
*** Flashback Off
Max masih dengan sabar mendengar cerita Alex yang membuat pria ini semakin kagum, andai Ruby mengetahui hal ini dan mau membuka hati untuk Alex, pada akhirnya semua yang dia pendam bisa terungkapkan juga. Andai Ruby mau menikah, Pria pertama yang cocok menjadi pendamping Ruby menurut Max adalah Alex. Tapi wanita itu hanya menganggap Alex sebagai kakak nya dan dia enggan membuka hati untuk siapa pun.
"Aku selalu bahagia saat Ruby berada di samping ku. Melihatnya tersenyum rasanya begitu membahagiakan ku ayah, sampai aku tidak mampu melihat wanita manapun. Hatiku sudah tertaut padanya. Aku harus bagaimana?" Nafas Alex tampak tercekat.
"Apa kau pernah mencoba nya? Mencoba membuka hati dan mulai berkencan dengan gadis di luar sana? Itu akan lebih baik nak untuk mengalihkan perasaan mu." Max kesulitan untuk meyakinkan Alex, Max hanya tidak ingin Alex kecewa.
"Entahlah ayah. Setiap ingin mencobanya pasti selalu teralihkan ketika aku melihat wajah Ruby." Hati Alex terasa perih ketika mengatakan hal itu. Memang terlalu menyakitkan mencintai wanita yang tidak mencintai kita.
"Bersabar lah, semoga hati Ruby tergerak saat melihat pengorbanan mu dan segera mau membuka hatinya untuk mu." Ujar Max menenangkan Alex.
Tanpa mereka sadari sepasang telinga mendengar semua percakapan antara Max dan juga Alex. Siapa lagi kalau bukan Ruby, Ruby belum pergi dan sedari tadi dia masih berdiri bersembunyi mendengar pembicaraan Ayah dan juga kakak angkatnya. Airmatanya mengalir begitu saja. Alex begitu menderita selama ini. Dia merasa bersalah dan merasa sangat jahat. Pelan-pelan dia menghapus air matanya dan segera beranjak dari tempat itu. Taxi online Ruby sudah menunggu dan siap mengantar Ruby ke tempat pesta. Di perjalanan Ruby kembali menangis. Dia sangat menyadari sikap Alex dan dia tau perasaan Alex, tapi Ruby berusaha mengalihkan dan mengabaikannya. Karena walau Alex telah menyelamatkan hidup nya, bukan berarti dia juga harus menghabiskan waktu untuk wanita kotor yang tidak suci lagi seperti dirinya. Alex berhak mendapatkan Wanita yang lebih baik.
Jarak Rumah dengan lokasi acara ada sekitar 15 menit. Tempatnya merupakan Club malam terbesar di kota California. Begitu kaya raya kah CEO mereka hingga membuat pesta besar di sebuah Club ternama.
Ruby pun sampai di tempat. Tidak berapa lama Sean datang menghapiri Ruby. Ruby sempat menengadah melihat gedung Club malam nya begitu besar, sepertinya banyak orang yang belum menikmati tempat mahal ini. Ruby berbinar melihatnya.
"Hai bestie, Waahhh kau cantik sekali sayang. Terlihat lebih muda dari umur mu." Puji Sean pada Ruby.
"Kau sangat berlebihan, kau juga terlihat cantik dan anggun. Semua mata akan tertuju padamu." Ruby membalas pujian Sean.
"Kenapa lama sekali. Aku sudah menunggu mu terlalu lama. Untung saja kau cantik, jika tidak aku akan meninggalkan mu." Canda nya sambil tertawa.
"Ini topeng untuk mu, segera pakai, kita harus segera masuk." Ucap Sean sambil memakai topeng.
"Harus memakai topeng?" Sebenanrnya ini acara apa? Aku belum pernah menghadiri pesta semewah ini." Bisik Ruby membuat Sean senyum senyum.
"Aku juga baru beberapa kali, aku bisa menikmati pesta semewah ini ya semenjak bekerja di Emerald Corporate. CEO kita begitu royal" Ucap Sean berbisik dan membuat Ruby tertawa.
"Sudah lah ikuti saja. Ini akan lebih baik, jadi tidak perlu mengenali seseorang sama sekali." Celetuk Ruby sambil memakai topeng.
"Tau begitu aku tidak perlu berdandan semenor ini." Sean terus mengeluh.
__ADS_1
"Kau tetap terlihat cantik walau memakai topeng sayang. " Ujar Ruby membuat Sean tersanjung.
"Ayo kita masuk." Sean menarik tangan Ruby.
"Wahh aku tidak sabar ingin melihat CEO kita, setampan apa dia, tapi jika semua memakai topeng bagaimana kita bisa melihatnya. "
Sean berbicara terus-menerus Ruby hanya tersenyum mendengar perkataan Sean. Temannya memang tidak pernah kehabisan kata-kata.
Sesampainya di dalam, Ruby sangat terkejut karena ini seperti bukan pesta malah seperti Club malam yang sesungguhnya, musik Dj yang begitu kuat jelas menambah keseruan para karyawan yang datang. Semua menggunakan topeng hingga tidak satu pun yang dapat di kenali oleh Ruby.
"Kau yakin ini acara kita Sean? Kau tidak salah kan? " Tanya Ruby merasa ragu.
"Aku yakin sekali, dan lihat itu Pak Troy kepala bagian kita, ada Dino dan juga Steve. Bagaimana dengan Rain ya. Aku tidak melihat nya." Sean mencoba mencari-cari keberadaan Rain yang ternyata berdiri tak jauh dari ketiga teman nya, bedanya saat ini dia sedang di kerumuni wanita-wanita genit yang selalu menjadi Fans berat Rain di kantor.
"Astaga,,, wanita-wanita genit ini ada-ada saja." Dengus Sean merasa kesal.
"Aku hampir tidak mengenali mereka Sean. Bagaimana tidak semua orang menggunakan topeng. Ada-ada saja." Ruby menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Hai Ladies, akhirnya kalian datang juga. Hai Ruby,,,, You're so beautiful." Puji Steve yang pangling melihat Ruby yang tampak begitu cantik dan seksi dengan gaunnya malam ini."
"Terima kasih Steve. Kau juga keren sekali malam ini." Balas Ruby
"Aku tau itu, semua juga tau kalau aku begitu keren." Steve selalu merasa paling tampan di departement Pemasaran.
Rain melirik Ruby dan teman-teman nya yang saling bercanda dan dia harus segera menghindar dari wanita-wanita gila ini. Batin Rain meronta-ronta.
"Sorry,,,Aku harus bergabung bersama teman-teman ku." Ucap Rain sambil beranjak meninggalkan ketiga wanita yang mengelilinginya. Wajah ketiga nya tampak kesal, apalagi mereka menyadari Ruby yang datang. Karena sejak kedatangan Ruby pertama kali di Perusahaan sempat membuat mereka iri dan merasa tersaingi.
"Huuh,,, gadis itu mengganggu saja." Ucap salah satu wanita yang dekat dengan Rain tadi.
"Dia karyawan baru di departement pemasaran kan? Dengar-dengar banyak pria di kantor yang mendekatinya. Tapi dia seperti sok jual mahal." Ucap wanita lainnya.
"Bagaimana kalau kita beri dia sedikit pembelajaran?" Senyum menyeringai gadis lainnya tercipta. Dan kedua temannya ikut mengangguk.
__ADS_1
"Hai Rain,,, sudah puas dengan rayuan wanita-wanita mu?" Tanya Sean mengejek.
"Jangan mengejek ku." Jawab nya kesal.
"Tapi wajar sih, karena kau terlihat tampan sekali hari ini. Benarkan Ruby" Sean menyenggol lengan Ruby yang tidak fokus pada Rain dan Sean.
"Hahh,,, iyaa." Jawabnya asal. Tanpa dia sadari mata Rain tidak lepas dari Ruby yang begitu terlihat cantik malam ini. Tapi dia sangat malu berbasa-basi. Perasaannya ingin sekali berbicara dengan gadis itu.
"Aku ingin ke toilet. " Bisik Ruby pada Sean.
"Heii,, acara sudah mau di mulai, dan sebentar lagi CEO kita akan datang. Jangan sampai kau melewatkannya." Teriak Sean di tengah lagu DJ yang semakin kuat.
"Tapi aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin buang air kecil. Dimana letak Toilet nya?" Tanya Ruby.
"Seperti nya dari sebelah sana. Apa perlu aku mengantar mu?" Sean menawarkan diri.
"Tidak perlu, aku sendiri saja. Bisa-bisa kau gagal melihat CEO mu yang tampan itu." Sindir nya sambio tersenyum jahil.
"Bukan kah dia CEO mu juga? " Balas Sean sambil mengeluarkan lidahnya. Mereka pun tertawa.
"Aku ke toilet sebentar ya." Ruby beranjak meninggalkan Sean dan teman-temannya. Ketiga wanita tadi pun mengikuti Ruby dari belakang.
"Para hadirin sekalian tanpa membuang waktu lagi, mari kita sambut CEO kita yaitu Bapak Keenan Emery Kiel." Ucap pembawa Acara mempersilahkan Keenan naik ke podium. Pria itu berjalan dengan gagah sambil memasukkan tangan nya kedalam saku celana, tubuhnya begitu tinggi dan tampak berotot, terlihat jelas dari balik Jas berwarna Navy yang dia gunakan. Harum tubuhnya tercium kesegala arah membuat karyawati nya terpana dan ingin pingsan melihatnya. Pria itu terlihat begitu tampan dan Kharismatik walau sedang menggunakan topeng.
"Selamat malam semua nya." Suara gagah nya yang dingin begitu mengganggu telinga para kaum hawa yang terus terpana melihat nya.
"Sangat Sexy. Aku akan betah berada di dalam kamar jika seranjang dengannya" Ucap salah satu karyawati yang ada di hadapanya.
"Terima kasih untuk kalian semua yang sudah berkenan hadir di acara ini. Ini bukan acara yang besar hanya acara kunjungan biasa seperti setiap tahunnya. Silahkan berpesta ria, nikmati semua jamuan malam atau hidangan yang sudah tersedia." Ucap nya dan langsung bergegas meninggalkan podium.
"Bahkan ketika dia memakai topeng pun ketampanannya masih terpancar. Dia begitu beruntung memiliki kesempurnaan itu. " Ujar Steve insecure.
"Jangan bersedih, kau juga sangat tampan." Hibur Sean pada Steve membuat teman-temannya tertawa.
__ADS_1