
Max dan Alex sudah mendengar berita bahwa Ruby menghilang karena Lucy dan Josh menemui mereka di kediaman Max.
Semua berita itupun sampai ke telinga keluarga Hill dan juga Kiel.
Max mengerahkan seluruh pengawal untuk mencari Ruby begitupun dengan Rose. Dia menyewa inteligen dan juga banyak pengawal untuk mencari putrinya.
Di Rumah sakit tempat Keenan di rawat.
"Ma kak Ruby menghilang. Semenjak Kakak di rawat Kak Ruby juga ikut menghilang. Dimana dia sekarang dan bagaimana jika Kak Keenan sadar dan mencarinya." Kenny khawatir.
"Apa mereka ada masalah?" Tanya Sandra.
"Sebelumnya Kenny melihat kak Keenan seperti orang yang sedang putus cinta ma. Tapi Kenny tidak tau apa permasalahannya."
Sandra menatap lamat wajah putra nya yang masih setia tidur lama tanpa respon apapun.
"Kasihan kakak mu, dia selalu menderita sejak dulu. Mama selalu berdoa setelah ini Keenan harus bahagia. Mama sempat senang melihat Keenan dan Juga Ruby. Mereka pasangan yang sangat serasi. Mama juga melihat cinta di mata mereka." Sandra berubah sendu.
"Iya ma, Kenny juga merasakan seperti. Kak Ruby juga wanita yang baik. Mama tau? Ruby itu adalah anak yang di cari Bibi Rose selama ini?"
"Apa? Benarkah Ruby putrinya Rose?" Sandra terkejut dan merasa tidak percaya.
"Setelah sekian lama Rose mencari keberadaan Putrinya. Pantas saja pertama kali mama melihat Ruby seperti tidak asing, tapi Ruby juga sangat mirip dengan gadis yang dulu dekat dengan Keenan sewaktu di bangku SMA saat Keenan sekolah di pedesaan. Gadis yang membuatnya seperti ini?" Sandra kembali mengingat-ingat dan hatinya terasa teriris.
"Maksud mama yang membuat kakak sakit?" Tanya Kenny penasaran.
Sandra terdiam tidak melanjutkan omongannya karena Kenny juga tidak tau apa penyebab Keenan menjadi lupa ingatan.
"Wanita itu selalu ada di hati Keenan, bahkan sampai Keenan mengalami lupa ingatan, hati Keenan seakan terkunci. Di jodohkan dengan siapapun tidak ada yang cocok."
"Kakak memang pria sejati yang selalu setia. Kenny salut pada kakak." Kedua nya menatap Keenna dengan penuh haru.
Tiba-tiba pintu ruangan di ketuk dan seseorang muncul dari depan pintu.
"Jessika,,,!!! " Seru Sandra sambil mengerutkan dahi nya.
"Hai tante, Hai Ken, apa kabar? " Sapa Jessika.
Sandra dan Kenny pun saling tatap. Mereka tidak menyangka Jessika datang menjenguk Keenan. Sandra mencoba untuk tersenyum walau sedikit tidak nyaman. Sementara tidak untuk Kenny. Gadis itu tampak cuek dan tidak perduli.
"Kabar tante baik, bagaimana kau bisa tau Keenan sedang di rawat?" Tanya Sandra.
"Ayah memberitahuku tante. Bagaimana keadaan Keenan? " Tanya nya kembali.
"Seperti yang kau lihat, Keenan belum sadarkan diri juga." Jelas Sandra pada Jessika.
Jessika berjalan menuju bangkar Keenan.
Hatinya terenyuh melihat kondiai Keenan yang terbaring lemah. Tidak seperti Keenan yang ketika sehat. Gagah dan juga sedikit angkuh. Namun sekarang pria itu tidak berdaya sama sekali
'Bagaimana bisa seperti ini kondisi mu Keen. Selama beberapa hari ini aku banyak berfikir, setalah kau menolak cintaku, aku menjadi sadar bahwa cinta mu terlalu kuat untuk wanita lain. Tadinya aku memaksakan diri untuk bisa dekat lagi dengan mu dan mengikuti semua perintah ayah. Namun jujur saja aku juga tidak mampu menurutinya lagi. Kau sungguh sulit di luluhkan. Ayah memintaku untuk berusaha mendapatkan mu. Bagaimana aku bisa menikah dengan pria seperti mu.' Batin Jessika.
__ADS_1
"Duduk lah Jess, kau pasti lelah." Celetuk Sandra.
"Tidak tante, aku tidak bisa lama-lama disini, masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan.
" Oh begitu.. Baiklah nak. Terima kasih kau sudah mau menjenguk Keenan. "
"Ini ada sedikit buah-buahan untuk Keenan. Salam untuk Keenan ya tante." Jessika langsung pamit tanpa mendengar sahutan dari Sandra.
"Wanita aneh." Ejek Kenny dengan wajah tidak bersahabat.
Di perjalanan mau pulang ponsel Jessika berdering. Ternyata Samuel yang menghubungi.
"Iya Ayah ada apa?"
"Kenapa kau membatalkan perjodohanmu dengan Keenan? Bukankah kau menyukainya?" Teriak Samuel dari dalam ponsel.
"Ayah jahat sekali, kenapa ayah tega mendekatkan ku dengan pria yang tidak sehat seperti Keenan. Ayah ingin aku menghabiskan waktu ku sampai tua untuk mengurus Keenan yang sama sekali tidak menginginkan ku."
"Apa yang kau ucapkan, jangan berlagak naif Jessika. Kau pasti tau jelas jika kau menikah dengan Keenan. Semua harta Keenan bisa menjadi milik mu."
"Aku tidak tertarik Ayah. Jika ayah ingin, lebih baik ayah saja yang menikah." Ejek Jessika dan langsung mematikan ponselnya.
"Aku wanita yang ingin bebas. Dan pernikahan bukanlah hal yang terlalu penting bagiku. Keenan juga sudah menolakku mentah-mentah. Aku tidak ingin ada hubungan apapun dengan pria itu." Ucap Jessika bermonolog.
Di ruangan Keenan.
Sandra mengambil air hangat dan kain untuk mengompres Keenan.
Tiba-tiba jari-jari Keenan bergerak. Sandra melihat hal itu langsung bersemangat.
"Kenny,, tangan Keenan bergerak. Keenan sadar. Keenan sadar." Sandra tampak bahagia..
"Benarkah Ma?" Kenny bersemangat dan langsung bangkit dari duduk nya.
"Tolong panggil dokter nak." Pinta Sandra.
"Iya Ma." Kenny berlari keluar ruangan dan kembali dengan membawa dokter.
"Biar saya periksa dulu ya Bu." Seru dokter memeriksa keadaan Keenan.
Mata Keenan perlahan terbuka. Dan melirik ke kanan dan ke kiri. Dia hanya melihat ada Mama dan juga Kenny disitu.
"Maa,,,!!! " Rintih Keenan pelan.
"Iya nak, ini Mama, apa yang kau butuhkan nak?"
"Dimana Ruby ma?" Tanya Keenan.
Sandra langsung melirik Kenny. Sandra bingung hendak menjawab apa.
"Ruby sedang pergi nak. Istirahatlah kembali, nanti kita bahas lagi setelah kau sembuh.
__ADS_1
'Bahkan ketika pertama kali sadar kau malah mencari kekasih mu nak.' Batin Sandra.
"Kenny dimana ponselku?" Teriak Keenan
"Tidak kakak, kau dalam masa pemulihan, jangan gunakan ponsel dulu." Kenny menggerutu.
"Aku ingin menghubungi Ruby." Ucap Keenan pelan.
"Jangan memaksakan diri dulu Tuan." Ucap dokter pada Keenan.
Keenan langsung diam tidak berkutik lagi.
Padahal di dalam hatinya bergemuruh. Dia ingin segera bertemu dengan Ruby. Ingin segera memeluknya. Sekian lama dia bersama Ruby tapi dia sama sekali tidak menyadari kalau Ruby itu Clarissa. Wanita yang selalu memenuhi otak, hati dan juga mimpinya.
Di kontrakan Ruby.
Ruby sedang membersihkan halaman rumah, tanpa dia sadar seseorang sedang berdiri di belakangnya. Ruby sempat was-was namun ketika ingin berbaik hampir saja Leon terkena pukulan sapu.
"Aaarghh,,,!!! " Teriak Leon. Ruby tidak jadi memukul Leon.
"Leon,, kau. Kenapa selalu saja muncul di saat yang tidak tepat, hampir saja sapu ini mengenai kepalamu."
"Aku baik-baik saja. Aku senang kau mempunyai pengendalian diri dan respon tubuh yang cepat. Dengan begini siapapun yang mengganggu mu tidak akan berani lagi." Seru Leon cengengesan.
"Lalu untuk apa kau kesini? Kau tidak punya pekerjaan lain?" Ruby terlihat kesal.
"Aku mengkhawatirkan mu Ca. Aku tidak bisa tidur memikirkan mu semalaman." Celetuk Leon.
"Perkataan mu membuat telingaku geli. Jangan lakukan itu lagi. Kau itu pria beristri. Jangan fikirkan wanita lain selain istri mu. Aku geli melihatnya. Kau paham?" Ucap Ruby tegas dan langsung beranjak masuk kedalam Rumah.
Leon mengikuti Ruby dari belakang dan ikut masuk kedalam rumah.
Leon melihat sekeliling rumah Ruby. Tampatnya sangat tidak layak untuk di huni.
"Ca, tempat ini sungguh mengkhawatirkan, tidak layak untuk di tinggalin. Ikutlah denganku, aku aka mencarikan tempat tinggal yang lebih layak untuk mu." Ucap Leon.
"Aku cukup betah tinggal disini terlebih lagi jika kau tidak kesini mengunjungiku. Aku akan jauh lebih tenang." Jawab Ruby tegas.
"Ucapanmu selalu saja tajam Ca, membuat hatiku tersayat-sayat."
"Berhentilah mengunjungiku. Aku mohon. Aku tidak enak dengan tetangga. Mereka pasti mengira kau itu kekasih ku. Aku takut mereka beranggapan yang tidak baik."
"Aku tidak perduli Ca."
"Kau egois sekali, menjauhlah dariku, aku tidak ingin kau terkena masalah jika bersama ku."
"Maaf ca aku membuat mu tidak nyaman tapi aku juga tidak tau kenapa aku melakukan ini Ca, aku sudah mencoba tidak memikirkan mu. Tapi aku tidak bisa." Wajah Leon berubah suram.
"Sekarang pergilah, aku ingin beristirahat." Pinta Ruby pada Leon.
"Baiklah Ca, kalau begitu aku pamit pulang dulu. Jaga dirimu dan makan lah yang banyak beserta minum vitmain agar kau selalu fit dan bayi dalam kandunganmu selalu sehat.
__ADS_1
" Hhm,,,!!! " Jawab Ruby singkat.