Come Back My Love

Come Back My Love
25. Mulai merasakan cinta yang sesungguhnya


__ADS_3

Dihalaman depan rumah Jesika. Tangan Clarissa masih di pegang Leon, Leon berencana akan mengantarnya pulang kerumah. Seketika Clarissa tersadar dan menghentikan langkahnya. Leon pun terkejut.


"Ada apa Ca?" Tanya nya lembut.


"Aku tidak bisa pulang bersama mu. Karena tadi aku pergi bersama Lucy." Segera Clarissa mengambil ponselnya untuk menghubungi Lucy. Dan langsung di jawab oleh Lucy.


"Aku sudah ada di depan. Kita pulang sekarang ya."


"Baiklah, tunggu aku disitu ya. Aku sedang ada teman disini, sebentar lagi aku kesana. Oke" Ujar Lucy


"Oke." Jawab Clarissa singkat dan mengakhiri panggilan nya. Clarissa sadar jika tangannya masih di pegang Leon. Itu membuat nya sedikit tidak nyaman, karena tumben Leon bersikap baik padanya.


"Leon,,, " Mata Clarissa mengarah ke arah Leon yang masih memegang tangan nya. Leon sadar maksud Clarissa tetapi dia enggan melepas tangan Clarissa. Leon langsung menarik Clarissa hingga menepis jarak diantara mereka. Jarak keduanya semakin dekat. Hanya beberapa senti saja. Clarissa terkejut, wajah nya mulai panik.


"Leon, apa yang kau lakukan? Clarissa gelagapan dan berusaha melepas pegangan Leon yang semakin kuat.


" Kali ini aku tidak akan melepaskan mu lagi ca. Apapun yang terjadi kau tidak boleh lagi jauh dari ku. Aku tidak akan membiarkan mu terluka lagi. Dan tidak akan membiarkan mu mendekati siapapun. Kembali lah seperti dulu." Ujar Leon dengan suara yang sangat lembut. Clarissa seketika terpaku dan menatap lamat mata Leon seperti orang yang sudah putus asa. Clarissa heran kenapa Leon berubah drastis, kenapa Leon seperti ini, padahal bukankah selama ini dia lah yang sering melukai Clarissa.


Tangan Leon sebelahnya mulai memegang pipi Clarissa, membelai nya lembut dan mulai turun ke tengkuk leher Clarissa. Menatap Clarissa dengan penuh damba. Perlahan menarik wajah Clarissa. Clarissa mulai panik, dan menahan dirinya agar Leon tidak menciumnya. Tapi tenaga Leon tidak terkalahkan. Clarissa ketakutan dan menutup matanya.


"Sialan,,, " Teriak Keenan yang tiba-tiba datang dan menarik Leon, memberikan satu pukulan keras ke wajah Leon. Pukulannya sangat kuat hingga membuat Leon terjatuh.


"Aahh,,, " Teriak Clarissa kaget melihat Keenan memukuk Leon hingga terkulai lemas ke lantai.


"Berani nya kau mau mencium Clarissa. Sialan,,,!!! " Teriak Keenan berapi-api dan hendak meraih Leon lagi tapi dihalau oleh Clarissa.


"Keenan stop, jangan Keenan. Apa yang kau lakukan." Clarissa menarik tangan Keenan.

__ADS_1


"Jangan tahan aku Clarissa, kau juga, kenapa diam saja saat dia ingin mencium mu?" Keenan marah, emosinya tidak terkendali kan lagi.


Leon memegang pinggir bibirnya yang mulai mengeluarkan darah segar. Emosi Leon mulai naik dan Leon segera bangkit dan segera membalas Keenan.


"Breng*ek kau." Leon hendak memukul Keenan tapi Clarissa menghalanginya hingga pukulan Leon mengenai pipi Clarissa dan Clarissa terjatuh di hadapan Keenan dan Leon.


"Clarissa,,,"


"Ca,,,," Teriak Leon dan Keenan bersamaan. Leon panik begitu pun Keenan. Keenan langsung menolak Leon dan langsung menghampiri Clarissa yang terduduk di lantai dengan bibir berdarah. Clarissa menangis menahan sakit.


"Clarissa kau tidak apa-apa? Bibir mu berdarah," Keenan panik sambil memegang pipi Clarissa.


"Kenapa kau malah menghalanginya. Bodoh sekali" Mata Keenan berkaca-kaca sangkin paniknya. Keenan menghapus darah yang keluar dari pinggir bibir Clarissa. Membelai nya lembut.


"Maafkan aku." Ucap Keenan yang tidak menyadari bulir bening mengalir dari matanya. Clarissa yang melihat itu langsung tersentuh. Tapi seketika terlintas kata-kata yang sudah di ucapkan Keenan tadi. Hatinya kembali sakit dan air matanya kembali berlinang. Clarissa langsung menolak tubuh Keenan hingga terduduk.


"Sweety,,,, " Teriak Lucy dari depan pintu melihat Clarissa terduduk di lantai dengan bibir memar. Segera Lucy berlari menghampiri Clarissa. Clarissa langsung memeluk Lucy. Menangis sejadi-jadinya.


"Maafkan aku Sweety, aku terlalu lama datang. Apa yang terjadi?" Tanya Lucy panik sambil melirik Keenan dan Leon yang juga terduduk di lantai.


"Apa yang kalian lakukan pada Clarissa? Kenapa Clarissa jadi terluka seperti ini? Lucy marah besar.


" Ayo kita pulang." Ucap Clarissa dengan suara lemah.


"Ca, maafkan aku, biarkan aku yang mengantar mu pulang." Ucap Leon yang mulai bangkit.


"Stop Leon, menjauhlah. Aku yang akan mengantarnya pulang. Kalian berdua, urusan kita belum selesai, setelah ini aku akan membuat perhitungan dengan kalian. Ancam Lucy sambil memapah Clarissa dan membawa nya ke parkiran diluar halaman.

__ADS_1


Dari atas balkon lantai 2, terlihat Jesika berdiri sambil melipat tangan nya, wajah nya menyeringai melihat adegan yang luar biasa. Lagi-lagi Clarissa selalu menjadi rebutan. Sedangkan dia. Bahkan Keenan tidak menyukainya. Leon juga sama saja.


'Clarissa terlalu banyak yang kau ambil dariku. Kali ini aku tidak akan membiarkannya lagi. Kau sudah merusak pesta ku dengan pertengkaran dua pria yang menyukaimu. Aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan Keenan, bahkan Leon juga tidak akan kau miliki. Kau tak pantas untuk keduanya.' Batin Jesika.


Didalam mobil Lucy. Lucy sedang mengompres memar di pinggi bibir Clarissa. Mengobati dengan obat seadanya yang ada di dalam mobil. Cukup bisa menghilangkan sedikit memar di bibir Clarissa. Clarissa meringis kesakitan. Pukulan Leon cukup keras.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Kenapa bisa jadi begini? Tanya Lucy khawatir.


Clarissa menunduk, dan kembali mengingat kejadian tadi, mengingat kata-kata yang di ucapkan Keenan begitu menyakitkan. Perbuatan Leon bukan apa-apa dibanding itu. Perkataan Keenan lebih menyakitkan. Air mata Clarissa kembali membasahi wajah nya. Hatinya begitu sakit.


"Berbicaralah Sweety. Kau membuatku khawatir. " Desak Lucy dengan wajah khawatirnya.


Clarissa sedikit mengangkat wajah nya yang sudah di basahi air mata.


"Apa aku terlalu buruk Cy? Apa aku tidak pantas di sayangi? Tanya Clarissa sambil terisak.


"Keenan tidak tulus padaku seperti ucapan mu kemarin. Dia tidak pernah tulus berteman denganku. Dia hanya kasihan padaku. Karena dia bilang aku bukan lah orang yang layak berteman dengannya. Kenapa perasaanku sangat sakit mendengar itu Cy? Padahal apa yang dia katakan benar adanya. Aku saja yang tidak tau diri." Clarissa terus terisak. Lucy yang mendengar itu ikut bersedih. Sungguh tega manusia itu mengabaikan bahkan menganggap Clarissa tidak baik. Padahal bagi Lucy Clarissa begitu spesial. Anak yang begitu manis dan tulus. Tidak neko-neko dan selalu bersikap sederhana dan santun kepada siapapun. Bagi mereka yang tulus akan merasakan hal itu. Tapi kenapa masih ada dari mereka yang masih tega menyakitinya. Lucy memegang tangan Clarissa.


"Tenang lah, mereka hanya tidak bisa melihat kebaikan mu sayang. Kau begitu spesial di mataku. Kau sangat baik dan tulus. Jangan dengarkan apa kata mereka ya. Semua itu tidak benar." Lucy menghusap air mata Clarissa.


"Entah kenapa ini terlalu sakit Cy, selama ini juga aku sering di hina, bahkan tidak ada tempat yang layak untukku. Leon, Jesika dan bahkan teman-teman lain yang menghinaku, tapi tidak sesakit ini rasanya." Tangis Clarissa semakin pecah.


"Itu karena kau sudah mulai menyukainya sayang. " Ujar Lucy.


"Kau sudah mulai merasakan cinta yang sesungguhnya. Aku juga tidak pernah melihatmu seperti ini. " Lucy mengelus tangan lembut Clarissa.


"Tapi apa yang dikatakan Keenan benar Cy. Aku memang tidak layak dekat dengan Keenan. Tidak layak mendapat tempat di hati mereka. Sebagai teman atau lebih dari itu." Ucap Clarissa miris.

__ADS_1


"Tidak, kau salah besar. Mereka yang tulus padamu akan melihat kebaikan dan ketulusanmu. Lalu kenapa ada Leon?" Tanya Lucy kembali.


__ADS_2