
"Apa??? " Keenan terdengar begitu khawatir.
"Tapi bos tidak perlu khawatir, walau dalam keadaan seperti itu. Dia tetap jutek dan galak. Aku rasa dia baik-baik saja. Hoamm... " Jonas berbicara sambil menguap.
"Baiklah, lanjutkan kembali tidur mu." Ucap Keenan langsung mengakhiri panggilan. Jonas sempat menatap ponselnya.
"Ada apa dengan bos ini, tengah malam menghubungi dan tiba-tiba mematikan panggilan." Jonas ngedumel sendiri.
Di kamar Keenan belum bisa menutup matanya setiap menutup mata wajah Ruby pasti muncul dan kali ini bayangan saat Ruby berada di atas tubuhnya mulai memenuhi fikirannya. Tubuh Keenan seakan memanas. Membayangkan kembali aktivitas panasnya dengan Ruby tadi. Ruby benar-benar membuatnya gila. Tiba-tiba dia menginginkan gadis itu. Entah kenapa setiap mengingatnya membuat hatinya bergejolak.
"Ada apa dengan mu Keenan." Keenan bangkit dan memukul-mukul kepalanya. Keenan tidak bisa tidur dan sepertinya Keenan perlu berendam air dingin agar bisa mengalihkan keinginannya.
"Kau benar-benar gila Keenan." Keenan bermonolog dan segera beranjak ke kamar mandi.
Keenan pun mulai berendam di air dingin. Karena dia merasa tubuh nya memanas. Ingin rasanya dia segera menghampiri Ruby dan kembali menggempurnya. Keenan kembali meraih ponselnya yang berada di nakas dengat badtub. Dia segera mencari kontak seseorang. Dan segera menghubunginya. Tidak berapa lama panggilan itu pun terhubung.
"Sudah tidur?" Tanya Keenan.
"Hampir,,,aku baru saja pulang. Kenapa baru menghubungiku?" Tanya pria itu jutek.
"Aku cukup sibuk, dan sekarang aku sedang di New York." Ucap Keenan.
"Apa? Kapan kau kembali kesana?" Tanya Josh.
"Tadi, dan aku akan kembali lagi ke California dan menetap disana."
"Lalu bagaimana dengan keluarga mu? Dan perusahaan mu?"
"Aku sudah keluar dari rumah dan meninggalkan K-Group. Papa sudah mengetahui semuanya dan dia merasa tidak terima dan marah besar. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah."
"Apa kau yakin Dud? Kau sudah memikirkan nya matang-matang?" Tanya Josh meyakinkan Keenan.
"Aku sedang tidak ingin membicarakan itu. Ada sesuatu yang ingin aku bagi dengan mu. Tentang wanita yang aku temui di malam pesta perusahaan."
__ADS_1
"Ohh gadis itu. Siapa namanya? Aku lupa.. "
"Ruby,,, namanya Ruby." Ucap Keenan. Bahkan hanya menyebut namanya saja hatinya sudah bergetar.
"Ada apa dengan gadis itu?" Tanya Josh penasaran.
"Kau tau Josh, gadis itu bukan hanya bisa ku sentuh, malah sentuhan nya dapat meredakan penyakitku."
"Apa??? Kau serius Dud" Josh begitu terkejut.
"Aku tidak pernah bergurau dengan mu sialan."Jawab Keenan kesal.
" Slow down Dud. Kenapa kau semakin emosian? Aku hanya tidak menyangka itu bisa terjadi."
"Tadi pagi alergiku sempat kambuh dan saat dia menyentuhku alergiku hilang seketika tanpa harus meminum obat. Kenapa bisa begitu? Dan kenapa cuma dia?" Keenan semakin frustasi.
"Kalau aku lihat-lihat lagi sepertinya alergi mu ini bukan alergi biasa. Sepertinya ada trauma otot terhadap sentuhan-sentuhan. Dan ini sangat langka, aku sedang dalam penelitian terhadap penyakitmu. Bersabarlah. Tetapi dengan adanya gadis itu paling tidak dia bisa menjaga mu sampai keadaan mu benar-benar membaik. Buat dia tetap didekatmu. Mudah-mudah dengan adanya dia penyakitmu bisa berangsur-angsur sembuh.
"Aku sudah menjadikan dia sekretaris pribadiku."
"Tapi aku takut malah menghancurkannya. Aku sangat tidak menyukainya tapi aku malah tidur dengannya dan sekarang ini tubuhku panas dingin membayangkan dia. Karena itu tengah malam begini aku jadi berendam air dingin?" Ungkap Keenan polos.
"Hahaha" Tawa Josh terdengar melengking. Dia benar-benar terkekeh mendengar pengakuan polos sahabatnya.
"Kau berani sekali sob. Sekian lama kau menahan diri dan mencoba dengan banyak wanita tetapi gagal dan ketika kau berhasil menemukan orang yang tepat kau malah menghancurkannya. Kau tega sekali." Ucapan Josh membuat Keenan terpaku. Dia memang terlalu ceroboh, tetapi pesona Ruby tidak bisa dia hindari walau gadis itu sangat sering membuatnya kesal.
"Aku juga heran, setiap dekat dengannya aku selalu ingin menerkamnya. Aku tidak menyukainya tapi pesona dan auranya tidak aku pungkiri bengitu menggodaku."
"Kau bagai singa yang sedang kelaparan. Tapi pesanku jika kau tidak tertarik padanya jangan membuat nya banyak berharap dan jangan hancurkan hidupnya. Atau apa dia seorang wanita panggilan? Kenapa dia langsung tergoda padamu?" Tanya Josh mengejek.
"Tidak ada wanita yang berani menolakku Josh. Ingat itu." Ujarnya angkuh.
"Baiklah tuan, aku mengerti. Ini hanya saran ku saja. Jika dia wanita baik-baik berbelas kasihlah. Dan jangan sampai kau membuatnya mengandung anak mu. Jangan sampai menyakitinya." Josh kembali tertawa.
__ADS_1
Keenna tidak menjawab Josh lagi. Pria itu diam seribu bahasa dan fikirannya masih dipenuhi oleh Ruby.
"Katakan kapan kau tiba di California. Aku akan menghampiri mu, aku ingin bertemu dengan gadis bernama Ruby itu."
"Untuk apa kau menemuinya?" Pertanyaan Keenan seolah dia takut Josh berbuat sesuatu pada Ruby.
"Mana tau dia berminat tidur dengan ku." Canda Josh.
"Sialan kau. Jangan pernah menyentuh milikku Josh?" Ungkapnya geram.
"Bukankah kau tidak menyukainya. Aku sangat ingin melihatnya seberapa cantik dan menarik kah dia sampai membuatmu ingin terus menidurinya."
"Sudahlah Josh, sampai ketemu nanti di Cakifornia."
"Baiklah Dud. See you."
Keenan pun mengakhiri panggilan tersebut dan dia kembali menenangkan dirinya di air dingin itu.
***
Dua hari kemudian, Jonas sudah mengatur keberangkatan Keenan kembali ke California. Asistennya itu terlebih dahulu berangkat karena ada pekerjaan yang harus di selesaikannya.
Pagi harinya di kantor Keenan. Ruby sudah duduk di meja kerjanya tepat di dekat ruangan Keenan. Gadis itu fokus belajar apa-apa saja tugas yang harus di selesaikannya. Keenan pun tiba di depan ruangan. Ruby melihat bos nya tersebut dan langsung bangkit berdiri sambil membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam pada Keenan. Keenan tidak menghiraukannya. Dia tetap berjalan masuk ke ruangannya tanpa menoleh ke arah Ruby.l
Tapi Ruby tidak perduli akan hal itu. Yang penting dia sudah menjalankan tugasnya sesuai yang di ajarkan Jonas padanya ketika Pak Keenan masuk atau keluar ruangan. Memang Ruby merasa berat hati. Tapi dia tetap sabar untuk mengikuti semua aturan dan perintah.
Di dalam ruangan Keenan sudah mencak-mencak, dia berusaha mengendalikan dirinya ketika bertemu dengan Ruby. Dia biasa bertemu dengan banyak wanita tapi tidak pernah salah tingkah seperti saat bertemu dengan Ruby. Pria itu berharap Runy masuk.
'Aku yakin sebentar lagi dia akan datang menemuiku.' batin nya begitu percaya diri.!
Tidak berapa lama pintu ruangan Keenan di ketuk. Keenan langsung merapikan pakaiannya dan rambutnya agar terlihat rapi.
"Masuk....!!! " Teriak Keenan dari dalam.
__ADS_1
Ternyata benar Ruby masuk membawa banyak berkas yang harus di tanda tangani Keenan.
"Permisi pak, ini berkas yang harus bapak tandatangani." Ruby meletakkan semua berkas ke atas meja Keenan.