Come Back My Love

Come Back My Love
47. Rahasia Anderson


__ADS_3

Di Kota X kediaman Kiel yang megah.


Tuan Newton dan Anderson sudah kembali dengan membawa Keenan yang masih terbaring lemah. Dia sempat sadar tetapi tidak berbicara sedikitpun. Matanya pun tampak kosong. Dan saat ini dia masih terus tertidur.



Melihat kedatangan Suami, mertua dan Putra nya Sandra tampak begitu syok, karena melihat Putra nya duduk nyaman dalam keadaan tidur di kursi roda. Sandra langsung berlari menghampiri Putra nya.



"Keenan,,, ada apa dengan Keenan. Apa yang terjadi? " Tanyanya khawatir.



"Keenan tidak apa-apa. Mungkin pengaruh syok dan kelelahan pasca penculikan membuat tubuhnya lemah dan butuh istirahat yang cukup. " Ucap Anderson memberikan penjelasan sambil melirik wajah datar sang ayah.



"Jangan khawatir, Keenan baik-baik saja." Ucapan Tuan Newton membuat Sandra sedikit lega.



"Kita bawa Keenan ke kamar utama lantai 1." Pengawal langsung mendorong kursi roda yang di naiki Keenan. Hingga masuk kedalam kamar yang luas dengan warna abu-abu hitam sangat cocok dengan kepribadian Keenan. Tadinya kamar ini adalah kamar Tuan Newton dan istrinya tetapi semenjak istrinya meninggal dia enggan tidur di kamar itu lagi karena terlalu banyak kenangan yang memilukan jika berada di kamar tersebut jadi kamar itu sudah lama kosong.



Keenan pun di bopong oleh kedua pengawal untuk berbaring di tempat tidur King Size yang begitu lembut.



Setelah membantu membaringkan Keenan kesua pengawal iti di persilahkan untuk meninggalkan kamar.



"Terima kasih atas bantuan kalian." Ucap Tuan Newton lembut.



"Sama-sama tuan. Ini sudah menjadi tugas kami. Kalau begitu kami izin kedepan ya Tuan." Ucap pengawal tersebut sambil membungkuk kan tubuh nya.


Di jawab dengan anggukan oleh Tuan Newton.


"Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita. Suami ku Tolong jaga Keenan sebentar, aku akan segera kembali." Suara Sandra begitu lembut namun masih terdengar begitu gusar. Anderson hanya mengangguk.



"Aku kembali ke kamar dulu. Panggil aku jika Keenan bangun" Tuan Newton juga meninggalkan Keenan bersama Anderson.



"Baik ayah. " Jawab Anderson sambil meraba saku nya dan mengambil ponselnya. Anderason menghubungi seseorang. Dan langsung terhubung cepat.


__ADS_1


"Bagaimana bisa Teddy mati dan Putri nya menghilang? Apa kalian melakukan hal tidak sesuai instruksi ku" Nada suara pelan tetapi tedapat tekanan.



"Maaf Tuan kami tidak tau. Kami bahkan belum bergerak ke area yang sudah di perintahkan."



"Lalu siapa yang melakukan hal ini. Aku hanya memerintahkan beberapa pengawal untuk memisahkan Keenan dan Clarissa dengan memberi peringatan keras pada orang tua nya. Tetapi mengapa jadi diluar kendali seperti ini." Jawab Anderson khawatir.



"Saya akan selidiki kejadian ini Tuan. Saya akan segera menghubungi Tuan jika sudah menemukan petunjuk."



"Baiklah, aku selalu puas dengan kerja mu. Sebelum ku perintahkan kau selalu tau apa yang harus kau lakukan. Intinya aku tidak mau hal ini sampai membawa-bawa nama ku."


"Baik Tuan saya mengerti. "


"Baiklah, aku tutup dulu." Anderson mengakhiri panggilannya.


Di kejauhan seseorang sedang menyeringai licik setelah menerima panggilan. Akhirnya rencana nya berjalan dengan lancar.


**


Di kamar Keenan.


Keenan sudah sadar sedari tadi. Dia hanya menutup matanya. Dia juga mendengar semua percakapan Papa nya. Dia tidak menyangka jika Papa nya terlibat atas semua kematian ayah Clarissa dan juga Clarissa. Dia akan mencari tau segala nya. Keenan bergelut dengan pikirannya sendiri. Seketika bayangan wajah gadis cantik bermata sendu yang sangat dia cintai memenuhi otaknya. Airmatanya pun mengalir begitu saja.




Suara pintu kamar terbuka, Sandra masuk membawa makan malam untuk Keenan. Sandra melihat mata Keenan masih terpejam. Tetapi wajah nya tampak basah.



"Bangun lah, Mama tau kau sudah bangun sedari tadi." Sandra duduk di samping ranjang dan meletakkan wadah makanan di meja.



Akhirnya Keenan membuka matanya. Dia memang tidak bisa membohongi Ibu nya. Matanya tampak begitu merah.



"Kau menangis Putraku?" Sandra dengan sigap menghapus airmata Keenan dengan jari-jarinya.


Keenan hanya diam tanpa kata.


"Bicara lah nak. Mama tau ada sesuatu yang terjadi pada mu dan mama tidak percaya pada kedua lelaki tua itu. Ceritakan pada Mama apa yang terjadi dan kenapa kau bisa begini" Tanya Sandra lembut sambil mengelus-elus pipi putra nya. Dan Keenan kembali meneteskan air matanya. Hati Sandra ikut sakit melihat airmata putra nya. Karena semasa remaja Keenan, Sandra tidak pernah melihat putra nya menangis dan kali ini airmata yang keluar merupakan hal yang paling menyakitkan bagi sandra. Mata Sandra ikut berkaca-kaca.


__ADS_1


"Apakah sesakit itu nak sampai kau menangis dan tidak sanggup berbicara? Mama tidak pernah melihat mu selemah ini." Ucap Sandra yang menahan wajah Keenan yang sudah tertunduk. Dia belum juga berbicara.



"Mama begitu merindukan mu sayang. Katakan apapun yang ingin kau katakan. Mama ingin menjadi orang tua dan sahabat untuk mu. Bisa kah berbagi cerita dengan ku?" Suara lembut Sandra membuat Keenan luluh dan tangisnya kembali pecah.



"Mamaa,,,, " Keenan langsung memeluk sang Mama dan tangis mereka sama-sama pecah.


"Clarissa ma,, Clarissa,, " ucap nya sambil terseduh.


"Clarissa? Gadis yang sewaktu itu bersama mu?" Keenan mengangguk.


"Ada apa dengan Clarissa?" Sandra melerai pelukannya.


" Dia,, dia sudah pergi ma. Seseorang telah membunuhnya, dan membuang nya ke Jurang. Sandra begitu kaget hingga menutup mulutnya denga jari-jari nya.


"Dan aku gagal menolongnya ma." Keenan kembali menangis.


"Minumlah nak agar kau bisa tenang. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Jangan siksa diri mu seperti ini. " Sandra memberikan segelas air. Keenan pun meminumnya.



"Apa Clarissa begitu berharga untuk mu nak?" Tanya nya lembut sambil tersenyum. Dan Keenan menjawab dengan anggukan.



"Dia gadis yang pertama kali berhasil membuat hati ku menoleh ke arahnya. Dia berbeda dan sangat baik ma tapi kenapa banyak sekali orang yang membenci nya hingga berniat membunuhnya dan keluarga nya."



Sandra kembali memeluk Keenan. Sangat erat hingga putra nya merasa tenang. Dia ikut merasakan kesedihan yang di rasakan putra nya. Waktu terlalu cepat berlalu. Putranya sudah menjadi laki-laki dewasa. Padahal baru saja rasanya dia melihat Keenan berlari kesana kemari mengejar dan memeluk nya untuk bermain bersama. Kali ini pelukan itu berbeda. Pelukan seorang anak laki-laki yang sedang patah hati nya.



"Tenang lah nak. Kita berdoa sama-sama agar Clarissa tenang di sana." Sandra mengelus lembut punggung Putra nya.


"Tidak ma. " Keenan melerai pelukannya.


"Clarissa masih hidup. Clarissa ku tidak meninggalkan ku. Aku yakin dia masih hidup." Keenan menangis dan menutup mata nya dengan tangan nya.



"Iya nak, kita doa yang terbaik ya. Semoga Clarissa baik-baik saja dimana pun dia berada. Tenanagkan dirimu. Sekarang kau harus makan ya, jangan siksa diri mu seperti ini. Mama tidak ingin kau sakit." Mengambil makanan dan hendak menyuapi Keenan.


"Aku tidak lapar ma." Keenan menatap wajah Mama nya.


"Baiklah kalau begitu mama juga tidak akan makan. Padahal Mama juga sengaja tidak makan di bawah bersama Papa dan Kakek mu karena ingin makan bersama mu."



Sandra meletakkan kembali makanan nya. Dan langsung ditahan oleh Keenan.

__ADS_1



"Tidak ma, mama harus makan. Aku juga akan makan." Keenan langsung mengambil makanan nya. Sandra tersenyum melihat hal itu.


__ADS_2