
"Maafkan Ayah karena baru menyerahkannya pada mu, seharusnya sejak lama. Tapi karena melihat kondisi mu dulu yang tidak memungkinkan ayah mengurungkan niat, tapi setelah melihat mu sekarang lebih baik, ayah merasa mungkin ini lah waktu yang tepat." Sambil memakaikan kalung itu ke leher Ruby.
"Lihat lah kau semakin cantik dan berkilau memakai kalung ini. Pakailah selalu. Apa lagi saat pesta di perusahaan mu nanti. Pasti sangat terlihat indah." Max mencoba menggoda Ruby.
"Terima kasih Ayah." Ucap nya tulus.
" Dan ini gaun yang aku janjikan pada mu tadi." Suara bariton pria gagah dari depan pintu sontak membuat Max dan Ruby menoleh ke sumber suara tersebut. Alex datang dengan membawa 2 paperbag berisi gaun dan juga sepatu dan langsung memberikannya pada Ruby.
Ruby dengan semangat membuka nya dan seketika matanya berbinar melihat gaun yang sangat indah berwarna hitam dan sepatu steletto heels setinggi 5 cm berwarna merah.
"Wahh,,, terima kasih kakak, kau memang yang terbaik. Kebetulan aku tidak memiliki gaun dan sepatu nya juga bagus sekali."
"Kau pasti terlihat sangat cantik saat memakainya." Ucap Alex sambil menatap sayang adik tiri nya itu.
"Kau memang paling tau selera ku kak. Beruntung sekali wanita yang menjadi pacar mu kak. Kau begitu perhatian. Terima kasih kak." Ujar Ruby tulus dengan mata sendu nya membuat ekspresi Alex berubah. Mengapa Ruby mengatakan hal seperti itu. Max melirik Alex dan segera memecahkan suasana.
"Baiklah nak berhubung kau sudah memberikan gaun dan sepatu untuk nya, sekarang saat kita istirahat." Max berdiri sambil memegang kedua bahu Alex dan mengiring nya keluar dari kamar Ruby.
Ruby tersenyum melihat punggung kedua pria yang di sayangi nya yang mulai tak terlihat, mereka yang selalu ada untuk Ruby. Melindungi dan menjaga Ruby. 'Kelak aku akan membalas kebaikan kalian' batin Ruby sambil memeluk gaun yang di berikan Alex.
***
Dua hari sebelum pesta di salah satu perusahaan Property terbesar di tengah kota New York yaitu K-Group.
"Kau sudah pastikan disana bersih?" Suara bariton yang begitu gagah terdengar mengusik telinga sang asisten pribadi.
"Sudah Tuan Muda, saya sudah melakukan sesuai instruksi Tuan." Jawab Jonas seorang Asisten pribadi dari seorang Tuan muda Keenan Emery Kiel. Seorang CEO muda, pintar dan tampan dari salah satu perusahaan Property terbesar di New York Amerika Serikat. Dengan gelar Master di Jurusan Bisnis dan Management. Dengan predikat Mahasiswa terbaik di salah satu Kampus terkenal di Amerika. Duduk dengan gagah di kursi kebesarannya. Keenan merupakan pebisnis muda yang terkenal sangat hebat dan dingin, tidak ada yang bisa menandingi kelihaiannya dalam mengembangkan bisnis dan kerap memenangkan setiap tender yang ditawarkan dari Klien Perusahaan-perusahaan ternama.
__ADS_1
"Aku tidak mau ada drama wanita dengan menawarkan tubuh nya di hadapanku. Dan kau ingat jika ada yang berani menyentuh ku dan mengakibatkan alergi ku kambuh. Bersiaplah kepala mu untuk ku ledakkan." Ucap Keenan dingin dan tegas sontak membuat Asisten pribadi nya bergetar ketakutan.
"Ba,,, baik Tuan saya mengerti. Saya sudah menyiapkan pakaian dan obat-obatan Tuan. Jam 4 sore nanti kita akan berangkat ke California Tuan.
"Hhm,,, " Jawab sang Tuan singkat sambil memainkan ponsel nya
"Saya permisi keluar dulu Tuan, panggil saya jika anda memerlukan sesuatu." Jonas sedikit membungkuk dan langsung meninggalkan ruangan tersebut dengan menghelakan nafas lega. Saat di depan pintu Jonas berpapasan dengan Sandra. Nyonya besar keluarga Kiel. Dan Jonas memberi salam dengan membungkukkan badan nya. Dan di balas dengan senyuman lembut dari Sang Nyonya.
Sandra langsung masuk dan menghampiri Keenan yang masih sibuk dengan ponsel nya.
"Kenapa tidak mengabari ku terlebih dahulu kalau Mama mau ke kantor?" Tanya nya tanpa melirik ke arah Ibu nya yang sudah duduk manis di Sofa mengarah ke arah Putra nya.
"Sayang,,, kau yakin akan ke California?" Tanya sang Mama dengan rauh wajah khawatir.
"Hhm,,, " Jawab Keenan singkat.
Keenan langsung meletakkan ponsel nya dan bangkit menghampiri Mama nya. Duduk dengan menaikkan sebelah kaki nya ke kaki satu nya lagi.
"Aku sudah lama tidak mengunjungi California ma, aku butuh liburan."
"Jangan berbohong lagi. Mama tau untuk apa kau ke California. Tanpa sepengetahuan Kakek dan Ayah mu, kau memiliki perusahaan sendiri disana kan? Ucapan sang Mama sontak membuat Keenan menaikkan sebelah alis nya.
"Mama sudah tau, kau tidak bisa menyembunyikannya lagi. Diam-diam kau membangun perusahaan selama 2 tahun belakangan ini kan?" Tatapan sang Mama seperti hendak menerkam.
"Ma aku,,,,!!! "
"Mama mengerti dan mama tidak keberatan atas hal itu." Sandra memotong pembicaraan Keenan. "Tapi tolong fikirkan kondisi mu nak. Kau tidak bisa bepergian kemana-mana karena mama khawatir penyakit mu akan kambuh. Mama juga sudah mengatur,,,,
__ADS_1
"Pertemuan ku dengan wanita pilihan Mama kan?" Jawab Keenan melanjutkan kata-kata Sandra. Keenan jelas sangat hafal apa yang akan Mama nya ucapkan. Sandra begitu ingin Keenan segera menikah hingga sudah beberapa gadis yang ia kenalkan pada Keenan, baik itu gadis dari beberapa anak sahabatnya maupun dia pilih dari biro jodoh terpercaya.
"Ma, tolong jangan repot-repot membuat jadwal kencan buta untuk ku dengan wanita-wanita pilihan mu ma. Mama jelas tau apa jawaban ku. Aku belum siap untuk menikah. Aku masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan ma. Aku masih sangat menikmati dunia ku sekarang." Keenan mulai pusing karena ibu nya terlalu sibuk mengurus urusan pribadi nya.
"Mama hanya ingin kau segera memiliki pasangan nak, punya teman berbagi kasih, yang selalu menemanimu dan mengurus mu. Mama juga sudah ingin memiliki cucu. Mama sudah mulai tua sayang" Omel sang mama yang membuat nya semakin frustasi.
"Ma please jangan paksa aku. Mama harus ingat aku tidak akan bisa menikah dengan siapapun, aku tidak bisa menyentuh wanita manapun ma. Mama tau penyakit ku. Jadi jangan terlalu berharap banyak ma." Protes Keenan membuat wajah sang Ibu berubah sendu. Sandra langsung terdiam dan mata nya mulai berkaca-kaca. Keenan menjadi tidak enak hati karena sudah membuat sang ibu bersedih.
Keenan menarik nafas panjang dan segera menghampiri sang Mama. Keenan duduk disebelah sarah dan menarik tangannya. Mengelusnya lembut dan mencium jemari tangan Sandra.
"Maafkan Keenan ma, Keenan tidak bermaksud membuat mama sedih. Tapi mama harus ingat, selain Mama dan Kenny, Keenan tidak bisa menyentuh wanita mana pun ma. Tolong untuk saat ini hingga aku sembuh dari penyakitku, tolong jangan paksa aku. Jangan sakiti perasaan mama sendiri karena aku."
Sandra menangis tersedu dan langsung memeluk Keenan.
"Mama hanya ingin kau bahagia nak. Mama tidak bermaksud memaksa mu. Maafkan mama." Sandra mengelus lembut punggung putra nya.
Mendengar hal itu Keenan merasa lega, mudah-mudahan setelah ini tidak ada kencan buta lagi yang di atur oleh wanita tua ini. Batinnya.
"Tapi masih ada 1 wanita yang bisa kau sentuh selain Mama dan Kenny dan kau bisa menikahinya.
Keenan langsung mendengus kasar dan melepas pelukan sang Mama. Memejamkan mata nya dan menyandarkan tubuh nya di sofa. Sandra belum juga menyerah.
" Kau ingat Sella nak. Yang menemanimu beberapa tahun lalu saat kau sakit. Dia masih bisa menyentuh mu dan sebaliknya. Mungkin mama akan atur perjodohan kalian.
__ADS_1
Keenan menekan pangkal hidung nya serta kepala nya yang kembali pusing. Omongan sang Mama sama sekali tidak menenangkannya. Malah sebaliknya.