
Setelah mendengar perkataan sang Ayah, sontak membuat kedua anak nya terdiam seribu bahasa.
"Kenapa diam setelah ayah membahas pasangan hidup? Kalian memang hanya bisa mengolok ku saja. Mendesakku agar segera menikah. Padahal aku sudah setua ini" Sang Ayah tersenyum melihat kedua anak nya.
"Baiklah ayah aku harus berangkat sekarang." Ucap Putri nya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aku juga harus ke Klub Gym, belakangan ini Gym kita ramai. Jadi aku harus buka lebih awal." Alex mulai bergegas.
Ayah nya merasa geli, kedua anak nya benar-benar salah tingkah ketika membahas pernikahan.
"Baik lah anak-anak ku. Kita akan bahas ini lain waktu. Kalian tidak bisa mengelak lagi."
Kedua anak nya pun saling tatap satu sama lain dan tersenyum.
"Aku pergi deluan ya."
"Biar aku antar." Ucap kakaknya.
"Tidak perlu kak, aku akan berangkat sendiri. Bye." Sambil membelai pipi kakak nya. Seketika membuat pipi Alex bersemu.
"Kau melupakan sarapan mu Clarissa. " Teriak sang Ayah.
Gadis itu menghentikan langkah nya dan berbalik ke arah Ayah dan Kakak nya untuk kembali mengambil bekal nya.
"Ruby Max,,, panggil aku Ruby. " Ucap nya tegas pada Max sang ayah sambil tersenyum hangat.
Max terdiam mematung begitupun dengan Alex. Mereka sama-sama menatap punggung gadis cantik itu yang hampir tak terlihat.
"Gadis itu sudah sangat dewasa, bagitu cantik dan bersinar. Kelak dia akan berjaya sesuai keinginan dan harapan nya." Ucap Max
"Yaa,,, dia begitu cantik dan menawan." Ucap Alex dengan mata berbinar.
Max langsung memukul kepala Alex yang larut dalam pikirannya sendiri.
"Ayah, kenapa memukul ku? " Alex protes sambil memegang kepalanya.
"Jangan menatap nya seperti itu. Walaupun kau sudah menyelamatkan hidup nya. Baginya kau adalah kakak nya. Jangan biarkan hati mu punya perasaan lebih dari itu" Ucap Max sambil tersenyum.
Wajah Alex seketika berubah muram. Apa yang ayah nya katakan benar adanya. Dia tidak bisa terus menerus menaruh hati pada adik angkat nya itu.
__ADS_1
"Sayangi dia sebagaimana kau menyayangi adik kandung mu sendri. Dan jadi lah sayap pelindungnya ketika dia rapuh." Max memegang bahu Alex yang sudah tertunduk malu dan juga sedih. Alex langsung menatap sang Ayah dan tersenyum hangat sambil mengangguk setuju.
"Tanpa ayah perintahkan aku tau tugas ku. Dan sampai kapan pun aku akan melindungi Ruby hingga akhir hayat ku." Alex memegang tangan ayah nya yang masih memegang bahu nya.
"Pergilah ke Gym, ayah juga akan ke Markas. Ada sesuatu yang harus ayah kerjakan."
"Biarkan aku mengantar mu ayah."
"Baik lah. Aku tidak akan menolak mu seperti Ruby menolak mu."
Mereka berdua sama-sama tertawa.
***
Sesampainya di Emerald Corporation.
Hentakkan heels yang Ruby kenakan terdengar halus seiring langkah kaki nya memasuki lobi. Pasca interview pada beberapa hari lalu akhirnya dia diterima bekerja sebagai salah satu staff bagian pemasaran dibidang pangan. Hari pertama nya bekerja dia mengupayakan menggunakan stelan kerja yang sopan tapi semua mata pria sekeliling nya seakan berlomba-lomba untuk melirik gadis yang begitu cantik, menelesik berlian yang baru muncul di hadapan mereka.
Helaan nafas Ruby terdengar berat.
'Ayolah, berhenti melihat ku seperti itu' batin Ruby. Dia pun melanjutkan langkah nya ke arah Loby untuk menemui Staff personalia.
" Selamat pagi, ada yang bisa dibantu." Ucap salah satu recepsionis di loby tersebut.
"Mohon di tunggu sebentar ya. 5 menit lagi beliau akan turun. Ucap Recepsionis itu.
" Terima kasih." Jawab Ruby sedikit mengangguk.
Tidak berapa lama muncul lah Staff personalia tersebut dengan penampilan yang begitu rapi, cantik dan senyum nya begitu bersahabat.
"Dengan Nona Ruby? Tanya Anna dengan senyum yang tampak begitu ramah.
"Iya, saya Ruby Snow." Ruby mengulurkan tangannya.
"Sudah siap? Sebelum mengantar keruangan kerja mu saya akan membawa mu untuk menandatangi kontrak perjanjian kerja terlebih dahulu. Ikut ke ruangan saya ya."
Ruby menjawab dengan anggukan dan Ruby langsung mengekori langkahnya menuju ruang staff personalia untuk menyelesaikan administrasi yang belum selesai.
Setelah menandatangi kontrak tersebut dan menjelaskan segala peraturan yang ada di perusahaan ini. Anna langsung mengantar Ruby ke ruang kerja nya. Dan kebetulan untuk Team pemasaraan semua berada di ruangan yang pada biasa nya mereka selalu berkutat ke lapangan untuk riset kebutuhan pemasaran agar menarik perhatian pelanggan.
__ADS_1
Dengan keramahan Anna mempersilahkan Ruby untuk masuk ke ruangan terlebih dahulu. Seluruh mata staff yang ada di ruangan itu seketika terpaku melihat gadis cantik bermata coklat sendu yang baru saja masuk ke ruang kerja mereka. Ruby sedikit membungkuk untuk memberi salam perkenalan untuk staff pemasaran di rungan itu.
"Hai aku Ruby Snow karyawan baru disini, mohon bimbingan nya ya teman-teman." Ujar Ruby dengam senyuman manis yang sempat membuat karyawan pria yang ada disitu terpesona. Ada 3 pria dan 1 wanita yang akan menjadi Team Ruby. Keempat nya dengan ramah menyambut Ruby. Belum sempat berkenalan dan saling tau nama masing-masing Anna langsung mengantar Ruby kepada kepala bagian pemasaran. Ruby cukup kagum melihat ruangan kerjanya saat ini. Begitu menenangkan dan rekan kerja nya juga bersikap baik dan ramah pada nya. Di dalam ruangan kepala bagian.
"Selamat pagi Pak Troy. Ini karyawan baru yang saya katakan tadi. Mohon agar di bimbing ya pak." Anna masih terus tersenyum ramah.
" Baik, terima kasih Anna. Kau boleh kembali ketempat mu." Jawab Troy mempersilahkan Anna kembali ke tempat nya. Anna melirik singkat ke arah Ruby. Dan di balas dengan senyuman begitu manis oleh Ruby.
"Silahkan duduk Nona Ruby. Saya Troy kepala bagian pemasaran. Selamat bergabung di Team pemasaran. Saya harap kamu bisa bekerja keras dan disiplin dalam bekerja." Ucap Troy tegas tetapi tidak mendominasi sehingga membuat Ruby sedikit rileks. Pria dewasa sekitar 40 tahunan itu mempersilahkan Ruby untuk duduk.
"Ini adalah kumpulan berkas profil karyawan disini. Beserta peraturan dan Job-job yang akan kau selesaikan. Boleh di baca-baca dulu sebelum duduk di meja kerja mu.
"Baik pak terima kasih." Ucap Ruby sopan.
Ruby membaca serta melihat susunan petinggi-petinggi yang tersusun rapi di dalam file tang sedang di pegang nya. Tiba-tiba hati nya berdesir ketika melihat nama CEO yang memimpin Emrald Corporation bertuliskan 'K.E Kiel' jantung nya berdetak sangat cepat. Tapi langsung ia tepis karena merasa pasti banyak orang bermarga Kiel di negara sebesar ini. Ruby mencoba mengabaikan nya dan pandangan nya langsung beralih pada Troy yang memanggilnya dan langsung mengajaknya ke meja kerja Ruby yang ada di luar bersama keempat karyawan yang sebelumnya sudah Ruby temui. Troy memperkenalkan mereka satu per satu.
"Hai guys, mengganggu waktu nya sebentar. Kita kedatangan personil baru, kalian harus kenalkan diri kalian terlebih dahulu. Yang kemarin penasaran bertanya-tanya siapa personil baru nya boleh tanya-tanya langsung." Sindir Troy dengan senyuman jahilnya.
"Hai aku Steve. Salam kenal Ruby." Steve mengulurkan tangannya. Steve lah yang begitu penasaran pada Ruby yang Ia denga dengar adalah gadis yang cantik. Ternyata lebih cantik dan seksi dari yang di bayangkan. Tangan Steve di sambut hangat oleh gadis itu. "Salam kenal Steve." Senyum Ruby merekah.
"Aku Dino. Semoga betah disini Ruby yang manis." Ucap Dino tak kalah genit hingga membuat sekitarnya tersenyum.
"Hai aku Sean. Salam kenal cantik. Kita berdua akan menjadi karyawan tercantik di departement ini" Gadis itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum centil. Dan di sambut hangat oleh Ruby.
" Hai Sean, kau memang sangat cantik." Ucap Ruby dengan ramah.
"Terima kasih sayang." Jawab Sean. Sambil mengerucutkan bibir nya seperti hendak mencium dari jauh.
Ada satu lagi staff laki-laki yang belum berkenalan dengan Ruby. Tampak nya pria itu begitu cuek dan dingin. Tetapi Ruby mencoba membuka diri dan mengajak pria itu berkenalan.
" Hai aku Ruby. Ruby mengulurkan tangan nya dan pria itu hanya menjawab dengan senyuman.
"Heii Dude senyum mu tidak akan membuat Ruby mengetahui nama mu." Teriak Steve menggoda nya. Ruby hanya tersenyum dan masih menatap pria itu.
"Aku Rain, salam kenal." Ucap nya dan kembali melanjutkan pekerjaan nya. Membuat ketiga teman nya tertawa.
Rain memang pria yang Kaku, sangat sulit membaca pikiran pria itu.
"Baik lah silahkan duduk di meja mu yang ada di sebelah Rain. Dan kembali lah bekerja. Saya berharap Team kita semakin solid agar target pekerjaan kita bisa kita selesaikan tepat waktu untuk memajukan departement desain terhadap pemasaran bahan pangan ini.
__ADS_1
"Baik ketua." Jawab mereka serentak. Merekapun kembali bekerja.
Ruby mulai menyusun berkas dan peralatan-peralatan di meja kerja nya. Sesekali melirik ke arah Rain yang sedang serius bekerja tanpa melihat nya sama sekali. Ruby hanya mengendus nafas nya. Semoga pria ini tidak mempengaruhi kinerja nya disini. Dan bisa bekerja sama dengan baik.