DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
sosok misterius muncul


__ADS_3

Tiga hari dua malam Quon dan Quella terbaring tidak sadarkan diri di ranjang pesakitan. Barulah di hari ketiga siang harinya, keduanya serempak sadar dan membuka mata mereka. Hal pertama yang mereka keluhkan adalah kepala mereka sakit dan Quella sedikit mual. Menurut dokter itu wajar karena Quella mengalami pembedahan otak sehingga efek samping seperti mual dan muntah itu adalah hal yang wajar.


Geya dan Claude secara bergantian kadang juga bersama menjaga kedua buah hati mereka. Keduanya tidak akan pernah meninggalkan kedua buah hati mereka lagi karena alasan apapun tentu saja alasannya karena tidak ingin kejadian serupa kembali terulang. Keduanya sudah sangat bersyukur bahwa twins kembali pada mereka meski harus mengalami kejadian tidak mengenakan ini.


" Sayang ayo dimakan dulu ya buburnya... Biar cepat sembuh trus pulang ke rumah.. " ujar Geya yang menyuapi twins secara bergantian.


" Mom... buburnya kok nggak enak sih.. Nggak ada rasa mom.. " protes Quella.


" Kalau lagi sakit ya begini sayang buburnya.. Hambar tidak ada rasa, maka dari itu harus tetap dimakan biar cepet sembuh juga... Oke,,, sekarang buka mulut yang lebar... " Geya berusaha untuk menjelaskan pada buah hatinya yang terlewat pintar ini.


Meski katanya tidak enak, tapi beruntung keduanya menghabiskan bubur mereka semua itu. Geya senang sekali anak-anaknya bisa mengerti usahanya untuk membuat mereka lekas sembuh seperti ini. Tak lama pun terlihat Claude masuk untuk menggantikan Geya yang harus merawat baby Alrescha di rumah.


" Morning, prince and princess daddy... " sapa Claude ketika memasuki ruangan.


" Morning daddy... You are late.. " protes keduanya karena memang Claude telah setengah jam dari waktu janjian.


" Oh sorry my little girl... Daddy terjebak macet sayang... Tapi daddy bawa ini untuk menebus kesalahan daddy... " Claude mengangkat paper bagian yang dibawa nya, dan ternyata isinya adalah kesukaan dari twins. Buku untuk Quin dan boneka barbie untuk Quella.


" Yeayy.... Daddy terbaik... " Quella tersenyum senang memberikan dua jempol untuk daddy nya.

__ADS_1


" Makannya sudah selesai ya? Habis nggak? " Claude melihat ke mangkok yang tengah dipegang oleh istrinya.


" Woooww... Karena habis maka daddy nanti kasih kalian reward lagu deh... " ujar Claude kemudian.


" Yeaaay... Daddy aku mau buku yang bercerita tentang sejarah dewa-dewi Yunani, boleh... " Quoj langsung request..


" Haish.... Dasar anak satu ini, maunya ada saja.. " batin Geya menggelengkan kepala. Pantas Quon tidak protes sama sekali ketika makan, ternyata karena reward dari sang daddy tentunya..


" Boleh... Nanti kita minta mommy bawakan ketika balik ke sini.. Mommy bisa kan? " Claude menaik turunkan alisnya menggoda sang istri.


" Ck... Kenapa nggak besok aja? Atau pas nanti malam daddy ke sini gantiin mommy kan bisa... " protes Geya yang paling malas terjebak di toko buku mencarikan buku yang diinginkan Quon karena selalu tidak tepat sesuai keinginan si buah hati yang seleranya seperti Claude.


" Baiklah daddy saja nanti yang carikan ya.. Kalau princess daddy mau apa? " Claude menatap ke arah putri kecilnya yang kini sudah berbaring karena pusing di kepalanya.


" Mereka sembuh dengan sangat cepat.. Jadi jangan khawatir karena sekitar seminggu atau bahkan lebih cepat dari itu mereka bisa keluar dari rumah sakit.. " terang dokter sebelum pamit keluar dari ruangan twins Q.


Claude dan Geya saling memeluk menatap kedua buah hati mereka yang tertidur pulas sekarang. Geya pun pamit pada Claude dan segera kembali ke mansion de Niels. Sekedar informasi setelah twins Q sadar keduanya segera dipindahkan ke JN CS Hospital milik keluarga de Niels untuk memudahkan segala urusan, baik itu pengobatan maupun jarak tempuh ke mansion.


...*********...

__ADS_1


Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, namun juga tidak kecil jika disebut sebagai ruangan, terlihat Marisha duduk memangku Jade yang tengah tertidur. Sudah hampir satu bulan sejak dia memutuskan untuk melawan keluarga suaminya, dan selama itu pula dia bersembunyi di tempat ini agar tidak mudah ditemukan.


Hanya sedikit yang tahu tempat ini salah satunya adalah pria misterius yang sudah menampakkan wajahnya di depan Marisha. Bahkan sekarang ini keduanya tengah duduk di ruangan yang sama saling berhadapan. Pantas saja kejadian empat tahun itu semuanya berjalan sangat lancar, karena orang di depannya inilah yang membantunya..


" Sekarang apa yang akan anda lakukan? Rencana kita sudah gagal... " tanya Marisha. Rencana yang dia maksud adalah untuk memperkeruh suasana di keluarga de Niels. Karena nyatanya tidak terjadi apapun di dalam keluarga itu.


" Gagal bagaimana? Jelas-jelas kita sudah berhasil. Apa kau tahu betapa hancurnya suami mu itu setelah dia mendapatkan kenyataan yang sebenarnya? " ujar pria misterius itu., " yah walau semua ini diluar rencana yang aku buat.. Namun hasilnya sungguh diluar ekspetasi ku... " lanjutnya di dalam hati.


" Itu saja tidak akan membuat semuanya berantakan. Bahkan dia masih diterima di dalam keluarga itu.. Bukan seperti ini yang Anda janjikan tuan... " kesal Marisha mengomel.


" Ck.. Kau itu kenapa bodoh sekali... " sarkas pria misterius itu.


" Tentu saja ini berpengaruh, karena mulai saat ini Rouge akan merasa dirinya tidak pantas berada di dalam keluarga itu. Ketika dia meninggalkan keluarganya pasti dia akan datang pada mu... Eh,, sampai lupa.. Ngomong-ngomong sudah bertemu dengan Gaya atau belum? " tanya pria misterius itu teringat akan undangan Geya untuk Marisha.


Marisha menggeleng karena Geya belum mengabarinya lagi perihal teleponnya saat twins masih bersama Rouge. Geya meminta waktu untuk bertemu dengan Marisha dan berbicara empat mata, tapi sepertinya karena peristiwa yang menimpa twins, pertemuan ini belum terealisasikan.


Marisha sejujurnya sedikit banyak merasa takut dengan amarah Geya yang pasti akan meledak nantinya. Takut jika rahasia yang mereka pegang akan dia ungkapkan pada semua orang termasuk keluarga suaminya. Maka jika seperti itu jelas pasti Marisha akan diancam bercerai dengan Rouge dan dia tidak menginginkan hal itu.


Tapi menurut apa yang pria misterius di depannya ini perkirakan, Geya hanya akan memberinya sedikit ancaman untuk tidak mengganggu keluarganya. Tentu saja Geya pasti memiliki kartu AS Marisha yang lain, dan itu sedang diselidiki oleh pria misterius sesuai dengan permintaan dari Marisha.

__ADS_1


" Semoga saja apa yang anda simpulkan tentang masalah ini tidak meleset... Karena jujur aku sedikit takut dengan amarahnya.. Amarah seorang ibu yang anaknya terusik.. " ujar Marisha membuang muka ke samping asal tidak bertatap muka dengan pria di depannya.


" Yah,, kau benar karena amarah seorang ibu bisa menyebabkan segala sesuatunya menjadi semakin tidak terarah... " ujar pria misterius ini sambil menerawang jauh ke ingatannya dulu tentang ibunya yang marah karena ayahnya yang berselingkuh hingga akibatnya sampai fatal, kedua orang tuanya meninggal dunia.


__ADS_2