Come Back My Love

Come Back My Love
29. Berakhirnya Ramon (2)


__ADS_3

Di hutan yang semak belukar, Clarissa terus mendayung sepeda nya dengan cepat. Berkali-kali terjatuh dan Clarissa terus berusaha agar cepat sampai ke rumah. Dia panik dan ketakutan setengah mati hingga tidak memperhatikan jalan nya. Dia sudah menangis sejadi-jadi nya. Karena baru kali ini dia menyaksikan orang terbunuh seperti di sebuah film-film yang pernah di tonton nya. Dan ini sangat menakutkan. Akhirnya Clarissa sampai di rumah. Clarissa langsung melompat dan meninggalkan sepedanya begitu saja. Dia langsung masuk ke dalam kamar, Teddy yang melihat itu langsung khawatir.


"Clarissa,,, ada apa dengan mu nak. Apa kau baik-baik saja." Jerit Teddy dari depan Kamar Clarissa. Tapi Clarissa tidak juga menjawab. Dia diam membisu. Teddy semakin khawatir telah terjadi sesuatu pada putri nya. Didalam kamar Clarissa duduk di pojok tempat tidur dan lemari. Clarissa duduk sambil memeluk kaki nya. Teddy masih terus memanggil dan dengan terpaksa masuk ke kamar Clarissa walau tanpa jawaban dari sang anak. Ketika membuka pintu kamar Teddy langsung melihat Clarissa duduk sambil memeluk kedua kaki nya, menggigit kuku jarinya seperti anak yang sedang ketakutan. Melihat itu Teddy langsung lari menghampiri Clarissa.


"Clarissa ada apa dengan mu nak? Apa yang terjadi?" Tanya Teddy panik sambil memegang tangan Clarissa yang sangat dingin dan bergetar hebat.


"Cla ada apa? Kenapa tubuh mu bergetar seperti ini? Cla lihat ayah nak." Teddy memegang kedua pipi Clarissa sambil menepuk pelan menyadarkan Clarissa yang masih diam membisu. Pandangannya kosong, dia terus menangis. Teddy semakin bingung harus melakukan apa.


"Clarissa sadar lah nak." Teriak Teddy hingga membuat Clarissa menoleh melihat ayah nya. Dan seketika langsung memeluk sang ayah dengan kuat. Clarissa begitu ketakutan. Dia tampa seperti kehilangan kesadaran dan akal.


"Ayahh,,, aku takut." Ucap Clarissa menangis sambil memeluk erat sang ayah.


"Takut apa nak? Katakan pada ayah, apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kau menjadi seperti ini? Katakan pada ayah nak. Jangan buat ayah takut." Timpal Teddy sambil mengelus punggung putri nya. Clara datang dan melihat kondisi Clarissa. Dia hanya geleng- geleng kepala, acuh tak acuh melihat tingkah sang anak tiri.


'Drama apa lagi yang di buat anak ini. Kenapa selalu membawa masalah kedalam rumah. Apa dia tidak pernah berfikir orang tua nya juga sedang kesulitan' Batin Clara.


"Ayah aku takut, darah nya sangat banyak ayah, itu darah nya,,, darah nyaa,,, " Ucap Clarissa semakin ketakutan hingga membuat ucapannya tak berarah.


"Darah apa Clarissa? Darah dimana? Jelaskan nak pada ayah."


Clarissa tak lagi menjawab karena sudah kehilangan kesadarannya. Dia pingsan di pelukan sang ayah. Dia begitu syok. Teddy melihat Clarissa sudah tidak sadarkan diri dan segera dia mengangkat Clarissa dan membaringkan Clarissa di tempat tidur.


"Clarissa,,, bangun nak. " Teddy menepuk pelan pipi Clarissa. Teddy mengambil minyak untuk di teruh di hidung Clarissa berusaha menyadarkan putri nya, membaluri minyak di tangan serta telapak kaki Clarissa. Teddy begitu panik.


"Nak bangun lah, Clarissa.... "


Perlahan Clarissa membuka mata nya, kepalanya begitu pusing. Sehingga tidak bisa bangkit.

__ADS_1


"Pelan-pelan nak. Berbaring saja. Kau sangat lemah." Teddy memperbaiki posisi tidur Clarissa. Dia membiarkan Clarissa tenang terlebih dahulu, setelah tenang dia akan pelan-pelan menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Dia memberikan minum agar Clarissa bisa lebih tenang.


"Minum lah nak." Teddy membantu membangunkan Clarissa agar bisa minum dengan baik.


"Sudah lebih tenang sayang?" Ucap Teddy lembut dan di jawab dengan anggukan oleh Clarissa.


"Sekarang pelan-pelan jelaskan pada ayah apa yang terjadi. Apa yang membuatmu seperti ini." Ucap Teddy. Clarissa masih diam pandangannya tampak seperti orang kehilangan arah.


"Tapi jika kau belum mau cerita ayah tidak akan memaksa mu." Teddy membelai kepala Clarissa dengan lembut.


"Berbaring lah nak. Ayah akan siapkan makan malam mu ya. " Teddy hendak bangkit dan terhenti ketika Clarissa memanggilnya.


"Ayah,,, " Panggil Clarissa dengan suara lembut.


"Iya nak? Kau perlu sesuatu? "


"Tidak ada yang mengejar mu nak. Tenang lah. Kata kan pada ayah apa yang terjadi pada mu?"


"Ta,,, tadi saat hendak pulang aku melewati hutan, disana aku mendengar suara tembakan dari bangunan tua yang ada di hutan. Saat aku mendekat, aku bisa melihat ternyata ada seseorang yang sedang di sekap di dalam, dia di ikat dan di siksa ayah. Dan setelah itu,,, setelah itu,,, " Clarissa kembali gagap karena ketakutan.


"Setelah itu apa nak?" Tanya Teddy penasaran.


"Mereka,,, mereka menembaknya ayah, mereka menambak nya hingga pria itu, pria itu meninggal ayah." Clarissa menangis sejadi-jadi nya. Teddy terkejut hingga tidak dapat mengatakan apapun. Kenapa bisa putri nya melihat hal seperti itu hingga mempengaruhi Psikologi nya. Dan siapa yang melakukan pembunuhan itu.


"Tenanglah nak, semua akan baik-baik saja, tenangkan diri mu."


"Tidak bisa ayah, mereka terus mengejar ku dan mungkin akan membunuh ku."

__ADS_1


"Sstt,,, apa yang kau katakan, itu tidak benar, mereka tidak akan membunuhmu." Teddy ikut Khawatir ini adalah kejahatan dan bagaimana jika benar Clarissa menjadi korban selanjutnya karena tanpa sengaja mengetahui kejahatan mereka. Tapi siapa yang melakukan itu. Batin Teddy bertanya-tanya. Dia sangat mengkhawatirkan putri nya.


"Apa kau melihat siapa yang melakukan itu nak? " Tanya Teddy lembut.


"Aku seperti mengenal orang yang menembak itu ayah tapi aku takut salah. Para oenjahat nya juga aku tidak mengenali mereka. Mereka bukan dari desa kita. Dan untuk korban nya, aku tidak mengenalnya sama sekali. Bagaimana jika mereka mencari ku ayah? Aku takut. Karena sebelum nya mereka semua mengejar ku." Clarissa semakin panik dan tubuh nya kembali bergetar.


"Tenang lah nak. Untuk sementara waktu kau jangan masuk sekolah dulu ya. Lebih baik kau istirahat dan ayah juga khawatir para penjahat itu berkeliaran di sekitar sini. Sementara waktu jangan keluar rumah dulu ya." Pinta Teddy mengingatkan Clarissa dan di jawab dengan anggukan oleh Clarissa. Setelah banyak berbicara Clarissa mulai tenang dan Teddy membiarkan Clarissa untuk beristirahat. Hati Teddy begitu gelisah. Teddy takut para penjahat itu akan mencari Clarissa seperti yang di ucapannya tadi. Teddy tidak ingin terjadi apa-apa pada Clarissa. Dia pun meninggalkan Clarissa dan kembali ke kamar nya. Di kamar Clara sudah berbaring tetapi belum tertidur. Dia melihat suami nya begitu gelisah dan merasa jika Clarissa selalu saja mempengaruhi pikiran sang suami nya.


"Apa yang terjadi?" Tanya nya ketus. Dan Teddy menoleh pada sang istri.


"Tidak terjadi apa-apa, hanya saja Clarissa sedang tidak sehat. Jadi aku memintanya untuk tidak keluar rumah dan tidak sekolah untuk sementara waktu. Besok aku akan kesekolah nya untuk memberitahu wali kelas nya." Jawab Teddy berusaha menyembunyikan segalanya.


'Lebih baik Clara tidak perlu tau dulu. Karena aku yakin dia tidak akan perduli akan hal ini." Batin Teddy.


"Aku mohon pada mu, biarkan Clarissa istirahat untuk sementara waktu, jangan berikan dia pekerjaan rumah yang berat-berat dan tolong jangan biarkan dia keluar dari rumah ya."


"Kenapa? Apa alasannya kau melarangnya keluar rumah dan kenapa dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah?" Jawab Clara mulai kesal.


"Anak kita sedang tidak sehat, biarkan dia beristirahat ya. Aku mohon kali ini bekerja samalah dengan ku untuk Clarissa ya." Teddy mendekati istri nya dan memegang tangan sang istri untuk merayunya agar mau bekerja sama.


"Baiklah, lagian jika aku menolak apa kau bisa mendukung ku? Pasti tidak kan? Kau akan lebih mendukung nya dari pada aku." Sindir Clara.


"Jangan terlalu jauh berfikir. Aku juga selalu mendukung mu. Sekarang ayo aku temani menyiapkan makan malam." Teddy mencoba meluluhkan hati sang istri.


"Hm baiklah. Kau selalu berusaha mengambil hatiku di saat yang tidak tepat." Clara mulai tersenyum walau sedikit kecut.


"Tapi kau senang kan?" Rayu Teddy dan membuat Clara tersenyum lepas. Dia tau bagaimana cara meluluhkan hati nya walau untuk mempersatukannya dengan Clarissa sangatlah sulit. Tapi Teddy tetap berusaha berbuat yang terbaik. Karena Clara dan Clarissa ada hidup dan matinya. Dia tidak ingin terjadi apa-apa pada kedua cintanya. Dan saat ini perasaan Teddy benar-benar kacau. Karena kejadian yang di alami Clarissa sangat berbahaya. Dia pun harus melarang Clarissa untuk besekolah untuk sementara waktu..

__ADS_1


__ADS_2