
Di salah satu kamar VVIP di rumah sakit X, terdengar suara beberapa alat yang menunjang kedua pasien yang adalah di dalamnya untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya. Meski dokter telah mengatakan bahwa masa kritis mereka sudah terlewati, namun hingga kini kedua pasien masih belum sadarkan diri.
Sejak pasien mulai dipindahkan ke ruang rawat jalan, Geya dan Claude sama sekali tidak beranjak dari sana demi bisa menunggui kedua buah hati mereka. Geya bahkan tidak berhenti menangis karena merasakan sesak di dadanya saat melihat kedua buah hatinya terlihat tidak berdaya dengan banyak luka di tubuh mereka.
" Sayang.... Sweetheart.... Bangun ya... Mommy rindu sayang... " gumam Geya disela isak tangisnya.
" Mommy sedih sekali melihat kalian seperti ini.. Maafkan mommy sayang, mommy sudah membuat kalian seperti ini... " tubuh Geya bergetar hebat karena tangisannya. Claude yang ada di sana langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya berusaha menenangkan.
Bukan hanya Geya yang terluka, dia pun sama. Rasanya tidak becus menjadi seorang daddy. Hatinya sakit kalau mengetahui ternyata twins melarikan diri dari rumah yang mereka huni bersama Rouge. Keduanya kabur untuk bisa kembali ke Milan, sungguh tidak bisa dipercaya anak dengan usia tiga tahun lebih bisa berpikir seperti itu.
Beberapa kali terdengar helaan nafas panjang dari Claude. Rasanya dengan begitu sesak di dadanya bisa sedikit berkurang meski belum menghilang. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, bagi Claude ini bukan hanya kejahatan pihak Rouge dan Marisha saja. Tapi juga ada orang lain dibelakang mereka yang mengarahkan mereka untuk berbuat seperti ini.
Penculikan dan kecelakaan twins ini sepertinya hanyalah kisah awal saya. Mereka belum sampai pada inti dari badai yang menghantam keluarga de Niels. Awalnya Claude masih bersantai karena ini bukan ramahnya untuk ikut campur. Namun sekarang setelah kedua anaknya menjadi sasaran mereka, Claude tidak bisa tinggal diam lagi. Dia akan meminta seseorang untuk membantunya, seseorang yang pasti tahu semua informasi yang ada di dunia ini tanpa terkecuali.
" Baby... Jangan menangis lagi, jika mereka berdua tahu pastinya mereka akan ikutan sedih sayang.. Jadi jangan menangis lagi ya, kamu harus kuat bukan hanya untuk twins, tapi juga baby Alrescha.. " Claude berusaha menghibur Geya.
__ADS_1
" Iya daddy... Tapi dad... jika mereka tidak bangun lagi bagaimana daddy? Mereka.... mereka.... " Geya tidak lagi mampu melanjutkan kata-kata nya.
" Mereka adalah putra dan putri Claude Smith Harley, mereka akan sekuat daddy mereka.. Kamu harus yakin akan hal itu... " Claude berucap penuh penekanan berharap Geya bisa menguasai ketakutan di dalam hatinya.
" Yah... Daddy benar... Mereka anak kita dad, maka mereka akan kuat seperti kita.. " Geya menghapus air matanya. Dia harus yakin bahwa semua baik-baik saja agar benar semuanya memang baik-baik saja.
Geya sama sekali belum ada niatan beranjak dari tempat duduknya meski telah dinasehati Claude berulang kali untuk istirahat. Bahkan alasan baby Alrescha yang membutuhkannya saja dikesampingkan oleh Geya. Beruntung baby Alrescha tidak pemilih alias minum susu formula pun mau. Hal ini karena Geya yang stress pasca melahirkan membuat ASI nya tidak lagi keluar sekarang.
Sudah delapan jam terhitung sejak twins dipindahkan ke kamar rawat inap, tapi tanda-tanda mereka akan bangun masih belum ada. Selama delapan jam itu pula, hanya sekali Geya meninggalkan tempat duduknya, untuk makan dan juga untuk ke kamar mandi. Setelahnya Geya sama sekali belum beranjak. Claude sudah menyewa ranjang lain yang di letakan dikamar twins agar Geya mau istirahat tapi masih ditolak oleh Geya.
" Halo... " Claude mengangkat telepon dari asistennya perihal bantuan yang dia ajukan pada seseorang yang jelas tahu semua informasi di dunia ini, bahkan jika itu informasi paling rahasia sekali pun.
" Benarkah? Bagus jika mereka mau membantu.. Katakan Terima kasih ku yang sebesar-besarnya pada mereka... " Claude tersenyum riang karena setidaknya setelah hanya kabar buruk yang dia dengar selama beberapa hari ini, apa yang didengarnya saat ini adalah berita paling terbaik.
" Aku paham... Suatu hari nanti ketika mereka sudah menentukan apa yang akan mereka minta dari ku, aku akan mengabulkan apapun keinginan mereka asalkan mereka mau membantu mengungkap siapa dalang dari masalah ini... " ujar Claude.
__ADS_1
" Kalau begitu aku tunggu kabar dari mu.. Aku tutup teleponnya.. " Claude langsung menutup panggilan dari Dimitri, asisten pribadinya.
Geya menatap suaminya sedikit terheran karena dia tidak tahu menahu mengenai apa yang tadi dibicarakan suaminya di telepon. Geya ingin bertanya tapi dia tidak memiliki keberanian untuk itu. Salahkan saja dia sejak tadi tidak mempedulikan ucapan suaminya sekarang dia jadi takut untuk bertanya. Beruntung Claude cukup peka dan menceritakan apa yang tengah dia lakukan saat ini.
Claude meyakini bahwa Rouge, Marisha maupun Geya hanyalah sebuah pion yang digunakan seseorang yang menjadi dalam di setiap peristiwa yang melibatkan Geya dan Rouge. Tujuannya tentu saja memisahkan kekuatan yang ada di keluarga de Niels. Dua kekuatan yang selama ini saling membantu bisa saling bermusuhan karena masalah anak keturunan mereka.
" Jadi aku meminta bantuan dari seseorang yang memang ahli dalam mencari informasi bahkan jika itu adalah informasi rahasia sekalipun. Meski kita harus membayar mahal untuk bisa mendapatkannya, tapi itu sebanding dengan kita yang mengetahui siapa orang dibalik semua ini.. " ujar Claude.
" Kita seperti sedang meraba di tempat yang gelap, kita tidak tahu siapa yang ada di balik semua peristiwa ini jadi Satu-satunya cara hanyalah dengan meminta bantuan dari orang ini.. " tambahnya.
" Benarkah semuanya akan berjalan dengan baik daddy. Karena entah mengapa perasaan ku tidak enak tentang masalah ini.. " ujar Geya ragu.
" Jangan khawatir.. Semuanya akan baik-baik saja, percaya pada ku baby... " Geya mengangguk.
Selain keluarga inti, hanya Claude seorang yang bisa Geya percaya. Karena selama ini, selama Geya mengenal Claude, tidak ada satupun janji Claude yang tidak dia realisasikan. Ini semua karena Claude merasa bahwa dalam sebuah hubungan antara pria dan wanita, pembuktian itu adalah suatu yang penting. Jadi setiap janji yang Claude lakukan pasti akan dia usahakan penuhi sebaik mungkin.
__ADS_1
Tapi entah mengapa, seperti yang Geya katakan tadi, bahwa dirinya memiliki perasaan yang sedikit mengganjal tentang keputusan sepihak dari daddy Claude yang meminta bantuan pada seseorang yang bagi Geya sedikit menakutkan, karena menurut cerita dari Claude. Seseorang yang dia mintai tolong ini adalah pimpinan tertinggi sebuah perkumpulan orang-orang yang misterius.