
Di dalam Toilet, Ruby sudah selesai dan saat ini sedang mencuci tangannya di Westafel, sambil menatap diri nya di cermin, kembali mengingat ucapan Alex tadi. Hatinya begitu sedih dan juga kesal. Dia bingung hendak berbuat apa. Ruby pun beranjak dari toilet untuk bergabung kembali bersama teman-temannya.
Saat berjalan salah satu pelayan menawarkan Ruby minuman. Minuman itu merupakan Alkohol yang lumayan kuat. Berhubung Ruby begitu haus dan juga meresa hati nya sedang buruk, dia pun meneguk habis 3 gelas yang ada di hadapan pelayan itu hingga membuat pelayan itu terpelongok.
"Nona ini bisa membuat mu mabuk." Ucap pelayan.
"Tidak masalah, terima kasih ya." Ujar Ruby yang mulai sempoyongan tapi masih mampu berjalan. Di detik itu juga seorang wanita datang menghampiri nya.
"Ruby,,, betul kau Ruby? " Tanya wanita itu
Ruby sempat terdiam dan mengenali wanita itu. Dia tidak mengenalnya mungkin dari departement lain.
"Iya benar aku Ruby. Ada apa?" Tanya Ruby
"Tadi ada seseorang yang ingin menemui mu. Katanya ada hal yang begitu penting. Kau bisa berjalan hingga ke ujung sana, disitu terdapat ruangan. Dan kau bisa masuk kesana." Tunjuk wanita itu ke arah jalan yang harus Ruby datangi.
"Baiklah terima kasih. " Ujar Ruby sambil tersenyum.
" Aku deluan ya. Bye,,, " Wanita itu pun pergi.
Tadinya Ruby tidak ingin pergi tapi dia juga penasaran siapa yang ingin bertemu dengannya. Akhirnya Ruby melangkah dengan keberaniannya untuk menemui orang itu. Sesampainya di ruangan yang terletak di ujung. Ruby mencoba mengetuk pintu ruangan itu.
"Permisi,,, " Ucap Ruby sambil membuka pintu tersebut, mencoba berjalan masuk ke dalam melihat sekeliling ruangan yang merupakan sebuah gudang minuman dan Ruby memeriksa sekitar gudang yang ternyata tidak ada siapa-siapa. Ruangan tersebut tidak begitu terang tetapi masih terdapat cahaya di dalam nya. Perasaan Ruby tiba-tiba tidak enak. Dan benar saja, tiba-tiba pintu tertutup dan terdengar di kunci dari luar, sontak mata Ruby langsung mengarah ke pintu. Ruby pun langsung berteriak menggedor-gedor pintu tersebut.
"Heii siapa di luar, kenapa mengunci ku? Tolong,,,, tolong buka. Toloongg,,,, " Teriak Ruby. Dan di luar pintu, 3 wanita tadi sudah berdiri melompat kesenangan. Akhirnya rencana mereka untuk mengerjai Ruby berhasil. Mereka pun meninggalkan Ruby di ruangan itu.
"Tolong,,,, " Ruby kembali berteriak sambil memukul-mukul pintu. Tetapi tidak satu pun orang mendengar nya.
"Sial,,, sepertinya ada yang sengaja mengerjaiku. Awas saja jika aku tau siapa pelaku nya." Ruby langsung merogoh Handbag nya untuk mencari ponsel. Dan sial nya tidak ada sinyal di ruangan itu. Ruby semakin kesal dia juga tidak sadar topeng nya masih terpakai di wajah nya.
"Bagaimana cara nya aku bisa keluar." Ruby merintih, ingin menangis tapi tidak ada gunanya. Itu akan membuang tenaga nya saja. Sebaiknya dia terus berteriak agar ada orang yang mendengar nya.
"Tolongg,,, siapa disitu, tolong bukaa,,, Tolong,,,!!! Teriak Ruby terus menerus.
__ADS_1
Di ruangan lain. Keenan sudah selesai menemui para karyawannya memeberikan sedikit wejangan. Dan sekarang waktu nya Keenan kembali ke Apartement karena dia khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak di ingin kan.
"Aku sudah selesai, aku akan kembali ke apartement ku." Ucapnya pada Asisten pribadinya.
"Baik bos saya akan mengantar anda. " Jawab Jonas.
"Tidak perlu, aku akan pulang sendiri. Kau bersenang-senang lah hingga pesta nya selesai, pastikan semua aman. Dan hari ini kau libur, bisa bebas hingga senin." Ujar Keenan dengan santai, Jonas benar-benar kaget dengan tingkah Bos nya itu. Tapi dia tidak akan bersenang hati dulu karena pasti sebelum 1 jam Keenan pasti sudah mencari nya dan memerintahkan nya sesuatu.
"Terima kasih banyak bos." Jonas membungkukkan badannya. Tanpa mengatakan apapun lagi Keenan langsung beranjak meninggalkan Jonas.
Jonas menghelakan nafas lega. Akhirnya dia bisa menikmati pesta malam ini. Padahal dia tidak berharap banyak bisa minum dan makan dengan puas. Tapi ternyata Bos random nya dalam kondisi hati yang baik. Jonas pun tersenyum senang dan bergabung dengan karyawan-karyawan lainnya.
***
Di gudang tempat Ruby di sekat. Nada suara Ruby mulai melemah karena kelelahan berteriak. Dia juga mulai mengantuk karena banyak minum alkohol.
"Heeii siapapun di luar. Tolong akuu, toloong,,,!!!! Teriaknya sambil mengetuk-ngetuk pintu.
"Toloongg,,, suara Ruby melemah, dia hampir pingsan karena kelamaan berdiri dan berteriak.
" Ada orang di dalam?" Panggil Keenan dari luar sambil memengang Engsel pintu. Ruby merasa ada orang diluar yang mendengarnya, Ruby langsung membuka mata nya dan kembali berteriak.
" Siapa di luar, tolong aku tuan, nyonya, aku terkunci di dalam." Teriak Ruby. Keenan membesarkan mata nya dan kaget ternyata benar ada orang yang meminta pertolongan.
Keenan berusaha mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk membuka pintu. Suara gadis di dalam tidak terdengar lagi. Keenan semakin panik.
"Mundur lah, aku akan mendobrak pintu ini. Menjauhlah dari depan pintu. " Teriak Keenan dari luar. Ruby mendengar hal itu dan langsung mundur beberapa langkah dengan langkah gontainya. Dia begitu kelelahan hingga nyaris pingsan.
Keenan terus menggoyang-goyang gagang pintu terus berusaha agar pintunya terbuka.
__ADS_1
Keenan mendobrak pintu tersebut terus menerus hingga beberapa kali gagal. Akhirnya dia mengeluarkan tenaga dalam dan berlari.
Akhirnya pintu itu berhasil di buka dengan dorongan yang kuat hingga membuat tubuh Keenan ikut terpental bersamaan dengan daun pintu yang sudah terbuka, tubuh Keenan tidak terkendalikan lagi hingga terjatuh menabrak Ruby yang sedang berdiri tak jauh dari depan pintu. Keenan terjatuh dengan posisi menimpa wanita itu, tangannya masih sempat menahan kepala belakang Ruby yang hampir saja terbentur ke lantai. Tidak hanya itu, bibir mereka pun saling bertaut. Ruby membesarkan mata nya dan tidak menyaka ciuman ini benar-benar terjadi. Begitu pun dengan Keenan yang masih terpaku melihat mata Sendu yang ada di bawahnya. Walau tertutup topeng, mata itu terlihat begitu indah. Wangi lembut tubuh nya begitu terasa memabukkan penciuman Keenan. Ruby masih terpelongo melihat Pria yang ada di atas tubuhnya. Dia bertanya-tanya siapa pria sialan ini. Seketika pikiran Keenan melayang terhadap tubuh nya yang saat ini tidak bereaksi sedikit pun, Biasa nya setelah menyentuh wanita pasti kulit nya refleks mengeluarkan ruam merah gatal dan panas. Dan saat ini alergi di tubuhnya sama sekali tidak keluar. Keenan mamastikan kembali, apakah benar dia telah sembuh dengan perlahan menggerakkan bibir nya untuk mengecup dan \*\*\*\*\*\*\* habis bibir wanita yang ada di bawahnya ini. Lembut tetapi begitu mendominasi. Masa bodoh kelak jika wanita ini akan mengamuk. Paling tidak Keenan bisa memastikan dia telah sembuh.
Tubuh Ruby bergetar hebat, bayangan 8 tahun lalu memenuhi pikirannya hingga tanpa sadar dia membalas ciuman pria bertopeng yang ada di atas nya itu yang sama sekali tidak di kenalinya.
'Sial siapa pria ini, berani-beraninya dia.' batin Ruby sambil ngedumel dalam hati.
Keenan masih menikmati bibir manis wanita ini seperti seseorang yang sedang kecanduan.
'Bibir ini mengapa begitu manis, walau terasa bau alkohol tapi benar-benar memabukkan.' Batin Keenan.
Tubuhnya sama sekali tidak mengeluarkan tanda-tanda Alergi. Dan bagian lain dibawah terasa seakan berEreksi. Menegang keras karena sudah di baluti dengan hasrat yang terpendam selama ini. Keenan begitu bahagia hingga tanpa sadar wanita di bawahnya menolak tubuhnya sekuat tenaga. Ciuman itu pun terlepas dan tubuh Keenan terduduk ke lantai.
"Sialan kau. Berani-berani nya mencium ku sembarangan." Ruby mengangkat tangannya ingin menampar Keenan yang dengan sigap menahan tangan Ruby. Mata nya langsung teralihkan pada kalung yang di pakai oleh wanita anggun yang di hadapannya. Kalung bermata ruby berwarna merah tampak bersinar. Sangat kontras di warna kulit nya yang begitu putih mulus. Sungguh cantik di batin Keenan.
Mata Ruby membelalak melihat tangannya mengambang di atas karena tangan kekar pria itu menahan tangannya. Terlihat jam tangan bermerek Rolex mahal yang menghiasi tangan gagah nya.
Ruby menarik tangannya dengan kasar. Dan kembali menolak tubuh pria bertopeng itu.
"Kau,,, dasar brengsek. Apa maksud mu? Kau yang sengaja mengurung ku disini? Tanya Ruby Kesal yang melihat pria itu diam saja.
"Aku yang menyelamatkan mu. Kenapa kau malah menuduh ku." Suara tegas nan seksi itu jelas menggetarkan jantung Ruby. Bibir Pria itu dan suaranya kembali mengingatkan nya kisah di 8 tahun yang lalu.
Ruby langsung bangkit dan beranjak meninggalkan Keenan.
"Siapa nama mu." Tanya Keenan dengan suara datar nya.
__ADS_1