DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Dua sahabat


__ADS_3

Di sebuah restoran bintang lima di salah satu hotel mewah di Milan, terlihat dua orang wanita tengah duduk bersama saling berhadapan dengan stroller bayi di samping keduanya. Mereka sama-sama membawa anak mereka yang masih bayi dipertemuan ini karena bayi mereka masih butuh mereka berada di sampingnya. Dan lagi, pertemuan ini tidak diketahui oleh siapapun selain kedua wanita yang duduk berhadapan ini.


Mereka saling pandang dengan tatapan yang sama tajamnya. Dulu mereka adalah sahabat yang kemana selalu bersama bahkan membuat semua orang iri melihat bagaimana kedua sahabat ini berhubungan karena sangat dekat, tapi lihat sekarang aura keduanya memancarkan permusuhan yang sudah tidak akan bisa dibalikkan lagi seperti dulu.


Karena seorang pria, bukan, karena alasan yang sebenarnya mereka bisa berada di posisi ini karena kesenjangan sosial mereka. Yang satu kaya raya, memiliki keluarga yang begitu menyayanginya serta ada seorang pria yang begitu mengasihi dan mencintainya. Dia tidak perlu memikirkan bagaimana masa depannya karena keluarga yang dia miliki bahkan sudah menyiapkannya sejak dia masih bayi.


Lain dengan yang satunya, berasal dari keluarga biasa saja, bahkan keluarganya tidak peduli padanya karena kedua orang tuanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing, karena itu juga tidak ada seorang pria pun yang mau mendekatinya, bahkan kalaupun ada hanya memanfaatkan dirinya untuk mendekati temannya yang kaya raya itu.


Adilkah hidup? Kenapa dia harus memiliki nasih yang seperti ini. Sejak itulah akhirnya dia mulai memiliki rasa iri pada sahabatnya yang kaya raya itu. Jika dari masalah keluarga dan juga kekayaan jelas dia tidak akan bisa berbuat apa-apa, karena itu yang dia incar adalah pria yang selama ini mencintai sahabatnya itu. Gadis ini menjadi terobsesi pada pria itu dan berniat merebutnya dari teman baiknya itu.


Marisha dan Geya, adalah dua gadis yang selalu menarik perhatian semua marah siswa di sekolah mereka dulu. Marisha yang cantik dengan kulit putihnya dan juga rambutnya yang sedikit bergelombang, belum lagi dirinya yang sangat pintar selalu membuat semua siswa di sekolah mengaguminya. Namun jika itu tentang keluarga, jelas untuk mendapatkan yang terbaik, para pria akan mengejar Geya.


Geya sudah terlihat cantik semenjak kecil, karena itu Rouge diam-diam mengklaim bahwa Geya adalah wanitanya sejak masih duduk di bangku SMP dengan begitu tidak akan ada yang mendekati Geya. Kulit yang sedikit gelap dengan rambut pirangnya, mata biru cemerlang dan senyum yang begitu manis menjadi daya tarik Geya yang jelas membuat Rouge ketar ketir jika sampai ada cowok lain yang jatuh hati pada Geya.


Tapi sungguh semua kenangan itulah yang menjadi bibit permusuhan di antara keduanya. Lebih tepatnya pada Marisha. Jika ditanya apakah Marisha menyesal berbuat seperti pada Geya, tentu jawabannya pastilah iya karena Geya adalah sahabat satu-satunya baginya. Namun sekali lagi, iri dan dengki itulah yang merasuki menjadikan Marisha seperti yang sekarang.

__ADS_1


" Lama kita tidak duduk berdua seperti ini kan, Sha..." sapa Geya.


" Hm... Terakhir kali saat kita merayakan keberhasilan ku menjadi Sekretaris Rouge.. Benarkah? " Marisha mencoba mengingat.


" Ya... Kau benar,, tapi jujur baru sekarang aku sadar kalah kau sejak dulu sudah menatap ku seperti menatap saingan mu sendiri. Bodohnya aku ya? " ucap Geya sarkas.


" Kau saja yang tidak peka dan menganggap semua seperti apa yang kau kehendaki. " balas Marisha.


" Apa mau mu mengajak ku bicara seperti ini? " tanya Marisha yang cukup penasaran maksud Geya mengajaknya bertemu.


" Memperingati mu untuk tidak menyentuh keluarga ku atau kau akan mendapatkan kejutan yang meriah dari ku... " Geya menatap tajam Marisha yang berada di depannya.


Geya tersenyum sinis melihat Marisha diam, " Kau pasti tidak menyangkakan jika aku bisa bersikap seperti ini di depan mu.. Yang kau hadapi ini bukan Geya yang kau jebak dan kau singkirkan empat tahun yang lalu.. "


" Lalu apa bedanya? " sarkas Marisha masih terlihat sombong.

__ADS_1


" Bedanya aku akan menggigit jika aku digigit.. " sahut Geya langsung.


Mata Marisha memicing tajam menatap Geya, tidak menyangka bahwa Geya akan berucap seperti itu padahal dia tahu betul Geya itu seperti apa. Tapi sepertinya waktu dan tempat membuat Geya bisa semakin berani seperti ini. Sungguh beruntungnya Geya bisa mendapatkan cinta dari pria sebaik dana sehebat Claude Smith Harley.


Marisha terkekeh pelan, setelah bisa menetralisir keterkejutannya atas perubahan Geya. Tapi bagaimana pun Geya yang sekarang ataupun yang dulu tetap membuatnya merasakan perasaan yang sama. Dia tetap merasa iri pada mantan sahabatnya itu.


" Ge,, apa yang aku lakukan adalah bentuk pertahanan diri ku demi mempertahankan keutuhan keluarga ku.. Jadi jangan bersikap seolah kau benar dan aku salah... " ujar Marisha kemudian.


" Aku tidak mengatakan kau bersalah tapi yang salah itu adalah cara mu.. Bagaimana bisa kau bersikap seperti itu dan bertindak melebihi batasan mu.. Benarkah kau ingin menjadi seorang penjahat? " sarkas Geya. Dia tahu Marisha bersikap seperti ini karena Rouge mulai mendekatinya lagi, tapi jelas tindakan yang dia ambil itu salah.


" Lalu aku harus seperti apa? Ketika aku baru saja melahirkan putra Kami bahkan putra kamu memiliki kondisi kekurangan seperti ini, tapi dia malah asyik mengejar cinta lamanya dan mengaku-aku anak orang sebagai anaknya.. Lalu aku harus bersikap seperti apa Geya? " tantang Marisha.


Geya terdiam... Benar sekali apa yang dikatakan oleh Marisha. Rouge memang keterlaluan tapi bisa apa dirinya toh dia tidak berniat merebut Rouge apalagi menanggapi polah tingkah pria itu yang berusaha menarik perhatian nya. Hanya saja tindakan yang diambil Marisha ini terlalu ekstrim dan berakhir kedua buah hatinya yang terluka dan itu yang Geya permasalahkan disini.


" Empat tahun lalu jika aku ingin aku bisa membuat Rouge meninggalkan mu meski kau mengandung buah hatinya. Tapi aku memilih pergi karena aku ingin kau bahagia bersama dengan Rouge.. Aku tidak menyesal Marisha, pergi dan berakhir bertemu dengan suami ku yang sekarang. Tapi selama kepergian ku itu jika kau memang tidak bisa membuat Rouge mencintai mu maka itu berarti diluar kuasa ku... " Geya tersenyum.

__ADS_1


Marisha terhenyak kaget mendengar ucapan yang dilontarkan Geya barusan. Seolah ingin mengatakan bahwa kepergian Geya adalah untuk dia mengambil kesempatan memiliki Rouge. Kepergian Geya untuk memberi kesempatan Marisha agar bisa membuat Rouge mencintainya. Jika gagal, maka itu adalah kesalahannya sendiri karena tidak bisa mempertahankan apa yang dia miliki.


" Kau tahu... Sekali lagi, Orang-orang yang berada di dekat mu lah yang berusaha untuk menyakiti mu... " setelah berkata penuh teka-teki itu Marisha pamit pergi tanpa menyentuh makanannya sama sekali. Meninggalkan Geya yang berkerut dahi memikirkan siapa yang dimaksud oleh Marisha.


__ADS_2