Come Back My Love

Come Back My Love
118. Kecewa Menolak


__ADS_3

Wajah Keenan tampak panik karena sedari tadi kakek nya tidak mengangkat panggilannya. Dia pun mulai berjalan untuk mencari kakek nya di sekitaran Mall, karena sang Kakek mengatakan bahwa dia sudah berada di Mall tersebut.


Belum jauh Keenan melangkah, tampaklah sosok pria tua namun masih terlihat begitu bugar sedang berjalan dengan memakai tongkatnya. Dia tersenyum setelah melihat cucu kesayangannya. 


Keenan akhirnya dapat bernafas lega, karena Kakek nya tampak baik-baik saja, Keenan berlari menghampiri Kakeknya. 


"Kakek kemana saja? Kenapa tidak menganggat panggilanku. Aku hampir gila karena khawatir. 


Newton mengangkat tongkatnya dan hendak memukul cucunya itu dan Keenan dengan sigap menghindar. 


" Kenapa kau terlalu berlebihan, aku masih sangat kuat untuk berjalan-jalan di Mall sekecil ini." Ucapnya kesal. 


"Namun tetap saja aku khawatir kakek, Kau tidak mengangkat panggilan ku. Bagaimanaaku tidak panik." Omel Keenan. 


"Sudah lah, tidak kah kau merindukan kakek mu? Sudah sangat lama kita tidak bertemu. Kau juga tidak ada inisiatif buat mengunjungiku. " Newton merentangkan tangannya sambil menggerutu. 


Keenan langsung memeluk Kakeknya, dia sangat merindukan sosok Kakek yang selalu memberinya semangat dalam menjalani kehidupan. 


"Aku sangat merindukanmu Kakek, hidupku terasa berat karena terlalu lama tidak bertemu."


"Kau paling bisa berbicara manis anak muda." Ejek Newton pada Keenan. Dan Keenan pun tersenyum hangat


"Mari kita makan Kek, aku tau kakek pasti lapar." Mereka berjalan menuju restoran. 


"Hhm,,, benar sekali, aku sangat lapar, aku lumayan lelah setelah menemani seseorang berbelanja." Celetuk Newton sontak membuat Keenan mengerutkan dahinya. 


"Menemani siapa kakek?" Tanya Keenan penasaran. 


"Biarkan aku duduk dulu, aku akan ceritakan padamu."


"Baiklah kakek." Jawab Keenan  memutar bola matanya. 


Mereka pun sudah duduk dan sudah memesan makanan. Keenan masih penasaran dengan siapa kakeknya berbelanja. 


"Sekarang beritahu aku dengan siapa Kakek berbelanja."


"Seorang gadis, dia sangat cantik dan juga baik, dia juga sangat sopan. Dia menolong ku dari seseorang yang sempat membuat keributan. Kau tau gadis itu dengan berani memutar kuat tangan pria itu, dia juga menendang balik pria yang hampir saja menendangnya. Ku sungguh kagum melihatnya." Ujar Newton berbinar. 


"Siapa yang berani membuat keributan dengna mu Kakek? Apa kau mengingat wajah nya. Aku akan memberinya pelajaran." Keenan menggeram. 


"Kau sama saja seperti pria itu. Terlalu gampang tersulut emosi. 


"Aku hanya tidak suka ada yang berbuat kasar pada Kakek. Lagian kenapa kakek tidak bersama pengawal. Kalau terjadi apa-apa pada kakek bagaimana."


"Selalu ada yang melindungiku, kau tenang saja."


Keenan salah fokus saat melihat mainan kunci aneh yang sedang di genggam kakek nya.


"Apa ini kakek?"


"Oh ini dari gadis itu. Dia memberikannya padaku sebagai tanda dia senang bertemu dengan ku."


"Mainan yang aneh." Ejek Keenan. 


"Kau tidak mengerti arti ketulusan." Newton masih menatap senang benda itu. 

__ADS_1


"Zaman sekarang jangan terlalu mempercayai orang yang baru kita kenal Kakek."


"Hhm,,, aku tau, tapi gadis ini benar-benar berbeda. Dan andai saja cucu ku orang yang baik aku pasti akan menjodohkannya dengan gadis itu." Sindir Newton. 


"Maksud kakek aku? Kakek mau menjodohkan aku dengan gadis tukang pukul?" Ucap Keenan sambil tertawa menyela. Yang benar saja kakek. 


"Terkadang kau memang cocok dengan gadis seperti dia agar jika kau macam-macam, dia tidak akan segan untuk memberimu pelajaran."


"Kakek tega sekali." 


"Lalu kapan kau akan menikah?" Tanya Newton menembak Keenan. Keenan diam sejenak. 


"Aku belum memikirkannya kakek." Ucap Keenan sambil menghelakan nafas. 


"Segera cari pendamping jika kau tidak ingin di jodohkan oleh Papa mu. Di acara ulang tahun ku nanti bersiap-siaplah kau akan di kenalkan dengan calon jodoh yang di pilih oleh Anderson."


"Aku tidak akan menikah dengan wanita pilihannya kakek." Keenan menjawabnya dengan wajah cemberut. 


"Kau bisa melawan keinginan Papa mu?"


"Aku bahkan berani keluar dari rumah. Aku lelah di atur olehnya." Jawab nya ketus. 


Newton tersenyum menatap cucunya. 


"Bawalah gadis pilihan mu ke acara ulang tahun ku nanti. Aku yakin Papa mu tidak akan berkutik lagi. Yakin pada kakek mu ini." Ujar Newton memberi Keenan jalan. 


Keenan hanya diam, hatinya memburuk ketika mendengar tentang perjodohan. 


"Sudah jangan fikirkan. Aku selalu mendukung apapun keputusan mu nak. Kakek selalu berada di pihak mu." Newton memegang bahu Keenan. 


"Lalu jelaskan padaku kenapa kau pergi dari K-Group dan diam-diam membangun perusahaan sendiri."


"Aku hanya berjaga-jaga ketika keluarga Kiel menendangku, aku masih ada kekuatan lain untuk tetap hidup." Ucap Keenan asal. 


"Kenapa fikiranmu sependek itu bodoh." Newton mengangkat tangannya hendak memukul Keenan.


Keenan menghindar dan tertawa. 


"Bukti sekarang aku benar-benar keluar dar K-Group kakek."


"Kau sama-sama keras kepala seperti Papa mu. Tapi jujut saja kakek bangga padamu nak. Kau memang selalu menjadi cucu kebaggaanku. Kakek sebenarnya sudah lama mengetahui hal ini, namun kakek tetap diam dan tetap ingin memantau mu dari kejauhan, kakeksangat yakin kau pasti bisa menjadi orang yang sukses di masa depan. Dan semua terbukti."


"Kakek bisa saja membuat ku melayang. Semua juga berkat dukungan Kakek yang tidak pernah henti-henti membimbingku. Terima kasih Kakek." Ucap Keenan tulus. 


"Aku menunggu mu membawa cucu menantu untuk ku." 


"Jangan mendesakku Kek, Kakek tau aku tudak suka di desak."


"Iya Kakek mengerti, namun fikirkanlah. Akumasih berharap bisa menggendong cicit dari mu. " Celotehan Newton membuat Keenan tertawa. 


Mereka pun selesai makan, Newton hendak pulang, Keenan tadinya menawarkan diri untuk mengantar Kakek nya ke Apartemen milik kakeknya. Namun Newton menolak karena dia membawa supir pribadi. Keenan hanya mengantarnya sampai parkiran. 


"Fikirkan apa yang kakek ucapkan." Newton memberi peringatan. 


"Iya aku akan memikirkannya Kek."

__ADS_1


"Jaga kesehatanmu nak, sampai ketemu di acara ku."


"Kakek juga jaga kesehatan. Hati-hati Kek, beri kabar jika Kakek sudah tiba."


"Hhm,,, kakek pergi dulu." Newton masuk ke mobil dan melambaikan tangannya pada Keenan. Keenan pun begitu. 


Mobil Tuan Newton pun sudah hampir tak terlihat. Keenan tiba-tiba mengingat sesuatu. Dia langsung merogoh saku nya untuk mengambil ponselnya dan langsung menghubungi seseorang. 


"Kau dimana? Sudah selesai?" Tanya Keenan lembut. 


"Sudah, aku sekarang sedang di parkiran Mall di dekat kantor, aku sedang menunggi taksi. Apa ada yang harus aku lakukan lagi" Tanyanya denga suara yang terdengar letih. 


Keenan melihat disekitaran Parkiran dan dia langsung melihat gadis yang dia cari. Wajah Keenan langsung berseri. Dia tersenyum manis. 


"Kau kedengarannya begitu lelah?" Ucap Keenan sambil berjalan menuju gadis itu. 


"Ohh tidak, aku tidak lelah sedikitpun." Bohongnya. Keenan tersenyum dan terus berjalan menghampiri gadis itu.


"Aku jemput ya."


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri dengan taksi." Jawab gadis itu menegang. 


"Ya sudah kalau begitu. Aku matikan dulu."


"Ohh iya, baiklah." Gadis terdengar kecewa. Keenan sudah mengakhiri panggilannya. Dia sudah berdiri tepat di belakang gadis itu. 


"Aaahh,,,hanya seperti itu usahanya menawarkan diri." Ruby kesal sambil melompat-lompat kecil. Keenan semakin tidak bisa menahan tawa nya. 


Tiba-tiba Ruby berbalik dan betapa terkejutnya dia sudah melihat Keenan berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada. Ruby langsung mati kutu. 


"Tampaknya kau kecewa Nona karena sudah menolak tawaranku?" Ejek Keenan. Wajah Ruby langsung memerah. Dia sangat malu.


Keenan tersenyum jahil sambil berjalan mendekatinya Ruby. Keenan mengambil semua barang bawaan Ruby. 


"Ayo pulang aku akan mengantar mu." Keenan langsung berjalan sambil menenteng semua belanjaan Ruby. Cukup lama gadis itu terpaku dan pada akhirnya mengikuti Keenan dari belakang


Di perjalanan menuju Apartemen Ruby. 


"Kau sudah makan?" Tanya Keenan. Dan Ruby menjawab dengan anggukan. 


"Bagaimana hari ini? Kau tampaknya begitu lelah."


"Tidak,,, aku tidak lelah." Ruby sedikit canggung melihat perubahan Keenan hari ini. Keenan semakin banyak bicara.


***


Sesampainya di Apartemen. 


Keenan meletakkan semua barang-barang bawaannya dan Ruby pun denganbtelaten menyusunnya. Ruby sibuk dengan aktivitasnya sampai lupa ada Keenan di ruangan itu. Namun dia tidak mendengar suara pria itu. Ruby melihat di sekitar ruang tamu, smdapur dan kamar mandi, namun Ruby tidak melihatnya. 


Ruby sedikit bernafas lega. Mungkin Keenan sudah pulang fikirnya.


"Ahh,,, akhirnya aku bisa istirahan lagi." Ruby berjalan menuju kamar, dan membuka bleazernya. Dan matanya membesar seketika saat melihat Keenan sudah tertidur di kasurnya. 


"Ternyata kau disini. Astagaa,,,, " Ruby memasang wajah gusar. Dia tidak menyangka Keenan sudah tidur di tempat tidurnya. Pria ini merasa sudah seperti apartemen nya sendiri. Ruby cukup kesal, namun saat melihat wajah damai Keenan tidur dia luluh kembali.

__ADS_1


"Mungkin dia masih lelah." Ujar Ruby. 


__ADS_2