Come Back My Love

Come Back My Love
65. Gagal Membuka Hati


__ADS_3

"Katakan yang sebenarnya Ruby apa maksud dari semua ini dan kenapa kau tiba-tiba ingin pindah? Alex membentak Ruby dan semakin mempererat dekapannya.



"Tidak ada hal lain kak. Aku hanya ingin jarak rumah dengan kantor itu dekat. Kak tolong lepas. Sakit kak. " Ruby mulai merintih kesakitan. Airmatanya pun mengalir membasahi pipinya. Melihat airmata Ruby sontak menyadarkan Alex dan dekapan itu pun terlepas. Ruby terduduk di lantai. Dia menangis sejadi-jadinya. Alex menjadi panik tak menentu. Dia juga tidak tu kenapa dia berubah menjadi kasar. Alex mendekati Ruby. Memegang pipi nya dan menghapus airmata Ruby.



"By,,, maafkan aku. Maafkan aku, aku tidak bermaksud kasar pada mu. Maaf By, dimana yang sakit?" Alex memeriksa seluruh tangan Ruby, mata Alex berkaca-kaca.



Ruby tidak menjawab. Dia masih menangis dan terus menatap wajah kakak nya. Alex pun menatap lekat mata Ruby. Terus menghapus air mata Ruby yang terus mengalir.



"Jangan menangis, maafkan aku." Airmata Alex pun tak terbendung lagi. Bulir bening itu mengalir begitu saja. Hati Ruby terasa sakit melihat airmata Alex.



"Jangan pergi, aku tidak ingin kau pergi dari rumah ini." Ucap Alex sambil meletakkan wajahnya di bahu Ruby. Pria itu menangis.


"Aku tidak bisa, tidak bisa jika jauh dari mu. Maafkan aku." Alex terisak.


Ruby pun mengulurkan tangannya dan langsung memeluk Alex. Dia pun ikut menangis.



"Aku tidak pergi jauh, aku hanya Kost dan akan sering pulang mengunjungi kalian." Ruby mengelus lembut punggung Alex.



"Apa karena kau menyadari perasaan ku terhadapmu sehingga kau pergi menghindari ku?" Alex melerai pelukannya dan kembali menatap Ruby. Ruby terpaku.


"Apa aku tidak layak mendapatkannya? Mendapatkan balasan dari mu." Tanya Alex.


"Maafkan aku kak tapi aku bukanlah orang yang tepat. Kakak bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari aku." Ruby memegang kedua pipi Alex.



"Kenapa kau terlalu bodoh. Wanita di dunia ini terlalu banyak kak. Kenapa harus aku?"



"Kau tidak bisa mengatur kepada siapa kau akan jatuh Ruby. Begitu pun aku. Perasaan ini datang begitu saja. Aku sudah mencoba melupakan perasaan ini tapi aku tidak mampu." Alex menggenggam erat tangan Ruby.

__ADS_1



"Tapi aku hanya menganggap mu sebagai kakak, tidak lebih Sekali pun aku menyadari perasaan mu tapi aku tidak pantas kak. "wajah suram Ruby terlihat jelas.



"Kau menyadarinya tapi kau mengabaikannya? Kenapa By? Kenapa? Apa hati mu masih terpaut pada pria itu?" Tanya Alex.



"Ada atau tidak ada itu bukan lah alasanya kak. Aku tidak bisa. Aku menyayangimu sebagaimana aku menyayangi kakak kandung ku sendiri. Bisakah kakak seperti ku juga?



"Aku tidak bisa By, aku tidak sanggup. Setiap melihatmu rasanya aku ingin selalu berada di dekat mu, melindungi mu dan menjaga mu dari bahaya apapun. Bahkan nyawa ku tidak ada artinya dibandingkan dirimu." Alex menangis, hatinya bagitu sakit saat mengatakan apa yang dirasakannya.


"Apa memang sesakit ini By?" Alex memeluk Ruby dan meletakkan dagunya di pundak Ruby.


"Maafkan aku kak, aku memang manusia tidak tau diri dan tidak tau terima kasih, aku pernah berfikir membuka hati ku untuk mu. Tapi nyatanya aku gagal dan aku merasa tidak pantas kak. Bisakah kau mengerti perasaan ku?" Cetus Ruby yang masih mengelus lembut punggung Alex yang masih terlihat begitu rapuh.



"Aku mencintaimu By, aku mencintai mu." Alex memberi jarak dengan melepas pelukannya. Alex menatap lekat mata Ruby melihat apakah memang tidak ada cinta untuknya dan Alex kembali mendekatkan wajah nya ke wajah Ruby. Sangat dekat hingga hidung mancung keduanya sudah saling bersentuhan. Jantung Ruby dan Alex berpacu dalam detak yang tidak karuan. Alex semakin mendekat dan tangannya memegang tengkuk leher Ruby. Alex hendak mencium bibir Ruby tapi dengan cepat Ruby memalingkan wahnya sehingga Alex hanya bisa mencium pipi Ruby.


Alex tertunduk menangis dan hatinya bertambah kecewa.


"Maafkan aku kak." Ruby pergi meninggalkan Alex. Tangis Alex semakin menjadi, dia juga tidak mengerti kenapa airmatanya terus saja keluar. Ini begitu menyakitkan baginya.


"Ruby,,,,!!! Teriak Alex ditengah-tengah tangisnya.


***


Malam harinya di Apartement Keenan. Bel Apartemen berbunyi. Keenan pun bangun untuk membukakan pintu. Keenan mengintip terlebih dahulu siapa yang datang. Ternyata Josh yang datang bersama wanita yang sangat Sexy.



"What the \*\*\*\*. Dia benar-benar membawa \*\*\*\*\*\* ketempat ku ini. Apa dia bosan hidup." Tukas Keenan kesal. Keenan pun langsung mengambil ponselnya dan segera menghibungi Josh.



"Bawa kembali \*\*\*\*\*\* itu, kau fikir aku sudi menerima \*\*\*\*\*\* di apartement ini. Apartemenku hanya di datangi oleh wanita-wanita pilihan." Cetus Keenan, sebelum mendapat jawaban dari Josh Keenan langsung mengakhiri panggilannya sehingga membuat Josh semakin kesal.


"Pergilah, Tuan Kiel tidak bisa menerima tamu hari ini. Kau akan aku hubungi kembali jika ada pekerjaan." Celetuk Josh.


Wanita itu nampak mendengus kesal dan langsung pergi meninggalkan Josh.

__ADS_1


Josh kembali menekan bel dan tidak lama pintu itu pun terbuka. Josh langsung masuk dengan langkah gontai. Dia terlalu kesal pada sahabatnya itu.


"Heii aku belum mempersilahkan mu untuk masuk." Teriak Keenan namun Josh terus berjalan tanpa memperdulikan teriakan Keenan. Pria itu hanya menatap punggung Josh yang terus berjalan.


"Sialan." Ucap Keenan ketus.


Keenan pun menyusul Josh ke ruang tamu.


"Kau membuat ku malu saja. Kenapa tidak kau katakan dari awal jika tidak menginginkan wanita itu." Cerocos Josh.


"Aku tidak merasa menyetujuinya. Kau saja yang terlalu kemajuan." Ketus Keenan.


"Lalu bagaimana cara nya kau mengetahui kalau kau sudah sembuh? "


"Aku belum sembuh, aku sudah mencobanya. " Suara Keenan melemah.


"Dengan siapa? Dan aku lihat kau baik-baik saja."


"Inez,,,setelah pulang dari Apartemen mu, Inez mengirim pesan mengatakan Noah sakit, jadi dia memintaku untuk datang, di saat itu juga aku kerumah nya. Dia mencium ku, dan aku sengaja tidak menghindar karena ingin melihat respon tubuh ku bagaimana. Tapi nyatanya alergi kambuh lagi, malah dadaku sangat sesak. Untung saja aku membawa obat yang kau berikan. 5 menit kemudian sakitnya hilang walau ruamnya tidak langsung hilang.


"Berarti obatnya ampuh, sayang nya itu masih pertolangan pertama saja. Tunggu...Kau tidak menghindar bukan karena kau juga menyukainya? " Josh mencoba menggoda Keenan. Tetapi bukan malah senang, Keenan malah menatap tajam sahabatnya itu.


"Maksud mu apa? Jangan terlalu jauh berfikir Josh." Keenan mengalihkan pandangannya.


"5 tahun bersama, sudah tidak wajar tidak ada perasaan apapun. Dan aku lihat hanya pada Inez kau bisa bersikap lembut, kau sangat menghargainya hingga menghidupi nya sampai saat ini. Kalian sangat serasi Dude. Jika aku jadi kau, aku juga akan tergoda, Inez juga sangat cantik malah lebih cantik dibanding Sella." Josh mencoba membayangkan kecantikan Inez.


"Jangan mulai lagi Josh, aku sedang tidak ingin mendengar pendapat murahan mu itu." Tukasnya kesal.


"Lalu apa arti semua kebaikan mu selama ini padanya?" Tanya Josh penasaran.


"Tidak bisa ku pungkiri aku sangat mencintai Noah. Aku sangat takut terjadi apa-apa padanya." Tatapan Keenan berubah sendu.


"Kau memang ayah yang baik Dude. Bagaimana tidak Noah sangat menyayangi mu. Anak itu terlalu pintar dan menggemaskan." Josh tersenyum begitupun Keenan. Dia tersenyum jika membahas anak kecil itu.


"Jadi kapan kalian menikah?" Tembak Josh membuat raut wajah Keenan langsung berubah dan melempar bantal sofa ke wajah Josh.


"Nikahi dia, kau tidak akan menyesal. Karena aku lihat dia sangat menyukai mu. Apa kau tidak merasakan hal yang sama?" Tanya Josh.


"Aku tidak mengerti dengan perasaan ku Josh, aku sedang tidak mencintai siapapun, tapi jika mencoba mengenal wanita seolah hati ini sudah terisi oleh orang lain tapi aku tidak tau kepada siapa perasaan itu. Aku tidak tau kepada siapa hati ku sudah tertaut hingga tidak bisa menerima perasaan wanita lain. Hatiku bagai terkunci Josh" Jawab Keenan miris.


Josh pun ikut tersentuh mendengar perkataan sahabatnya itu begitu menyedihkan.


'Kau lupa ingatan tapi hati mu tidak' batin Josh sambil tersenyum tulus.


"Lakukan apapun yang menurutmu baik. Aku selalu mendukung mu. Yang terpenting kau harus tetap sehat dan penyakitmu segera sembuh. Aku yakin kau bisa sembuh."

__ADS_1


Tiba-tiba Keenan mengingat sesuatu mengingat karyawati yang dia cium kemarin.


"Gadis itu,,,!!!


__ADS_2