Come Back My Love

Come Back My Love
44. Jangan Tinggalkan Aku


__ADS_3

"Clarissa,,,, " Teriak Keenan.


Keenan berusaha bangkit tetapi kaki nya terasa sakit terkena akar pepohonan yang menjuntai ke tanah hingga membuatnya tidak mampu berdiri.


"Ohh shitt,,, " Keenan meringis kesakitan.


"Clarissa,, " Teriaknya.


Clarissa terus berlari sampai Keenan tak terlihat mengejarnya lagi. Langkahnya pun terhenti kala dihadapan nya terdapat jurang yang begitu curam. Clarissa mengatur nafas yang terengah-engah. Mencoba tenang dan kembali membayangkan wajah sang ayah tercinta dirinya pun kembali menangis. Mengapa dunia begitu kejam padanya. Kenapa semuanya di renggut begitu saja. Belum puas rasanya Clarissa bermanja kepada sang ayah. Tapi Tuhan terlalu cepat mengambilnya. Hatinya begitu tersayat lagi ketika tidak bisa mengantar sang ayah ke peristirahatan yang terakhir.


"Ayah,,, maafkan aku." Ucap nya. "Clarissa sangat menyayangi ayah. Kenapa Ayah begitu cepat pergi disaat aku benar-benar membutuhkan Ayah." Clarissa semakin tersedu. Tidak bisa dibendung lagi.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Clarissa terkejut dan langsung berbalik ke sumber suara tersebut. Terlihat sosok bertopeng yang sedang memegang pistol dan pistol itu mengarah pada Clarissa, sontak membuat gadis itu syok dan ketakutan.


"Siapa kau? " Tanya Clarissa memberanikan diri.


"Jangan bergerak, atau peluru ini akan mengenai kepala mu." Ucap pria itu.


Clarissa tidak asing mendengar suara itu. Dia terus melihat penampilan pria di hadapannya hingga tatapannya berhenti di tangan sebelah kanan yang terdapat tato bergambar ular. Clarissa semakin bergetar ketakutan. Siapa lagi pria yang ada di hadapannya ini.


Pria itu terus melangkah maju dengan perlahan dan Clarissa juga perlahan mundur. Tetapi hanya beberapa meter lagi dia akan mendekati jurang.


"Jangan mendekat. Atau aku akan melompat." Ancam Clarissa. Membuat pria itu tertawa remeh.


"Kau ingin melompat silahkan saja. Tidak ada yang perduli dengan nyawamu. Bahkan aku datang kesini untuk mengakhiri hidup mu." Ucapnya tanpa getir sedikitpun.


"Siapa kau? Siapa yang menyuruhmu? Airmata Clarissa mulai jatuh. Dia begitu ketakutan.


" Aku seorang pesuruh dari keluarga Kiel. Apa kau puas? Ucap Pria itu. Betapa terkejutnya Clarissa mendengar hal itu.


"Apa tujuan mu mengincar ku dan keluarga ku?"


"Karena keluarga mu terutama kau begitu meresahkan. Dengan percaya diri mendekati Tuan muda Kiel. Ciih,,,Tidak tau malu."


"Aku tidak pernah mendekatinya. Dia hanya teman di kelas ku. Tidak lebih. Aku tidak pernah bermaksud untuk mendekatinya. Dia yang selalu datang padaku." Penjelasan Clarissa sama sekali tidak membuat pria itu menurunkan senjatanya.


"Benarkah? Jadi apa alasannya kau bisa tidur dengan nya? Kau terlalu munafik cantik." Pria itu kembali tersenyum licik. Mendengar hal itu kening Clarissa langsung berkerut. Siapa sebenarnya pria ini. Kenapa dia mengetahui kejadian malam itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kau terkejut mengapa aku mengetahui nya? Jadi kemarilah mendekatlah padaku, ikut bersama ku. Aku juga akan memberikan mu kepuasan melebihi tuan muda itu." Perlahan pria itu maju mendekati Clarissa.


"Jangan mendekat atau aku akan lompat." Ancam Clarissa dengan nada suara tinggi.


Tapi tidak sedikitpun perkataan Clarissa di dengarkan oleh pria itu dia terus melangkah mendekati Clarissa. Hingga pada akhirnya tangan Clarissa di tarik pria itu dengan begitu kasar. Pegangan pria itu begitu kuat. Beberapa kali Clarissa sempat meringis. Dia mencoba kuat. Jangan sampai dia jatuh ke tangan pria bajingan ini. Lebih baik dia mati daripada harus menjadi pemuas ranjang pria tidak tau diri ini.


"Lepaskan aku. Jangan ganggu aku. Kumohon lepaskan aku." Clarissa mulai menangis. Dia terus berusaha agar bisa lepas dari genggaman pria ini. Dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Kaki Clarissa dengan sigap menendang bagian ******** pria itu hingga membuat pria itu berteriak. Dia meringis kesakitan dan pegangannya pun terlepas. Refleks pria itu langsung menembak Clarissa dan mengenai lengan kirinya.


"Doorrr,,,, "


Keenan mendengar suara tembakan itu.


"Clarissa,,," Teriak nya dan dia segera mencari sumber suara itu.


Di pinggir jurang. Clarissa tergeletak tak berdaya di pinggir jurang dengan berlumuran darah di lengannya. Dia hampir tidak sadarkan diri.


"Sialan kau, beraninya kau menedangku." Ucap Pria itu marah.


"Kau pantas mendapatkannya." Ucap Clarissa pelan.


"Clarissaa,,, " Terdengar suara Keenan yang jarak nya tidak begiti jauh dari Clarissa dan pria itu. Karena mendengar suara Keenan, dengan cepat pria itu langsung menyeret Clarissa ke arah jurang. Dia hendak menjatuhkan Clarissa kedalam jurang tersebut.


"Clarissa,,,, " Suara Keenan semakin dekat.


"Keenan,,, " Lirih Clarissa lembut. Tubuh Clarissa sudah masuk kedalam jurang tapi tubuh nya masih tertahan. Tangannya masih memegang erat ranting / akar pohon.


"Clarissa,,, " Teriak Keenan.


"Dimana kau? Kenapa meninggalkan ku begitu saja." Keenan mulai pasrah. Dia berdiri tepat di dekat jurang.


"Keenan,,, " Ucap Clarissa pelan. Nyaris tak terdengar. Keenan merasa ada seseorang yang memanggilnya.


"Keenan,,, aku disini." Sontak membuat Keenan berbalik dan melihat jurang di belakangnya. Dan betapa terkejutnya dia melihat sosok wanita yang di cintai nya sudah berada di dalam jurang, bertahan dengan sebuah akar pohon.


"Clarissa,,, " Teriak Keenan panik.


Dia langsung menghampiri Clarissa. Terduduk dan langsung mengulurkan tangannya pada Clarissa.

__ADS_1


"Clarissa kenapa kau bisa ada disini? Tangan mu berdarah. " Ucap Keenan panik.


"Sekarang pegang tanganku kuat Clarissa, aku akan menarik mu. Cepat Clarissa. Pegang tangan ku." Airmata Keenan mengalir begitu saja.


"Tidak bisa Keenan, aku sudah tidak sanggup. " Lirih Clarissa.


"Tenang lah Cla, aku akan menyelamatkanmu." Ucapnya kekeh.


"Keenan maafkan aku, maafkan keluargaku yang tidak tau diri mengganggu ketenangan kalian. Aku dan ayahku tidak pernah berniat buruk pada kalian. Jika memang dengan cara ini membuat keluarga mu senang. Aku akan lakukan. Paling tidak sekarang Aku bisa mati dengan tenang sesuai keinginan keluargamu.


"Apa yang kau katakan? Keluargaku terutama aku tidak merasa terusik sekalipun. Sekarang ulurkan tanganmu. Kita akan bicarakan ini dengan tenang ya. Pegang tangan ku Clarissa." Keenan terus mengulurkan tangan nya.


" Sudah tidak bisa Keenan. Tanganku terluka, jika aku melapaskannya maka aku akan terjatuh." Timpal Clarissa lemah.


"Clarissa bertahan lah. Aku,,aku akan mencari pertolongan." Keenan terus berusaha agar bisa meraih tangan Clarissa. Dia menjatuhkan separuh tubuh nya agar dapat meraih tangan Clarissa Dan akhirny berhasil. Keenan sudah memegang tangan Clarissa.


"Bertahanlah, aku akan menarik mu."


"Sakit Keenan, aku sudah tidak kuat lagi." Tangis Clarissa pun pecah.


"Aku bersumpah akan membalas mereka yang sudah menyakitimu? " Ucap Keenan menangis. Clarissa mulai melemah karena terlalu banyak darah yang keluar akibat tembakan itu.


"Sa kuatlah, bertahan ya. Ayo Clarissa. Clarissa sadarlah." Keenan mencoba menyadarka  Clarissa.


"Keenan,,,maafkan aku sudah menyakiti hatimu. Maafkan aku yang tidak jujur pada mu tentang perasaanku. Maafkan aku. Aku,,, aku mencintaimu Keenan. Aku begitu menyukai mu dari pertama kali kita bertemu. Kau,,,kau berhasil mengalihkan hidup ku, terima kasih sudah datang ke hidupku. Mewarnai hari-hari ku." Clarissa menangis sejadi-jadinya sambil tersenyum miris. Perlahan pegangan itu semakin melemah. Mendengar ucapan Clarissa itu sontak membuat Keenan bahagia tetapi juga sedih karena kenapa disaat seperti ini dia mengetahui bahwa perasaannya terbalas oleh gadis ini dan dia merasa belum mampu menolong Clarissa.


"Aku juga mencintaimu Clarissa. Jadi bertahan lah. Kita akan bersama-sama selalu dan selamanya. Aku tidak akan membiarkan mu terluka." keenan kembali menarik tangan Clarissa, tapi lagi-lagi dia gagal.


"Kita,, kita tidak akan bisa bersatu Keen. Maafkan aku, aku harus pergi. Aku,,aku sudah tidak kuat lagi."


"Tidak Clarissa,, tidaak,,, " Kau harus bertahan, kau harus kuat, aku akan menolong mu keluar dari situ." Keenan pun menangis tersedu. Dia begitu takut kehilangan Clarissa.


"Aku mencintaimu Keenan." Suara Clarissa melemah, begitupun pegangannya. Dia kehilangan kesadarannya hingga pegangannya pun terlepas. Tubuh Clarissa terjun bebas kedalam jurang


"Clarissaaaaaaa,,,, " Teriak Keenan menangis histeris.


"Clarissa jangan tinggalkan aku. Clarissaaaa,,,!!!" Teriaknya sekuat tenaga. Nyawanya seakan ikut jatuh kedalam jurang. Keenan merasa tidak berdaya tubuh nya terkulai lemah di pinggir jurang. Cintanya telah pergi.

__ADS_1


'Kenapa kau pergi? Membawa segalanya termasuk cinta suci ku.' Batin Keenan sambil menangis.


"Clarissaaaaaaa,,,,, " Teriaknya sambil mennagis


__ADS_2