicara sedikitpun. Itu membuat Keenan kesal, karena entah kenapa suara Clarissa yang paling ingin di dengarnya. Dia pun mencoba memecahkan suasana.


"Aaargh,,,, " Jerit Keenan pura-pura sakit.


"Eehh,,, maaf, terlalu kencang ya. " Ucap Clarissa dengan suara sedikit serak, mungkin karena dia habis menangis. Membuat Keenan tersenyum menang. Akhirnya keluar juga suara emas gadis yang ada di hadapannya ini.


"Ada apa dengan mata mu? Tanya Keenan melihat ke bawah. Membuat Clarissa terlonjak kaget.


" Membesar seperti biji kenari. Atau apa ada binatang yang menggigit mata mu? " Ejeknya


"Bukan urusan mu." Jawabnya ketus sambil membalut luka Keenan.


"Aku sudah melihatnya tadi, kenapa harus kau sembunyikan lagi. " Keenan berbicara dengan santai.


Clarissa langsung mendongak keatas melihat laki-laki yang ada di hadapannya. Bagaimana mungkin dia bisa tau, fikir nya. Mereka pun saling tatap. Cukup lama dan sangat dekat, tangan Keenan tanpa sadar tergerak mengelus pipi putih dan lembut Clarissa.


"Kenapa menangis? Tanya nya lembut dan masih mengelus pipi Clarissa dengan tatapan yang sulit dimengerti. Wajahnya yang terlihat begitu sembab bersemu kemerahan, mata Clarissa pun masih terpaku melihat Keenan seolah tersihir oleh mata indah Keenan dan dengan segera dia menyadarkan dirinya dan menepis tangan Keenan.


Jantung nya berdegup kencang. Pria ini benar-benar membuat nya lupa diri. Clarissa pun dengan cepat membalut luka Keenan. Dia sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada di dekat pria ini. Jika tidak kemungkinan jantungnya akan melompat keluar. Begitupun Keenan, dia hanya terpaku melihat Clarissa, jangan tanya bagaimana dengan jantungnya. Tak kalah dengan Clarissa. Degupan nya begitu terasa. Hingga Keenan memegang dadanya.


"Sudah selesai." Clarissa menyusun dan memasukkan kembali obat-obatan serta perban ke dalam Kotak P3K.


"Aku harus pergi." Meletakkan kotak P3K di meja di samping Keenan dan hendak bergegas pergi, tetapi langkahnya terhenti ketika Keenan menarik tangannya. Clarissa langsung berbalik dan menatap nyalang kearah Keenan. Sejenak Keenan diam menatap wajah sendu gadis yang sangat manis itu. Ingin rasanya dia mencubit pipi nya hingga memerah. Pasti akan lebih menggemaskan lagi.


"Terima kasih. " Ucap Keenan datar.


Clarissa tidak menjawab, dia langsung menarik tangannya dan berlari meninggalkan Keenan ditempat itu.


Seketika bibir Keenan bergerak, pria itu tersenyum lembut.


"Gadis aneh. " Ucapnya


"Pak Toto,,, " Teriak Keenan memanggil Toto. Toto pun datang dengan tergesa.

__ADS_1


"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Siapkan sepeda untuku. " Perintahnya.


"Untuk apa Tuan? "


"Siapkan saja untuk ku. "


"Baik tuan. " Toto pun mengagguk. Dia tidak heran tuannya memang suka aneh-aneh. Tidak memakan waktu yang lama, Toto sudah membawakan sebuah sepeda untuk Keenan.


"Terima kasih Pak Toto, mulai besok aku akan ke sekolah dengan sepeda ini." Ucapnya santai sambil senyum-senyum. Toto heran melihat Tuan nya. Entah apa yang dipikirkan Tuannya saat ini.


"Kenapa pak Toto? Apa ada yang aneh? "


"Tidak Tuan, saya hanya heran, tumben Tuan mau ke sekolah naik sepeda, pasti capek Tuan."


"Berlebihan sekali, diluar negri aku sudah terbiasa bersepeda dengan jarak yang jauh. Kalu ke sekolah saja belum apa-apa. Lagian banyak murid yang bersepeda ke sekolah dan aku juga ingin seperti mereka.


" Baik Tuan, tapi izinkan saya tetap mengikuti Tuan, karena itu tugas dari Tuan besar. "


"Terserah mu saja. " Sambil mengkibas2kan tangannya. Keenan ke kamar, sudah membersihkan diri dan langsung naik ke atas ranjang nya. Dengan tidur telentang, angan Keenan pun melayang, Tiba-tiba memikirkan Clarissa. Membayangkan senyumnya dan muka ketus nya yang membuat bibirnya tersungging. Keenan senyum-senyum sendiri. Dia juga heran kenapa bisa dia memikirkan gadis yang baru dikenal nya itu.


**


Malam harinya Di tempat lain, saat di meja belajar, Tiba-tiba Clarissa memikirkan Keenan, membayang kan tatapan mematikan dari mata Laki-laki itu membuatnya menghentikan belajarnya.


'Kenapa malah memikirkannya' batin Clarissa. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamar Clarissa. Tidak lama ayah nya pun masuk.


"Ayah belum tidur? Tanya Clarissa


" Belum, ayah masih ingin melihat putri kesayangan ayah. " Teddy tersenyum hangat.


"Bagaimana dengamu? Tadi ayah lupa menanyanyakan tentang Tuan Muda Keenan. Apa dia menyakiti mu nak?


" Tidak ayah, aku hanya membantunya mengobati lukanya. Mengganti perbannya tanpa berbicara tenang.

__ADS_1


__ADS_2