Come Back My Love

Come Back My Love
98. Rindu Kehangatan


__ADS_3

Keenan terdiam tidak mengejar Ruby. Dia masih menahan gejolak dan juga amarah secara bersamaan. Dia heran kenapa dia sekesal ini. Karena di otaknya Ruby bukanlah siapa-siapa. Walau sebenarnya Keenan mulai nyaman pada Ruby yang begitu menyebalkan.


***


Di kediaman Keluarga Kiel. Saat di ruang keluarga. Anderson sedang menikmati teh buatan istrinya sambil membaca koran. Sandra sibuk dengan tabletnya. Dia sedang sibuk merancang baju. Hal itu memang menjadi hobinya dan dia juga memiliki butik yang lumayan besar dan ternama. Tapi Sandra lebih sering bekerja di rumah karena dia memiliki banyak pekerja.


Tidak berapa lama Kenny pun turun dari kamarnya. Melihat kedua orang tuanya yang masing-masing sibuk sendiri. Semenjak Keenan pergi dari rumah, Kenny tidak melihat keharmonisan lagi di antar kedua orang tua nya. Para pelayan juga sering mengeluh karena tuan mereka sering berdebat dan ketika tidak berdebat mereka hanya diam sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Kenny sengaja cuti untuk melihat kondisi keluarganya. Kakeknya juga sudah lama pergi keluar Negri untuk memulihkan kesehatannya dengan perawatan yang lebih baik.


Kenny pun menghampiri kedua orang tua nya dan duduk di antara mereka.


"Sayang kamu sudah bangun?" Tanya Sandra lembut. Keeny tersenyum.


"Mama papa sedang apa? Kenapa sibuk masing-masing?"


Anderson hanya menoleh tanpa berbicara. Dia tetap lanjut membaca koran. Dia lelah terus membujuk Sandra dan akhirnya berujung pertengkaran. Sebenarnya ini cukup menyiksa Anderson. Tapi ego nya lebih tinggi. Itu yang selalu membuat Sandra kesal pada Anderson.


"Kalian bertengkar lagi?" Tanya Kenny.


"Tidak, buktinya kami sedang duduk berdua. Mama mu juga membuatkan Papa teh. Apa kami terlihat bertengkar sayang?" Tanya Anderson melipat korannya.


Sandra hanya tersenyum tipis. Dia sama sekali belum ingin berbaikan dengam suami nya selama Keenan tidak kembali ke rumah. Walaupun begitu Sandra tetap menjalankan tugasnya sebagai istri yang selalu melayani suami nya. Walau dia lebih sering diam.


"Sampai kapan kalian seperti ini? Aku sengaja cuti untuk melihat keadaan kalian. Tapi tetap saja tidak ada kehangatan lagi disini." Eluh Kenny.


"Mama mu tidak ingin berbaikan dengan Papa. Dia masih selalu marah jika Papa mengajaknya bicara." Ucap Anderson sambil tersenyum. Dia mencoba kembali menghangatkan suasana terlebih Kenny ada di rumah. Dia tidak ingin Putri nya merasa tidak nyaman di rumah bersama orang tua nya.


Sandra masih diam dengan pekerjaannya.


"Wah bagus sekali ma, apa ini rancangan design mama yang baru?"


"Iya, kamu suka? Ini design terbaru yang akan di launching tahun ini."


"Bagus ma, gaun pernikahan spesial. Kenny berharap jika Kenny menikah nanti mama yang rancang sendiri untuk Kenny ya."


"Pasti sayang. Tenang saja. Mama sudah mempersiapkan semua nya. Tapi masih kejutan." Ucap Sandra dengan senyuman manisnya.


"Tidak boleh menikah sebelum kakak mu menikah." Celetuk Anderson.

__ADS_1


"Jadi kalau Kak Keenan tidak ingin menikah bagaimana Pa? Jangan suruh Kenny menunggu terlalu lama." Canda Kenny.


"Sudah ada calonnya?" Tanya Sandra dan Kenny hanya menggeleng kepala.


"Jangan terlalu buru-buru, nikmati dulu masa muda mu. Jika sudah menikah kau tidak akan bisa bebas seperti sekarang. Kau akan sibuk mengurus suami yang bawel dan juga manja." Sindir Sandra dan Anderson hanya tersenyum.


"Aku akan menikah dengan pria yang bisa memanjakan aku ma, yang selalu melayani ku, memenuhi semua keinginanku dan tidak akan membiarkan aku lelah sedikitpun." Ujar Kenny polos.


"Tidak ada pria yang seperti itu." Jawab Sandra. Karena Anderson sama sekali tidak seperti itu. Anderson bak seorang raja yang selalu ingin di layani.


"Mama tenang saja, Aku tidak akan menikah dengan pria manja seperti Papa." Sindir Kenny sambil menyiku ayahnya.


"Ayah tidak manja, ayah itu pria yang perhatian dan pengertian. Hanya saja waktu Papa terlalu banyak di luar hingga suka lupa jika Papa punya istri cantik yang selalu menunggu Papa di rumah." Anderson mencoba merayu Sandra. Tapi wanita itu tidak tergoda sama sekali.


"Ma,, Pa,, aku mohon kembali seperti dulu. Aku akan menemui kakak dan membujuknya kembali. Aku tidak ingin kalian ribut seperti ini." Kenny bersedih dan Sandra ikut bersedih melihatnya.


"Tidak perlu membujuknya, dia akan kembali jika dia tidak punya jalan lagi. Dia masih membutuhkan keluarganya." Ucap Andersin yakin.


"Kau terlalu meremehkan putra mu. Teruslah kekeh dengan ego mu dan jangan menyesal jika putra mu tidak menganggap mu. Dia bukan anak kecil lagi yang bisa kau atur semau mu. Dia punya impian dan tujuan hidup yang bahkan kau tidak tau. Tapi kau hanya bisa menekannya dan membatasi langkahnya. Aku yakin putra ku sehebat itu. Dia tidak akan kembali jika kau tidak membujuknya." Ujar Sandra ketus.


"Dia masih menerima uang saku dari keluarga hingga saat ini, jika aku block semua dia tidak akan bisa kemana-mana." Anderson mulai tersulut emosi.


"Kau bisa cek totalnya. Keenan sama sekali tidak menggunakan uang itu untuk dirinya."


Anderson terbelalak merasa tidak percaya. Putranya se mandiri itu. Dia mengira Keenan sama dengan anak-anak lain yang selalu memanfaatkan harta kekayaan keluarga.


"Aku lelah terus menjelaskan pada mu yang begitu keras kepala. Kau tidak akan pernah mengerti." Sandra mulai berkaca-kaca.


"Sayang, sudahlah, aku tidak ingin membahas ini lagi. Kita akan terus bertengkar jika membahas Keenan." Anderson mulai putus asa.


"Jadi maksud mu kita tidak perlu memikirkan Keenan, yang benar saja. Dia putra ku. " Sandra mulai menangis.


Kenny pusing mendengar perdebatan kedua orang tua nya.


"Ma, Pa hentikan. Aku tidak ingin mendengar kalian ribut lagi. Aku akan pergi mencari kak Keenan." Kenny langsung beranjak meninggalkan kedua orang tua nya.


"Kenny,,, " Teriak Sandra dan Anderson.


"Semua karena mu. Semua anak mu akan pergi meninggalkan kita jika kau terus egois." Sandra pergi meninggalkan Anderson sendirian di ruang keluarga.

__ADS_1


"Sayang tolonglah jangan seperti ini. Kenapa selalu menyalahkan ku" Rengek Anderson sambil menghusap kasar wajahnya.


Malam hari nya Kenny mengemasi barang-barangnya, dia ingin pergi mencari Keenan. Dia tidak ingin keluarga nya hancur seperti ini. Kenny akan mengirim pesan pada Sandra dan Anderson agar tidak khawatir dengannya.


Di Apartemen Keenan. Keenan masih memikirkan kejadian pagi tadi. Semenjak itu Ruby seperti menghindar dan banyak diam.


"Kenapa aku harus memikirkannya. Sialan,,,kenapa harus Ruby. Bahkan sekarang saat tak melihatnya aku malah ingin menemuinya. Aku benar-benar sudah gila."


Keenan menarik-narik rambutnya. Dia pun segera mengambil ponselnya hendak mengirim Ruby pesan. Dia sudah mengetik pesan itu lalu menghapusnya lagi.


Keenan memberanikan diri untuk menghubunginya langsung. Lama Ruby mengangkat tapi akhirnya panggilan itu tersambung.


"By,,,Aku lapar!!! " Celetuk Keenan spontan, dia binging memulai percakapan.


Ruby diam tidak menjawab. Gadis itu juga tidak mengerti ada apa dengan bos nya itu.


"By...!!! " Panggil Keenan lagi.


"Ya,,,??? " Jawab Ruby pelan.


"Aku ingin makan makanan yang kau masak. Aku lapar dan,,,!!! "


"Aku akan ke Apartemen mu." Ujar Ruby.


"Tidak,,, biar aku yang ke apartemen mu." Cegah Keenan.


"Disini sempit dan tidak nyaman pak. Aku yang akan kesana dan setelah selesai masak aku akan pulang. Aku tutup dulu." Ucap Ruby dan langsung mengakhiri panggilan.


"Kenapa jadi dia yang bersemangat, padahal aku yang ingin menginap lagi di apartemen sempitnya."  Keenan tersenyum simpul.


Tidak berselang lama Ruby pun tiba di Apartemen Keenan. Sesampainya di depan Apertemen Ruby tidak langsung masuk, dia menekan bel. Dari dalam Keenan ngedumel. Dia kesal kenapa Ruby tidak langsung masuk saja. Keenan membuka pintu untuk Ruby. Dia berniat marah pada gadis itu.


"Kenapa kau tidak langsung masuk saja?" Ucap Keenan lambat karena terpana melihat style Ruby malam ini. Matanya tidak berkedip sama sekali padahal Ruby hanya menggunakan Kaos putih yang dimasukkan ke celana Jeans pendek jauh di atas lutut dan memakai topi serta tas selempangnya, sudah terlihat seperti gadis belasan tahun. Kaki jenjang nya yang putih dan mulus lagi-lagi membuyarkan Iman Keenan.


"Pak,,, pak Keenan." Berulang kali Ruby memanggil Keenan. Pria itu sedang asyik dalam pikiran dan khayalannya sendiri. Ruby menarik pelan pipi Keenan dan sontak membuat pria itu sadar.


"Ohh iya... " Jawab Keenan gelagapan.


"Mau membiarkan aku berdiri disini sampai pagi?" Tanya Ruby ketus.

__ADS_1


"Ma,, maaf, ayo masuk." Keenan mempersilahkan Ruby masuk. Ruby pun masuk dan di ikuti Keenan sambil memukul-mukul kepalanya yang dia rasa sudah tidak waras.


__ADS_2