Come Back My Love

Come Back My Love
70. Cinta Pertama


__ADS_3

Di dapur Ruby memeriksa apa saja bahan yang ada di dalam kulkas. Banyak bahan makanan yang tersedia di dalam kulkas dan freezer. Ada daging, seafood, ikan-ikanan.


'Wow,,,apa dia hobby masak? Banyak sekali bahan makanan di dalam kulkas. Aku jadi bingung mau masak apa."


Setelah memeriksa isi kulkas Ruby pun memutuskan untuk memasak bubur. Simple dan juga tidak ribet.


"Berhubung dia sedang sakit, lebih baik memasak bubur saja. Dia kira aku koki handal bisa memasak banyak makanan lezat untuk nya." Ruby pun mulai memakai apron dan mengikat asal rambut nya dengan tinggi hingga terekspose leher jenjang nya yang putih dan mulus.


Ruby berjalan kesana kemari sibuk dengan masakannya dan tanpa sadar sepasang mata sedari tadi memperhatikannya. Dia sempat terpesona, tapi tetap masih membentengi hatinya agar tidak jatuh hati. Entah kenapa hatinya masih tertutup rapat dan dia jaga untuk gadis yang sama sekali tidak diketahui nya.


Harum makanan sudah mulai tercium dan perut Keenan semakin terasa lapar, sudah tidak sabar ingin segera menyicipi makanan gadis galak itu. Keenan pun perlahan menghampiri Ruby dengan berjalan menggunakan tongkat. Ruby sempat terkejut dengan kedatanga Keenan yang memakai tongkat. Ada rasa iba tapi segera di tepisnya. Karen semua juga karena ulah Keenan juga fikirnya.


Ruby membantu menarik kursi makan agar memeprmudah Keenan untuk duduk. Ruby pun mulai menyajikan makanna tersebut untuk Keenan. Keenan sempat mengerutkan keningnya setelah melihat menu makanan yang di masak Ruby.


"Kau hanya memasak bubur? Tanya Keenan sedikit kesal.


" Iya aku sengaja membuat bubur untuk mu. Bukankah kau sedang sakit. Bubur ini bisa membantu tubuh mu agar segar kembali. Cicipi saja." Ruby duduk di hadapan Keenan dan mulai mengaduk bubur yang ada di hadapan Keenan.


"Tapi aku tidak..... " Tiba-tiba Keenan berhenti bicara karena Ruby memasukkan bubur tersebut kedalam mulut Keenan. Keenan begitu terkejut karena tingkah Ruby yang tidak sungkan sama sekali dan pria itu langsung membesarkan mata nya dan mulai merasa bahwa bubur nya memang sangat enak.


"Bagaimana? Enak? Tanya Ruby.


" Biasa saja, masih banyak makanan yang enak di luar sana.


Ruby hanya mengangkat sebelah bahu nya. Dia sama sekali tidak perduli apapun komentar pria itu. Keenan menarik kasar sendok itu dari tangan Ruby dan langsung melahap bubut nya, hanya sebentar saja bubur itu telah ludes tanpa sisa. Ruby sampai melotot dan senyum smirik.


"Bukankah bubur nya tidak enak. Kenapa bisa sampai habis begitu." Ucap Ruby sambil tersenyum menyela.


"Jangan percaya diri dulu. Aku hanya sedang lapar dan tidak ada lagi menu yang bisa di makan. Terpaksa aku menghabiskan semua nya. Lagian kau harus mengingatnya aku sangat tidak menyukai orang yang membuang-buang makanan. Aku sangat membenci orang mubajir seperti itu. Kau harus ingat itu.


Hati Ruby mencelos setelah mendengar ucapan Keenan. Tiba-tiba dia terdiam dan kembali mengingat ucapan Keenan barusan, itu juga pernah dia ucapkan saat makanan nya mau di buang. Mata Ruby mulai berkaca-kaca. Keenan menatapnya lekat. Mata sendu nya mengandung banyak arti.


'Kenapa tatapannya selalu begitu.' batin Keenan.

__ADS_1


Setetes airmata lolos begitu saja dan Ruby dengan sigap menghapus airmata nya dan mengalihkan pandangannya agar Keenan tidak melihatnya menangis.


'Kenapa aku selemah ini. Jika Keenan melupakan ku itu hal yang bagus. Tapi kenapa hatiku terasa sakit.' batin Ruby, dia segera bangkit dari duduk nya dan kembali ke dapur untuk membersihkan alat masaknya.


Keenan masih menatapnya heran, tapi dia mencoba tidak perduli. Mungkin saja gadis itu memiliki masalah pikirnya.


"Jangan lupa masak makan siang untuk ku. Siang ini aku sangat ingin makan Iga bakar keju." Ucap Keenan datar. Entah kenapa baru kali ini dia sarapan senikmat ini walau hanya bubur.


Ruby tidak menjawab, dia tetap sibuk dengan pekerjaannya. Keenan menggeleng-gelengkan kepala nya. Baru kali ini bertemu dengan gadis keras kepala seperti Ruby. Keenan pun meninggalkan dapur dan pergi ke ruang kerja nya. Karena pagi ini Keenan ada meeting penting bersama Klien secara online yang tidak bisa di wakilkan Jonas sekalipun.


***


Dikediaman keluarga Kiel di New York.


"Kapan Keenan kembali? Apa dia sudah tidak ingat pulang?" Ucap Anderson ketus pada istrinya yang sedang menyiapkan makan siang untuknya.


"Dia belum ada mengabariku. Biarkan saja, jika dia sudah puas menikmati liburnya pasti dia akan pulang." Jawab Sandra tak kalah ketus.


"Sayangku, kau lagi-lagi membela nya. Kenapa tidak mengerti sedikitpun. Perusahaan sangat membutuhkannya. Jika saja Keny mau dan mampu mengelola perusahaan aku tidak akan repot-repot memaksa Keenan menghandle semua nya. Saat ini Putri ku malah memilih menjadi Model, entah bakat darimana dia itu." Celetuk Anderson kesal.


"Aku jelas tidak mengizinkan mu. Mana mungkin aku rela istriku menjadi pusat perhatian banyak orang. Istriku hanya milik ku. Bukan milik orang lain. Jika kau terkenal sudah pasti semua orang bisa memilikimu. Memikirkannya saja darah ku sudah terasa mendidih." Anderson memegang dadanya. Dia kembali menggoda istrinya yang masih saja terlihat sangat cantik dari dulu hingga sekarang.


"Godaan mu tidak akan membuat ku berbunga-bunga lagi Tuan." Ucapnya sambil tersenyum.


Anderson menarik tangan istrinya dan merangkulnya hingga terduduk di pangkuan nya.


"Hei,,, jangan seperti ini, malu banyak pelayan yang lalu lalang." Sandra memukul pelan dada Anderson, dia panik karena tingkah suami nya.


"Kenapa jika mereka melihatnya. Kau istri ku, wajar saja kan." Anderson membelai pipi istrinya yang terasa begitu lembut.


"Kau semakin hari semakin cantik saja. Membuat aku tidak bisa berpaling." Anderson membelai rambut lembut Sandra.


"Kau berniat untuk berpaling Tuan Kiel." Sandra menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Tentu saja tidak Nyonya Kiel. Karena aku sudah memiliki segalanya yang ada padamu. Aku tidak membutuhkan yang lain." Anderson mengecup singkat bibir tipis istrinya. Sandra pun tersenyum begitu manis.


"Hentikan, kita sudah tidak semuda dulu lagi. Tidak pantas seperti ini. " Sandra semakin tidak nyaman apalagi banyak pelayan yang lalu lalang.


"Aku tidak perduli sayang. Aku begitu merindukan mu." Rengeknya sambil menempelkan wajahnya di ceruk leher istri tercintanya.


"Bukankah kita selalu bertemu setiap hari?" Sandra merasa geli ketika suami nya mencium lehernya


"Tapi kau selalu sibuk dan mengabaikan ku." Celetuk Anderson.


Sandra langsung menjauhkan wajah Anderson dan memberi mereka sedikit jarak. Dia menatap tajam suami nya.


"Kau yang selalu sibuk dan juga sering mengabaikan ku. Aku selalu di rumah menanti mu saat kau berangkat kerja sampai pulang kerja. Tapi kau bahkan tidak melirik ku sama sekali, apalagi di saat pekerjaan penting mu menumpuk." Ucap Sandra Ketus.


"Aku layaknya pajangan, kau lihat di saat kau ingin. Padahal 24 jam aku habiskan untuk berbakti padamu. Dan kau masih mengatakan aku sibuk? Sandra sedikit kecewa dengan ucapan Anderson tapi dia berusaha meredamnya.


"Kau seorang bos besar tetapi kau masih terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan yang bisa di selesaikan bawahan mu. Bahkan seharusnya kau bisa bersantai ria menikmati waktu tua mu bersama ku. Bukan malah menghabiskan waktu dengan pekerjaan mu. Apakah keuntungan yang kau dapatkan itu melebihi cinta mu pada ku. Apa perasaan mu sudah pudar seiring berjalannya waktu? Atau mungkin kau memiliki wanita lain yang bisa membahagiakan hati mu hingga keberadaan ku pun kau abaikan?


Wajah Anderson seketika berubah. Keningnya berkerut. Dia merasa tertampar mendengar ucapan sang istri. Apakah ini semua adalah isi hatinya yang selama ini dia pendam?


"Sayang apa yang kau katakan? Aku tidak pernah mengabaikanmu. Rasa cinta ku masih sama seperti rasa pertama kali melihat mu. Dan yang harus kau tau tidak ada wanita lain selain dirimu." Anderson memegang erat tangan istrinya.


"Perkataan mu tidak sesuai dengan tingkah laku mu. Tapi tidak masalah. Selagi kau masih ingin aku berada di sisi mu aku akan bertahan apapun prahara yang datang sampai suatu saat kau tidak menginginkan ku lagi aku bisa pergi dengan lapang dada meninggalkan mu.


Hati Anderson langsung terasa nyeri. Perkataan Sandra membuatnya begitu takut. Dia sangat mencintai istrinya dan tidak ingin kehilangannya sedetik mu.


"Jangan katakan itu, hatiku terasa sakit mendengar nya. Aku sangat mencintai mu sayang. Dan tidak akan mengabaikan mu. Maafkan aku." Mata Anderson mulai berkaca-kaca.


Sandra tau seperti apa perasaan Anderson dan sebesar apa cinta suaminya padanya. Dia hanya sedikit memberi palajaran agar suami nya bisa kembali fokus pada keluarga nya daripada pekerjaan nya.


Sandra membelai lembut pipi suami nya. Dan berkata sangat lembut.


"Aku berharap putra ku tidak meniru sifat mu. Karena jika tidak wanita yang menikah dengannya akan pergi meninggalkannya." Sandra berdiri dan melakah menjauh dari Anderson. Dia ingin kembali ke kamar nya. Dia sebenarnya tidak tega melihat Anderson bersedih tapi dia memang harus melakukanya untuk memberi sedikit pelajaran pada pria egois itu.

__ADS_1


"Sayang,,,, " Anderson menoleh kebelakang menatap miris punggung istrinya yang sama sekali tidak menyahuti nya.


"Apakah arti nya dia juga akan meninggalkan ku?" Anderson bergidik ngerih dan langsung beranjak mengejar istri nya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Sandra cinta pertamanya.


__ADS_2