Come Back My Love

Come Back My Love
137. Kebohongan


__ADS_3

Ruby keluar dari ruangan itu berlari sambil menangis.


Alex yang sedang berbincang seru dengan Kenny pun langsung menoleh melihat Ruby berlari. Alex pun bangkit dan langsung mengejar Ruby.


"Ruby,,,!!! " Teriak Alex. Kenny pun mengikuti Alex namun Kenny sempat menoleh kebelakang, melihat Rose menangis Kenny langsung menghampiri Rose.


"Bibi apa yang terjadi, kenapa Kak Ruby dan Bibi menangis? Kalian bertengkar?" Tanya Kenny khawatir.


"Ruby tidak mau menerima Bibi Ken. Apa yang harus Bibi lakukan. Bertahun-tahun Bibi mencarinya, namun sekarang dia malah tidak mau menganggap Bibi sebagai Ibu kandungnya.


Hal itu sontak membuat Kenny terkejut, bahkan Alex tidak ada mengatakan apapun perihal ini.


"Apa? Jadi Putri yang Bibi cari selama ini itu Kak Ruby?"


Rose mengangguk dan Kenny memeluk Rose dengan hangat. Dia bagitu terkejut dengan pengakuan Rose barusan.


"Astaga dunia begitu sempit ya. Bibi tenang ya, mungkin Kak Ruby shock mendengar kenyataan ini Bi. Tenangkan dirimu ya. Aku akan mengantar Bibi pulang." Ujar Kenny menyemangati Rose.


Di depan Club Gym Alex menarik Ruby yang sudah berusaha berlari.


"Ruby tunggu. Kenapa kau berlari dan kau juga menangis. Apa Tante Rose sudah mengatakan semuanya?"


"Jadi kakak sudah tau semua nya dan tidak memberitahuku? " Ruby tersulut emosi.


"Maaf By, bukannya kakak tidak ingin memberitahumu tapi Tante Rose melarangnya. Dia ingin mengungkapkannya sendiri. Maafkan aku By." Alex berusaha meraih tangan Ruby namun Ruby menepisnya.


"Kakak sama saja. Kakak tau bagaimana aku. Tapi kakak masih memyembunyikannya dari ku. Aku kecewa kak, sangat kecewa." Ruby semakin menangis dan langsung berlari meninggalkan Alex.


"Ruby,,,!!! " Teriak Alex.


"Kak Biarkan kak Ruby tenang dulu. Dia pasti shock kak. Beri dia ruang. Setelah mereda baru kita mendekatinya dan berbicara lembut padanya." Ujar Kenny menenangkan Alex.


"Tapi aku takut Ruby nekat melakukan hal-hal bodoh Ken." Ucap Alex khawatir.


"Kak Ruby bukan wanita seperti itu kak." Tanangkan dirimu ya." Kenny meraih tangan Alex dan menggenggamnya erat.


Alex sedikit tenang, apa yang Kenny katakan ada benarnya. Akhirnya Alex tidak mengejar Ruby.


Di pinggir jalan Ruby berjalan gontai sambil menangis. Keenan yang sedang mengemudi mobil nya melihat Ruby dan sudah melewatinya, Keenan memutuskan untuk berbalik arah untuk menyusul Ruby.


Keenan sudah berbalik arah dan hendak menghampiri Kekasihnya itu namun belum sempat berhenti, ada sebuah mobil yang tiba-tiba muncul di depan mobil Keenan dan berhenti tepat di sebelah Ruby.


Keenan sempat mengerutkan keningnya. Bertanya-tanya mobil siapa yany ada di depan mobilnya ini.


Seorang pria yang Keenan kenal keluar dari mobil dan menghampiri Ruby.


"Leon,,, kenapa dia ada disini." Keenan bermonolog.


Di luar mobil Leon sudah menghampiri Ruby.


"Ca,,, kau baik-baik saja? Kenapa kau menangis? Siapa yang berani menyakitimu?"


"Aku tidak apa-apa Leon." Sahut Ruby.


"Jangan berbohong padaku. Aku tau kau sedang terluka."


"Aku,,aku sedih, ada seseorang yang mengaku sebagai ibu kandungku. Di saat aku  sudah tidak mengharapkannya lagi dia datang dengan santai dan mengatakan merindukan ku." Ruby semakin terisak. Leon dengan sigap meraih tangan Ruby dan menarik Ruby kedalam pelukan Leon.


Ruby tidak menolak, gadis itu begitu kalut sampai tidak menyadari dia sedang bersama siapa.


Keenan membesarkan matanya. Dia tidak menyangka Leon senekat itu Ruby malah tidak menghindar. Dia malah dengan nyaman bersandar di dada Leon. Keenan menahan amarahnya, dia tidak akan turun dan akan melihat sejauh apa kedekatan mereka. Walau sebenarnya ingin sekali Keenan memeluk Ruby dan menenangkan kekasihnya yang sedang menangis itu. Seharusnya dialah di posisi pria itu.

__ADS_1


"Ikutlah dengan ku. Aku tau kau sangat terpukul." Leon menarik tangan Ruby dan membuka pintu mobil nya, menggiring Ruby untuk masuk kedalam mobilnya.


Ruby menurut, dia seperti orang yang linglung. Tidak bisa mengatakan apapun. Ruby juga tidak menolak ajakan Leon.


Keenan menggeram di dalam mobil sambil memukul-mukul kemudinya.


"Sialan,,,!!! " Maki Keenan.


Dia melihat mobil itu mulai berjalan, Keenan pun memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang.


Keenan meraih ponselnya dan mengetik nama Ruby. Dia segera menghubungi Ruby. Namun gadis itu tidak menjawab panggilannya sama sekali. Padahal dia tidak sedang sibuk.


Keenan semakin kesal. Dia terus berusaha menghubungi Ruby.


Mobil Leon berjalan menuju pegunungan. Entah apa niat pria itu.


Sementara Keenan semakin frustasi mengikuti kekasihnya bersama pria lain.


Dia kembali menghubungi Ruby beberapa kali dan akhirnya Ruby menjawab panggilannya.


"Heii,,, kemana saja, kanapa baru mengangkat panggilanku?" Tanya Keenan berpura-pura.


"Maaf Keenan aku tidak dengar." Jawab Ruby.


"Apa kau masih di club gym? Biar aku jemput sekarang. Hari sudah mulai gelap."


" Tidak perlu Keen. Aku akan segera pulang kerumah." Jawab Ruby.


"Suaramu terdengar berbeda. Apa terjadi sesuatu padamu?" Tanya Keenan lembut namun dalam harinya bergemuruh.


"Tidak Keenan aku baik-baik saja. Sudah dulu ya. Aku akan menghubungimu jika sudah tiba di Apartement. Bye... !!! Ruby mengakhiri panggilannya dan kembali menangis. Dia tidak berniat untuk membohongi pria nya. Namun kali ini dia tidak ingin berbagi dengan Keenan.


Karena Rose adalah sahabat Mama Keenan otomatis Keenan akan mendukung Rose.


Ruby tidak menjawab, dia hanya menatap jalanan dengan datar.


Di dalam mobil Keenan terus memaki dan menggerutu. Ruby sudah berani membohonginya. Keenan paling tidak suka kebohongan.


"Apa maksud mu By, kenapa kau berbohong padaku." Ucap Keenan kesal.


Keenan terus melaju mengikuti mobil Leon. Hingga kedua nya tiba di puncak gunung dengan pemandangan yang begitu indah.


Alex menepikan mobilnya dan keluar bersama Ruby.


"Ayo, aku yakin kau pasti suka tempatnya." Ajak Leon bersemangat.


"Ruby pun turun dari mobil dan mengikuti Leon."


Keenan juga sudah menepikan mobilnya dan dengan memakai jacket tebal Keenan keluar dari mobil dan segera memghampiri Leon dan Ruby.


Ruby duduk bersebelahan dengan Leon. Pria itu paling bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Bagaimana, kau menyukainya?" Tanya Alex. Ruby mulai tersenyum dan hatinya sedikit terobati.


"Tempatnya begitu indah dari yang aku bayangkan. Terimakasih Leon."ucap Ruby tulus.


" Sama-sama, berhentilah bersedih, aku jadi ikut bersedih jika melihat mu bersedih atau sakit."


Ruby melirik Leon dan langsung tersenyum.


"Ternyata kau disini sayang." Ucap Keenan yang sudah berada di belakang Ruby dan Leon.

__ADS_1


Ruby membesarkan matanya dan langsung menoleh. Dia jelas mengenali suara pria itu.


"Keenan,,,!!! " Wajah panik Ruby begitu terlihat.


"Kenapa wajah mu panik begitu? Kau seperti wanita yang baru ketahuan selingkuh. Oh iya pasti kau belum memberitahu teman lama mu kalau aku pacar mu?" Tanya Keenan mengejek.


"Keenan aku bisa jelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang kau lihat. Aku dan Leon.... "


"Iya aku tau. Kalian sedang mengenang masa lalu bukan? Sampai kau berani membohongiku. Kau sangat tau kalau aku sangat membenci kebohongan. Sudah sejauh apa hubungan kalian?" Suara Keenan terdengar marah.


"Jangan berfikiran buruk dulu. Aku yang mengajak Ruby kesini karena suasana hatinya sedang tidak baik." Jawab Leon.


"Aku sedang berbicara dengan kekasihku." Jawab Keenan.


"Kau lebih memilih mencari pria lain daripada kekasih mu? Waw... Kau luar biasa sayang. " Keenan tertawa menyela.


"Keenan maafkan aku, aku tidak bermaksud membohongi mu." Ruby pun menangis.


"Silahkan lanjutkan. Maaf jika aku mengganggu kalian." Keenan langsung berbalik dan meninggalkan keduanya.


"Keenan tunggu dulu. Kau harus dengarkan penjelasanku dulu." Ruby mengejar Keenan dan menarik tangan Keenan.


Keenan menepis tangan Ruby dengan kuat hingga membuat gadis itu jatuh terduduk.


"Keenan,,,!!! " Teriak Leon marah. Dia tidak tega melihat Ruby di perlakukan kasar seperti itu.


"Aku selalu berharap kau bisa terbuka padaku By, aku selalu menunggu waktu dimana kau menyerahkan seluruh keluh kesah mu, sedih dan duka mu padaku. Aku selalu berharap kau hanya bergantung padaku. Namun saat ini aku sadar akan satu hal bahwa aku tidak sepenting itu bagimu. Aku sebenarnya tidak ingin membahas ini, aku tulus menerima mu dan masa lalu mu, tapi dari kejadian ini aku semakin penasaran apa Leon pria pertama yang menyentuh mu?" Tuding Keenan.


Mata Ruby langsung terlihat suram, hatinya begitu sakit mendengar ucapan Keenan. Airmatanya terus membasahi pipinya. Namun Ruby tidak bisa menjawabnya.


"Kalau memang iya kau bisa kembali padanya. Kalian bisa bersama, mungkin kau juga masih mencintainya karena dia adalah pria pertama mu. Kalian bisa bersenang-senang di atas penderitaan ku. Kau bisa kembali tidur dengannya By" Teriak Keenan frustasi dan airmatanya tanpa sadar mengalir.


"Keenan,,,,hentikan omong kosong mu." Teriak Leon langsung memukul wajah Keenan. Keenan terduduk dan seketika tertawa menyela namun airmatanya tidak henti mengalir.


"Leon,,,Hentikan!!!" Teriak Ruby dan Ruby khawatir ini berlanjut.


Keenan memegang kepalanya, suatu bayangan terbesit di fikirannya. Dia seperti melihat masa lalu, suara dan teriakan itu juga seperti dejavu baginya. Keenan meringis kesakitan.


"Keenan kau baik-baik saja?" Tanya Ruby mendekati Keenan.


"Berhenti,,,menjauhlah. Kau tidak perlu barsandiwara untuk berpura-pura khawatir. Tangan Keenan terangkat keatas untuk menghentikan Ruby.


Perasaan Ruby semakin sakit. Dia tidak ingin Keenan salah paham.


Keenan bangkit walau sedikit oleng, dia tetap memaksakan diri.


"Keenan biar aku antar." Bujuk Ruby.


"Tidak perlu, kalian bisa lanjutkan lagi sambil bernostalgia masa lalu." Sindir Keenan dengan seringai senyuman nya. 


"Aku pastikan kau akan menyesal sudah mengatakan itu pada Ruby, kau begitu merendahkannya tanpa tau segalanya. Aku pastikan kau akan menyesal Keenan." Ujar Leon.


"Aku lebih menyesal sudah bertemu dengan manusia licik seperti kalian. Selamat berbahagia untuk kalian." Keenan tersenyum miris dan Keenan langsung bergegas pergi membiarkan Ruby menangis terduduk.


"Keenan,,, !!! " Teriak Ruby namun Keenan tidak menoleh sedikitpun. Dia masuk ke mobil dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang.


"Maafkan aku Keenan." Ruby menundukkan kepalanya sambil menangis.


"Kenapa kau tidak mengatakan sejujurnya pada Keenan tentang masa lalu kita Ca? "


Ruby terdiam, tidak bisa mengatakan apapun lagi. Fikirannya benar-benar kalut. Apa setelah ini dia akan benar-benar kehilangan Keenan untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Leon tidak bisa melakukan apapun karena statusnya juga sudah berbeda sekarang.


Ingin rasanya Leon membawa Ruby pergi jauh.


__ADS_2