Come Back My Love

Come Back My Love
131. Baku Hantam (2)


__ADS_3

Di dalam gedung Ruby dan Kenny memberanikan diri untuk masuk walau perasaan mereka sangat takut, namun tidak ada cara lain. Mereka harus mengetahui apa yang terjadi di dalam.


Tiba di tempat penyekapan, sudah banyak pengawal dan bodyguard yang sudah terkapar akibat baku hantam antara Geng Keenan dan juga Max.


Ruby membesarkan mata nya karena saat ini dia melihat Keenan dan Max sedang bertarung. Saling pukul memukul. Sementara Alex masih berada didalam jeruji besi. Wajahnya tampak babak belur.


Ruby sampai shock melihat pemandangan di depan matanya.


"Ayah,,,!!! " Teriak Ruby.


Keenan dan Max pun menoleh ke arah Ruby.


"Hentikan,,, apa yang kalian lakukan. Kenapa kalian sampai seperti ini?"


"Keenan,,, beraninya kau melakukan ini pada Ayahku." Teriak Ruby marah.


"Mereka menyerangku lebih dahulu, dan lihat lah pengawalku semuanya tekapar karena mereka." Ucap Keenan penuh amarah.


"Kau membangunkan singa yang tertidur anak muda. Kau menyekap putra ku terlalu lama tanpa rasa kasih. Sementara kau mengencani adiknya. Putriku Ruby. Lancang sekali dirimu." Teriak Max.


"Kau bukan ayah kandungnya. Jadi kau tidak berhak melarangnya ingin bersama siapa."


"Dan kau juga tidak bisa dengan sesuka hati melepaskan Alex tanpa izin ku. Siapapun yang berani berarti siap mati di tangan ku." Ancam Keenan.


"Hentikan Keenan. Apa yang kau ucapkan. Tolong lepaskan Kak Alex. Kau sudah tau dia tidak bersalah namun kau tetap menyekapnya. Apa maksud mu dan apa tujuanmu?" Ruby benar-benar lepas kendali.


"Silahkan tembak aku saja, jangan Alex, kau juga tau Kenny sangat mencintai Alex. Kenapa kau tega berbuat ini semua. Ayo cepat tembak aku." Ucap Ruby geram sambil merentangkan tangannya sambil menangis untuk menghalangi Alex agar tidak di sakiti oleh Keenan lagi. Alex yang tadinya tertunduk tidak berdaya langsung mendongak.


"Kau rela mati untuk pria tidak berperasaan ini? Seharusnya kau tau dia tidak sebaik dan setulus yang kau lihat. Dia bahkan mengatakan akan terus mencintaimu dan enggan bertanggung jawab pada Kenny adikku. Apakah aku bisa diam saja? Dia sudah menghancurkan adikku namun dia masih mengingikan kekasihku. Rasanya aku ingin mengulitinya sampai mati" Teriak Keenan murka.


Hal itu sontak membuat Ruby terdiam, lain dengan Kenny, gadis itu menangis sejadi-jadinya. Namun dia belum mampu mengatakan apapun.


Keenan perlahan mengeluarkan pistol dari dalam saku nya. Amarahnya sudah tidak bisa di redam lagi.


"Menyingkirlah jika kau masih ingin melihatnya esok hari. Aku harus memberinya pelajaran. Karena sudah berani menyakiti adikku. Menyingkirlah." Keenan membentak Ruby. Ruby terkejut bukan main.


"Beraninya kau membentak putri ku." Sahut Max.


Keenan mengarahkan pistol pada Max dan beralih ke arah Ruby yang menutupi tubuh Alex.

__ADS_1


"Tembak aku saja jika hal ini membuatmu senang." Ucap Ruby.


"Ruby menyingkirlah, biarkan dia menghabisiku. Semua memang salahku. Aku pria egois yang tidak punya perasaan. Menyingkirlah Ruby. " Mohon Alex.


"Wah wah wahh,,, kelembutanmu sangat terlihat bahwa kau sangat mencintai kekasihku Alex." Keenan semakin kesal.


"Menyingkirlah,,,,,!!! " Teriak Keenan sambil melepaskan satu tembakan ke asal tempat.


Semuanya terkejut dan shock.


Kenny yang duduk di kursi roda perlahan bangkit, berjalan melewati Keenan dan berdiri di hadapan kakak nya itu. Tubuhnya tampak bergetar hebat , dia berjalan juga tertatih.


"Ka kakak,,,!!! " Ucap Kenny gagap dengan airmata membasahi seluruh pipi ya.


Keenan juga sangat terkejut dengan kemunculan Kenny di hadapannya. 


"Kenny kau sudah bisa berbicara, kau,,,kau sudah sembuh?" Ujar Keenan bahagia melihat adiknya sudah bisa kembali berbicara. Tidak hanya Keenan, Ruby juga terkejut.


Perlahan Kenny duduk bersimpuh di hadapan Keenan.


"Apa yang kau lakukan Ken?" Ujar Keenan heran.


Alex melihat Kenny yang sudah berlutut di depan kakaknya untuk menyelamatkan dirinya. Hati Alex berdetak dengan kencang setelah mendengar suara Kenny.


Dia kembali mengingat suara teriakan Kenny saat dirinya merebut kesuciannya.


"Aku mohon lepaskan Alex, dia tidak bersalah. Akulah yang bersalah kak. Aku yang seharusnya di hukum. Lepaskan Alex kak. Akulah pelaku yang sebenarnya. Aku lah yang sengaja menjebak Alex agar Alex menjadi milikku. Alex tidak bersalah kak." Kenny menagis histeris. Sambil memohon pada Keenan.


Alex menatap Kenny, hatinya terenyuh mendengar pengakuan Kenny.


"Kenny apa yang kau katakan. Aku tau kau bukanlah pelakukan." Ucap Ruby.


"Tidak kak, akulah yang bersalah, aku yang sudah lancang mencintai pria yang mencintai wanita lain. Tadinya aku fikir aku mampu meluluhkannya namun nyatanya, aku bukan lah apa-apa baginya kak dan aku tidak bisa mengganti perasaannya menjadi perasaan cinta." Tangis Kenny semakin menjadi-jadi.


"Dia tidak pantas mendapatkan cinta tulusmu Kenny. Kau juga tidak perlu membelanya. Aku tau kebenarannya, namun aku tetap tidak akan melepaskannya sebelum dia memohon padaku dan beritikad baik untuk bertanggung jawab padamu." Ujar Keenan kesal.


"Aku ikhlas kak, aku sudah rela jika memang Alex tidak memilihku. Aku tidak akan menututnya ataupun memaksanya kak."


"Jangan bersikap bodoh seperti ini Kenny. Kau terlalu polos hingga dia memanfaatkan mu?" Keenan semakin marah.

__ADS_1


"Ini hal terakhir yang bisa aku tunjukkan padanya sebagai tanda besarnya rasa cinta ini. Dan setelah ini aku berjanji akan melupakan semuanya kak. Jangan takut akan masa depanku kak. Aku tidak akan membuat mu repot dan juga malu. Aku akan baik-baik saja kak, ini salahku kak, aku sendiri yang memutuskan untuk mengejarnya dan menyukainya. Jangan hukum dia karena tidak membalasku kak. Ini sama saja kau mengemis pada pria yang tidak mencintaiku kak. Aku mohon hentikan kak." Kenny mengatakan segalanya sambil berlinang airmata.


Alex mendengar hal itu langsung terpukul. Airmatanya mengalir begitu saja. Kenny yang selama ini dia tolak mentah-mentah dan dia anggap sangat kekanak-kanakan terlihat begitu dewasa saat berbicara untuk membela Alex.


"Kenapa kau bodoh sekali Kenny. Tolong biarkan aku membunuh pria ini." Ancam Keenan lagi.


" Aku mohon jangan kakak. Aku yang mencintainya, aku yang bersalah. Jika kau mau, tembak saja aku. Jangan Alex.


Keenan menarik nafas penjang. Dan kembali memasukkan pistolnya ke dalam sakunya.


"Kau beruntung, kedua wanita yang aku cintai malah membelamu habis-habisan. Jika saja mereka tidak datang, mungkin kau tidak akan melihat matahari esok hari." Ucap Keenan.


" Ayo kita pulang Kenny. Aku tidak ingin lepas kendali jika disini berlama-lama. Jo buka sel nya." Perintah Keenan pada pengawalnya sambil melempar kunci pada Jo.


Keenan langsung menarik lembut tangan Kenny dan beranjak pergi tanpa menoleh ke Ruby. Dia kecewa Ruby lebih memilih Alex di bandingkan dirinya.


'Ruby bahkan tidak bertanya dan khawatir melihat luka di wajahku. Dia benar-benar tidak menginginkanku' Batin Keenan kecewa dan beranjak meninggalkan Ruby, alex dan Max.


"Kak Ruby kak?" Tanya Kenny menahan tangan Keenan.


"Aku tidak akan mengajaknya. Jika dia ingin kembali padaku, pastikan bahwa didalam hatinya hanya ada aku dan tidak akan mengorbankan dirinya untuk pria lain. Aku tidak bisa menerima itu. Aku hanya menginginkan wanita yang hanya ada aku di hatinya." Ucap Keenan tegas dan langsung menarik tangan Keeny. Keduanya pun pergi.


Ruby menangis sejadi-jadinya. Keenan benar-benar marah padanya.


Max datang menghampiri Ruby dan langsung memeluk putrinya.


"Tenang lah nak, semua akan baik-baik saja." Ucap Max sambil mengelus punggung Ruby yang masih terisak.


"Bagaimana ini Ayah, semuanya sudah berantakan. Hancur semuanya Yah. "


" Tidak By, aku berjanji akan merubah semuanya." Ucap Alex meyakinkan Ruby.


Ruby menoleh ke arah Alex yang udah keluar dari sel.


Ruby langsung menghambur ke pelukan Alex. Alex merentangkan tangannya dan langsung mendekap Ruby dengan erat.


"Maafkan aku,,,!!! " Ucap Alex mengelus punggung Ruby yang masih bergelayut manja di dada Alex sambil menangis.


Dia merasa karena dirinya dua wanita tidak bersalah harus merasakan sakit. 

__ADS_1


__ADS_2