Come Back My Love

Come Back My Love
06. Ingat Jika Kau Sudah Menikah


__ADS_3

Teddy terduduk dihadapan istrinya sambil berlinang air mata.


"Clarissa pelengkap hidup kita, penyemangat hidup, dan pelipur laraku, kau tau itu. Aku sudah menganggapnya sebagai putriku sendiri. Walau kau sulit menerimanya. Saat melihat senyumnya pertama kali membuat hatiku sangat bahagia. Saat menatap mata nya aku yakin dia malaikat yang dikirim Tuhan untuk kita. Mengapa kau tidak bisa melihat itu? Teddy tersedu sambil menunduk di depan istrinya.


Mendengar hal itu Clarissa semakin terenyuh, dia menangis sejadi-jadinya. Dia tidak menyangka akan hal ini, tidak pernah terpikir oleh nya sama sekali kalau dia bukan lah darah daging kedua orang tua nya melihat kasih sayang yang diberikan ayah nya sangat luar biasa. Tapi pada kenyataannya dia hanya anak angkat yang tidak tau siapa orang tua nya. Hati Clarissa semakin sakit.


"Aku sudah berusaha, tapi aku tidak bisa, sulit menerimanya walau sudah 17 tahun lama nya saat pertama kali dia datang ke kehidupan kita. Karena aku merasa kau tidak menganggapku lagi. Kau selalu memprioritaskan dia, mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya padaku. Kau mengabaikanku." Clara terisak.


"Apa mungkin karena aku mandul dan tidak bisa mengandung anak dari mu? " Clara bertanya miris.


Teddy membesarkan mata nya.


"Menurut mu aku gagal dan tidak bisa di andalkan. Itu sebabnya kau mengabaikanku. Tidak ada lagi cinta di matamu". Tuduhnya


"Teruslah hidup dengan pikiran-pikiran buruk seperti itu. Jika memang aku berfikir seperti itu tentang mu kenapa tidak dari dulu aku meninggalkan mu dan mencari wanita lain untuk memberiku banyak anak. Tapi aku tidak melakukannya. Aku menerima apapun keadaan mu, dan cintaku akan tumbuh dengan atau tanpa anak sekalipun. Jauh sebelum kedatangan Clarissa di hidupku aku sudah mengubur keinginanku untuk memiliki anak dan aku ingin tetap hidup bersama mu berdua bersama hingga akhir."


Clara terenyuh mendengar perkataan suami nya.


"Tapi Tuhan berkata lain, Dia mengirimkan kita malaikat kecil untuk menemani kita walau dia buka darah daging kita. Apa tidak bisa kah kau menerima itu? Tidak bisa kah kau membuka hati untuk anak malang yang berhati malaikat itu? Dia selalu lembut dan baik pada mu, menerima perlakuan buruk mu tanpa berharap kau membalasnya. Tidak bisa kah? Mohon Teddy sambil menangis.


Clarissa tidak tahan mendengar semua nya dan dia beranjak bangkit dan pergi dari depan pintu kamar menuju kamarnya tanpa menghiraukan mangkuk yang di pegangnya terjatuh. Membuat Teddy dan Clara sontak kaget mendengar itu. Teddy pun langsung bangkit sambil menghapus air matanya.


"Clarissa,,, " Menatap istri nya dengan hati yang tidak tenang dan langsung bergegas pergi melihat Clarissa.


'Sudah waktu nya anak itu tau segalanya. ' Batin Clara sambil menghembuskan nafas dengan kasar.


"Cla,,, " Teddy membuka pintu kamar Clarissa dan melihat Clarissa yang sedang berbaring sambil memejamkan mata dengan wajah di penuhi air mata. Teddy sudah menduga Clarissa pasti sudah mendengar semua. Dia sangat merasa bersalah, padahal dia sangat ingin menjelaskan segalanya dari mulutnya sendiri. Tidak dengan cara seperti ini.


Teddy duduk di tepi ranjang Clarissa tepat disamping Clarissa dan memegang tangan putri nya yang terasa sangat dingin.

__ADS_1


"Sayang,,, maafkan ayah. Ayah tidak bermaksud menyembunyikan segalanya darimu. Maafkan ayah nak. " Teddy menangis tersedu sambil mencium tangan putrinya.


"Pantas saja ibu tidak pernah bersikap lembut padaku, ternyata aku bukan anak yang lahir dari rahimnya. " Clarissa membuka mata nya yang berair sambil tersenyum getir.


"Ibu tidak pernah menyayangiku seperti aku menyayanginya. Pantas dia tidak pernah tersenyum hangat padaku saat aku pulang sekolah, dia tidak pernah mendengarkan ku saat aku ingin bercerita banyak hal dengannya. Tidak pernah memeluk ku seperti ayah memelukku." Tangis Clarissa semakin menjadi, tubuhnya pun bergetar.


"Mengapa kalian sembunyikan hal sebesar ini padaku yah?"


"Ayah tidak ingin kehilanganmu nak. Kau segalanya untuk ayah. Kau pelengkap dihidup ayah. Ayah tidak bisa hidup tanpamu nak. Maafkn ayah." Teddy turun dari ranjang dan bersujud di samping Clarissa. Hati Nya sangat sakit, dia begitu takut kehilangan Clarissa setelah mengetahui hal ini.


Clarissa pun langsung menarik tangan ayahnya dan mengajak nya duduk kembali di tepi ranjang.


"Siapa orang tua ku yah? Dimana mereka dan mengapa mereka memberikanku pada kalian? Atau apa aku dibuang? Kapan yah dan dimana mereka membuangku" Tanya nya dengan hati yang begitu hancur.


Teddy tidak bisa menjawab pertanyaan putrinya. Dia belum sanggup menceritakan segalanya pada Clarissa.


"Mengapa ayah diam? Tolong jawab ayah. "


"Aahh... " Kepala Clarissa semakin sempoyongan.


"Istirahat lah nak. Kau belum sembuh betul, ayah tidak ingin sakitmu bertambah parah. Lupakan hal ini, kau akan tetap menjadi anak ayah dan selamanya akan seperti itu. Jangan fikirkan lagi ya. Ayah mohon. "


Teddy membantu Clarissa berbaring dan mengelus kepala Clarissa dengan sayang.


Clarissa tidak bisa menghentikan tangisannya. Dia terus menangis, sangat menyakitkan baginya mendengar kebenaran ini. Tetapi saat ini dia tidak punya tenaga untuk mengungkap semua.


"Tidurlah nak, lain kali kita akan membicarakan hal ini lagi, tapi setelah kau sembuh. " Mohon Teddy sambil mengusap air mata Clarissa. Hatinya hancur melihat kesedihan Clarissa.


"Ayah akan menemanimu tanpa berbicara nak. Istirahat lah. Teddy mengecup kening putrinya.

__ADS_1


Clarissa kelelahan menangis sampai dia tidak tau sudah berapa lama dia menangis hingga tanpa sadar matanya pun terpejam. Clarissa hanyut dalam mimpi-mimpinya.


**


Pagi hari nya. Di Mansion mewah keluarga Kiel. Saat di meja makan.


"Pak Toto bilang mengenal gadis yang hampir kita tabrak kemarin. " Keenan meletakkan sendok dan garpu nya untuk menyudahi sarapannya.


Toto yang berada di belakang nya mengangguk.


"Betul sekali tuan. "


"Siapa dia?


Toto heran melihat Tuannya, kenapa Tuan nya begitu banyak bicara pagi ini. Dan mengapa dia begitu penasaran bertanya tentang gadis itu. Bukan dirinya sekali. Padahal sedikitpun tuan nya tidak pernah perduli dengan orang lain.


" Gadis itu salah satu anak dari pekerja dikebun Tuan. Namanya Clarissa Ruby dan ayah nya bernama Teddy Snow" Jawab Toto.


'Berarti waktu itu aku tidak salah lihat, ternyata memang gadis itu. ' Batin Keenan.


"Kenapa Tuan bertanya tentang gadis itu? Tanya Toto penasaran.


" Em,,, aku pernah melihatnya di kebun kita. Aku hanya memastikanny kembali. " Bohongnya.


"Gadis itu sangat cantik seperti dewi, ramah dan lemah lembut kepada semua orang. Siapa pun melihatnya akan langsung merasa sayang. Matanya sangat indah, sendu walau tanpa riasan apapun, senyum nya manis di hiasi dua lesung pipi. Sayangnya dia masih terlalu muda, kalau seumuran denganku, pasti akan aku nikahi" Toto memuji gadis itu, Keenan menatapnya lekat, dan merasa kalau Toto begitu berlebihan. Padahal sedikitpun tidak ada pada gadis menyebalkan itu...


"Sudah selesai memujinya? Ingat jika kau sudah menikah Pak Toto. Jangan seperti itu dalam menatap dan menilai seorang wanita. Ayo kita berangkat. " Keenan melangkahkan kakinya keluar menuju Parkiran.


Toto menganga dan kaget melihat respon sang Tuan.

__ADS_1


"Tadi begitu penasaran, sekarang malah seperti tidak perduli. Kau memang luar biasa Tuan Muda. " Toto tersenyum dan mengikuti Keenan ke Parkiran untuk berangkat kesekolah.


__ADS_2