Come Back My Love

Come Back My Love
121. Buka HatiMu


__ADS_3

Sore hari Club Gym Alex. 


Kenny datang sendiri dengan membawa paper bag berisi cemilan yang dia buat untuk Alex. Dia merasa lebih menarik menjadi seorang yang sibuk di dapur demi orang yang di cintai daripada menjadi artis yang di cintai banyak orang. 


"Hai,,, ini cemilan untuk mu, tenang saja ini cemilan sehat." Ujar Kenny pada Alex yang sedang sibuk melayani para pengunjung. 


"Kenapa membawa makanan lagi. Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak repot-repot membawakan ku makanan."


"Aku tidak repot, malah sangat senang." Ucap Kenny menggoda Alex. Dia beranjak meninggalkan Alex untuk memulai aktivitasnya. 


Alex mengerutkan dahinya sambil geleng-geleng kepala. 


'Entah bagaimana caranya agar gadis ini tidak datang kesini lagi. Hampir setiap hari datang membawa makanan dan berolahraga tidak sesuai aturan.' Batin Alex menggerutu. 


Kenny memang datang setiap hari, dia datang sendiri tanpa Rose menemaninya. Semenjak pertemuan Alex, Max dan Rose beberapa hari yang lalu, wanita itu menghilang tanpa jejak. Kenny mengatakan kalau Rose sedang ke luar negri untuk mengurus sesuatu. Alex pun tidak bertanya terlalu dalam.


Tidak berapa lama Ruby datang dan langsung menghampiri Alex. 


"Kakak,,,!!! " Teriak Ruby mengejutkan Alex. Alex sangat terkejut namun dia sangat senang. 


"Ruby,,,!!! " Alex langsung memeluk Ruby. Ruby pun membalas pelukan Alex. 


Kenny menatap dari dalam ruangan. Wajahnya tampak kusut.


'Siapa gadis cantik itu.' Batin Kenny menahan amarahnya. 


"Lepaskan aku kakak, aku hampir kehabisan nafas." Cetus Ruby dan Alex melerai pelukannya. 


"Aku sangat merindukanmu, sudah sangat lama kau tidak berkunjung kesini. Apa kau mau berolahraga? " Tanya Alex sambil memberi minuman untuk Ruby. 


"Tidak kak, aku hanya kebetulan lewat dan mampir sebentar. Aku juga sangat merindukan kebawelanmu kak. " Ejek Ruby. Alex sontak menarik hidung mungil Ruby. Mereka terlihat begitu hangat dan saling menyayangi. 


Hati Kenny semakin panas melihat kedekatan Alex dengan gadis itu. 


Mereka pun berbincang dan tampak begitu dekat dan hangat. Namu Ruby menyadari kalau seseorang terus memperhatikan dirinya dan Alex. 


"Kak daritadi aku perhatikan gadis di dalam sana memperhatikan kita terus. Siapa dia kak?" Tanya Ruby penasaran. 


"Kenny Kiel, adiknya Keenan." Ucapnya datar. Ruby membuka lebar mulutnya. 


"Gadis yang kakak selamatkan waktu itu?" Alex hanya mengangguk. 


"Dia terus memandangi kita kak. Sepertinya dia menyukai mu?" Tanya Ruby sambil senyum menggoda. Alex menaikkan bahunya. 


"Dia setiap hari datang untuk berolahraga." Ujar Alex. 

__ADS_1


"Wahh,,, sebucin itu kah? Tapi jangan bilang kakak mengabaikannya."


"Aku tidak menyukainya." Jawabnya tegas. 


"Gadis secantik itu kau tidak suka? Kak buka mata mu. Dia mimpi apa bisa menyukai pria seperti mu." Ejek Ruby lagi. 


"By,,,!!! " Ketus Alex memperingatkan. 


"Kakak, apa lagi yang kau tunggu. Dia sangat cantik dan aku dengar dia seorang artis. Kenapa kau menolaknya."


"Justru karena itu, aku tidak menyukai pekerjaannya. Dan aku memang belum bisa membuka hati ku." Alex menatap dalam wajah Ruby. 


"Kak, aku melihat dari matanya, perasaannya begitu dalam padamu. Cobalah membuka hati kak. Kalian juga tampak serasi." Bujuk Ruby. 


"Tapi aku tidak bisa." Jawab Alex frustasi. 


"Kenapa kak? Kau tidak bisa seterusnya seperti ini kak. Cobalah membuka hati mu dan jika itu membuatmu tidak nyaman kau bisa berhenti. Namun jangan abaikan perasaannya."


"Kau juga mengabaikanku."


"Berhentilah, aku tidak ingin bersama mu jika kau terus seperti ini. Belajarlah membuka hati. Dan hargai perasaannya padamu" Ruby beranjak meninggalkan Alex. 


"Ruby,,,!!! " Panggil Alex namun Alex tidak mengejarnya. 


"Dia sendiri saja mengabaikanku. Kau hanya bisa berbicara By." Ucap Keenan bermonolog sambil tersenyum. 


"Sudah selesai?" Tanya Alex. 


"Hhm,,,!!! " Jawab Kenny singkat. 


"Dia gadis yang kau katakan waktu itu? Gadis yang kau sukai." Tanya Kenny penasaran. Alex menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya. 


"Pantas saja, dia sangat cantik dan anggun, matanya juga sangat indah. Wajar saja jika kau menyukainya" Puji Kenny. 


Alex diam tak menjawab. Dia mendengar apa yang Kenny katakan namun dia masih terlihat kaku. 


"Sudah menyatakan cinta padanya?" Tanya Kenny. 


"Belum,,, "


"Tunggu apalagi, katakan cinta mu dan kejar dia. Jangan sampai kau merasakan yang aku rasakan saat ini. " Lirih Kenny dengan wajah nya yang kusut.


"Semoga kau berhasil mendapatkannya. Aku pulang dulu" Ujar Kenny tersenyum kecut. Wajah Kenny tampak murung dan bersedih. Dia beranjak keluar dari  gedung itu. 


Alex menatap punggung gadis itu, namun tidak mengejarnya, Airmata gadis itu mengalir begitu saja, hatinya begitu sakit melihat kedekatan Akex dan Ruby. 

__ADS_1


"Sakit sekali rasanya." Kenny menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Alex menyaksikannya dari kejauhan. 


Kenny meraba tas nya dan mengambil ponsel miliknya. Dia menghubungi seseorang.


"Kakak,,, kau sedang apa?"


"Aku baru tiba di apartement, ada apa? Apa kau masih di California?"


"Hhm,, aku masih disini." Jawabnya pelan sambil menarik nafas. 


"Apa yang terjadi. Suara mu terdengar seperti baru menangis. Kau baik-baik saja?" Tanya Keenan lembut. 


"Aku baik-baik saja. Temani aku makan kak, aku ingin makan sepuasnya hari ini."


"Kau tidak takut gendut? " Tanya Keenan mengeledek. 


"Tidak,,, aku juga tidak bisa bersama dengan orang yang aku sukai." Ceplosnya. 


"Siapa? " Tanya Keenan terkejut. 


"Lupakan saja kak, sekarang temani aku makan kak."


"Baiklah, shareloc saja kemana kau mau. Kakak akan menyusul kesana. 


" Baiklah,,, sampai ketemu kak." Ucap Kenny dan langsung mengakhiri panggilannya. 


Hari pun berlalu, pesta ulang Newton Kiel pun akan dilaksanakan lusa, Ruby juga sudah menyetujui keinginan Keenan untuk ikut menemaninya menghadiri pesta tersebut. 


Keenan datang ke apartement Ruby untuk menyiapkan semua perlengkapan yang akan dibawa oleh keduanya. Keenan juga sempat membelikan beberapa gaun bagus dan mahal untuk Ruby gunakan di acara pesta nanti. Dia juga membeli beberapa pasang piyama Couple untuk mereka berdua. Mereka seperti ingin pergi berbulan madu. 


"Piyamanya kenapa couple semua? Dan kau membelinya terlalu banyak." Ujar Ruby. 


"Aku sengaja membelinya agar sesampainya disana tidak perlu mencari pakaian lagi."


"Tapi ini terlalu mubajir Keenan. Dan tidak ada gunanya juga Membeli sepasang. Kita tidur di kamar yang berbeda." Ucap Ruby sambil tertawa ringan. 


"Siapa bilang, aku sudah booking kamar hotel untuk kita berdua."


Ruby melebarkan matanya karena terkejut mendengar ucapan Keenan. 


"Kau sudah tidak waras." cetus Ruby. 


"Memang,,,aku tidak waras. Sudah patuhi saja semua perintahku. Dan ingat Ruby, kau ikut denganku dan datang ke pesta itu sebagai pasanganku, jadi bersikaplah manis dan hangat layaknya pasangan. Jangan membuat siapapun curiga pada Kita."


"Iya, kau sudah mengataknnya padaku kemarin." Jawab Ruby ketus. Dia pun langsung beranjak meninggalkan Keenan. 

__ADS_1


Keenan merasa salah berbicara. Ruby terlalu sensitif dan sangat sering merajuk ketika berbicara dengan Keenan. 


__ADS_2