Come Back My Love

Come Back My Love
81. Bergejolak


__ADS_3

Percakapaan antar Sandra dan Anderson berakhir begitu saja karena Sandra tidak menanggapi lagi apa yang dikatakan Anderson.


Pagi hari nya di depan Perusahaan Emerald Corporate. Mobil mewah Keenan tiba dan dia keluar dari mobil di temani oleh Jonas dan juga Ruby yang berada di belakangnya. Mereka berjalan dengan demag berbeda-beda. Ruby tampak menundukkan kepala nya dia sempat berpapasan dengan Sean yang menatapnya dengan tanda tanya dan Ruby menatapnya dengan wajah penuh arti. Setelah ini mereka harus berbicara.


Sesampainya di ruangan Keenan. Pria itu sudah duduk di kursi kebesarannya. Dengan wajah datar dan dinginnya. Sementara Ruby duduk di sofa yang ada di hadapan meja Keenan. Sesekali pria itu melirik Ruby yang sudah gelisah berada di ruangan itu.


"Apa aku bisa pergi sekarang pak? Aku tidak nyaman berada disini terus." Celetuk Ruby yang membuat tatapan Keenan menajam.


"Kau harus membiasakan diri. Setelah ini kau akan bekerja di dekat ku terus. Ruangan ini akan menjadi ruangan yang akan kau kunjungi setiap waktu. Mungkin setiap detik." Ketus Keenan. Hal itu semakin membuat Ruby frustasi. Keenan mengetik nomor di telepon kantor untuk menghubungi seseorang.


"Jonas apa sudah selesai? Jika sudah segera keruangan ku dan bawa semua kontrak kerja nya.


"Baik bos, saya akan segera kesana."  Jawab Jonas dan langsung bergegas ke ruangan Keenan.


Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu. Jonas pun tiba dengan membawa beberapa file dan langsung menyerahkannya pada Ruby.


"Ini nona Snow. Silahkan dibaca dulu." Tukas Jonas sambil menyerahkan berkas itu.


Ruby ragu menerima nya. Tapi melihat tatapan Keenan yang seolah ingin membunuh membuatnya bergidik ngerih.


"Baca semua, jangan sampai ada yang tertinggal. Aku tidak ingin ada yang terlewatkan. Kau bisa rugi banyak. Kau boleh bertanya jika ada perkataan yang membuat mu rabu."Ucap Keenan sambil menyeringai.


Dengan terpaksa Ruby membuka berkas itu dan membanca semua nya tanpa tertinggal. Dia menatap miris pada Jonas bukan pada Keenan. Hal itu membuat Keenan tidak senang.


"Jangan terlalu lama menatap asisten ku. Apa kau menyukainya?" Tanya Keenan sontak membuat Jonas membesarkan mata nya tidak menyangka. Jonas pun menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Jangan salah tingkah begitu Jonas. Wajahmu langsung memerah gitu." Sindir Keenan membuat Jonas semakin salah tingkah dan wajah nya memerah.


"Saya permisi keluar sebentar bos. Ada yang harus saya lakukan." Tubuh Jonas sedikit membungkuk untuk memberi hormat.


'Sialan, jonas benar-benar salah tingkah setelah aku mengatakan itu. Awas kau Jonas.' Batin Keenan.


"Maaf pak ada sedikit yang tidak sesuai dan ini tidak akan mungkin.


"Tugas apa yang kau maksud? Tanya Keenan cuek sambil menandatangani berkas-berkas yang ada di hadapannya.


" Bersedia di panggil kapan pun selama 24 jam. Dan bersedia ikut kemanpun Pak Keenan pergi."


    "Apa yang salah dengan pernyataan itu? Tanya Keenan. Jika kau tidak keberatan silahkan tandatangani. Jika keberatan kau boleh pergi sekarang juga." Ucap keenan tegas.


Ruby semakin bimbang, jujur dia tidak ingin berdekatan dengan pria ini lagi. Tapi di sisi lain gajinya sangat fantastis 5.000$. Sungguh itu membuat Ruby berbinar. Paling tidak untuk setahun ini dia bisa membantu Ayahnya. Meringankan bebannya.


Ruby cemberut, dengan mata menyipit dan dan bibir sedikit maju.


'Kemarin mulut manis nya sendiri yang mengatakan bahwa hanya menginginkan ku. Sekarang sudah berbeda lagi. Dasar omongan tidak bisa di pegang.' bantin Ruby mendumal Keenan habis-habisan.


"Jangan pasang wajah seperti itu jika masih ingin keluar dari ruanganku dengan pakaian yang rapi." Ucapan Keenan sontak membesarkan mata Ruby.


"Apa maksud mu? Kau berniat tidak baik padaku?" Ketus Ruby.


"Hhm....jangan sengaja menggodaku Nona Snow. Kau akan menyesal jika sudah memancingku."

__ADS_1


"Kau terlalu percaya diri Pak Keenan." Jawabnya ketus.


Keenan benar-benar tergoda melihat wajah menggemaskna Ruby walau sedang kesal. Hal itu yang membuatnya semakin ingin menggagahi Ruby.


Ruby langsung menandatangani berkas kerja sama itu dan dengan tanpa sadar Keenan sudah muncul di hadapannya. Berdiri tegak dengan wajah mematikan sambil berkacak pinggang.


Ruby mendongak dan sangat terkejut melihat tingkah Keenan. Mata sendu nan indah itu menatap lamat mata Keenan yang juga sedang menatapnya begitu dalam. Keenan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Ruby dan menatap lamat wajah gadis cantik itu. Tatapan itu jatuh pada bibir Ruby yang terlihat seksi dengan paduan warna yang sangat cocok untuk Ruby. Wangi tubuhnya juga sangat memabukkan Keenan. Ingin rasanya Keenan menarik paksa gadis ini, melarikannya ke ruangan tersembunyi di dalam kantor ini. Dan menghabisinya tanpa ampun. Keenan benar-benar sudah kecanduan gadis ini, setelah itu Keenan mendekatkan bibir nya ke telinga Ruby sontak membuat bulu kuduknya merinding. Dada Ruby terasa tercekat.


"Selamat bergabung dan menjadi sekretaris ku Nona Snow. " Bisik Keenan sambil menyentuh suping telinga Ruby dengan bibirnya. Wajah gadis benar-benar memerah.


Mereka pun saling bertatapan sangat dekat. Tatapan yang penuh arti.


'Kenapa aku merasa sangat dekat dengan mu Ruby. Aku baru saja mengenalmu tapi seperti sudah bersama bertahun-tahun.' batin Keenan sambil meraba dan mengelus lembut pipi Ruby dan Ruby sempat memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut Keenan.


Dalam batinnya dia mendumal terus menerus memaki dirinya sendiri yang terlalu gampangan, entah kenapa ketika bersentuhan dengan Keenan respon tubuh nya tidak bisa menolak, Ruby selalu berusaha menjauh dan mengalihkan tapi dia selalu gagal, pandangan mematikan Keenan justru menariknya semakin mendekat. Dia sering lepas kendali dan bergairah saat melihat wajah Keenan. Ruby berusaha mengalihkannya tetapi belum sempat beralih Keenan sudah menyambar bibir manis itu dan menikmatinya dengan seksama.


Mata Ruby pun melotot, lagi-lagi pria ini menciumnya tanpa permisi. Ruby mencoba menolak dada Keenan dengan keras tetapi dia tetap tidak mampu mengalihkn Keenan. Dia masih terus ******* habis bibir Ruby. Keenan terus bergejolak jika bersama Ruby. Dan tubuh Ruby selalu merespon dengan baik. Dia perlahan membalas cium Keenan, mereka saling bertukar saliva. Leguhan Ruby mulai terdengar karena permainan tangan Keenan yang mulai tidak terkendali. Tiba-tiba ciuman itu terhenti ketika mereka mendengar ketukan dari pintu ruangan Keenan.


Pria itu begitu kesal karena pengganggu dari mena yang berani datang ke ruangannya. Dengan sigap Keenan langsung bangkit dan memepersilahkannya masuk. Ruby memperbaiki dirinya. Dia benar-benar kacau.


"Masuk,,,,!!!! " Teriak Keenan.


"Permisi pak, saya mau antar berkas laporan keuangan bulan ini pak." Suara betty terdengar seksi. Wanita cantik yang tadi adalah sekretaris direktur keuangan. Pakaiannya begitu ketat dan terbuka, begitu menggoda, Keenan yang tadinya berada di hadapan Ruby mulai berpindah kembali ke kursi kebesarannya. Betty berjalan dengan eksotis, seperti sengaja menggoda Keenan, tak perduli ada Ruby di hadapannya. Wanita ini benar-benar tidak tau malu. Batin Ruby.


Ruby sempat jengah melihat aksi Betty, dia terus memepet Keenan kemana pun, tetapi Keenan sama sekali tidak melirik Betty sama sekali.

__ADS_1


"Ini laporsnnya pak. Aku harap anda puas dengan hasilnya" Betty semakin mendekati kursi Keenan.


__ADS_2