Come Back My Love

Come Back My Love
27. Ikut Termakan Omongan


__ADS_3

"Maafkan aku ayah, aku hanya membuat mu dalam kesulitan saja. Aku akan menjelaskan nya pada keluarga itu. Aku tidak akan membiarkan Ayah dalam masalah karena ku." Clarissa masih terus menangis.


"Tidak nak, sekali lagi ayah tekankan ini bukan salah mu. Mereka hanya salah paham. Tenang lah." Ujar Teddy sambil terus memeluk Clarissa. Clara yang melihat itu semakin kesal dan langsung meninggalkan anak dan ayah itu. Lucy masih berdiri di luar pintu. Dia merasa iba melihat sahabat nya begitu menderita. Belum lagi menghadapi Ibu tiri yang selalu bersikap buruk padanya. Untung saja Clarissa anak yang sabar. Jika Lucy jadi Clarissa mungkin saja dia sudah menerkam wajah sang ibu tiri nya itu. Lucy pun segera undur diri tanpa berbicara pada Clarissa yang masih terisak. Dia hanya sedikit menunduk memberi salam pada ayah Clarissa dan izin untuk pulang. Teddy hanya menjawab dengan anggukan dan sedikit senyuman hangat.


**


Di rumah mewah kediaman Keluarga Kiel.


"Kenapa kau begitu yakin Teddy adalah mata-mata di Mansion? Dia sudah lama bekerja padaku dan aku tidak pernah melihat sesuatu yang mencurigakan. Dia bekerja dengan baik dan disiplin." Ujar Newton Kiel.


" Ayah setiap orang bisa saja berubah kapan pun. Apalagi di saat dia membutuhkan uang dan mungkin ada sesuatu hal atau rencana yang buruk yang ingin dia perbuat untuk keluarga kita. Karena dia berteman dengan salah satu Mafia kejam di Desa itu. Aku yakin dia punya niat jahat." Anderson menjelaskan dengan panjang lebar.


"Terserah mu saja. Tapi aku tidak mau karena kau terlalu khawatir pada Keenan membuat mu buta dan tidak bisa membedakan mana orang yang baik dan tidak. Kau boleh khawatir tapi jangan cepat mengambil keputusan dan sampai bisa merugikan orang lain. Itu bukan lah sifat keluarga Kiel. Jadi jangan gegabah dalam bertindak. Selidiki lebih lanjut." Ucap nya ketus.


"Baik ayah, percayakan semua padaku." Jawab Anderson tegas.


"Kita masih punya proyek yang harus di selesaikan. Kau fokuslah. Karena pabrik yang ada di New York akan segera beroperasi. Jadi kau harus betul-betul menjaga agar pabrik itu dapat beroperasi dengan lancar seperti pabrik-pabrik kita yang lain." Ucap Newton dengan suara nya yang berat


" Iya ayah, aku mengerti. Aku akan kembali ke ruang kerja untuk mengecek ulang semua berkas-berkasnya." Ucap Anderson undur diri sambil sedikit membungkuk.


Newton menghelakan nafas nya dengan kasar. Dia semakin tidak mengerti dengan semua yang terjadi belakangan ini.


Keesokan harinya di sekolah.

__ADS_1


Clarissa sudah duduk di bangkunya seperti biasa dengan menundukkan kepala nya sambil membaca buku pelajaran nya. Keenan datang tapi hanya sedikit melirik Clarissa. Hati nya sedang tidak baik hari ini. Jesika yang juga baru datang melihat interaksi Keenan dengan Clarissa yang masih terlihat dingin. Rencana nya berjalan dengan mulus.


Pelajaran pun di mulai, semua murid belajar dengan fokus. Berhubung di kelas itu merupakan murid-murid pilihan. Saat jam istirahat Clarissa menuju Toilet belakang untuk menenangkan pikiran. Saat sedang berjalan tiba-tiba ada tangan yang menarik tangan Clarissa dengan kuat. Dia di tarik ke lorong yang sempit dan gelap. Clarissa sempat berteriak tetapi mulutnya ditutup oleh tangan kekar itu.


Dilorong yang gelap Clarissa tidak bisa melihat jelas wajah yang ada di hadapannya itu tapi dia kenal jelas wangi parfum pria ini. Parfum yang selalu menenangkan hati nya.


"Jangan berteriak. Nanti semua orang mendengar suara mu." Keenan membuka mulut Clarissa. Gadis itu terus menatap lamat wajah tampan Keenan yang begitu menyakitkan untuk Clarissa.


"Apa lagi mau mu sekarang?" Ucap Clarissa dengan suara ketus. Keenan langsung melihat wajah Clarissa yang penuh dengan kebencian walau tidak begitu jelas terlihat. Posisi mereka berdua sangat dekat karena lorong lumayan sempit, hanya terdengar deru nafas mereka masing-masing. Tangan Clarissa masih di pegang erat oleh Keenan.


"Kau tidak bisa pergi begitu saja sebelum menjelaskan semua." Geram Keenan.


"Menjelaskan apa? Tidak ada yang perlu di jelaskan kepada orang seperti mu." Menjauhlah. Biarkan aku pergi." Clarissa mencoba melepaskan diri tapi Keenan masih menahannya hingga tidak bisa bergerak.


"Ternyata kau ikut termakan omongan orang. Kalian menuduh ayah ku tanpa bukti. Memberhentikan nya secara tidak hormat, tidak punya hati Nurani."


"Hentikan omong kosong mu. Sekarang jelaskan apa maksud dan tujuan kalian melakukan ini? Apa salahku pada mu?" Suara Keenan melembutkan. Sejenak Clarissa tertegun.


"Kau tidak bersalah. Aku yang bersalah dengan tidak tau diri mau berteman dengan mu." Ucap nya lemah dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Tapi tidak dengan ayahku. Dia tidak bersalah. Dia tidak melakukan apapun apalagi sampai menjadi mata-mata untuk berbuat jahat pada keluarga kalian."


"Tapi dia berteman dengan mafia kejam yang jelas-jelas sudah meresahkan keluargaku."

__ADS_1


"Paman Max tidak kejam. Dia sahabat ayah ku sejak lama. Walau begitu dia tidak pernah mengganggu siapa pun."


"Tapi dia bekerja sama dengan penjahat yang ingin mengusik keluarga ku." Timpal Keenan dengan suara kesal nya.


"Itu urusan kalian. Tidak ada hubungan nya dengan ayah ku. Kalian menuduhnya tanpa bukti. Itu sama saja kalian mencemarkan nama baiknya.


" Lalu apa niat mu dekat dengan ku? Sejenak Clarissa terdiam mendengar pertanyaan Keenan. Dia menatap lamat wajah Keenan dan tanpa sadar air mata nya mengalir.


"Aku membenci mu. Aku ingin kau hancur."


Kata-kata Clarissa sontak membuat Keenan terkejut. Bagai petir di siang bolong menyambar hatinya.


"Kenapa kau lakukan itu Cla? " Teriak Keenan mengeratkan pegangannya. Dia sangat bersedih dan hatinya sangat sakit.


"Kenapa kau bertanya. Bukankah kau sudah melakukan hal yang tepat. Mendekatiku hanya karena kasihan. Menganggapku rendah dan tidak layak mendapatkan tempat di sisi mu. Apa itu tidak cukup membalas ku Keenan?" Air mata Clarissa terus mengalir.


"Jadi menjauhlah. Kalian sudah memecat ayahku dan kau juga sudah membalas ku. Jadi sudah cukup sampai disini." Clarissa mencoba melepaskan diri tapi Keenan masih menahannya. Keenan mendekatkan kening nya ke kening Clarissa. Clarissa mulai panik. Jantungnya berdetak dengan kencang. Keenan menutup mata nya dan mencoba menahan sesuatu yang ingin keluar. Ingin rasanya dia menerkam gadis yang ada di hadapannya ini. Untuk melampiaskan amarah nya. Tapi dia tidak sanggup.


"Aku tidak pernah menganggap mu rendah. Omonganku kemarin hanya sandiwara." Ucap Keenan lembut dan mata nya masih terpejam. Terlihat ada bulir bening di ujung mata Keenan. Yah Keenan menangis. Clarissa tertegun tetapi hati nya tidak akan lagi luluh.


"Kau pikir aku anak kecil yang mempercayai omongan mu begitu saja? Bermimpilah. Semua sudah jelas. Aku hanya gadis miskin yang seharusnya tidak mendekati mu. Aku harus nya tau diri. Lepaskan aku. " Mencoba meronta agar terlepas dari Keenan.


"Jangan pergi. Biarkan seperti ini sebentar saja." Ucap Keenan dengan suara yang lemah. Nafas harum Keenan tercium karena begitu dekat dengan Clarissa. Melihat Keenan semakin meregangkan pegangan nya. Clarissa berkesempatan untuk lari dari nya dengan menolak kuat tubuh Keenan. Punggung Keenan pun terbentur ke dinding. Clarissa langsung berlari meninggalkan Keenan. Keenan tidak mengejarnya. Dia hanya diam menahan tangis nya dan langsung terduduk di lantai dengan menundukkan kepalanya. Dia menangis tersedu. Ini sangat menyakitkan untuk Keenan. Dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Ini adalah pertama kali nya. Dia sudah jatuh hati pada Clarissa. Yang nyatanya adalah wanita yang berniat jahat pada nya. Tapi dia juga merasa bersalah atas ucapan yang dia katakan kemari malam. Ucapan yang membuat Clarissa menjauh dari nya. Keenan merasa semakin frustasi.

__ADS_1


__ADS_2