Come Back My Love

Come Back My Love
16. Jangan Menatapku Seperti Itu


__ADS_3

Sesampainya di sekolah, Clarissa mencoba menutupi pipi nya yang memar dengan rambutnya. Dia terus berjalan menunduk hingga tiba di ruang kelas yang masih terlihat sunyi. Hanya beberapa murid yang ada diruangan tersebut. Tak beberapa lama kelas mulai ramai, Keenan yang gagah berjalan dengan santai sambil melirik Clarissa yang sedang duduk sambil menunduk, dia tau gadis itu berusaha menutupi memar di wajahnya. Keenan pun melewatinya dan segera duduk di kursinya. Dia terus melihat ke arah Clarissa yang terus menunduk hingga pelajaran dimulai.


Saat istirahat di Toilet belakang sekolah. Clarissa sedang duduk sendiri ditempat biasanya dia bersembunyi untuk menenangkan diri. Hanya ada Clarissa dengan seekor kucing yang biasa dia beri makan di saat jam istirahat.


"Hei kau semakin menggendut, pasti makan mu sangat banyak ya. Tapi baguslah, kau terlihat sehat dan tidak kelaparan lagi. " Ucap Clarissa sambil menggendong dan mengelus-elus Kucing tersebut.


"Kau tau tidak, hatiku sedang tidak baik-baik saja hari ini. Bisakan kau menemani ku." Clarissa tersenyum terus mengelus kucing yang juga terus menatapnya.


"Aku sangat lelah, aku sungguh tidak sanggup menjalani ini semua. Ibuku semakin membenciku dan itu sangat menyakitkan untuk ku. Bolehkah aku menyerah? " Ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Aku fikir dengan diam nya diriku bisa membuat ibu ku luluh tp ternyata, dia tidak menerima ku sedikitpun. Aku sangat menyayanginya, sebelum atau sesudah aku mengetahui dia bukan lah ibu kandungku."Ucap Clarissa sambil menangis.


"Aku sudah janji tidak akan menangis tapi kenapa air mataku terus saja mengeluarkan air mata. Menyebalkan sekali. " Clarissa menghapus air matanya, dia bangkit untuk melepaskan kucingnya agar berjalan bebas. Tiba-tiba saat hendak berjalan Clarissa tidak memperhatikan jalan nya sehingga dia terjatuh. Belum sempat mengenai lantai Clarissa merasakan tangan kekar menahan pinggangnya agar tak sampai terhempas ke lantai. Dia mendongak keatas, Lagi-lagi pria ini menyelamatkannya.


"Tidak bisa kah berjalan lebih baik nona? Kau menabrak ku dan juga hampir melukai dirimu sendiri." Ucap Keenan dengan kata datarnya sambil memapah Clarissa agar berdiri dengan baik. Tapi Keenan tidak langsung melepas pegangannya, Keenan masih memeluk Clarissa. Mata mereka masih saling bertemu. Lagi-lagi Clarissa seperti tersihir oleh tatapan Keenan, Clarissa belum menyadari tangan Keenan mulai merapikan anak rambut Clarissa ke samping telinga dan mulai membelai lembut pipi putih Clarissa yang terlihat sangat membiru. Entah kenapa hati Keenan terasa perih melihatnya.


"Apa ini sangat sakit? Ucap Keenan lembut sambil mengelus pipi Clarissa, dia menatap sendu mata Clarissa yang sembab dan basah, dengan spontan Clarissa mengangguk tanpa berkedip memandang wajah Keenan. Clarissa terdiam bagai orang yang masih di dalam alam bawah sadarnya. Menatap dalam mata Keenan, Keenan mengeluarkan sebuah Cream penghilang memar dan juga nyeri ke wajah Clarissa, terasa sedikit perih dan dingin sehingga membuat mata Clarissa sekejap terpejam.


"Ini tidak akan perih, sebentar lagi memar nya juga akan memudar. " Masih memegang/menahan pinggang Clarissa sambil terus mengelus pipi Clarissa. Posisi mereka sangat intim dan dekat, mata mereka tidak sedikitpun berpaling. Keenan melihat Clarissa yang terpaku langsung tersenyum. Dia menang banyak kali ini. Aroma mawar pada tubuh Clarissa yang terasa di penciuman Keenan, membuatnya candu dan seakan dia enggan melepaskan gadis yang ada dihadapannya itu.


"Apa pelukanku begitu nyaman sehingga kau masih betah kita dalam posisi seperti ini?" Keenan tersenyum dan perlahan mencubit hidung mancung Clarissa. Seketika Clarissa tersadar.


"Aw,,,, " Jeritnya ketika merasa sedikit sakit dibagian hidungnya. Dan betapa terkejut nya dia melihat posisi nya dengan Keenan begitu dekat. Dengan spontan dia langsung menolak tubuh Keenan dan memberikan jarak.


"Apa yang kau lakukan? " Tanya Clarissa dengan tatapan menuntut.

__ADS_1


Keenan tersenyum sinis, gadis ini seolah lupa ingatan.


"Kau tidak mengingat apa yang terjadi?" Tanya Keenan dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Clarissa.


"Kau mau berbuat macam-macam padaku?" Tuduh Clarissa.


Sebelah bibir Keenan naik kembali memunculkan senyum iblisnya.


"Hei Nona, aku beri tahu ya, tadi kau hampir saja terjatuh, kalau saja aku tidak menolong mu mungkin kau sudah terhempas kuat di lantai, Dan setelah itu malah kau yang enggan melepas pelukanku. Apa mau merasakannya lagi?" Tanya Keenan mendekat sambil merentangkan tangannya.


"Eehh,,, tidak tidak." Jawab Clarissa cepat sambil mundur beberapa langkah.


"Kalau kau tidak percaya disitu ada kamera CCTV tersembunyi. Kau bisa melihatnya jika kau mau, biar kau tau apa yang terjadi." Gurau Keenan.


"Jangan menatapku seperti itu, aku sungguh tidak melakukan apapun." Ucap Keenan meyakinkan Clarissa. Dan segera dia menarik tangan Clarissa dan menyerahkan Cream tadi untuk mengobati wajah Clarissa.


"Nanti obati lagi memar di wajahmu. Cream ini sangat membantu."


Clarissa hanya bengong dan tidak tau ingin berkata apa.


"Wajah mu sudah buruk jadi jangan biarkan ada noda lain untuk menambahnya." Keenan memasukkan tangan nya ke dalam saku celana dan segera berjalan meninggalkan Clarissa.


"Terima kasih. " Ucap Clarissa pelan tapi sangat jelas terdengar di telinga Keenan. Sehingga membuat Keenan menghentikan langkahnya sambil tersenyum menang.

__ADS_1


"Satu lagi. " Keenan berbalik ke arah Clarissa.


"Jika ada yang menyakitimu berusaha lah untuk melawan, paling tidak menghindarlah. Jangan terlalu lemah di hadapan orang lain karena itu akan merugikan dirimu."


Clarissa terkejut mengapa Keenan mengatakan hal itu, dia curiga mengapa Keenan seolah tau apa yang terjadi padanya.


"Sekali lagi Terima kasih atas bantuan dan untuk saran mu, tapi aku lebih tau apa yang terbaik untuk ku." Jawab Clarissa tegas.


"Hhm,,, baiklah, kau lebih tau mana yang terbaik." Keenan mengangguk dan kembali melangkah meninggalkan Clarissa.


Clarissa menghelakan nafasnya dengan kasar, akhirnya laki-laki itu pergi. Dia melihat Cream yang di berikan oleh Keenan tadi hingga menampikan senyuman yang sangat manis. Clarissa merasa lebih baik kali ini. Dan dia kembali ke Kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Semua murid belajar dengan tenang.


**


Dikediaman keluarga Kiel


"Ayah, aku dan Sandra akan berangkat sore ini ke Mansion Keenan, Sandra merengek setiap hari padaku, aku tidak bisa membujuknya lagi."


Ucapnya pada sang ayah sang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat file-file pekerjaan yang akan di tandatangani nya.


"Baiklah, tapi kalian harus ekstra hati-hati, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada kalian. "


"Ayah jangan khawatir, aku sudah memastikan semua keamanan saat kami kesana. Kami hanya beberapa hari disana, ayah baik-baik disini."

__ADS_1


"Hm,,, sampaikan salam ku pada cucu kesayanganku. Katakan padanya aku menunggu dia menghubungiku. Apa dia tidak merindukan si Tua renta ini? " Ucapnya sedih, dia sangat merindukan cucunya, merindukan di saat mereka berdebat, berbagi cerita dan pengalaman. Newton senang berbagi cerita dengan Keenan, karena anak itu begitu pintar sehingga mampu mengimbangi pengetahuan sang kakek.


__ADS_2