Come Back My Love

Come Back My Love
48. Tenangkan Dirimu


__ADS_3

Setelah makan malam selesai Keenan kembali membaringkan tubuh nya. Pikirannya tidak lepas dari Clarissa dan di saat Clarissa mengungkapkan perasaannya pada Keenan. Jika saja Clarissa mengatakannya di saat semua baik-baik saja pasti saat ini Keenan dan Clarissa sudah tertawa bahagia bersama. Berbincang santai seperti pasangan kekasih lainnya. Hal itu membuat hati nya semakin sakit. Kapalanya seakan ingin pecah. Mengapa takdir begitu kejam pada nya. Dia sudah mengambil kesucian gadis itu. Belum sempat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Clarissa sudah pergi meninggalkan nya.



"Aku seperti seorang pengecut. Aaarghh,,,, " Teriak Keenan terduduk sambil memegang kepala nya.



"Aku harus bagaimana Cla, aku tidak bisa melupakan mu. Hatiku sakit sekali saat mengingat kepergian mu." Keenan menangis tersedu. Entah berapa lama dia menangis hingga lelah menghampirinya dan akhirnya Keenan tertidur.



Pagi hari nya, masih di kamar Keenan. Tuan Newton sudah berada di kamar itu melihat kondisi cucu nya yang masih terbaring lemah.



"Kau seperti bukan cucu ku. Cucu ku itu seorang pemberani. Kuat dan tidak lemah seperti ini. Bangunlah, kakek merindukan mu. Tetapi Keenan masih memejamkan matanya. Tiba-tiba ponsel Tuan Newton berdering. Ternyata Toto yang menghubunginya.



" Ada apa Toto? Apa ada sesuatu yang terjadi disana? Tuan Newton berjalan menuju pintu dan berdiri disana.


"Tuan saya sudah datang ke pemakaman Teddy, tapi,,, tapi keluarganya menolak saya, mereka mengamuk dan mengatakan bahwa kematian Teddy disebabkan oleh keluarga Kiel, karena senjata yang mereka gunakan untuk membunuh Teddy itu, senjata milik keluarga Kiel. Dan saat ini keluarga Teddy sedang menuntut dan melaporkan ke pihak yang berwajib." Ujar Toto.



"Apa,,, siapa yang melakukan nya? Senjata itu tidak bisa di gunakan oleh sembarang orang. Hanya keluarga Kiel saja." Betapa terkejut nya Tuan Newton hingga membuat jantung nya nyeri. Dia memegang dada nya.



"Apa Tuan tidak menanyakan pada Tuan Anderson. Maaf seribu maaf Tuan, saya tidak bermaksud menuduh tuan Anderson, tetapi sebelum Tuan besar datang Tuan Anderson sudah datang terlebih dahulu mencari Tuan Keenan. Dan perihal penculikan juga Tuan Anderson mengetahui nya." Toto pasrah jika Tuan Newton marah besar setelah mendengar penjelasannya.



Tuan Newton diam beberapa saat. Menalar semua yang di ucapkan Toto, karena senjata itu hanya ada 3, masing-masing di pegang oleh dirinya, Putra nya dan juga Cucu nya. Dadanya terasa semakin sesak.



"Tapi Putra ku tidak mungkin melakukan itu." Ucapnya dengan nada pelan. Tubuhnya melemah, seakan tenaganya terangkat habis. Dia merasa tidak percaya kalau Anderson melakukannya. Tapi siapa lagi yang melakukannya. Sementara kemungkinan hanya dia yang menggunakan senjata itu.



"Tuan,,, Tuan baik-baik saja? Maaf tuan saya tidak bermaksud, hanya saja tuan sebaiknya bertanya pada Tuan Anderson. Mungkin hanya itu Tuan. Saya akhiri dulu, selamat pagi Tuan. "


__ADS_1


Toto mengakhiri panggilannya. Tuan Newton pun terduduk di salah satu kursi yang ada di kamar itu. Dia tertunduk sambil memegang dada nya. Dia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri nya. Dia harus kuat dan harus mencari tau kebenarannya.



Pelan-pelan dia bangkit sambil melihat ke arah cucu nya yang masih saja tertidur. Tuan Newton pun keluar dari kamar iti dan segera menemui Putra nya.



Dari kejauhan tangan Keenan terkepal kuat, dia benar-benar tidak tahan dan amarah nya semakin memuncak. Dia segera bangkit ke arah lemari. Keenan membuka lemari itu dan terdapat brangkas tersembunyi di dalam nya. Keenan menekan kode dan membuka brangkas itu. Mengambil sesuatu dan menyembunyikan di balik baju nya. Dia segera beranjak keluar kamar. Dengan gagah berjalan seperti orang yang tidak sedang sakit.


***


Di ruang keluarga. Sudah ada Tuan Newton dan Anderson yang sedang duduk. Mereka sedang berbicara serius.



"Ayah aku bersumpah aku tidak melakukannya. Memang aku mengutus mereka untuk memisahkan Keenan dengan gadis itu dan segera memberi tekanan pada keluarga nya agar melarang putri nya mendekati Keenan. Tapi aku tidak menyuruh mereka untuk membunuh Ayah nya." Ucap Anderson. Tidak terlihat ada kebohongan di matanya. Dan Tuan Newton meyakini itu. Karena dia begitu mengenal Putra nya yang tidak pernah bermain-main dengan nyawa orang lain.



"Tapi senjata itu milik keluarga kita dan yang memiliki senjata itu hanya aku, kau dan Keenan. Sebentar lagi keluarga nya juga akan menuntut kita." Tukas Tuan Newton semakin panik.



"Ayah tenang saja, aku akan mengurusnya. Sekarang ayah harus fokus menjaga kesetan ayah. Aku janji akan segera membereskannya. Percaya pada ku Ayah." Anderson memegang tangan sang ayah.




"Keenan,,, kau sudah bangun nak" Ucap Anderson yang tampak mulai panik.



"Papa berlagak seperti orang yang tidak mengerti apa-apa pa. Papa bisa membohongi siapa pun, tapi tidak dengan aku. Jadi mengakulah. Katakan kalau Papa yang melakukan nya." Keenan mulai menangis, badannya bergetar karena amarah.



"Apa yang kau katakan Keenan. Papa tidak mengkin melakukan hal sebejat ini. Kenapa kau menuduh papa?" Anderson mendekati Keenan dan Keenan menjahui nya.



"Papa begitu membenci Ayah Clarissa, papa juga menyuruhku untuk menjauhi nya. Kenapa papa melakukan ini pa, kenapa pa? Suara Keenan kembali memecah ke sekeliling rumah hingga membuat pada pelayan pun berdatangan dan saling berbisik. Kepala pelayan segera membubarkan barisan pelayan tersebut untuk kembali bekerja.


__ADS_1


"Apa kejadian penculikan itu juga papa yang mengatur nya pa? Papa berencana melenyapkan Clarissa kan? Tanya Keenan menuntut dengan wajah penuh dengan airmata.



Tuan Anderson membesarkan bola mata nya. Apa benar Anderson yang melakukannya.



"Tidak nak. Papa bersumpah papa tidak melakukannya, papa juga tidak terlibat dalam kejadian ini semua. Percaya pada Papa." Anderson mulai frustasi. Keenan tidak mempercayainya.



"Apa papa tau pa, karena penculikan itu, gadis itu harus kehilangan kesucian nya. Dia harus kehilangan kehormatannya, dia diperkosa. Dan papa tau siapa yang melakukannya? " Keenan tersenyum miris sambil menangis.



"Putra mu pa, Keenan Emery Kiel yang memperkosa nya. " Teriak Keenan histeris.



"Craaaang" Terdengar suara pecahan kaca. Gelas yang dipegang Sandra terjatuh karena terkejut mendengar pengakuan Keenan. Sandra menangis. Begitu pun Tuan Newton dada nya semakin ksakit mendengar hal itu. Betapa terkejut nya Sandra, bagaimana bisa Keenan melakukan hal itu, dia seorang remaja yang seharusnya tidak mengetauhui hal itu. Pantas saja Keenan begitu kehilangan Clarissa batin Sandra.



"Mereka memberikan aku dan Clarissa minuman yang sudah mereka campur kan dengan obat perangsang. Dan malam itu. Sstt,,," Keenan memegang kepalanya. Dia merasa sempoyongan.



"Aku sudah merebut segala nya pa. Aku sudah menodainya. Dan sekarang dia menghilang sebelum aku mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Dia sudah pergi Pa meninggalkan ku." Keenan semakin menangis dan terduduk di lantai.


Sandra berdiri terpaku sambil menangis.


"Papa tidak pernah melakukan semua ini Keenan. Percaya pada papa." Ucap Anderson dengan nada suara yang mulai melemah.



"Aku yang sudah merebut kebehagiaannya pa, aku terlihat seperti seorang bajingan dan sekarang Ayah kandungku berusaha melenyapkannya. Kenapa papa melakukan hal ini pa? Kenapa papa melakukan ini pada Clarissa ku. Kenapa pa? Keenan kembali berteriak.



" Keenan, tenang nak. Tenangkan dirimu." Ucap Sandra lembut.



"Mengaku lah pa jika kau yang melakukannya."

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa mengaku jika bukan aku pelaku nya? Anderson bersi keras.


__ADS_2