Come Back My Love

Come Back My Love
77. Sayang Jika Tidak di Fikirkan


__ADS_3

Keenan syok melihat tubuh Ruby yang sudah tergeletak di lantai.


"Ruby,,,,,!!! " Teriak Keenan panik, Keenan langsung melemparkan tongkatnya dan langsung berlari ke arah Ruby dan langsung meraih tubuh Ruby.


"Ruby,,,bangun. Tubuh mu panas sekali? By,,, " Keenan semakin panik karena tidak mendapat respon apapun dari Ruby. Keenan langsung menggendong Ruby dan membaringkannya ke tempat tidur.


"By,,," Keenan menepuk pelan pipi Ruby tetapi Ruby tidak sadarkan diri. Keenan dengan sigap mengambil air hangat dan kain untuk mengompres dahi Ruby, mengelap setiap sela tubuhnya, telapak tangan dan juga leher nya. Lalu Keenan mengambil minyak untuk di oleskan ke bagian hidung Ruby agar segera siuman. Tapi nihil, Ruby masih belum sadarkan diri. Keenan pun berlari mengambil kotak obat, disana banyak persediaan segala jenis obat-obatan. Keenan sempat mengirim pesan pada Josh dan bertanya obat apa yang bisa di minum untuk Ruby, tapi Keenan tidak mengatakan untuk siapa obat tersebut. Keenan mengambil segelas air untuk Ruby agar bisa meminum obatnya. Ruby sudah setengah sadar tapi matanya tidak terbuka sama sekali. Dia sempat mengigau. Keenan mengangkat sedikit tubuh Ruby untuk mendudukkannya agar diberi obat.


"Ayo buka mulut mu." Ucap Keenan sambil memasukkan pil ke dalam mulut Ruby. Gadis itu lumayan menurut. Walau mata nya masih tertutup. Setelah Ruby minum obat, Keenan kembali membaringkan Ruby ke tempat tidur.


Keenan menghelakan nafas lega, paling tidak sudah dilakukan pertolongan pertama, jika Ruby masih tidak membaik Keenan akan membawa Ruby ke Rumah Sakit.


Keenan duduk di samping ranjang, lebih tepatnya di lantai. Dia duduk menghadap wajah Ruby yang terlihat begitu nyaman dalam tidur nya. Menatap lamat wajah tentram Ruby. Dia menyingkirkan anak-anak rambut ke sela telinganya. Dan senyum Keenan pun terukir begitu manis. Lama Keenan menatap Ruby seakan sangat sayang jika melewatkan wajah cantik nya. Keenan merasa sangat nyaman jika Ruby di dekatnya, perasaannya seperti sudah lama mengenalnya. Walau kadang dia merasa Ruby sangat menyebalkan. Tapi dia selalu ingin mendorong wanita ini agar selalu dekat dengannya.


'Kau terlihat lebih anggun jika tertidur, cantik dan menenangkan jiwa. Jika saat membuka mata, kau bagaikan monster. Sangat bawel dan banyak bicara.' Keenan bergumam dalam hati.        Tiba-tiba kening Keenan berkerut, ketika dia melihat airmata Ruby, Keenan menghapusnya pelan dan membelainya lembut. Tetapi airmatanya terus menerus keluar. Ruby mimpi menangis.

__ADS_1


"Ada apa dengan mu? Kenapa di saat kau tidak sadar pun masih bisa nya menangis. Ini bukan seperti dirimu yang terlalu banyak bicara dan cerewet. Kenapa sekarang kau terlihat begitu rapuh." Keenan terus menghapus airmata Ruby dengan selembut-lembutnya.            Entah kenapa ingin rasanya Keenan mendekapnya, memberinya kenyamanan. Tapi lagi-lagi pria itu menepis perasaannya. Hatinya bagai terkunci entah untuk siapa. Tapi saat melihat Ruby dia tidak mampu menahan perasaannya untuk tidak mengganggunya, memanfaatkan jabatannya agar bisa dekat dengan Ruby.


'Jantung ku tidak pernah berdetak dengan normal sejak aku bertemu dengan mu. Ditambah lagi hanya kau yang bisa meredam penyakit ku. Siapa kau sebenarnya. Kenapa hanya kau?'


"Kak Alex,,,, " Ucap Ruby mengigau dan semakin tersedu. Matanya masih terpejam.


"Alex? Siapa Alex? Apa dia pria yang kemarin bersama mu?" Ucapnya pelan. Hatinya terasa panas saat mendengar itu. Keenan langsung bangkit dan keluar dari kamar meninggalkan Ruby sendiri.


"Kak Alex,,, dia kembali, Keenan kembali,,, " Ruby masih terus mengingau sambil menangis. Tapi sayang nya Keenan tidak mendengar ucapan Ruby itu.


Di luar kamar Keenan sedang duduk membayangkan Ruby yang menyebut nama pria yang jelas membuat hatinya panas. Keenan meneguk air satu gelas tanpa jeda. Dia begitu kesal. Wanita itu berhasil mengacak-acak hati Keenan yang selama ini beku. Banyak wanita yang mendekatinya bahkan mengagungkannya bak dewa, tetapi tidak satu pun dari mereka yang berhasil menggetarkan hati Keenan. Tapi kali ini Ruby yang bahkan wanita yang di bencinya justru sering membuatnya gelisah. Dia sering kesal pada Ruby, tapi selalu ingin bersama Ruby.


Keenan kembali ke kamar dengan amarah yang membuncah. Dia membuka kemejanya dan melempar asal kemeja itu dan langsung mendekati Ruby. Keenan naik ke atas ranjang dan mengkukung Ruby yang masih tidak sadarkan diri. Keenan mulai mendekati wajah Ruby dan melahap habis bibir ranum gadis itu, cukup lama dan dalam. Dia benar-benar sudah candu pada bibir Ruby. Ruby mulai melenguh dan sedikit membuka matanya. Keenan sontak kaget dan sempat menghentikan aksinya. Dan seketika mata Keenan membesar saat Ruby membalas ciumannya.


Pria nakal mana yang menolak ciuman manis ini. Keenan semakin menikmatinya. Melahap habis bibir merah itu, masukkan lidahnya untuk mengitari gigi-gigi yang tersusun rapi. Ciuman Keenan semakin dalam dan semakin turun ke leher Ruby, gadis itu tanpa sadar mendesah walau matanya masih tertutup. Tangan Keenan pun tidak tinggal diam, dan langsung beralih ke bukit kembar yang ada di hadapannya. Begitu pas ditangan. Dia meremasnya pelan, Keenan semakin bergairah ketika Ruby bergerak dengan eksotis. Walau tanpa sadar, Keenan menanggapinya dengan serius.

__ADS_1


"Aahh,,,, " ******* Ruby semakin membuat Keenan bersemangat.


"Apa kau sengaja menggodaku Nona? Jangan menyesalinya, karena jika aku memulai tidak akan bisa berhenti. Mendesahlah sesuka hati mu. Aku tidak akan berhenti dan semakin bersemangat menjamah tubuh mu. Kau sepertinya sudah terbiasa." Bisik Keenan ke telinga Ruby. Dan setelah itu kembali mencium bibir Ruby. Dan Keenan pun mulai berhenti ketika melihat Ruby menangis lagi. Aksinya terhenti dan rasa Iba itu kembali. Apa yang sudah dia lakukan. Kenapa karena emosi harus melakukan hal yang tidak seharusnya.


Dia menyesal dan sedikit menjauhkan wajahnya dari Ruby, Keenan mengusap kasar wajahnya, kenapa dia sampai melakukan hal sejauh ini pada seorang gadis yang baru di kenalnya. Tapi dia tidak mampu menahan perasaannya. Ini mengalir begitu saja.


Setelah beberapa saat menangis, Ruby pun kembali tertidur. Gadis itu benar-benar tidak sadar apa yang sudah dilakukan Keenan. Keenan sudah beralih ke samping Ruby, berbaring miring ke arah Ruby. Kembali menatap wajah cantik itu. Gadis itu tidur seperti posisi bayi. Dengkuran halus terdengar menandakan Ruby tidur dengan nyenya Matanya masih basah.


Keenan menghela nafas, dia tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


'Kenapa sakit sekali saat melihat mu menangis dan kenapa aku harus kesal saat kau menyebut nama pria lain. Aku tidak seperti ini sebelumnya. Kau datang menghancurkan segalanya. Menghancurkan tembok yang telah kokoh aku bangun sejak dulu. Siapa dirimu sebenarnya By? Aku sangat tidak menyukai mu tapi sayang rasanya jika tidak memikirkan mu. Maaf By aku sudah berbuat lancang padamu.' batin Keenan sambil memegang dahi Ruby, memeriksa apakah suhu tubuhnya masih panas atau sudah turun.


"Sudah tidak begitu panas lagi. Syukurlah, kau berhasil membuat ku sakit jantung sejak pagi tadi." Keenan masih berbaring di sebelah Ruby, masih menatap wajah cantik Ruby, lama dan perlahan Keenan pun ikut terlelap.


Cukup lama mereka tidur, hingga tidak jadi berangkat ke kantor. Pukul satu siang Ruby perlahan membuka matanya, dia akhirnya terbangun. Pinggangnya terasa sangat berat, saat menajamkan pandangannya dia sangat terkejut melihat tangan kekar Keenan sudah bertengger di pinggang Ruby. Tidur bertelanjang dada m sambil memeluk erat tubuh mungil Ruby. Ruby seakan kehilangan nafas. Jantungnya berdegup kencang. Pria ini benar-benar berani sekali. Kenapa lancang sekali tidur di ranjang yang sama dengan Ruby.

__ADS_1


Ruby mencoba memindahkan tangan Keenan agar dia segera bangkit dari tidurnya. Akhirnya Ruby berhasil dan perlahan turun dari ranjang. Langsung berdiri dan tiba-tiba kepalanya kembali sempoyongan, Ruby terjatuh dan kali ini terjatuh di pelukan Keenan. Pria itu sudah bangun dan dengan sigap menangkap tubuh Ruby.


"Kenapa langsung berdiri. Kau masih lemah pasca pingsan tadi."


__ADS_2