DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
ke rumah sakit


__ADS_3

Koridor rumah sakit XX terlihat begitu ramai orang, namun yang mengalihkan perhatian mereka semua adalah sekelompok orang yang baru saja memasuki area rumah sakit dengan berlari. Sekelompok orang yang wajah-wajahnya sedikit tidak asing tapi karena perbuatan mereka yang kini disorot, sehingga membuat semua orang tidak begitu memperhatikan sekelompok orang ini.


Di barisan terdepan ada sepasang suami istri yang berlari dengan saling bergandengan tangan. Wajah mereka terlihat sangat panik apalagi wajah si wanita yang sudah dipenuhi dengan jejak air mata yang sekarang pun masih terlihat menangis. Si pria memang terlihat panik, namun lebih bisa mengantisipasi kecemasannya dan masih berusaha tenang.


Di belakang sepasang suami istri itu terlihat sepasang suami istri yang sudah berumur dan beberapa pria dibelakangnya lagi. Semuanya berwajah panik dan sedih membuat setiap orang yang melihatnya jadi ingin tahu lebih banyak.


Orang-orang yang telah mencuri perhatian dari para pengunjung rumah sakit XX ini adalah kelompok keluarga de Niels. Mereka yang tadi masih berada di Milan segera meluncur ke wilayah pedesaan Milan dimana di sebuah rumah sakit terdapat pasien yang ternyata anggota keluarga mereka.


Beberapa menit yang lalu,


Claude tengah menikmati sarapan paginya bersama dengan keluarga sang istri. Ketika ditengah acara makan pagi bersama ini, tiba-tiba saja ponsel miliknya bergetar menandakan ada yang menelepon nya. Dan setelah dilihat itu adalah nomor dari ketua pasukan pengintai yang mengintai di tempat Rouge dan twins Q berada.


" Tuan Claude.... Segera lah datang ke rumah sakit XX, tuan dan nona kecil mengalami kecelakaan dan sekarang tengah ditangani oleh dokter!!!! " ucap orang Claude.


PRRRAAKKKK


Ponsel milik Claude terjatuh begitu saja, tanpa berusaha dicegah oleh si pemilik. Claude terlalu shock mendengar berita yang orangnya baru saja sampaikan dari pada shock karena ponsel mewahnya terjatuh di lantai.


Tanpa banyak bicara Claude segera mengajak keluarganya untuk menuju ke rumah sakit XX melihat keadaan di kembar. Geya dan mommy Noura terus menangis sejak Claude mengatakan apa yang tengah terjadi pada twins.


Anggota keluarga de Niels pun beriringan seperti pawai menuju tempat dimana twins Q berada. Sekitar empat mobil yang ikut pawai keluarga de Niels. Jalanan yang mereka lewati dengan mobil pun menjadi ramai orang yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Kembali ke masa sekarang, anggota keluarga de Niels sudah berdiri di depan ruang operasi. Di dalam ruangan itu terdapat twins Q yang harus mendapatkan penanganan berupa tindak operasi karena luka yang mereka derita karena kecelakaan.


Terlihat seorang pria tua menghampiri keluarga de Niels. Pria tua ini diketahui adalah kakek yang tadi dimintai tolong oleh twins untuk membawa kedua anak itu ke Milan kota. Tentu saja keterangan yang diberikan oleh kakek itu membuat semua anggota keluarga de Niels terkejut setengah mati.


" Maksud Anda bagaimana tuah? " tanya Galen yang lebih bisa menguasai hati dan pikirannya.


" Saya tadi ada di pasar Y. Kebetulan bertemu dengan anak-anak tadi yang mencari tumpangan untuk ke kota Milan. Mereka bilang mereka harus bertemu kedua orang tuanya dan mereka minta tolong pada saya... " Geya sudah menangis dalam pelukan Claude ketika mendengar ucapan kakek ini.


" Ketika saya menyanggupi dan hendak mengantar mereka, tiba-tiba saja ara suara orang-orang memanggil nama kedua anak itu yang akhirnya membuat kedua anak itu berlari ke arah jalan dan tertabrak mobil yang melintas... " cerita kakek itu.


" HUUUUAAAAA.... DADDY,,, DADDY... MALANGNYA NASIB TWINS DAD... HHHUUUAAAA.... " Geya meraung-raung menangis kedua anaknya.


" Baby tenang... Kamu bisa collapse jika seperti ini... " Claude berusaha menenangkan Geya walaupun sejujurnya dia sudah tidak lagi mampu menahan emosinya.


" Kita berdoa saja baby... Agar Tuhan selalu melindungi mereka... " Claude mengusap pelan punggung bergetar Geya.


Suara derap langkah beberapa orang terdengar mendekat ke arah koridor ruang operasi twins. Semua mata yang awalnya menatap Geya dan Claude, kini berganti menatap beberapa orang yang terlihat tengah menuju ke arah keluarga de Niels berkumpul.


Rahang mengeras dan tangan yang terkepal kuat, membawa Claude maju beberapa langkah ke arah orang-orang yang baru saja datang tersebut dan langsung menerjang sosok yang sudah dia cari selama beberapa hari ini.


" Sialan.... Masih punya muka kau datang kemari setelah apa yang kau sebabkan!! " sentak Claude langsung menghajar Rouge.

__ADS_1


Bugh.... Bugh.... Bugh...


Beberapa kali Rouge menerima pukulan dari Claude karena bagaimana pun peristiwa ini terjadi karena kelalaiannya. Tapi sebagai seorang ayah kandung, Rouge tidak Terima melihat Claude yang berperan sebagai seorang ayah juga untuk si kembar.


" Kau yang sialan daddy gadungan... Mereka itu anak ku tapi kau mengaku-ngaku bahwa itu anak mu... Dasar sinting kau pria tua.... " sentak Rouge tidak mau kalah dengan Claude. Dan perkelahian pun tidak bisa dihindarkan. Keduanya saling pukul dan saling memaki, menumpahkan segala rasa di dada yang membuncah ini.


Perkelahian keduanya pun berlanjut dengan sangat sengit. Sama-sama mengeluarkan tenaga maksimal untuk saling menghajar lawan. Keduanya tidak ada yang mau mengalah hingga anak buah Rouge maju untuk membantu tuan mereka, namun langsung dihentikan oleh ucapan Gafar.


" Dasar bodoh... Seharusnya dipisahkan bukan malah kalian bantu!! " sentak Gafar geram karena orang-orang yang tidak paham dengan apa yang sekarang ini tengah terjadi.


" Kalian berdua berhenti berkelahi!!! Ini bukan waktu yang tepat kalian bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Kalian sudah dewasa, segala sesuatunya masih bisa diperbincangkan dengan baik.. Dan kau Rouge, apa pantas kau bersikap seperti ini setelah kegilaan yang kau lakukan.!! " sentak Gafar.


Pertikaian antara Claude dan Rouge pun akhirnya berhenti setelah masing-masing mulai bisa mengontrol emosi mereka. Tapi tetap saja mereka masih belum saling sapa karena masih sama-sama emosi tingkat dewa.


Ketika suasana di tengah-tengah keluarga de Niels sudah tenang. Seorang dokter keluar dari ruangan operasi twins Q. Dokter ini adalah dokter laki-laki yang menangani operasi si kembar. Dokter tadi menatap sejenak anggota keluarga yang ada di depan ruang operasi.


" Dokter bagiamana keadaan anak saya? " tanya Claude langsung maju ke depan.


" Kami sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan semuanya. Tapi kali ini saya harus mengatakan bahwa kami memerlukan darah dengan golongan AB rhesus negatif untuk membantu pasien melewati masa kritisnya. Bisakah kalian segera mencari pendonor.. Kita tidak memiliki banyak waktu. " terang dokter.


Semua orang membeku di tempat terutama Geya dan Rouge. Pasalnya mereka berdua sama-sama tidak memiliki golongan darah AB rhesus negatif. Lalu bagaimana twins Q bisa memiliki golongan darah lain dari keduanya.

__ADS_1


" Biarkan aku saja yang mendonor.. Golongan darah ku sama dengan anak-anak... "


__ADS_2