DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Menyelesaikan masalah yang tertunda


__ADS_3

Secara kebetulan atau entah memang salah satu pihak yang meminta, tapi daddy Joaquin dan Marisha serta putranya keluar dari rumah sakit dalam waktu yang sama. Hal ini akhirnya membuat kedua keluarga berkumpul bersama, bahkan mengundang keluarga Gilbert dan Sherly juga. Mereka memutuskan untuk berkumpul sebentar di mansion utama merayakan keluarnya daddy Joaquin dan Marisha dari rumah sakit.


Pihak yang ada di mansion tentu saja terkejut dengan kedatangan tiba-tiba seluruh anggota keluarga minus keluarga Daniel dan Whiteney. Geya menatap jengah orang-orang yang datang karena pasti dirinya hari ini akan mendapatkan banyak pertanyaan tentang empat tahun terakhir ini. Apalagi ketika melihat Marisha dan Rouge yang menatapnya dengan cara pandang yang berbeda.


" Daddy,, jika nanti aku kasih kode, lekas selamatkan aku dari situasi yang pasti tidak mengenakkan nanti ya... " Geya menyikut lengan suaminya lalu berbisik.


" Apa perlu aku adakan konferensi pers hari ini, baby... " canda Claude yang langsung dihadiahi tabokan maut ala Geya.


" Seneng banget ya lihat aku nanti terpojok... " geram Geya yang justru nampak sangat lucu dimata Claude.


" Banget.... Hahahahahaha... " Claude langsung berlari diikuti Geya dari belakang. Mereka saling kejar, padahal niat Claude ingin membawa Geya pergi dari situasi yang tidak Geya sukai itu.


Hati Rouge panas saat melihat bagaimana interaksi Geya dengan pria yang mengaku sebagai suaminya itu. Rouge tahu betul bahwa Geya bukan tipe gadis yang akan manja dengan pria yang tidak dia kenal dengan dekat. Jadi dengan kata lain, Geya menerima Claude dan benar bahwa mereka saling mencintai. Hal itu melukai harga diri Rouge yang sampai detik ini tidak melupakan Geya sedikit pun.


" Sudah lihatnya,, jangan mupeng begitu.. " ledek Ghadi. Rouge pun mendengus kesal, sepupunya yang satu ini memang polos, tapi mulutnya setajam silet.


" Ayo masuk... Kita nikmati perayaan ini dengan hati yang bahagia..!! " ajak daddy Joaquin.


Semua mata yang ada di ruangan tengah mansion utama terpesona dengan dua balita kembar yang tengah bermain itu. Mama Vinda belum melihat kedua anak itu sejak kepulangan Geya, tapi mama Vinda merasa ada sedikit kemiripan antara kedua kembar anak Geya dengan Marellyn anak Rouge. Mereka sama-sama memiliki bentuk mata yang hampir mirip, tapi bola mata mereka saja yang membedakan.


Mama Vinda menatap Geya menyelidiki, bukan dia tidak ingat kejadian empat tahun yang lalu dimana Geya tiba-tiba pergi. Roseline dan dirinya selalu saja membicarakan tentang kemungkinan-kemungkinan alasan kepergian Geya. Tapi ketika melihat ada anak kembar di depannya ini, semua misteri seolah terkuak. Puzzle terakhir telah ditemukan dan membuat sebuah alasan yang kuat kenapa Geya pergi.

__ADS_1


Melihat Geya sedang sendiri di dapur, mama Vinda pun mendekat. Berupaya untuk bertanya, dan sekaligus meminta maaf pada Geya karena telah tersakiti karena masa lalunya. Meski daddy Joaquin dan mommy Noura menjelaskan apa yang membuat mereka kecewa, tapi tetap saja dirinya tidak tenang jika tidak bertanya pada Geya.


" Gege... Mama kangen sama kamu.. " mama Vinda langsung memeluk keponakan yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri.


" Maaf ya ma, baru bisa ketemu soalnya aku nari mendarat kemarin dan sibuk terus mengurusi keluarga ku sendiri.. " ucap Geya melepas pelukan.


" Ge,, mama mau minta maaf sama kamu.. Sumber kesakitan kamu selama ini ada pada mama Ge.. Karena masa lalu mama membuat Rouge akhirnya meninggalkan mu. Tapi Ge,, tolong jawab mama dengan jujur, apa si kembar itu adalah anak Rouge. Karena itu kamu pergi empat tahun yang lalu.. " desak mama Vinda.


Geya menghela nafas pelan, sudah tahu bahwa kedatangan mama Vinda ke tempatnya menyendiri karena ditinggalkan suami mencari apa yang dia ngidam kan. Geya menggeleng pelan, dari mulutnya belum keluar sebuah kalimat menyangkal itu semua tapi gerakannya sudah mengatakan bahwa praduga mama Vinda itu salah.


" Twins Q anak suami ku ma... Kami menikah memang karena aku hamil duluan tapi ini anak suami ku... Karena anak suami ku maka dengan jelas aku katakan bahwa mereka bukan anak Rouge. Dan tolong ma, jangan pernah tanyakan lagi hal ini karena akan ada banyak hati yang terluka karena pernyataan yang tidak benar itu... " Geya bicara dengan sangat tenang bahkan mengulas senyum. Dia sudah belajar selama empat tahun ini untuk bisa menjawab pertanyaan tentang jati diri si kembar tanpa membuat orang lain curiga.


Ketika mama Vinda hendak melontarkan sanggahan nya, beruntung Claude datang membawakan cake strawberry yang semalam Geya minta tapi belum dimakan, hanya diletakan di dalam lemari pendingin di kamar pribadi Geya.


" Kok jagoan sih dad,, kan belum tahu juga kalau ternyata anak kita jenis kelaminnya perempuan. Ntar salah malah bikin anak cantik kita tomboy lho... " protes Geya. Karena memang mereka berdua belum mengetahui jenis kelamin anak mereka.


" Dari kamunya yang gampang banget cemburu itu udah pasti ini anak laki-laki, baby.. Mau bertaruh? Jika ini anak laki-laki kamu harus kasih aku satu lagi Claude junior.. Tapi kalau perempuan berarti kita stop punya anak... Gimana? Setuju? " begitu hendak berbalik, Claude terkejut melihat mama Vinda sudah ada di sana, sejak kapan itu yang berada di pikiran Claude.


" Mama ganggu ya,,, kalau begitu nanti kita bicara lagi ya Ge... " mama Vinda pamit.


Claude menghela nafas lega, beruntung dia tidak keceplosan tentang apapun yang sedang mereka. tutup rapat dari semua orang. Geya terkikik gelo melihat ekspresi dari suaminya ketika dalam kondisi lega karena tidak membuat kesalahan ini..

__ADS_1


" Kami seneng ya baby... " Claude mencubit pelan pipi gembul Geya, tapi belum juga sesi bermesraan mereka selesai, Claude mendapat telefon dari asisiten pribadinya..


" Dim, jika tidak penting siap-siap gaji mu aku potong setengah... " Geya terbahak mendengar ocehan lucu suaminya itu.


Merasa sudah tidak ada pengganggu lagi, Geya kembali fokus pada cake strawberry yang tadi Claude bawakan untuknya. Rasanya benar-benar enak sampai Geya tidak ingin membaginya dengan siapapun. Beruntung keempat saudaranya ada di ruang keluarga, jadi cake nya aman...


Geya mendengus kesal saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Geya yakin ini suara langkah kaki wanita karena menggenakan heels. Dari semua orang yang hadir, Geya yakin itu adalah mantan sahabatnya. Dan pasti ini akan membahas ayah dari si kembar lagi.


" Geya bisa kita bicara sebentar... " pinta Marisha.


" Kamu ngomong aja, aku lagi makan ini... " ucap Geya.


" Oke kita ngomong disini. Biar semua orang denger pembicaraan kita tentang Rouge dan kamu yang menginap di kamar hotel yang sama... " Geya pun menoleh.


" Kita ke sana saja.. " Geya menunjuk ruang kerja Galen.


Beberapa saat keduanya sama-sama diam, baik Geya maupun Marisha merasakan atmosfir yang berbeda setelah mereka bukan lagi menjadi sahabat. Sedikit kaget, tapi keduanya mencoba terbiasa akan hal tersebut.


" Aku lihat kamu Ge,, di hari kamu dan Rouge mendatangi jamuan tuan Lucas. Aku melihat mu keluar dari dalam kamar Rouge dengan pakaian yang tidak rapi.. Jelas kamu diperkosa oleh Rouge dan si kembar itu anaknya kan... Karena aku hamil duluan dari kamu makanya kamu memutuskan untuk pergi. Menyimpan rahasia bahwa kau mengandung anak Rouge... " Marisha bicara dengan wajah pongahnya.


" Sha,,, apa Rouge mengingat malam itu? Kalau aku tidak salah karena Rouge tidak ingat makanya dia tidak pernah membahas apapun dengan ku.. Hal itu pasti karena diri mu yang masuk ke kamar Rouge setelah aku pergi sehingga dalam pikiran pria bodoh itu, wanita yang menghabiskan malam indah bersamanya adalah kau... " Marisha membeku ditempat.

__ADS_1


" Tapi tenang saja, seperti kau yang berusaha merahasiakan bahwa itu aku. Aku harap kau akan selalu dan seterusnya merahasiakan hal itu. Tapi satu hal yang perlu kau tahu,, si kembar adalah anak dari suami ku... "


__ADS_2