Come Back My Love

Come Back My Love
17. Untuk Apa Kau Mengikutiku


__ADS_3

Di sebuah gedung tua. Sebuah ruang tahanan yang gelap.


"Hajar dia sampai dia membuka mulut nya."


Seseorang dengan suara serak, bertubuh tinggi besar dan hitam memberi perintah kepada anak buahnya untuk menghajar seseorang yang sudah berhari-hari mereka tawan. Karena sampai saat ini si penculik tidak mendapat info apapun dari Pria yang bernama Ramon itu.


"Dia tidak mau mengatakan apapun bos, apa kita habisi saja dia?" Kesal anak buahnya.


"Dasar bodoh, kau mau mati? Dia itu kunci untuk kita dapatkan informasi, kalau bos besar tau kita pasti sudah ditembak mati. Cepat paksa dia untuk bicara. Tanya dimana anak itu berada." Ucapnya sambil menendang si anak buah.


"Baik bos." Si anak buah pergi dan kembali ke ruang tahanan.


"Katakan dimana anak itu berada. Cepat,,," Penjahat itu memegang kuat rahang Ramon. Memaksa Ramon untuk berbicara.


Ramon tersenyum tak berdaya, dia tidak akan mengatakan apapun tentang keluarga Kiel. Walau nyawa nya menjadi taruhannya.


"Sekali pun aku tau, sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya padamu. Cuihhh,,, " Ramon meludahi sipenjahat itu hingga membuatnya semakin naik darah.


"Sialan kau, berani-berani nya kaun meludahiku. Rasakan ini. " Si penjahat kembali menyiksa Ramon, memukul wajah dan juga perutnya. Hingga pria itu pun pingsan.


Diluar ruang tahanan. Penjahat berbadan besar yang merupakan ketua dari Geng Mafia sedang menelepon seseorang yang merupakan bos besar yang memerintahkan nya mencari tau tentang keluarga Kiel terutama pewaris tunggal yang saat ini disembunyikan entah dimana.


"Maaf bos, kami belum menemukan informasi apapun, pria itu tidak mau mengatakan apa-apa. Walau sudah di siksa setengah mati." Ucapnya tergesa.


"Dasar bodoh, itu saja kalian tidak bisa mengatasinya, aku sudah membayar kalian mahal, aku tidak mau tau, paksa dia berbicara dan mengatakan dimana Putra Anderson Kiel berada, jika kalian gagal bersiaplah nyawa kalian menjadi taruhannya. " Ucap bos besar dengan sadis hingga membuat ketua geng Mafia itu menggigil ketakutan. Dia tau bos besar yang dihadapinya ini sangat berbahaya.


"Ba,,baik bos, serahkan semuanya padaku, aku akan selesaikan semuanya segera mungkin. " Jawabnya dengan gagap.


"Aku tidak butuh omong kosong mu. Buktikan saja kinerja mu." Langsung mematikan panggilannya.


**


Ditempat parkir sekolah.


"Hai Pak Dodo, bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Clarissa yang tiba-tiba datang untuk mengambil sepedanya, Clarissa datang dengan senyuman termanis nya.

__ADS_1


"Hai nona cantik, kabarku sangat baik. Apalagi setelah melihat mu tersenyum begitu cantik." Ucap Dodo bersemangat.


"Pak Dodo bisa saja. Merayu anak sekolah itu tidak baik." Clarissa dan Dodo tertawa terbahak-bahak.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang deluan ya pak. " Ucapnya


"Hati-hati nak. " Sambil melambaikan tangannya.


Saat dijalan menuju pulang Clarissa merasa ada yang mengikutinya, saat melihat kebelakang tidak ada siapa-siapa, dia kembali mendayung sepedanya dengan cepat saat persimpangan gang Clarissa membelokkan sepedanya agar dia tau siapa yang mengikutinya. Saat bersembunyi di persimpangan gang sempit tidak lama ada yang lewat dan memberhentikan sepedanya sambil celingak celinguk mencari keberadaan Clarissa


"Dimana dia, kenapa cepat sekali jalannya." Ucap Keenan yang terlihat kesal. Clarissa pun keluar dari gang itu.


"Jadi kau yang mengikutiku daritadi." Ucap Clarissa sinis.


Keenan gelagapan mencari alasan, memang benar dia sedang mengikuti Clarissa, Laki-laki itu mulai tidak waras.


"Kau terlalu percaya diri, aku,,, aku tidak mengikutimu sama sekali, lagian untuk apa aku mengikutimu. Aku tidak akan membuang waktuku. " Ucap Keenan datar.


"Lalu untuk apa kau disini." Tanya Clarissa.


"Ini milik mu, Terima kasih untuk semuanya.


Menyerahkan cream pereda nyeri pada Keenan.


" Tidak, untuk mu saja, luka mu juga belum begitu sembuh. " Ucap keenan turun dari sepedanya. Clarissa pun beranjak dengan mendorong sepeda nya dan diperhatikan oleh Keenan.


"Apakah kau sering diperlakukan dengan buruk dikeluarga mu?" Tanya Keenan sambil mendorong sepedanya jalan beriringan dengan Clarissa. Tiba-tiba langkah Clarisa takerhenti, dan sangat terkejut mendengar ucapan Keenan.


"Kemarin aku melihat saat ibu mu marah dan menamparmu." Ucapnya pelan.


"Jadi benar kau mengikutiku? Apa kau tidak memiliki kesibukan lain hingga harus mengikuti sampai rumah." Tanya Clarissa heran, dia kembali mendayung sepedanya. Keenan pun mengikutinya.


"Aku hanya iseng saja, ingin keliling kampung ini dan kebetulan melihatmu ya sudah aku ikuti saja. " Jawab Keenan berbohong.


"Sudah puas menyaksikan kisah hidupku? Sekarang kau boleh menghina ku, tetapi setelah itu menjauhlah, jangan pernah mendekat ataupun berbicara padaku." Ucap Clarissa sedih, ini pengalaman untuknya, beberapa teman mendekatinya dan menjauh setelah mengetahui kondisi ekonomi keluarga nya. Itu sebabnya Clarissa menjadi gadis yang sangat pendiam. Dia merasa tidak ada yang tulus padanya kecuali Lucy.

__ADS_1


"Kau terlalu mendramatisir." Jawab Keenan datar.


"Lalu untuk apa kau mengikutiku? Untuk jadi bahan ejekanmu?" Mata Clarissa mulai berkaca-kaca dan seketika menunduk. Melihat itu Keenan langsung tidak enak hati.


"Aku hanya penasaran, aku,,, aku hanya ingin tau dimana rumah mu." Jawab Keenan tulus.


Mendengar hal itu Clarissa langsung mengangkat wajahnya dan menatap Keenan.


"Tidak semua orang sama. Jadi jangan terlalu overthinking padaku." Mata Keenan begitu tulus dan membuat jantung Clarissa kembali berdetak kencang. Dia tidak mengerti apa mau anak ini.


"Ayo jalan, jangan sampai kau telat sampai rumah. Bisa-bisa ibu mu marah lagi. Maaf kalau kau merasa tidak nyaman, aku berjanji tidak akan mengikutimu lagi. Tenang saja" Ucap Keenan menyadarkan Clarissa. Keenan mendayung pelan sepedanya dan meninggalkan Clarissa yang masih terpaku. Dia ragu apakah Keenan orang yang baik atau sama seperti yang lainnya. Entah kenapa hatinya langsung gelisah ketika Keenan mengatakan tidak akan mengikutinya lagi.


**


Keenan tiba di Mansion hampir malam setelah beberapa jam berkeliling kampung untuk menormalkan hatinya, entah kenapa dia bersedih setelah berbicara dengan Clarissa, gadis itu benar-benar sudah mengobrak-abrik hati nya. Dia juga tidak paham dengan dirinya sendiri. Tidak pernah rasanya dia seperti ini pada seseorang terlebih itu seorang wanita. Tapi Clarissa kali ini membuatnya tidak karuan. Keenan berjalan pelan dan tampak sangat murung. Dia memarkirkan sepedanya. Dan tiba-tiba ada dua tangan besar yang memeluknya dari belakang. Dengan sigap Keenan menarik tangan orang itu dan memutarnya.


"Aaagh,,, " Suara teriakan seorang pria menggelegar hingga membuat penghuni Mansion berdatangan.


"Papaa,,, " Ucap Keenan terkejut dan melihat wanita yang ada di samping pria itu yang tak lain adalah Mama nya.


"Mama,,, "


"Sayang Ku,,, " Langsung memeluk Keenan dengan erat.


"Mama sangat merindukanmu nak. " Mengecup seluruh wajah Putra kesayangannya.


"Kenapa tidak bilang mau datang? Tiba-tiba seperti ini." Keenan tersenyum bahagia.


Dia begitu merindukan kedua orang tuanya.


"Tenaga mu boleh juga Tuan Muda. " Ucap sang papa menyindir sambil tersenyum.


"Pa,, " Langsung menghambur ke pelukan sang Papa.


"Maaf pa aku tidak bermaksud menyakitimu, salah sendiri kenapa datang dengan cara seperti ini. "

__ADS_1


"Sudah sudah, ayo kita bicara di dalam. " Ucap Sandra merangkul Putra nya yang menjawab dengan anggukan.


__ADS_2