
Pagi harinya di Apartement Josh.
Ponsel Josh terus berdering, Josh yang baru keluar dari kamar mandi langsung mengangkat panggilan dari nomor tidak di kenal itu.
"Iya Halo...!!! " Sapa Josh.
"Josh,,, ini tante Sandra."
Josh langsung kaget dan mencoba untuk tenang.
"Ohh iya Tante Sandra apa kabar? Tumben pagi-pagi nelpon. Ada apa tante?"
"Josh Tante mohon kamu jangan bohong ke tante soal Keenan. Dimana Keenan sekarang? Dan apa dia baik-baik saja? Seharian tante mencoba menghubunginya tapi tidak di jawab. Tante yakin pasti terjadi sesuatu pada Keenan. Biasanya Keenan selalu jawab pesan singkat ataupun panggilan tante, tapi dari semalam Keenan tidak membalasnya sama sekali. Josh tante yakin kamu pasti tau kemana Keenan." Suara Sandra terdengar begitu khawatir.
"Tante Josh minta maaf, Josh tidak bermaksdu menyembunyikan semua tentang Keenan, Josh hanya tidak ingin tante khawatir terlebih Keenan jauh disini."
"Jadi benar terjadi sesuatu pada Keenan?" Sandra kembali panik.
"Tante tenang ya, Keenan baik-baik saja. Semalam memang terjadi kecelakaan kecil pada Keenan, dia menyelamatkan sekretarisnya yang di ganggu oleh preman. Jadi preman itu memukul kepala Keenan. Tapi tante tenang Keenan udah baik-baik saja. Sekarang sedang istirahat total di rumah sakit." Josh mengatakannya dengan tennag agar Sandra tidak khawatir.
Terdengar suara tangisan Sandra. Tapi tidak histeris.
"Lalu kenapa tidak memberitahuku lebih cepat? Dan apa sangat parah?" Tanya Sandra tudak berdaya.
"Tidak tante, hanya karena Keenan memiliki luka lama jadi itu yang mempengaruhi kondisinya. Dia amnesia dan kita belum tau apa respon nya setelah dia bangun. Aku akan memberi kabar pada tante jika Keenan sadar. Sekarang tante jangan panik ataupun khawatir. Serahkan padaku. Aku akan menjaga Keenan dengan baik, tapi ada satu pertanyaan yang aku ingin tanyakan sejak lama pada tante. Karena selama ini semua keluarga menyembunyikan penyebab Keenan amnesia." Pertanyaan Josh sontak membuat Sandra terdiam. Dia dan keluarga memang menyembuyikan apa penyebab semua yang terjadi pada Keenan.
"Tante jangan takut, aku merahasiakan kemana saja. Aku sahabat Keenan sekaligus dokter pribadinya, tante tidak perlu khawatir. Aku membutuhkan riwayat penyakit Keenan tante.
Sandra masih terdiam, dia bingung harus memulai dari mana.
" Sebenarnya,,,, sebenarnya kepala Keenan terluka bukan karena kecelakaan melainkan,,, melainkan dia mencoba bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri karena kahilangan Clarissa." Sandra kembali menangis mengingat luka yang begitu menyakitkan baginya. Dia hampir kehilangan putra kesayangannya.
"Apa? Tante,,, jadi Keenan menyakiti dirinya sendiri karena merasa kehilangan Clarissa?" Josh merasa tidak menyangka sampai sebegitu dalamnya perasaan Keenan pada Clarissa. Pantas saja dia tidak pernah membuka hatinya untuk wanita manapun bahkan saat dia amnesia begini.
"Iya, ditambah lagi dia mengetahui bahwa ayahnya terlibat terhadap kematian Clarissa dan ayahnya. Hingga dia menembak kepalanya sendiri sampai dia koma selama 3 bulan. Tante hampir kehilangan putra tante tapi Tuhan masih menginginkannya kembali walau dengan kondisi kehilangan ingatannya."
Josh membesarkan matanya dan membuka mulutnya merasa terkejut mendengar berita ini.
"Tapi tante mohon rahasiakan tentang kasus ini Josh. Karena paman mu juga beluk terbukti bersalah. Tidak ada bukti yang kongkrit. Tante mohon cukup kau ketahui saja ya."
"Baik tante, jangan khawatir, Josh akan merahasiakannya. Sekarang Josh harus ke rumah sakit, mau cek kondisi Keenan. Josh akan kabari segera perkembangn Keenan tapi berjanjilah untuk tetap tenang, percayakan Keenan pada Josh." Ujar Josh meyakinkan.
__ADS_1
"Baiklah nak, tante percaya padamu."
"Bye tante...!!! " Josh mengakhiri percakapannya dengan ibu Keenan. Dia terduduk di tepi ranjang, dia sempat syok mendengar cerita yang sebenarnya. Keenan benar-benar sangat nekat. Apa sedalam itu cintanya pada Clarissa. Sayangnya mereka tidak bisa bersatu karena Clarissa sudah tiada. Pantas saja Keenan sangat menutup diri walau dalam keadaan amnesia. Batin Josh merasa iba pada kesetiaan sahabatnya.
***
Di rumah sakit, Inez masih setia menunggu Keenan, Jonas yang sedikit frustasi karena wanita itu begitu keras kepala saat di suruh kembali dan beristirahat di rumah.
"Pergilah pulang, Noah pasti mencari mu, aku akan menjaga Pak Keenan disini. Kau harus sarapan dan istirahat." Pinta Jonas pada Inez yang masih duduk menatap Keenan yang belum juga sadar.
"Keenan belum sadarkan diri bagaimana aku bisa pulang dengan tenang." Jawab Inez lirih.
Inez menatap jari-jari Keenan yang bergerak. Dia langsung teriak bahagia.
"Keenan bergerak, Jonas lihat Keenan bergerak." Inez menarik lengan Jonas daj pria itu langsung bergegas mendekati Keenan.
"Clarissa,,,Jangan pergi!!! " Ucap Keenan dengan mata masih terpejam. Terdengar lirih dan menyakitkan.
Jonas dan Inez saling tatap mendengar nama gadis yang disebutkan Keenan.
"Clarissa? Siapa Clarissa Jonas? Kau mengenalnya" Tanya Inez penasaran.
"Aku juga tidak tau. Aku baru mendengar nama itu Nez. Tapi kenapa Pak Keenan terdengar seperti menangis?" Belum lama Jonas mengatakan itu airmata Keenan mengalir. Jonas membesarkan matanya.
"Sudah ku peringatkan jangan menyentuh pak Keenan. Apa kau mau mengambil resiko?" Ucapnya ketus.
"Tapi kenapa Keenan seperti itu Jonas? Apa dia hanya alergi padaku?" Tanya Inez bersedih.
"Mungkin saja." Jawabnya singkat dan datar.
Inez pun langsung beranjak pergi meninggalkan Keenan dan juga Jonas. Jonas menatap punggung wanita itu sambil menghelakan nafas. Tidak berapa lama Josh pun masuk menggunakan pakaian dokter.
"Pagi Jonas... Apa kondisi Keenan ada menunjukkan perkembangan?" Tanya Josh sambil mencek kedua bola mata Keenan.
"Tadi pak Keenan sempat menggerakkan jarinya pak, pak Keenan juga mengigau sambil menangis menyebut nama Clarissa"
"Apa? Clarissa? Ada apa lagi dengan Keenan. Apa ingatannya mulai kembali. " Celetuk Josh yang membuat Jonas menatapnya penasaran.
"Pak Josh tau siapa Clarissa? Siapa dia pak?" Jiwa Kepo Jonas meronta-ronta.
"Gadis masa lalu Keenan." Jawabnya singkat.
__ADS_1
"Seperti apa gadis itu pak?"
Josh menatap Jonas tajam. Dia merasa asisten Keenan terlalu banyak bertanya.
"Apa kau sepenasaran itu Jonas?" Tanya Josh.
"Jelas dong pak, aku sudah bertahun-tahun bekerja dengan pak Keenan tapi aku belum pernah melihat pak Keenan memiliki kekasih. Padahal beliau sangat tampan." Celetuk Jonas.
"Clarissa gadis yang sangat cantik, baik dan pintar, tubuhnya juga bagus saat kami SMA dulu banyak yang menyukainya diam-diam. Tapi dia sangat jutek, tidak banyak berteman." Josh membayangkan Clarissa di masa lampau.
"Pantas saja." Celetuk Jonas.
"Pantas saja apa?" Tanya Josh.
"Pantas saja pak Keenan bersikap berbeda pada Ruby. Semua kriteria sangat sama dengan Ruby. Tapi tadi malam dia bertingkah sangat aneh pak. Dia menangis saat keluar dari dalam ruangan Pak Keenan. Saat itu Inez ada di dalam. Aku tidak mengerti kenapa dia seperti itu. Dia langsung pulang sementara dia harus dirawat."
Josh menaikkan sebelah bibirnya menampilkan senyuman penuh arti. Wajar saja gadis itu bersedih. Pasti dia sedang cemburu.
"Clarissaaaa,,,, " Teriak Keenan yang langsung bangun. Dia terduduk dan nafasnya tampak seperti orang yang sedang kelelahan.
Josh dan Jonas langsung menghampiri Keenan.
"Kau baik-baik saja? Dimana yang sakit?" Tanya Josh sambil mencek kondisi Keenan. Keenan hanya diam saja. Dia mencoba memulihkan dirinya.
"Kau sepertinya tidur dengan nyenyak Tuan muda." Tanya Josh.
"Iya mimpiku sangat panjang." Jawab Keenan kembali berbaring.
"Apa kau mengingat sesuatu? Kau menyebut nama Clarissa berulang kali " Tanya Josh.
"Iya aku terus bersama Clarissa sepanjang tidurku, tapi wajah nya tidak terlihat sama sekali. Hanya bayangannya saja. Aku jadi tidak bisa mengenali wajahnya. Dia terus menggandeng tanganku tetapi setelah itu dia melepaskanku begitu saja. Dia meninggalkan ku." Ucap Keenan lirih. Josh dan Jonas ikut bersedih melihat Keenan mengucapkan itu.
Josh mencoba mengalihkan pembicaraan agar Keenan tidak bersedih lagi.
"Inez baru saja pulang, semalaman dia menjaga mu." Ucap Josh tapi tidak di gubris sama sekali oleh Keenan.
"Ruby juga sempat datang menemui mu, tapi dia langsung keluar karena Inez ada di dalam bersama anda. Dia juga terlihat seperti.... Menangis." Ucap Jonas takut-takut.
Ucapan Jonas sontak membuat Keenan menatapnya.
"Dimana dia sekarang, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Keenan khawatir hingga bertanya banyak pada Jonas. Josh terbelalak, saat Josh membahas Inez Keenan bersikap biasa saja tapi saat membahas Ruby dia seperti merasa takut.
__ADS_1
"Kau menyukainya???" Tanya Josh blakbalakan.