Come Back My Love

Come Back My Love
23. Sudah Melewati Batasan


__ADS_3

"Kau tidak bisa berpikiran seperti itu. Karena tidak semua orang itu sama. Aku tau kau orang yang tulus dan aku yakin Keenan juga tulus pada mu." Ucap Lucy meyakinkan.


"Lupakan saja, aku tidak ingin memikirkan nya lagi. Nanti kita pergi bersama ke acara Jesika. Jangan bahas Keenan lagi ya. Ku mohon. Aku yakin, perasaanku salah." Mata Clarissa mulai berkaca-kaca.


"Sweety, kau menangis? Jangan menangis. Aku tidak akan membahasnya lagi. Apapun yang menurut mu terbaik aku akan mendukung mu. Tapi pesan ku jangan menyiksa dirimu dengan perasaan-perasaan yang kau anggap salah. Karena tidak semua yang kau fikirkan itu benar adanya. Tenang lah, aku akan selalu berada di dekat mu. Masalah Keenan aku akan mengunci mulut ku rapat-rapat." Lucy langsung memeluk Clarissa yang sudah mulai menangis.


"Kita kembali ke kelas ya." Ajak Lucy dan di jawab dengan anggukan oleh Clarissa.


**


Tibalah pesta ulang tahun Jesika. Malam hari nya Clarissa datang bersama Lucy yang di antar oleh supir pribadi Lucy. Clarissa tampak anggun dangan gaun sederhana nya yang berwarna Dusty Pink. Walau penampilannya sangat sederhana dan dengan riasan natural Clarissa tampak bersinar. Wajah anggun dan sendu nya tampak seperti putri raja yang cantik dan terawat.


"Kenapa semua melihat kita? Apa dandanan ku terlalu menor? Tanya Clarissa sambil berjalan sedikit canggung.


" Tidak, aku merias mu setipis mungkin, mereka melihat kita karena penampilan kita terlalu cantik. " Lucy terkekeh.


"Sepatu ku juga sepertinya terlalu tinggi. Aku susah berjalan." Protes nya.


"Tidak Sweety, itu tidak terlalu tinggi. Kau hanya tidak terbiasa. Tenanglah. " Ucapnya menenangkan Clarissa. Clarissa hanya bisa menghela kan nafas dikarenakan canggung.


Dari kejauhan Jesika tampak tersenyum licik ketika melihat kedatangan Clarissa dan Lucy. Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Dan senyum nya seketika berubah ketika melihat pria idaman nya datang dengan gagah. Keenan datang bersama Josh. Penampilannya tidak kalah mengundang perhatian para undangan. Keenan terlihat begitu tampan hingga semua mata tidak lepas dari nya. Begitu pun Jesika. Dia begitu terpana melihat Keenan. Jesika langsung mendekati Keenan, jalan melewati Clarissa dan Lucy.


"Haii,,, Terima kasih sudah mau datang ke pesta ulang tahun ku." Jesika langsung memeluk Keenan. Keenan terkejut dan langsung memberi jarak. Semua mata melihat kejadian itu tak terkecuali Clarissa dan Lucy. Keenan melirik Clarissa yang terlihat sangat berbeda malam ini, sangat cantik. Gadis itu sedang menatapnya dan Jesika, Keenan merasa tidak nyaman dan malu. Melihat wajah Clarissa yang sulit di artikan, Lucy langsung memegang tangan Clarissa. Dan tersenyum hangat pada nya.

__ADS_1


"Ayo kita masuk." Ajak Lucy dan di jawab dengan senyuman oleh Clarissa. Pandangan mata Clarissa menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja. Keenan melihat Clarissa dan Lucy masuk kedalam rumah. Keenan merasa tidak enak karena semua orang melihat kejadian itu.


"Ayo silahkan masuk. Berhubung kau sudah hadir, acara akan segera kita mulai." Jesika menarik tangan Keenan dan menggandeng nya kedalam rumah.


Keenan tidak menjawab dan hanya menurut saja. Josh pun tidak dapat berbuat apa-apa.


Didalam ruangan yang sudah di hias sedemikian rupa, menambah keindahan dan kemeriahan pesta. Jesika sudah berdiri di depan kue tart yang di antarai para undangan. Begitupun dengan Keenan yang sedari tadi di paksa berdiri di samping Jesika. Tidak mampu menghindar karena sedari tadi tanganya di gandeng oleh Jesika. Keenan mencoba menahan amarahnya. Wajah datar nya seakan tidak mempengaruhi ketampanan nya. Acara pun di mulai dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan setelah itu pemotongan kue. Saat pembagian kue, potongan pertama Jesika berikan kepada Keenan. Hal itu membuat semua tamu undangan tekejut dan bersorak karena mereka tau bahwa sebelumnya Jesika punya hubungan dengan Leon yang sudah mwnyaksikan kejadian itu sedari tadi.


Keenan yang tak bisa berbuat apa-apa mau tidak mau menerima kue pemberian Jesika sambil melirik Clarissa yang menatapnya. Clarissa langsung memalingkan wajahnya. Menghindari kontak mata dengan Keenan. Melihat itu Keenan semakin gelisah. Para tamu undangan pun menghampiri Jesika dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Jesika, begitupun dengan Keenan.


"Selamat ulang tahun. Dan ini kado dariku" Keenan menjabat tangan Jesika dan langsung di sambut bahagia oleh Jesika.


"Terima kasih Keenan." Langsung mencium pipi Keenan, semua undangan bersorak.


"Aku ke kamar kecil dulu ya Cy." Bisik Clarissa.


"Apa perlu aku temani? Tanya Lucy.


" Tidak perlu, aku hanya sebentar." Clarissa langsng meninggalkan Lucy. Keenan melihat Clarissa pergi dan itu membuat nya semakin sakit kepala.


Dia pun segera pergi untuk menghampiri Clarissa, dia diam-diam beranjak agar Jesika tidak melihatnya. Tapi sayangnnya Jesika melihat Keenan pergi dan dia segera mengikuti nya.


Ketika menuju kamar kecil Jesika langsung menjegat Keenan.

__ADS_1


"Keenan,,,,!!! Panggil Jesika.


Keenan memejamkan mata dengan kesal, kenapa Jesika masih mengikutinya. Dia pun menghentikan langkahnya.


" Kau mau kemana? Acara nya belum selesai."Tanya Jesika.


"Aku mau ke kamar kecil Jesika, ada apa lagi sih. Cukup ya drama yang sudah kau ciptakan hari ini. Dan kau harus tau, kau sudah melewati batasan. Dan aku sangat membenci itu. Kau menyentuhku tanpa izin. Kau benar-benar membuatku muak. Aku menyesal datang kesini. " Keenan mulai marah.


"Maaf Keenan aku tidak bermaksud. Aku hanya bahagia kau datang ke acara ulang tahun ku. Dan kau harus tau kenapa aku begitu senang." Ucap Jesika berbinar.


"Tapi kau sudah melewati batasan mu. Aku tidak perduli apapun yang kau katakan. Kau harus tau aku tidak suka di sentuh tanpa izin. Kau bahkan tidak mengatakan apapun dengan sesuka hati melakukan hal ini." Ucap Keenan tegas.


"Keenan, apa yang kau ucapkan. Aku hanya bahagia kau ada disini hingga tidak bisa menahan diri. Apa kau tidak menyukai ku? Apa yang kurang dari ku sehingga kau tidak bisa membuka hati dan matamu untuk ku. " Jesika bersedih sambil memegang tangan Keenan.


"Tidak ada alasan apapun. Aku hanya tidak nyaman kau berbuat seperti itu." Menghempaskan tangan Jesika.


Wajah Jesika menjadi sedih, mata nya mulai berkaca-kaca. Keenan pun diam, dia tampak frustasi. Keenan kembali beranjak. Tetapi masih di tahan oleh Jesika.


"Keenan, jangan pergi. Baiklah aku minta maaf atas sikap ku tadi membuatmu tak nyaman, aku hanya lepas kendali karena aku begitu menyukaimu dari pertama kali aku melihatmu masuk kelas." Ucap Jesika.


"Aku tidak akan menuntut apapun tapi tolong jangan pergi dariku. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menyukai mu. Tolong mengerti itu. Apa kau merasakan hal yang sama? Tanya Jesika dengan wajah nya yang berubah sendu. Tetapi Keenan tersentuh sama sekali. Dia merasa apa yang di ucapkan Jesika hanya omong kosong seperti angin lalu. Dia juga tidak bisa menjawab pertanyaan Jesika.


"Apa kau menyukai Clarissa?" Tanya Jesika membuat mata Keenan melotot.

__ADS_1


"Jangan bicara sembarangan Jes." Ucapnya ketus.


__ADS_2