DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Mimpi buruk


__ADS_3

Melihat tumbuh dan kembang anak, adalah hal paling membahagiakan bagi orang tua manapun. Sama halnya seperti daddy Joaquin dan mommy Noura, kini Geya pun merasakannya. Si kembar yang awalnya dia kira akan menjadi anak tanpa ayah, namun dengan sebuah keajaiban dan keberuntungan, Geya menemukan pria yang bisa menjadi ayah untuk si kembar bahkan begitu menyayangi anak-anak nya.


Tahun pertama kehadiran Twins Q, Claude banyak berperan sebagai daddy yang siaga. Mengajari twins belajar makan, belajar berjalan, belajar bicara, semua itu Claude lakukan dengan hati yang tulus seperti merawat anak kandungnya sendiri. Geya bersyukur untuk itu.


Tahun kedua Twins Q sudah pandai dalam banyak hal, berjalan, berhitung, speak English, dan masih banyak lagi kepandaian yang bisa twins lakukan. Geya benar-benar senang sekali mengetahui anak-anaknya adalah termasuk jenis anak yang jenius. Mungkinkah ini adalah hasil gennya dan ayah twins yang bersatu.


Kini di tahun ketiga twins Q sudah bisa membaca, bernyanyi, dan melakukan pembicaraan yang serius seperti menirukan ucapan Geya ataupun Claude saat berjumpa dengan kolega bisnis. Sangat lucu sekali ketiga Quella berjalan mondar mandir dengan menggenggam ponsel mainan mempraktekan cara daddy nya yang suka mondar mandir ketika menerima telepon dari klien bisnisnya.


Dua bulan lagi, keluarga Geya dan Claude akan diwarnai tangisan bayi lagi. Anak kedua mereka akan segera lahir, baik Geya maupun Claude sama-sama menantikan hari-hari itu segera tiba. Merasa tidak sabar bertemu dengan baby mereka.


Hari ini adalah hari akhir pekan dimana biasanya Claude dan Geya akan menemani twins Q beraktifitas selama satu hari ini. Mereka berdua juga akan memandikan dan melakukan banyak hal yang biasanya pengasuh twins Q yang lakukan. Quality time yang memang harus ada di setiap akhir pekan agar baik Geya maupun Claude bisa mengetahui tumbuh kembang kedua anak mereka.


" Ge.... Hari ini kalian mau camping di halaman belakang ya? " tanya mommy Noura yang melihat tadi menantunya tengah sibuk membangun tenda diluar.


" Iya mom,, biasanya memang kami setiap akhir pekan selalu ada kegiatan bersama. Daddy yang minta, biar anak-anak tetep deket sama daddy nya meski selama hari kerja daddy nya nggak banyak ada waktu sama mereka. Toh sebentar lagi juga musim semi, pasti menyenangkan camping di luar... " terang Geya.


" Boleh juga ya,, gimana kalau kita satu keluarga camping semua. Trus nanti kita barbequean... Pasti seru tuh, mommy mau minta Galen buat siapin semuanya... " mommy Noura bersorak gembira langsung menuju kamar pribadi anak sulungnya.

__ADS_1


Geya senang ketika melihat mommy Noura begitu bersemangat ketika semua anak-anak nya berkumpul. Minus Gaffi yang sudah pergi ke Brazil menjadi relawan untuk wabah penyakit di sana. Geya membawa beberapa keperluan untuk acara berkemah mereka ke halaman belakang, menyusul suaminya yang sudah diteriaki oleh twins karena tenda mereka belum juga jadi.


" Oh come dad,, hurry up.... Aku sudah tidak sabar ingin segera masuk ke dalam... " seru Quon yang akan berubah sesemangat Quella saat ada acara seperti ini.


" Wait, Quon... Daddy masih harus mengaitkan ini ke sana agar tenda kita berdiri tegak nantinya... Kalian itu sudah siapkan kayu untuk api unggun atau belum.. " Claude memperlihatkan sebuah pasal yang ada di tangannya. Kemudian melihat sekeliling yang belum ada kayu untuk api unggun.


" Uncle Gafar yang ambilkan dad... Katanya granny juga mau gabung sama kita untuk camping... " jawab Quella berseru dengan kaki yang sudah melompat-lompat.


" Berarti satu tenda saja tidak akan cukup, kalian masuk gih bilang sama uncle semua untuk menyiapkan tenda 3 buah lagi!!! " Claude mengusir twins yang merecoki pekerjaannya.


" Nanti kalau ketambahan baby yang satu ini, aku yakin daddy pasti akan langsung pingsan... " ujar Geya yang baru saja tiba.


" Hm... Tapi senangnya aku jadi tambah muda karena dekat dengan mereka. Aku takut karena usia ku membuat waktu bersama mereka kurang banyak... " Geya termenung mendengar ucapan Claude.


Bagi Geya, Claude adalah pelitanya. Pria yang dengan ikhlas memberikan dunianya pada Geya. Tidak pernah terbersit dalam benak Geya bahwa suatu hari nanti Claude akan lebih dulu meninggalkannya. Suasana hati Geya langsung buruk ketika sadar bahwa ucapan Claude ini benar adanya.


" Aku harap kita akan pergi meninggalkan dunia ini bersama dad, akan menjadi mimpi buruk terpanjang ku jika hidup tanpa mu... " ucap Geya dalam hati menatap lamat suaminya.

__ADS_1


Geya terduduk di sebuah ruangan yang serba putih, ada beberapa orang yang memakai pakaian serba hitam berjejer rapi di depannya. Geya terheran, bukankah tadi dia sedang menyiapkan acara camping bersama anak dan suaminya. Tapi dimana dia sekarang ini.


Geya melihat ada dua orang yang wajahnya begitu tidak asing baginya juga turut berdiri di depannya. Bahkan kedua orang itu terlihat sangat sedih dimana yang seorang adalah perempuan tengah menangis dalam pelukan seorang lagi yang pria. Geya seperti pernah melihat wajah kedua orang itu tapi dimana, Geya sungguh tidak bisa mengingat.


Tak jauh dari posisi dia orang yang Geya kenal tadi, berdiri seorang pria yang usianya lebih muda tangah melamun dengan raut wajah sedih. Beberapa kali dia tersadar dalam lamunannya karena mengusap pipinya yang basah karena air mata yang turun menganak sungai. Geya merasa ikut sedih ketika melihat wajah itu menangis.


Ada lagi seorang pria yang berada cukup jauh dari ketiga orang itu, namun terlihat pria yang lebih muda lagi ini tengah menangis dalam diam. Kulit tan, dengan rambut pirang membuat Geya seperti melihat perpaduan dia dan suaminya. Meski pria ini mengenakan kacamatanya, tapi Geya bisa melihat bahwa pria muda ini tengah menangis dari celah kacamata nya.


Melihat keempat orang yang Geya merasa kenal tapi tidak tahu siapa orang-orang ini, Geya ikut merasakan kepedihan mereka berempat. Lalu entah bagaimana bisa, namun tiba-tiba Geya merasakan ada sebuah kesedihan yang begitu mendalam. Kesedihan seperti ketika dia membayangkan hidupnya tanpa sang suami.


Kemudian terlihat oleh Geya rombongan beberapa orang yang memasuki ruangan serba putih itu. Terlihat sebuah foto yang dibawa oleh seorang pria yang begitu mirip dengan pengawal pribadinya.


" Sand.... Tidak... itu bukan daddy... Tidak.... tidak... " Geya terjatuh di lantai saat menyadari siapa orang yang berada di foto yang tengah dibawa Sand.


Hati Geya hancur, tubuhnya bergetar kuat karena tangisnya yang tidak kunjung berhenti.. Geya mendengar ada suara-suara yang memanggilnya. Suara yang begitu menenangkan dan meneduhkan nya, suara yang selama ini selalu bisa memberinya ketenangan.


" Baby wake up... baby wake up... don't make me afraid, baby.... Wake up Geya.... "

__ADS_1


__ADS_2