
Pukul 19.00 Ruby sudah dandan sangat cantik dengan dress berwarna hitam yang diberikan Alex untuk nya. Dress tanpa leher tersebut membentuk tubuh nya yang indah dan sangat kontras di kulitnya yang putih. Dress tersebut memperlihatkan leher dan bahu yang putih mulus. Tampak begitu sexy.
Terlihat Kalung bermata Ruby Merah menambah kacantikan nya. Ruby mempoles wajah nya sesederhana mungkin agar tidak terlihat menor. Ruby tampak begitu cantik seperti gadis belasan tahun dan di padukan dengan sepatu Kitten Heels yang juga diberikan Alex.
Ruby berputar-putar di depan kaca memastikan tidak ada yang kurang dari penampilannya. Ruby tersenyum manis, dia begitu menyukai dress pemberian Alex. Pria itu memang terlalu modis.
Ruby pun mengambil Handbag nya dan segera beranjak turun untuk meminta izin Ayah dan Kakak nya.
"Ayah, kakak,,,, " Teriak Ruby.
Max dan Alex menoleh ke arah Ruby dan Alex membesarkan mata nya saat melihat adik angkat nya itu begitu cantik, tidak terlihat seperti wanita berumur 26 tahun. Malah terlihat seperti gadis belasan tahun.
Alex menelan saliva nya, begitu jelas terlihat jakunnya naik turun. Max pun tampak puas dengan penampilan Ruby malam ini. Dia malah khawatir membiarkan gadis ini keluar malam.
"Waahh,,,Ruby ku cantik sekali." Puji Max sambil melirik Alex yang sudah terpaku melihat Ruby. Max mengulurkan tangannya untuk menggandeng Ruby dan di sambut baik oleh gadis itu.
"Terima kasih ayah, ini semua berkat kak Alex, dia sangat pintar dalam memilih pakaian. Terimakasih kak... " Ruby merentangkan tangannya untuk memeluk Alex, tapi Max menahan tangan Ruby. Ruby terkejut melihat sang ayah. Begitu pun Alex, dia melirik sinis sang ayah karena tidak membiarkan situasi berpihak padanya.
"Kau cantik bukan karena dress nya saja, kau memang sudah terlihat cantik alami dari hati dan terpancar indah di wajah mu. Pasti semua mata akan tertuju padamu nak. Terutama kaum pria." Max sengaja membuat Alex panas.
Wajah Max merah padam seakan amarah yang ada di hatinya ingin meledak.
"Ayah bisa saja. Aku harus berangkat sekarang ayah, takut terlambat, teman ku juga sudah menunggu aku menjemput nya.
" Aku akan mengantar mu." Ucapnya Alex dingin hingga tercipta senyum jahil di wajah Max. Dia berhasil membuat Alex cemburu.
"Tidak perlu kak, aku sudah memesan Taxi online dan mungkin sudah berada di depan."
"Tapi aku takut kau tidak aman di jalan."
Tawa Max pun pecah mendengar ucapan Alex yang begitu polos.
"Jangan menjadi kakak yang posesif. Lebih baik fokus mencari pasangan hidup. Kau sudah mulai tua. Cari lah pendamping hidup. Jangan menyia-nyiakan waktu mu kak." Ucap Ruby dan mendekat ke arah Alex, merangkul lengan Alex.
__ADS_1
"Ruby benar, fokuslah mencari kekasih, hidup mu terlalu kaku, cobalah membuka hati." Ejek Max. Alex terlihat semakin kesal.
"Pikirkan saja diri mu Ayah, kau juga begitu betah menyendiri." Balas Alex
"Aku hanya khawatir pada Ruby. " Mata nya kembali melihat Ruby dengan tatapan lembut.
"Jangan khawatirkan diriku. Aku sudah dewasa kak. Aku bisa menjaga diri. Lagian apa gunanya belajar bela diri dengan mu. Itu sudah cukup menjaga ku." Ruby mencubit kedua pipi Alex. Seketika wajah Alex bersemu kemerahan.
"Aku berangkat ya, Byee... " Ruby beranjak dan melambaikan tangannya.
"Hati-hati sweety." Teriak Max.
Max masih tertawa melihat wajah Alex yang memerah.
"Ayah jangan mengejek ku terus." Alex kesal.
Max mendorong tubuh Alex untuk duduk di Sofa untuk mengajaknya berbicang.
"Aku sudah berusaha tapi selalu gagal. Aku tidak bisa menahan perasaan ku untuk tidak perduli pada Ruby. Perasaan itu datang begitu saja Ayah. Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Alex merasa frustasi.
"Lihat dia sebagai adik mu bukan sebagai wanita lain. Jangan membuat Ruby sulit, aku tidak ingin melihat Ruby di 8 tahun yang lalu." Suara Max terdengar parau.
"Aku tau kau sangat berjasa pada nya. Kau yang menyelamatkan hidup nya hingga dia keluar dari dunia gelap nya. Apa kau tidak mengingat wajah nya yang terlihat murung dan mata yang kosong? Sebelumnya aku tidak yakin Ruby akan bertahan ketika aku tau dia harus kehilangan kesuciannya, dan kehilangan bayi dari pria yang tidak tau dimana keberadaan nya. Ruby menutup hati nya rapat-rapat untuk semua pria. Dia merasa tidak layak untuk siapa pun. Dan dia juga tidak ada niat untuk menikah." Tatapan Max berubah menjadi sedih.
"Aku bersedia menerima segalanya Max, aku mencintainya tulus, tanpa melihat masa lalu nya, perasaan ku sudah bersemanyam lama sejak pertama kali aku menemukannya di sungai." Ucap Max tulus.
"Iya Aku paham, mungkin jika bukan karena mu, aku tidak akan bisa bertemu dengan nya lagi. Kau juga mampu mengembalikan senyum dan semangat nya, yang tadi nya hanya mengenal kamar dan ruang makan saja. Dia hidup tapi seperti mati, hingga dia tidak menyadari jika dia sedang mengandung."
*** Flashback On
8 Tahun yang Lalu
__ADS_1
Saat di rumah sakit tempat Ruby di rawat.
Gadis itu depresi, tidak mengenali siapa pun yang ada di sekitar nya. Pandangan nya terlihat kosong, tidak ada senyum, yang ada hanya air mata. Terkadang diam-diam tersenyum dan dokter sudah memvonis Ruby sakit jiwa dan pihak rumah sakit merekomendasikan Ruby agar di masukkan ke Rumah Sakit Jiwa sesegera mungkin karena takut menyakiti dirinya sendiri dan juga orang lain.
"Apakah tidak ada cara lain dok? Tanya Alex.
"Aku akan memeriksa ulang kesehatannya, karena aku lihat tubuh nya tidak normal.
" Maksud mu apa dokter? Tolong lakukan yang terbaik untuk putri ku. " Ucap Max.
"Aku pasti akan melakukannya Max, tenang lah." Jawab dokter yang merupakan teman lama Max.
Dokter tersebut kembali memeriksa kesehatan Ruby yang masih terlihat diam membisu dengan tatapan yang kosong.
Dokter kembali membawa hasil pemeriksaan Ruby dengan wajah yang gusar tapi mencoba untuk tenang.
"Gadis ini sedang hamil Max." Ujar sang dokter.
"Apa? Hamil??? Ucap Max dan Alex bersamaan.
" Siapa yang tega menodai nya." Ucap Max geram. Aku akan membunuhnya.
"Tenang Ayah, kita pikirkan kondisi gadis ini dulu." Ujar Alex menenangkan Max.
"Aku sudah menduga karena melihat kondisi tubuhnya yang tidak normal."
"Lalu apa cara terbaik untuk bisa mempertahankan kedua nya dokter? Dalam kondisi seperti ini apa tidak mempengaruhi janin nya? Tanya Alex.
" Benar sekali, janin nya sangat lemah, aku tidak yakin janin nya akan bertahan dengan kondisi ibu nya seperti ini." Dokter tampak kualahan.
"Aku tidak setuju dia tinggal di Rumah Sakit Jiwa. Aku akan membawa nya pulang dan akan merawat nya sendiri." Ucap Alex kekeh dan Max ikut mengangguk.
" Baik lah, tapi kau harus rutin membawa nya untuk kontrol ke Rumah sakit. Aku harap kalian bisa menjaga nya dengan baik. Aku berharap banyak padamu nak. Kau terlihat seperti suami dan orang tua yang bertanggung jawab pada istri dan anak mu." Ucap dokter itu sambil menepuk bahu Alex.
__ADS_1
Mata Alex terbelalak mendengar ucapan dokter itu. Dan jantung nya berdetak dengan cepat. Dia memang telah jatuh hati pada gadis yang telah dia temukan di sungai dekat hutan. Alex menemukan Clarissa mengapung di aliran sungai dan dia segera menyelamatkannya.