
"Kau ingat? Dia yang menemanimu selama kau sakit di Rumah Sakit dan Mama tidak melihat Alergi mu kambuh saat dekat dengan nya. Jadi jangan mengelak lagi. Lagian tidak salah jika kalian memulai hubungan baru" Wajah sarah seketika bersinar dan air mata nya pun dia seka dengan cepat.
"Tapi aku hanya menganggapnya teman ma, tidak lebih." Jawab Keenan kembali memainkan ponsel nya.
"Setiap hubungan di awali dari hubungan pertemanan sayang. Tidak salah jika kalian mencoba nya." Sandra tersenyum manis.
Keenan mengusap wajah nya dengan kasar. Sandra mendekatkan mulut nya ke telinga Keenan dan berbisik.
"Dia gadis yang pintar, dia juga salah satu pewaris perusahaan Lowe. Punya perusahaan yang dia handle sendiri. Jika kalian bersatu itu akan menunjang kemajuan dan keuntungan untuk perusahaan kalian masing-masing. Bagaimana??? " Ujar Sandra dengan nada suara pelan untuk mempengaruhi Keenan.
"Tanpa hubungan spesial pun kami adalah rekan kerja yang saling menguntungkan ma. Punya kontrak kerja sama yang saat ini berjalan dengan lancar. Aku berhubungan baik dengan nya ma. Tapi tidak untuk hubungan yang spesial."
"Pokok nya mama tidak mau tau, cepat perjelas hubungan kalian. Biar mama segera menyiapkan lamaran untuk nya." Sandra bangkit dari duduk nya dan langsung beranjak meninggakan Keenan yang terpaku tanpa kata.
'Sial,,,Bahkan wanita secantik Sella berdiri tanpa sehelai benang pun aku sama sekali tidak bergairah.' Bantin nya sambil mengusap wajah nya dengan kasar. Keenan langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang. Beberapa kali dihubungi tapi orang tersebut tidak mengangkat panggilan Keenan dan untuk yang ke berapa kali akhirnya panggilan tersebut di angkat oleh sang empu.
"Kau sudah bosan bekerja dengan ku Josh, hingga lama mengangkat panggilan ku?" Ancam Keenan.
"Hei Dude, aku sedang melakukan operasi dan kau malah menghubungi ku dengan nada suara yang tidak enak di dengar. Ada apa?" Jawab Josh kesal.
"Hari ini aku akan ke California, jadwal pemeriksaan ku saat disana. Bukankah kau sedang di California? "
"Mengapa mendadak sekali? Aku akan mengusahakan nya untuk mu. Tunggu kabar selanjutnya dari ku dan jangan ganggu aku dulu, setelah ini masih ada operasi yang harus aku lakukan. "
"Hhm,,, " Jawab Keenan singkat.
Josh merupakan dokter pribadi keluarga Kiel terutama Keenan. Josh juga sahabat Keenan sejak SMA, walau Keenan tidak mengingatnya, tapi Josh menawarkan diri dengan tulus untuk menjadi dokter pribadi nya mengingat kondisi Keenan sebelumnya begitu memprihatinkan. Keluarga Kiel juga tidak main-main memberikan gaji untuk Josh apalagi Josh merupakan teman lama Keenan. Dia juga menyimpan banyak rahasia perihal kesehatan Keenan.
Keenan sudah berada di Jet Pribadi milik keluarga Kiel. Dia melihat chat dari sang ayah dan membaca nya.
"Sialah kenapa tidak mengangkat panggilanku,,, bisa-bisa nya kau mengajukan cuti untuk berlibur di saat tender lagi banyak-banyak nya." Isi pesan Anderson untuk nya. Bibir Keenan sedikit naik menampilkan senyum menyeringai.
__ADS_1
'Selalu saja memikirkan keuntungan diri sendiri tanpa bertanya lelah apa tidak. ' batin Keenan kesal sambil memantikan ponselnya.
***
Dikediaman keluarga Kiel. Di sebuah ruang keluarga.
"Kenapa dia tidak mengatakan padaku jika dia ingin pergi berlibur. Apa dia tidak menganggapku sebagai Ayahnya? " Ucap Anderson kesal.
"Sudah lah, dia hanya cuti beberapa hari untuk berlibur, dia terlalu fokus bekerja sehingga tidak punya waktu untuk menyenangkan diri. Kenapa kau harus protes. Keenan sudah bekerja keras selama ini sesuai kemauan mu." Jawab Sandra tak kalah kesal pada sang suami.
"Sayang, please,,, kau terlalu memanjakannya. Dia penerus utama perusahaan K-Group, wajar kalau dia harus bekerja lebih keras lagi. Karena semua untuk masa depannya." Anderson tidak bisa jika sang istri harus marah padanya. Sandra adalah kelemahannya.
"Masa depan apa maksud mu? Bilang saja demi keuntungan mu sendiri. Kau memang egois, tidak pernah memikirkan perasaan Keenan. Kau selalu saja memaksa kehendak mu, bahkan kau tidak pernah menyadari semenderita apa Putra mu. Aku pikir setelah kejadian 8 tahun lalu akan menampar diri mu sendiri tetapi ternyata tidak, kau malah memanfaatkan keadaan Keenan yang tidak mengingat apapun. "
Sandra semakin kesal, lagi-lagi mengingatkan Anderson akan keegoisannya yang mengakibatkan Keenan lupa ingatan.
"Ada apa ini, suara kalian sungguh mengganggu istirahat ku." Terdengar suara bariton dari arah lantai 2 yang hendak turun ke ruang keluarga. Siapa lagi kalau bukan Tuan besar Newton.
"Maafkan aku ayah, karena ku istirahat ayah jadi terganggu. " Ucap Sandra lembut pada ayah mertua nya yang sedang berjalan menuruni tangga menggunakan tongkat.
"Keenan pergi meninggalkan perusahaan begitu saja tanpa memberitahu ku." Jawab Anderson ketus.
"Tidak ayah, Keenan sedang cuti dan hendak berlibur beberapa hari." Sandra tak. Kalah ketus.
Tuan Newton menghelakan nafas denga kasar.
"Keenan sudah memeberitahu ku jika dia ingin cuti dan ingin berlibur beberapa hari." Ujar Tuan Newton.
Anderson membesarkan mata nya. Terkejut mengapa hanya dia yang tidak diberitahu.
"Kenapa Keenan tidak memberitahu ku, dan kalian semua tau? Apa dia benar-benar tidak mengangga ku." Anderson semakin frustasi sambil menyesap teh buatan istri nya.
"Seharusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri mengapa putra mu mengabaikan mu. Walau dia tidak mengingat kejadian 8 tahun lalu, tapi hati nya tetap tidak bisa menerima mu dengan baik." Ucapan Sandra seperti ejekan yang ia lontarkan pada Anderson.
__ADS_1
"Sandraa,,,, " Tuan Newton seperti ingin mengakhiri perdebatan kedua pasangan suami istri iti karena dia sendiri tidak ingin membahas kejadian 8 tahun yang lau.
"Maafkan aku ayah, aku tidak bermaksud, tapi andai saja dia bukan suami ku atau Putra mu ingin sekali rasa nya aku melempar nya sejauh mungkin. Karenanya Putra ku melupakan kebahagiaan diri nya sendiri. Karena sibuk kerja dia jadi tidak mengingat untuk mencari pasangan hidup. Aku sangat kesal padanya Ayah." Sandra merengek pada sang mertua yang hanya di tatap pasrah oleh suami nya.
"Sayang, kenapa kau mengatakan itu, aku tidak sejahat itu." Wajah Anderson melembut setelah melihat istri nya marah.
"Lebih baik kau tidur di luar, jangan masuk ke kamar, aku sedang tidak ingin melihat mu." Sandra beranjak meninggalkan Anderson dan juga Tuan Newton.
Anderson menatap pasrah pada sang ayah dan jawaban Tuan Newton hanya mengangkat kedua bahu nya. Karena dia juga tidak bisa membujuk jika menantu nya marah.
***
Royal Apartement, California.
Keenan menghempaskan tubuhnya di kasur King Size yang begitu empuk di Apartement pribadinya di Cakifornia. Tempat nya begitu nyaman dan bersih sesuai keinginan Keenan. Karena dia tidak ingin ada sedikit pun noda di area tempat tinggal nya.
"Saya akan memesan makan malam untuk mu bos. Saya permisi." Jonas beranjak tanpa mendapat jawaban sedikit pun dari bos nya. Keenan memejamkan mata nya, seperti tealu lelah tapi tidak tertidur.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Tadinya Keenan mengabaikan benda pipih itu tapi benda itu tidak behenti berdering dan dengan berat hati Keenan mengangkatnya. Dia melihat siapa yang sibuk menghubungi nya. Ternyata "Sella".
Keenan pun menjawab panggilan itu.
"Hallo,,, " Ucap Keenan yang tampak malas, tapi terdengar begitu seksi ditelinga Sella.
"Heii,,, apa kau sedang menggodaku? Ada apa dengan suara mu? Ucap gadis di dalam telepon. Membuat kening Keenan berkerut.
" Ada apa?" Tanya nya singkat.
"Hei Tuan Muda apakah kau lupa kalau hari ini kau ada janji untuk bertemu dengan ku? Kenapa tiba-tiba kau membatalkan nya secara sepihak. Untung saja kau bukan kekasih ku. Jika tidak aku sudah memutuskan mu tanpa pikir panjang." Gadis itu memang terlalu blak-blakan.
"Hm,,,Maaf aku ada urusan mendadak, tidak sempat mengabari mu. Aku akan reschedule pertemuan kita." Keenan semakin malas mendengar ocehan gadis ini, memang seperti itu interaksi di antara mereka, Sella sama sekali tidak canggung pada Keenan dan tidak pernah protes denga sikap dingin Keenan.
"Jangan berbohong, kau bukan ada urusan, tapi kau pergi untuk berlibur kan. Ibumu sudah mengatakannya pada ku. Apakah kau pergi dengan pacar mu? Ayolah mengaku saja, aku tidak akan memberitahu ibu mu" Goda Sella sedikit berbisik.
"Sel, aku lelah, aku akan menghubungi mu nanti, byee... " Tanpa mendengar jawaban Sella Keenan langsung mengakhiri panggilannya.
"Berisik sekali." Keenan melempar ponselnya dan menutupi kepalanya dengan bantal. Keenan pun tertidur pulas hingga langit menggelap.
__ADS_1