
"Siapa kau?" Tanya Ruby dengan nada kebencian.
Wanita itu tidak menjawab, dia hanya tersenyum.
"Kau ingin berbuat apa pada wanita sialan ini?" Tanya pria bertopeng itu pada wanita bertopeng.
"Aku hanya ingin menyingkirkan wanita ini tanpa jejak, karena semenjak kedatangannya semua apa yang seharusnya menjadi milikku pergi begitu saja. Yang tadinya selalu memberi perhatian lebih kini tiada lagi." Ucap wanita itu dengan geram.
" Apa yang kau maksud itu Keenan Nona?" Tanya Ruby sambil tertawa menyela.
Wanita itu langsung menatap tajam wajah Ruby.
"Kau sungguh kasihan Nona, karena kekecewaan mu pada Keenan kau menjadi sanggup berbuat kejahatan. Dan kau, apa tujuan mu menculikku?" Tanya Ruby pada pria bertopeng itu.
"Karena aku sangat membenci mu hingga ke tulang-tulang. Sejak dulu hingga sampai saat ini. Karena kau kehidupanku menjadi kacau."
Jawab Pria itu dengan sinis.
"Aku tidak pernah merasa mengusik siapapun. Kenapa kalian begitu membenciku? Aku tidak pernah merebut siapapun kenapa kalian begitu mengkhawatirkan itu?" Sahut Ruby.
"Kau berlaku sok polos Ruby. Aku sangat membencimu." Timpat wanita bertopeng itu.
Tiba-tiba ponsel Pria bertopeng berbunyi dan dia langsung menjawab panggilan itu.
"Ada apa?" Tanyanya ketus.
"Rombongan mafia yang di pimpin Max mengarah ke lokasi, dan tidak hanya itu, Keenan dan para gangster lainnya juga mengarah kesana." Ucap pria di dalam telepon.
"Brengsek, kenapa mereka bisa mengetahui lokasi ini. Kau juga kenapa hanya melapor, kirim semua pasukanmu untuk melawan mereka semua. Bukankah kau juga memiliki dendam tersendiri pada keluarga Kiel terutama Keenan?" Ucap Pria bertopeng itu.
Ruby menaikkan sebelah alisnya mendengar pria itu menyebut nama Keenan.
Begitupun dengan wanita bertopeng. Dia jelas tidak ingin siapapun mencelakai Keenan.
"Kau berani bayar berapa padaku jika kau ingin menyewa pasukanku untuk melancarkan misi mu" Ujar pria itu sambil menyeringai.
"Berapapun akan aku bayar, segera kirim mereka ke lokasi yang akan aku kirim pada mu. Aku akan segera pindah dan membawa wanita ini pergi dari tempat ini." Perintahnya.
"Baiklah." Pria itu langsung mengakhiri panggilannya.
Pria bertopeng itu terlihat kesal kenapa semua nya terlalu cepat bergerak. Dia harus segera meninggalkan tempat ini.
"Cepat segera kosongkan tempat ini. Kita akan segera pergi dari sini. Mereka akan datang. Cepat bawa wanita ini." Perintah pria itu.
"Baik bos." Jawab penjahat itu dengan sigap.
"Cepat pergi dari tempat ini. Sebelum mereka melihatmu." Ucapnya pada wanita bertopeng itu.
"Apa itu Keenan? Dan kau beserta pengawalmu tidak akan menyakiti Keenan kan?"
__ADS_1
"Berhenti bicara omong kosong. Bukan saat nya kau memikirkan cinta. Cepat pergi jika kau tidak ingin Keenan melihatmu."
"Kalian pergi kemana pun mereka akan mengejar kalian. Dan kalian akan mendapat balasan yang setimpal." Ujar Ruby.
"Diam kau, kau fikir aku gentar? Aku bisa dengan mudah melumpuhkan mereka semua." Sahut pria bertopeng itu.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan ayahku. Kau akan mati di tangannya." Ancam Ruby.
"Ayah angkat mu lah yang akan mati di tanganku seperti aku melumpuhkan ayahmu dulu."
Sontak Ruby menoleh, jantungnya seakan berhenti berdetak. Akhirnya Ruby tau siapa yang membunuh ayahnya.
"Ternyata kau yang membunuh ayah ku?" Teriak Ruby geram.
"Lalu siapa lagi. Ayahmu yang sok polos itu sungguh mengganggu ku. Merebut cinta ku dan juga semua perhatian orang-orang di sekitarku. Dia layak menjemput kematian dengan cara seperti itu." Pria itu tertawa menyela.
"Aku bersumpah akan membalas semua nya. Dan aku pastikan melalui tangan ini yang akan menghabisi mu." Ruby semakin bergemuruh.
"Hentikan omong kosong mu dan hidup mu juga tidak akan lama lagi. Kau akan segera menyusil Ayahmu. Tapi aku ingin bersenang-senang terlebih dahulu." Ujar nya sambil menyeringai.
"Bawa dia,,,,!!! " Perintah pria itu.
Wanita bertopeng itu juga segera pergi dari tempat itu. Dia tidak ingin Keenan melihatnya.
"Kau fikir aku tidak mengenalmu?" Bisik Ruby pada wanita bertopeng itu.
Sebenarnya Ruby belum yakin siapa wanita itu. Namun Ruby sengaja memprovokasinya agar dia merasa takut.
***
Dinperjalanan Keenan menaiki mobio bersama Max dan juga Alex, mereka pergi bersama-sama untuk menyelamatkan Ruby. Mereka juga membawa beberapa rombongan mafia.
"Kau yakin ini jalannya Jonas?" Tanya Keenan pada Jonas yang sedang mengendarai mobil.
"Benar Bos aku sangat yakin, dan Tuan Alex juga sudah menyelidiki tempat itu."
"Kau harus percaya, aku mencari bukan sembarang mencari." Sahut Alex.
"Kalau sampai putri ku kenapa-kenapa nyawa mu menjadi taruhannya." Ucap Max pada Keenan.
Keenan tidak bisa menjawab. Karena dia juga menyadari kesalahannya.
Saat mengendarai mobil Jonas melihat mobil Inez yang berpapasan dengan mobil mereka.
"Inez,,,! " Ucap Jonas.
Keenan yang duduk di sebalahnya menoleh melihat Jonas. Dia sampai melukapan pernikahan Jonas dengan Inez.
"Jonas maaf aku melupakan pernikahanmu. Aku ucapkan selamat untuk mu, semoga kau dan Inez berbahagia. Terima kasih sudah menyelamatkan hidup ku dan menyelamatkan Inez dari rasa malunya. Nanti aku akan kirim kado untuk mu." Sebenarnya Keenan cukup canggung membicarakan pernikahan Inez dan Jonas, karena dirinyalah Jonas menjadi korban, namun begitu Keenan cukup bahagia karena Inez menikah dengan Jonas, pria yang Keenan anggap layak dan sangat pantas untuk Inez. Dia menjadi lega.
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot bos. Aku menikah masih secara agama. Tidak perlu perayaan apapun " Jawab Leon.
"Baiklah, terserah kau saja." Sahut Keenan sambil tersenyum.
"Bos sepertinya tadi mobil Inez sempat berpapasan dengan kit" Ucap Leon penasaran.
"Benarkah? Apa kau tidak salah or
"Tidak bos aku sangat yakin itu Inez. Sedang apa di jalan ini" Jonas semakin penasaran.
"Dia istri mu kenapa bertanya padaku." Sahut Keenan.
Jonas tersipu malu, wajahnya tampak memerah.
Max dan Alex tidak merespon sekali. Wajah mereka terlihat ketat san sudah tidak sabar menghajar orang yang sudah menculik Ruby.
Sesampainya di tempat itu.
Keenan, Alex dan Max segera turun dan berlari masuk kedalam rumah itu.
Mereka tidak menemui apapun. Namun Keenan yakin mereka baru saja pergi dari tempat ini.
"Sepertinya mereka baru saja pergi." Ucap Alex.
"Sialan,,,!!! " Pekik Keenan kesal.
"Semua karena mu, gerak mu sangat lambat." Timpal Max pada Keenan. Dia sangat kesal pada Keenan. Menurut Max Keenan tidak terlihat panik sama sekali. Dia meragukan cinta dan keseriusan Keenan pada Ruby.
Keenan menatap lamat wajah Max yang tampak tidak menyukainnya. Namun Keenan tidak protes. Wajar setiap ayah bersikap dingin pada calon menantunya ketika pertama kali bertemu.
Keenan meraba ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Lacak lagi kemana mereka pergi." Perintak Keenan.
"Baik Tuan. Aku akan segera memberi info terbaru padamu." Jawab pria itu.
"Baiklah, terima kasih." Keenan mengakhiri panggilannya
Hati Keenan terus menerus merasa gelisah, dia mengkhawatir Ruby. Dia takut penculik itu menyakiti Ruby. Namun begitu Keenan tidak memperlihatkan wajah gundahnya kepada siapapun. Sikapnya terlihat santai dan tidak terbebani.
'Kau dimana By. Aku sangat merindukanmu.' Batin Keenan.
Tiba-tiba ponselnya berdering dan ada pesan masuk dari team inteligent yang sengaja Keenan sewa untuk mencari Ruby. Keenan lamgsung sumringah.
"Aku menemukan tempatnya." Teriak Keenan.
"Jonas ini rutenya. Ayo kita harus berangkat secepatnya.
Keenan dan ketiga pria itu langsung menaiki mobil. Dan di ikuti 3 mobil dibelakang mereka yang sengaja mengawal perjalanan mereka.
__ADS_1