Come Back My Love

Come Back My Love
116. Kacau Karena Mu


__ADS_3

Keenan masih setia duduk di depan Laptopnya. Dia tidak tidur lagi setelah makan, dia memutuskan untuk memutar CCTV yang ada di apartemennya. Melihat sosok Ruby yang dari awal datang sampai Ruby menyiapkan makanan lalu pulang. 


Pria bertemprament dingin itu juga memutar terus menerus adegan saat mereka berdua berada di kamar. 


"Aku disini Keenan, aku tidak akan pergi kemana pun." Suara gadis itu terdengar di Audio Laptop Keenan yang sengaja dia pasang dengan volume tinggi. 


Keenan menyeringai mendengar ucapan Ruby. 


"Ternyata kau sedang berusaha menjadi Clarissa, kau sungguh memanfaatkan kondisi ku Nona." Keenan bermonolog sambil tertawa menyela. Namun di dalam hatinya dia merasa senang, hati nya bergetar saat mendengar perkataan itu. Melihat dirinya mencium Ruby dengan penuh damba membuatnya seakan menginginkan gadis itu kembali. Gairah di dalam tubuhnya bergejolak. Rasanya dia ingin Ruby sekarang juga untuk menuntaskan hasratnya. 


"Sialan,,,!!! " Umpatnya. 


"Kenapa aku bisa berfikiran kotor seperti ini. Ruby,,, kau benar-benar mengacaukan ku. Hari-hariku kacau karena mu. Aku akan menghukum mu setelah ini. Karena kau berani beraksi di saat aku tidak sadarkan diri. Aku akan membuat mu melakukannya lagi di saat kondisi ku benar-benar sadar. Aku akan membuat mu selalu berada di dekat ku. Mulai hari ini dan seterusnya." Keenan bertekad untuk mencoba membuka hatinya untuk Ruby. Clarissa tidaklah nyata, entah untuk apa Keenan bertahan untuk menutup diri, Clarissa tidak pernah ada. Dan kali ini Keenan tidak akan membiarkan Ruby pergi maupun bersama dengan pria lain. 


Keenan tidak tidur hingga pagi menyingsing. Tubuhnya sudah terasa lebih baik. Dia pun segera bersiap untuk ke kantor, namun dia datang cukup siang. Ruby juga tidak ada menghubunginya untuk memberitahu apa Jadwalnya pagi ini. Keenan pun bergegas ke kantor. 


Di kantor Keenan, Ruby sedang duduk sambil menatap ruangan Keenan yang masih terlihat kosong dan gelap. Sudah pukul 10.00 namun Keenan belum juga masuk kerja. 


'Keenan belum datang juga. Apa Keenan masih sakit ya? Dia juga tidak memberi ku kabar.' Batin Ruby bertanya-tanya. Matanya tampak sayu dan berulang kali menguap karena dia masih sangat mengantuk. Setelah pulang dari apartemen Keenan Ruby tidak langsung tidur, padahal itu juga sangat larut. 


"Sebaiknya aku membuat kopi, mata ku berat sekali. Hoaamm,,,, " Lagi-lagi Ruby menguap. 


Ruby pergi ke Pantry untuk membuat kopi, berhubung Keenan belum datang. 


Belum lama Ruby beranjak dari kursinya, Keenan pun tiba, pria itu melihat kursi Ruby yang tampak kosong namun ada tas Ruby yang bertengger di atas meja. Keenan tau melirik ke segala arah namun gadis itu tidak terlihat. Tidak berapa lama OB pun lewat dari hadapan Keenan. 


"Selamat pagi pak,,,! " Sapa sang OB. Keenan hanya tersenyum. Dia langsung melontarkan pertanyaan pada OB tersebut. 

__ADS_1


"Dimana Ruby?" Tanya nya. 


"Sedang di Pantry pak, katanya dia sangat mengantuk pagi ini jadi dia ke Pantry untuk membuat kopi. Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya OB. 


"Tidak, kau boleh kembali bekerja." Keenan langsung berjalan menuju ruangannya.


Didalam ruangan Keenan melihat meja masih tampak kosong.


"Dia pasti mengira aku tidak masuk kerja." Keenan duduk dan masih terus menatap meja kerja Ruby yang masih kosong. Keenan merasa gelisah karena belum melihat Ruby. Dia berdiri kembali berniat menyusul Ruby ke Pantry, belum sampai pintu gadia itu pun datang dan duduk di kursinya. Keenan langsung berbalik dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri Ruby. 


"Hhah,,, Keenan kau benar-benar tidak waras." Ucap Keenan sambil memegang dada nya. Jantungnya bedegup kencang setelah melihat Ruby. Dan dia kembali mengingat kejadian tadi malam. Keenan merasa malu sendiri. 


Keenan sangat berharap Ruby segera datang ke ruangannya. Lama Keenan mondar mandir di dalam ruangan namun Ruby tidak juga masuk. Ruby belum menyadari kalau Keenan sudah tiba di ruangan. 


Di luar ruangan Ruby kembali melirik ruangan Keenan, dia terkejut ruangan bos nya tampak sudah menyala. 


'Apa Keenan sudah masuk kerja.' Batin Ruby dan segera beranjak masuk ke ruangan Keenan. 


Tiba-tiba tubuh Ruby menegang ketika tubuhnya di tarik kasar oleh sebuat tangan yang terasa begitu besar dan kekar. Ruby hendak berteriak namun belum sempat berteriak, mulutnya sudah di bekap oleh sebuah tangan besar. Ruby sampai membesarkan matanya ketika melihat siapa sosok yang ada di hadapannya itu. 


"Keenan,,,!!!" Suaranya tertahan di dalam bekapan Keenan. Tubuh Ruby tertahan di sudut rak buku di ruangan Keenan. 


"Kenapa tadi malam tidak membangunkan ku dan kau meninggalkan ku begitu saja?" Bisik Keenan membuat Ruby merinding. 


"Ma,,, maaf pak, kau tidur terlalu lelap jadi aku tidak tega membangun kan mu." Jelas Ruby. Posisi mereka berdia sangat dekat, hanya beberapa senti saja, jika Ruby ataupun Keenan bergerak sedikit saja, kedua bibirya akan saling bersentuhan. 


"Bukankah kau mengatakan kau tidak akan meninggalkan ku Nona, kau lupa?" Tanya Keenan sambil merapikan rambut-rambut halus Ruby yang tampak berantakan. 

__ADS_1


"Aku,, aku tidak,,!! " Belum selesai Ruby bicara Keenan langsung mendorong tubh Ruby kedalam ruangan rahasia Keenan di balik rak buku Keenan. 


Ruby semakin membesarkan matanya. Betapa nekatnya pria ini melakukan hal ini di kantor. Bagaimana jika ada yang melihatnya." Ujar Ruby takut. 


"Keenan,,, apa yang kau lakukan, nanti ada yang melihat kita." Ucap Rubu takut. 


"Aku merindukanmu, aku ingin kau melakukan hal seperti yang kau lakukan tadi malam di saat aku tidak berdaya." Bisik Keenan semakin membuat Ruby semakin malu. Wajahnya tampak bersemu kemerahan. 


"Bagaimana kau bisa tau? " Tanyak Ruby. 


"Apa yang tidak aku ketahui tentang mu. Tapi aku kecewa kau meninggalkan aku begitu saja."


"Aku melihatmu sudah lebih baik makanya aku meninggalkan mu Keen. Aku tidak mungkin  menunggu mu sampai menginap disana.


" Hhm,,,baiklah, kali ini aku maklumi. Sekarang lepas bajumu." Perintah Keenan dan membuat Ruby menegang. Dia semakin takut karena Keenan tampak berubah dan lembutnya berubah lagi menjadi kasar. 


"Apa yang ingin kau lakukan Keenan. Lepaskan aku. Aku ingin keluar." Ruby ketakutan. 


"Kau takut? Kenapa tidak seagresif tadi malam?" Goda Keenan membuat wajah Ruby semakin bersemu. 


Keenan mengiring Ruby ke tepi ranjang dan mendorong kasar tubuh Ruby hingga membuat gadis itu terhempas ke kasur, mata Ruby mulai memerah ingin menangis. Keenan melihat hal itu langsung menyeringai. Keenan pun langsung memnkukung tubuh Ruby. Ruby tampak bergetar dan bulir bening dari mata Ruby mengalir begitu saja. 


Keenan semakin mendekati wajah Ruby dan langsung berbisik.


"Tidur lah, aku tau kau sangat mengantuk karena mengurus ku satu malaman. Aku memberimu jam istirahat khusus. Tidurlah sepuasnya. Dan setelah bangun kau memiliki tugas untuk menemani ku pergi ke suatu tempat." Ucapan Keenan terdengar begitu lembut, cukup menggelitik telinga Ruby. 


Keenan menghapus lembut airmata Ruby. Dan mengecup kening Ruby dengan penuh perasaan. 

__ADS_1


Keenan langsung bangkit dan pergi meninggalkan Ruby sendirian di ruangan itu. Senyuman jahil Keenan tercipta saat melihat wajah panik Ruby. 


Ruby masih terpaku dengan posisi yang sama. Dia mengira Keenan akan melakukan sesuatu seperti waktu itu di ruangan ini juga. Wajah Ruby pun semakin memerah karena malu. Keenan mengerjainya habis-habisan. 


__ADS_2