Come Back My Love

Come Back My Love
34. Tetaplah di Sisi ku


__ADS_3

"Bawa mereka berdua ke markas kita. Saat nya kita bermain-main." Ucap Si penjahat.


"Baik bos." Jawab anak buahnya.


Dari kejauhan Leon menyaksikan semua nya. Tapi Leon tidak punya keberanian untuk melawan penjahat-penjahat itu. Dia menangis ketakutan. Ingin rasa nya dia menyelamatkan Clarissa. Keenan benar-benar berani dan berusaha melindungi Clarissa bagaimana pun cara nya. Berbeda dengannya yang sudah gemetaran. Dia tidak punya nyali untuk melawan. Leon melihat Clarissa dan Keenan di bawa masuk ke dalam mobil para penjahat itu dan saat mobil itu pergi Leon diam-diam mengikuti nya walau dalam keadaan takut. Leon menyalakan sepeda motor nya dan perlahan mengikuti dari belakang.


**


Sesampainya di Markas para penjahat. Sebuah gedung tidak begitu tua tapi juga tidak terawat, disitu lah para penjahat bersembunyi. Keenan dan Clarissa di bawa ketempat itu. Clarissa masih dalam keadaan pingsan begitu pun Keenan. Karena pukulan di punggung nya membuat nya tidak sadarkan diri.


Ikat mereka dan kunci ruangan ini. Jangan biarkan mereka kabur. Ucap Ketua penjahat.


"Baik Bos." Jawab anak buah nya.


"Aku akan keluar sebentar untuk menghubungi seseorang. Jika mereka kabur, tamat lah riwayat kalian." Ancam Ketua penjahat. Para anak buah nya pun merinding ketakutan. Leon sudah berada di belakang gedung tersebut bersembunyi agar para penjahat tidak melihatnya. Dia memeriksa beberapa ruangan tapi belum menemukan keberadaan Keenan dan Clarissa. Di dalam ruangan kondisi Keenan dan Clarissa belum sadarkan diri dan posisi nya duduk di Kursi dengan tangan serta kaki di ikat. Para penjahat keluar dan mengunci pintu ruangan itu dan mereka berjaga di depan ruangan tersebut.


Leon akhirnya menemukan ruangan tempat dimana Clarissa dan Keenn di tawan. Leon melihat itu semakin panik. Apalagi melihat Clarissa tidak sadarkan diri. Tapi dia bingung hendak berbuat apa untuk menyelamatkan mereka.


**


Di sekolah. Teddy sudah tiba setengah jam di sekolah tapi tidak melihat Clarissa keluar dari sekolah. Itu membuat nya sangat Khawatir dan sekolah sudah mulai sunyi. Teddy pun menghampiri Dodo yang baru ingin beristirahat.


"Maaf Pak Dodo, saya mau tanya. Apa bapak melihat putri saya? Tanya Teddy.


" Heii Pak Teddy. Maaf Pak sedari tadi saya tidak melihat Clarissa. Memang tadi sekitar setengah jam saya permisi kaluar sebentar jadi mungkin di saat saya tidak ada mereka sudah pulang.


"Tapi sudah setengah jam Saya berasa di depan tapi tidak melihat nya keluar." Ucap Teddy mulai tidak tenang. Dia panik karena selama beberapa hari ini dia menjemput Clarissa, dia merasa ada yang mengikuti nya dan Clarissa. Teddy langsung overthinking. Melihat raut wajah Teddy membuat Dodo penasaran."


"Ada apa Pak? Apa terjadi sesuatu? Ujar Dodo.


" Tidak Pak. Saya hanya khawatir karena tidak biasa- biasanya Clarissa seperti ini." Teddy panik.

__ADS_1


"Saya akan memeriksa lagi di dalam ruangan. Mungkin masih di dalam ruangan pak." Ucap Dodo.


"Baik Pak Dodo saya akan tunggu disini. Sekalian menunggu Clarissa jika keluar."


"Silahkan Pak, saya tinggal kedalam dulu ya." Ujar Dodo pamit ke dalam sekolah. Tidak berapa lama Toto supir Keenan pun datang.


"Pak Teddy,,, " Sapa Toto.


"Toto kau disini?"


"Iya Pak, mau menjemput Tuan Muda. Bagaimana kabar mu Pak. Maaf Pak atas kejadian waktu itu aku tidak bisa melakukan apapun untuk membela mu." Ucap Toto menyesal. Dan Teddy tersenyum hangat.


"Tidak masalah, semua bukan salah mu. Aku juga baik-baik saja. Lupakan saja ya. Aku sudah berusaha menjelaskan tapi Mereka tidak ada yang mempercayaiku lagi." Ucap Teddy Lirih.


"Aku sangat yakin ada yang memprovokasi Tuan Anderson. Karena setau ku Tuan Anderson sangat bijaksana, dia juga sudah lama mengenalmu."


"Itu adalah hak nya. Jika dia sudah tidak mempercayai ku lagi. Aku juga tidak bisa berlama-lama kerja di tempat itu." Jawab Teddy Tenang.


"Tapi aku masih merasa tidak enak." Toto murung.


"Bagaimana Pak, apa Clarissa masih ada di dalam? " Tanya Teddy.


"Maaf Pak di dalam tidak ada orang lain lagi kecuali beberapa guru yang ada di ruangan kepala sekolah.


" Apaa??? Jadi Tuan Keenan juga tidak ada di dalam Pak? Tanya Toto panik.


"Iya Pak, sudah saya cari tetapi tidak ada mereka berdua di dalam sekolah.


"Jadi mereka kemana y Pak. Astagaa,,, bagaimana ini ya, kemana saya harus mencarinya dan menjelaskan keadaan Tuan Keenan disini." Toto panik.


"Tenang lah Pak. Kita cari besama-sama. " Ucap Dodo menenangkan.

__ADS_1


**


Di gedung para penjahat. Di ruangan lain Ketua penjahat sedang menerima panggilan dari seorang Ketua Mafia kejam.


"Iya bos wanita itu sudah kami amankan tetapi ada seorang anak laki-laki yang ingin menyelamatkannya. Dan kami menyekapnya juga di dalam gudang.


" Anak laki-laki? Siapa dia?" Tanya Ketua Mafia.


"Iya bos. Tadi aku sempat menemukan kartu pelajar nya. Kalau tidak salah nama nya Keenan Emery Kiel.


" Apa??? Ketua Mafia terlonjak kaget mendengarnya.


"Itu bukannya,,,Dia adalah orang yang aku cari ke mana-mana. Jangan biarkan mereka kabur.


" Baik Bos, aku harus kembali melihat mereka.


"Baiklah. Kabari aku secepatnya. Selamat bersenang-senang. Aku harap jangan siksa anak laki-laki itu" Ucap Ketua Mafia dan langsung memutus panggilan.


Didalam ruangan. Keenan mulai sadar dan perlahan membuka mata nya. Mata nya melirik kesana kemari melihat tempat yang begitu asing. Dan seketika mata nya tertuju pada seorang gadis yang masih terkulai lemah tidak sadarkan diri. Keenan terbelalak melihat Clarissa. Dia hendak bangun untuk mendekati Clarissa tapi dia tersadar kalau kaki dan tangan nya masih di ikat.


"Sialan,,,Berani nya mereka menyekap Clarissa seperti itu." Keenan perlahan bergerak menuju kursi Clarissa. Walau sedikit kesulitan tapi Keenan tidak menyerah. Hati nya terasa sakit melihat kondisi Clarissa yang tidak berdaya itu. Akhirnya Keenan berhasil mendekati Clarissa. Dia berusaha keras agar pengikat di tangannya terbuka.


"Clarissa" panggil Keenan lembut. "Clarissa bangun lah, jangan membuat ku khawatir.


Keenan pun berhasil lepas dari ikatan itu. Setelah itu. Dia membuka pengikat di kaki nya. Keenan langsung menghampiri Clarissa, memegang pipi nya yang memar.


" Pasti ini sangat sakit. Maaf kan aku, aku terlalu lama datang menyelamatkan mu." Keenan langsung memeluk Clarissa yang masih dalam kondisi pingsan. Membuka ikatan di tangan dan kaki Clarissa.


" Clarissa,,, bangun lah, jangan membuatku takut." Ucap Keenan yang hampir menangis.


"Aku berjanji akan mengeluarkan mu dari tempat ini. Kita akan keluar bersama-sama. Tapi aku mohon bangun lah. " Keenan menyandarkan tubuh dan kepala Clarissa di dadanya. Perlahan Keenan mencium kening Clarissa dengan lembut. Air mata nya mengalir begitu saja. Keenan menagis dan merasa sakit ketika mengingat para penjahat menyiksa Clarissa hingga seperti ini. Wanita lemah lembut bermata sendu yang saat ini tidak berdaya di pelukannya. Keenan semakin khawatir terhadap luka di kepala Clarissa. Perlahan dia melihat luka di kepala Clarissa. Memang luka nya tidak lebar, tetapi terdapat lebam dikepala nya. Seharusnya Clarissa harus di bawa ke rumah sakit pikirnya.

__ADS_1


Keenan membersihkan luka Clarissa. Membelainya lembut.


"Cla bangun lah. Aku janji akan menyelamatkan mu dari tempat ini, aku mohon jangan pergi. Tetaplah di sisiku selamanya." Ucap Keenan lirih.


__ADS_2