Come Back My Love

Come Back My Love
63. Takdir Apa Lagi Ini


__ADS_3

"Apa kau sedang sibuk?" Rain bertanya pada Rudy yang masih terpaku.



"Oh tidak, kebetulan aku sedang tidak banyak pekerjaan." Jawab Ruby.



"Baiklah temani aku ikut rapat pagi ini. Persiapkan semua berkas-berkasnya. 10 menit lagi kita naik." Ujar Rain danndi anggukin oleh Ruby. Rain pun kembali ke meja kerjanya untuk mempersiapkan semua laporan. Begitu pun dengan Ruby.



"Sebenarnya aku sangat ingin ikut, karena CEO kita ikut rapat dan betapa beruntungnya dirimu bisa melihat wajah tampan nya." Ucap Sean mendamba Sang CEO.



"Bukankah kemarin kau sudah melihatnya saat di pesta?" Tanya Ruby sambil sibuk dengan Komputernya.



"Bagaimana bisa melihat jelas, wajahnyadi tutupi topeng. Sial sekali. Huhh,,, " Sean menghelakan nafasnya.


"Ya sudah pergi ikut rapat bersama Wakil kepala."


"Sayang nya aku tidak bisa. Pekerjaanku begitu menumpuk, sepertinya aku juga akan lembur. " Sean lesu tidak bersemangat.



"Nanti jika ada peluang aku akan foto CEO ganteng itu dan mengirimkannya pada mu. Bagaimana?" Ruby menciba menghibur Sean.


"Kau serius By? " Tanya Sean dengan mata berbinar.


"Tentu saja sayang. Aku akan mengirimnya jika sudah bertemu dengan nya. Jadi semangat lembur ya." Ruby memeluk Sean dan di balas oleh Sean. Kejadian itu mendapat lirikan dari Rain dan dia pun ikut tersenyum melihat kedua sahabat itu.



"Terima kasih, kau memang yang terbaik." Ucap Sean sambil mengacungkan jempolnya.



"Sudah selesai? Kita berangkat sekarang." Ajak Rain yang sudah berdiri di sebelah Ruby.



"Baik. Let's go. Bye,,, " Ruby melambaikan tanganya pada Sean dan Sean pun membalasnya dengan tangan dikepalkan untuk memberi semangat.


***


Di ruang rapat sudah banyak para kepala departement, direktur serta pemegang saham yang sudah tampak hadir. Rain dan Ruby pun mengambil posisi di sisi kanan tempat duduk CEO yang masih terlihat kosong.



Satu per satu berdatangan untuk mengisi kursi yang kosong. Sepertinya semua sudah duduk di kursi masing-masing. Hanya tersisa dua kursi yaitu kursi CEO dan Asistennya.



Tidak berapa lama pintu terbuka, Suasana ruang rapat seolah berubah menjadi tegang dan dingin. Bagaimana tidak, CEO yang terkenal dingin mulai memasuki ruangan. Dia berjalan dengan gagah bersama asisten pribadinya. Dengan stelan jas hitam nya. Sebagian orang tertunduk dan sebagiannya lagi berbinar melihat ketampanan Pria yang sudah berdiri tegak di samping Kursinya itu.



Ruby masih sibuk dengan ponselnya. Dan seketika sadar ketika Rain menepuk pelan bahunya. Ruby langsung tersenyum kikuk dan dengan cepat meletakkan ponselnya. Ruby belum sadar bahwa CEO mereka sudah duduk dan rapat pun di mulai.



"Selamat pagi buat semua nya. Saya harap kali ini tidak ada alasan untuk tidak mempresentasikan hasil laporan kalian masing-masing. Karena setelah ini para pemilik saham ingin melihat Kinerja departement masing-masing dan sebesar apa target yang sudah tercapai serta seberapa hasil keuntungan bahkan kerugian yang sudah di dapat selama setahun ini." Suara tegas sang CEO sedikit membuat pendengarnya bergetar. Sebagian malah tergoda karena suara seksi itu, bahkan sudah terngiang-ngiang di kepala mereka.

__ADS_1



Mata Ruby pun melihat asal suara indah itu dan seketika jantungnya berdegup kencang, dadanya terasa sesak dan tubuhnya mulai bergetar. Wajah yang ada di hadapannya itu begitu tidak asing. Malah sangat dia kenali bahkan masih selalu ada di dalam otak dan pikirannya. Bedanya sekarang pria yang ada di hadapannya lebih tinggi, kekar berotot dan semakin tampan terawat. Hanya sikap dinginnya yang tidak berubah.



Hati Ruby terasa tercekat, wajahnya mulai memucat. Dia berfikir apakah ini nyata atau hanya mimpi. Pria ini muncul setelah sekian lama menghilang. Tidak,, lebih tepatnya Ruby lah yang menghilang.



'Takdir apa lagi ini? Kenapa harus bertemu di saat seperti ini' batin Ruby dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Tubuhnya tampak bergetar dan mengeluarkan keringat. Rain melihat hal itu dan langsung menegur Ruby.



"Kau baik-baik saja? Kenapa kau keringatan seperti ini, AC di ruangan ini cukup dingin." Bisik Rain memegang lengan Ruby. Dan segera memberinya Tissue untuk Ruby.



"A,, aku tidak apa-apa." Ruby tergagap. Dan langsung mengambil tissue itu. Dengan gemetaran Ruby membersihkan keringatnya.       


  Dia berusaha bersembunyi agar CEO itu tidak melihatnya. Sekilas dia mengingat kembali waktu pertama kali dia masuk kerja. Kepala bagian pemasaran memberikan struktur organisasi di perusahaan ini dan jelas disitu tertulis K.E Kiel yang ternyata adalah Keenan. Mengapa dunia terlalu sempit.


"Ruby,,, " Rain menyadarkan Ruby dari lamunan nya. Membuat gadis itu terkejut dan menjatuhkan berkas di meja nya. Sontak itu membuat Keenan yang sedang berbicara langsung berhenti bicara dan melihat asal suara itu.



Begitupun yang lainnya. Semua mata tertuju pada Ruby yang sedang membereskan berkas-berkas nya. Rain pun dengan sigap membantunya.



"Ada apa dengan mu?" Tegur Rain dengan nada pelan pada Ruby.




"Keluar saja jika ingin mengobrol. " Suara bariton itu terdengar begitu tegas tapi sangat menyeramkan. Keenan sudah berdiri di hadapan Ruby dan Rain. Ruby langsung menoleh ke arah Keenan yang sedang melihatnya tanpa sengaja mereka saling tatap, cukup lama dan dalam.



'Mata itu, seperti,,,, 'batin Keenan melihat sarkas ke arah Ruby.



"Maaf pak, saya tidak bermaksud, maaf saya permisi." Ruby bangkit dan membungkuk minta maaf. Ruby mengambil semua berkas-berkasnya dan segera beranjak pergi. Keenan sempat melihat Nametag nya : 'Ruby' batinnya sambil melihat Ruby yang keluar dari ruang rapat.



"Saya sebagai wakil kepala meminta maaf atas perlakuan anggota saya. Dia sedang tidak sehat." Rain sedikit membungkukkan tubuhnya.


Keenan memutar bola matanya dan mendengus kesal.


"Rapat selesai. Reschedule kembali pertemuan kita untuk melanjutkan rapat ini." Ucapnya tegas sambil merapikan jas nya dan mulai beranjak keluar ruangan. Mood pria itu memburuk. Jonas hanya mendesah pelan. Dia harus menerima komplain dari semua pihak pemegang saham yang dengan tiba-tiba di instruksikan ikut rapat dan dengan tiba-tiba dibatalkan sebelum rapat selesai.



Untung nya mereka cukup mengerti terhadap tempramen Bos mereka. Walau sangat dingin, keras dan suka bertindak semaunya tetapi Keenan merupakan CEO yang begitu kompeten, bijaksana dan bertanggung jawab walau masih muda tapi Keenan sangat berwibawa dan mengayomi semua karyawannya. Itu sebabnya mereka masih setia berjuang bersama Keenan sang SEO dingin mereka.


***


Di ruangan Keenan.


Jonas datang dengan membawa semua berkas yang harus di tanda tangani Bos nya itu.


__ADS_1


Keenan sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya sambil memijat pelipisnya. Sambil menutup mata Keenan bertanya pada Jonas.



"Apa kau sudah membawa yang aku minta kemarin?" Tanya nya dengan nada datar.



"Sudah bos, ada pada flashdisk ini. Anda bisa melihat semua rekaman yang ada di saat acara berlangsung." Jonas menyerahkan sebuah flashdisk dan dengan semangat di raih oleh Keenan.



Keenan langsung membuka file di flashdisk itu dan keningnya berkerut karena melihat bahwa gadis kemarin memang sengaja di sekap oleh ketiga wanita yang dia juga tidak mengenalinya karenan memakai topeng. Keenan juga memutar rekaman di tempat lain seperti parkiran, lobi dan Lift. Dia sempat melihat gadis itu tanpa memakai topeng tepat di depan gedung. Tapi tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tapi jika di lihat mata gadis itu sangat mirip dengan gadis yang berulah di ruang rapat tadi.



"Kau mengenal gadis di ruang rapat tadi? " Tanya Keenan.



"Gadis yang mana bos?" Jawab Jonas kebingungan karena di ruang rapat banyak di hadiri karyawati.



"Yang berbuat ulah tadi." Jawabnya kesal. Kenapa Jonas semakin lamban berfikir.



"Ooh,,,,itu karyawati dari departement pemasaran Bos. Anda bisa melihatnya di personal file ini. Ini data semua karyawan kita Bos. " Jonas memberikan bantek tebal itu Keenan dan memberikannya ke hadapan Keenan. Keenan menatap Jonas dengan tajam. Jonas langsung menelan saliva nya.



"Maksud mu apa? Kau menyuruhku untuk mencari data gadis itu? Kau carikan untuk ku." Ucapnya tegas.



"Maaf bos saya akan mencarinya." Jawab Jonas sambil menggaruk-garuk kepalanya yang terasa tidak gatal.



Jonas mencari data Ruby dengan cermat, dalam bebeba menit pria itu sudah menemukan datanya.


"Ini bos,, " Jonas menyerahkan berkas itu pada Keenan.


"Ruby Snow" Keenan membaca satu per satu datanya.


"Karyawan baru yang di juluki Dewi Yunani tercantik yang ada di perusahaan ini bos." Ucap Jonas sambil senyum-senyum.



"Aku tidak meminta komentar mu Jonas." Jawabnya sarkas dan senyuman Jonas seketika menghilang.



"Kau menyukainya?" Tanya Keenan dengan nada yang mulai santai.



"Ti,,, tidak bos, saya hanya mendengar-dengar gosip gadis itu dari karyawan disini." Jawabnya gagal.



"Oh sekarang kau beralih prosfesi menjadi seorang penggosip? Aku akan menambah tunjangan mu kalau begitu. " Sindirnya.


Jonas terkekeh pelan. Bosnya masih bisa bercanda.

__ADS_1


__ADS_2