
Saat istirahat, Lucy datang menemui Clarissa di kelas untuk mengajak nya makan dikantin bersama.
"Haii Sweety Pie. Lama rasa nya aku tidak bertemu dirimu. Mari kita ke kantin, hari ini aku akan meneraktirmu sepuasnya karena aku sedang bahagia hari ini." Berbicara panjang sambil memeluk Clarissa.
"Benarkah? Kalau begitu ceritakan semua nya padaku, aku ingin mendengarnya, aku sangat penasaran apa yang membuat mu begitu senang hari ini." Jawab Clarissa tersenyum tulus dan sangat manis. Keenan melihat itu langsung menghelekan nafas.
'Bisa-bisa nya dia tersenyum semanis itu, padahal jika berbicara padaku seperti mau menerkam saja.' Tersenyum sinis.
"Let's Go baby." Ajak Lucy sambil menarik tangan Clarissa. Clarissa hanya senyum menurut dan menggeleng kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. Jesika melirik kepergian Clarissa dan Lucy dan langsung menatap Meilin dengan memainkan sebelah matanya dengan muka sadis nya seperti menginstruksikan sesuatu yang tidak baik. Dan mereka berdua segera bangkit dari duduknya.
"Ayo ke kantin, aku lapar. " Ucap Keenan datar.
"Apakah ada makan gratis lagi hari ini?" Tanya Josh sambil tertawa.
"Hhmm,,, kau selalu ingin makan gratis. Ayo cepat, kalau tidak kau yang akan ku makan." Ancam Keenan membuat Josh sedikit merinding.
"Siap bos, mari kita jalan." Langsung bangkit dan berjalan mengikuti Keenan.
**
Di kantin sekolah dari kejauhan Keenan terus melirik Clarissa yang sedang berbincang seru dengan Lucy. Terlihat wajah gadis itu begitu sumringah ketika bersama sahabatnya. Banyak senyum dan tawa menghiasi wajah cantiknya dan itu membuat jantung Keenan berdetak kencang. Tidak ada sedih yang terlihat. Keenan merasa kenapa jika bersama orang lain wajah nya bisa berubah drastis.
"Tidak adil. " Ucapnya pelan sambil mengaduk-aduk makanan nya yang sedaritadi tidak disantap nya. Keenan merasa kesal.
Josh melihat itu langsung menegur Keenan.
"Apanya yang tidak adil?" Tanya Josh penasaran.
"Hm,, tidak ada." Ucapnya yang masih terus mengaduk-aduk makannya.
"Kau bahkan tidak memakan makanan mu sedikitpun, padahal kau bilang kau sangat lapar."
Keenan langsung menatap tajam teman di sebelahnya.
"Aku sudah tidak bernafsu lagi setelah melihatmu, malah kau yang ingin aku makan sekarang. Karena terlalu banyak omong."
"Haha,,, aku hanya bercanda, kau terlalu membawa ke hati. Aku hanya heran belakangan ini sepertinya banyak yang sedang menggangu pikiran mu, apa kau sakit? Jacket mu juga tidak lepas dari tadi padahal cuaca sangat panas. Apa makanannya tidak enak? " Josh terus mengoceh panjang lebar hingga membuat Keenan semakin kesal.
__ADS_1
"Kau membuat ku semakin sakit kepala. Terlalu banyak bicara. " Ucap Keenan.
"Baiklah, aku akan mengunci mulutku." Josh langsung diam menunduk.
Tiba-tiba ponsel Keenan berdering, Keenan langsung meraba sakunya menggabil ponsel nya dan melihat ternyata sang Mama yang memanggilnya. Keenan langsng menjawab panggilan itu.
"Ma,,, " Jawab Keenan lembut.
"Sayang,,, akhirnya kau mengakat telpon Mama nak, Mama sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu sayang? Kau tidak merindukan Mama ya?" Suara sang mama terdengar sedih.
"Aku juga merindukan Mama, tapi kalian juga tidak datang menemuiku, seolah anak kalian hanya Kenny saja. Lupa kalau ku disini sendirian" Sindiran yang.
"Sayang kenapa bicara seperti itu, tidak biasanya putra Mama semanja ini. Apa terjadi sesuatu nak?" Tanya nya penasaran.
"Tidak ma, tidak terjadi apapun disini. Aku baik-baik saja" Masih melirik ke arah Clarissa yang sepertinya sudah selesai makan. Melihat Clarissa dan Lucy beranjak dari duduknya Keenan pun mulai gelisah.
"Ma sudah dulu ya, aku harus kembali ke kelas ma, Mama jaga kesehatan disana, jika kalian merindukanku datanglah ke Mansion. Bye ma. " Keenan langsung memutus panggilan sang ibu tanpa mendengar jawaban dari Ibunya.
Melihat Josh masih asyik dengan santapan nya membuat Keenan semakin kesal.
Ehh,,, iya aku hampir selesai." Josh dengan cepat menghabiskan makanannya dan segera minum.
Jalan menuju kelas. Clarissa dan Lucy masih asyik berbincang tanpa sadar dari lantai dua ada seseorang yang menjatuhkan air sabun ke arah Clarissa.
"Byuurrrr,,,, "
"Aaaah,,, Sweety" Teriak Clarissa dan Lucy bersamaan, Lucy terlonjak kaget melihat sahabatnya sudah basah kuyup dengan dipenuhi air sabun.
"Cla apa kau baik-baik saja, siapa yang melakukan ini. " Lucy dan Clarissa menghadap ke atas/lantai dua, dua wanita langsung bersembunyi.
"Aku harus memberi pelajaran buat mereka yang berani berbuat seperti ini padamu. " Lucy segera beranjak tetapi Clarissa menahannya.
"Tidak perlu, aku tidak apa-apa." Clarissa menahan kuat tangan Lucy,
"Tapi aku harus lihat keatas Cla." Geramnya.
"Tidak perlu. " Clarissa menutupi bagian dada nya yang dalaman nya terlihat, berwarna putih dan pasti akan terlihat jelas jika basah kuyup seperti itu. Semua mata tertuju pada Clarissa. Clarissa mulai tidak nyaman, ingin beranjak tetapi dia takut murid laki-laki melihatnya basah seperti ini. Dia kembali melihat ke atas, dan tampak seorang murid laki-laki yang tak lain adalah Leon sedang melihat mereka dibawah. Clarissa menatapnya dengan kebencian.
__ADS_1
'Kau benar-benar berubah Leon, bukan seperti Leon yang aku kenal dulu' batin Clarissa.
"Apa yang kalian lakukan pada Clarissa? Tanya Leon pada Jesika dan Meilin. Terlihat wajah Jesika tersenyum senang begitu pun Meilin dan seketika berubah ketika Leon menegur mereka.
" Sejak kapan kau menjadi begitu perhatian pada gadis udik itu Leon sayang?" Tanya Jesika kesal.
"Kau keterlaluan Jes." Leon pergi meninggalkan kedua gadis itu.
"Leon,,,Lihatlah dia mengabaikan ku lagi" Teriak Jesika semakin kesal sambil menghentakkan kaki nya.
**
Dilantai bawah Leon menghampiri Clarisa dan Lucy, terlihat Clarissa menutupi bagian dadanya dengan menyilangkan kedua tangan nya agar tidak terlihat.
"Kau tidak apa-apa Ca?" Tanya Leon lembut dan terlihat Khawatir.
"Ternyata kau yang melakukan ini? Maksud mu apa Leon, masih belum puas menyakiti teman ku? Ucap Lucy marah-marah.
" Aku tidak melakukannya. Tadi aku...
"Sudahlah, kau memang bukan Leon yang dulu begitu baik dan tulus. Sekarang kau tak lebih seperti seorang Monster" Lucy langsung memotong omongan Leon.
"Tapi bukan aku cy." Ucap Leon serius.
"Aku antar ke toilet ya Ca. Leon hendak menarik tangan Clarissa dan Clarissa langsung dengan sigap mundur beberapa langkah menjauh dari Leon. Dia menatap Leon dengan kebencian.
" Caa,,, " Bujuk Leon
"Kau begitu basah kuyub, bisa-bisa kau masuk angin.
" Aku tidak akan masuk angin, aku sudah terbiasa menerima semua ini dari kalian, entah apa salahku pada kalian. "Ucapnya sinis dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Tidak berselang lama, Tiba-tiba tubuh Clarissa terasa hangat karena ada dua tangan tegap yang memeluknya dari belakang sambil memakaikan Jacket ke tubuh Clarissa yang hampir terlihat. Clarissa sangat terkejut, dan langsung melihat kebelakang, ternyata itu adalah Keenan. Jantungnya kembali berdetak saat matanya melihat mata Keenan ynag begitu dekat dengannya. Semua mata yang melihat mereka langsung melotot kaget dan semua mulut mereka terbuka lebar melihat aksi Jantle Keenan terhadap Clarissa, begitupun Leon, dia terpaku melihat Keenan yang berani memeluk Clarissa.
"Ayo,,, " Keenan langsung mendorong tubuh Clarissa agar berjalan menuju Toilet untuk membersihkan diri. Keenan hanya melirik sadis ke arah Leon. Bagai tersihir oleh suara seksi Keenan Clarissa pun menurut. Lucy yang melihat itu tersenyum senang dan kembali melirik Leon dengan tatapan sinis yang terpaku melihat Keenan dan Clarissa sudah berjalan menuju Toilet.
"Kita belum selesai Leon." Ancam Lucy yang langsung pergi meninggalkan Leon yang masih terpaku, segera dia menyusul Keenan dan Clarissa. Jesika semakin kesal menyaksikan itu semua. Clarissa sangat beruntung itulah yang ada difikiran Jesika.
__ADS_1